CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 27 Maret 2012

Aidoru no Sekai ni Yoroshiku!



Rilis         : 2012
Halaman  : 496
Penulis     : Orihara Ran
Penerbit   : Diva Press


Novel Jejepangan kedua yang ku baca setelah Summer Breeze. Baru nih novelnya, cetakan pertama. Punya temenku (re: Putri). Beruntung banget dia masih bisa nemu novel beginian pas IBF dengan setengah harga asli lagi. Huah. Pengen juga ih. Lain kali ke IBF awal-awal ah biar dapat novel yang oke. Hahaha.

Aidoru no Sekai ni Yoroshiku! Dibawahnya ada tulisan Bunga Sakura yang Mekar di Tokyo kan. Tapi aku masih ragu eh itu maksudnya apa, artinya apa bukan ya. Habisnya di halaman terakhir novel itu aku liat footnote "Aidoru sekai ni yoroshiku!" artinya Selamat datang di dunia idola! Nah lo. Jadi? Yang mana yang bener? Entah. Aku masih hijau dalam bahasa Jepang -_-

Kayaknya aku lumayan sering denger Orihara Ran, tapi baru kali ini aku baca novelnya. Lumayan. Ga ngecewain. Hihihi. Aku suka Yasufuku Hyogonya :3 Keliatan banget sih emang fiktifnya. Ceritanya terlalu wow gitu. Tentang dunia artis. Lumayan menarik. Kadang ketawa-ketawa sendiri bacanya. Hahaha. Apa lagi ya? Ku kasih sinopsisnya aja kali ya hehe.

Tuing~


“Berdoa pada Tuhan, percaya pada diri sendiri, kalahkan, singkirkan, hancurkan, dan remukkan rintangan itu. Dan yang terakhir, tersenyumlah menuju kemenangan!” Ia mengucapkan motonya di dalam hati….

***

Gadis desa yang ceria, kuat, dan rendah hati itu bernama Sakurada Mine. Ia dibesarkan seorang diri oleh kakeknya, Sakurada Hiroshi, di sebuah desa yang berjarak lima belas mil arah selatan kota Nara, Distrik Kinki, Jepang. Selama dalam asuhan sang kakek, Mine tidak pernah tahu bahwa lelaki tua itu adalah veteran jagat hiburan Jepang yang memiliki pesona dan kekuasaan lebih dari lima puluh tahun. Pun, ia tidak pernah tahu bahwa kedua orang tuanya, Sakurada Youji dan Maki Ema, adalah pasangan artis berbakat yang meninggal di puncak kariernya sebab kecelakaan. 

Hingga suatu hari, tepat saat ia genap berusia lima belas tahun, sang kakek menghilang dari rumah. Ia hanya meninggalkan sepucuk surat yang menerangkan siapa jati diri Mine sesungguhnya dan apa yang harus dilakukannya guna membersihkan nama keluarga Sakurada yang sempat tercoreng saat Mine dilahirkan. Berbekal petunjuk itu, Mine berangkat menuju Tokyo. Dengan menyamar sebagai Fukuda Mine. Ia berusaha keras untuk menjadi artis besar dengan memasuki sekolah khusus para artis: A Gakuen. Tujuannya satu: membersihkan nama keluarga Sakurada seperti yang diamanatkan kekeknya.

Mampukah Mine mewujudkan misinya? Akankah ia kembali bertemu dengan sang kakek? Bagaimana pula kisah cintanya dengan salah seorang artis papan atas Jepang?

Ikuti petualangannya dalam novel yang tak sekadar menyajikan cerita berlatar kehidupan para kaum muda Jepang saja ini, tetapi juga lebih segar sebab disajikan dengan bahasa yang lincah khas komik yang diramu dengan alur laiknya kisah detektif. Membuat siapa pun tak akan bosan membacanya.

Selamat membaca, selamat tertawa sekaligus tercengang bersama novel yang menjanjikan “rasa” yang berbeda ini!


NB : Aku bacanya biasa aja sih *ups hahaha. Tapi emang lumayan seru kok. Bahasanya ringan. Not bad :D

Senin, 26 Maret 2012

Berbeda Tanpa PDA

Tau apa itu PDA? Pakaian Dinas Akademik. Pakaian yang harus kami pakai selama kuliah di sini, STIS. Pakaian berwarna biru itulah yang harus kami gunakan selama berurusan di kampus. Tapi untuk hari ini sampai besok, 26-27 MAret 2012, kewajiban ini kami tanggalkan sejenak. Kenapa? Karena ada semacam isu bahwa akan ada demo besar-besaran di daerah Jakarta mengenai kenaikan harga BBM.

Aneh. Ya aneh aja jadinya. Hahaha. Kampus yang biasanya hanya dihiasi warna biru dimana-mana. Kini bertaburan aneka warna. Hahaha. Jadi informal. Canggung. Ga keliatan lagi yang mana tingkat I, II, III, IV ataupun dosen-dosen, apalagi dosen muda. Ribet juga ternyata. Nambah-nambah pikiran. Besok pakai baju apa yaa -_-

Tapi sebebas-bebasnya, disini tetep aja ada yang namanya peraturan. Harus menggunakan badge (semacam tanda pengenal), pakai kemeja, untuk laki-laki pakai celana kain, untuk yang perempuan pakai rok, no jeans, sepatu tetep harus pakai sepatu PDA, sepatu pantopel gitu deh -_-

Itulah kampus ini. Kampus yang dipenuhi berbagai peraturan. Ceritanya dididik jadi disiplin agar terbiasa di dunia kerja nanti katanya. Huah. Sebagai mahasiswi biasa mau ga mau harus nerima kan. Jarang-jarang ada hal seperti ini di kampus. Jadi, sebagian besar, terutama yang kakak tingkat, lebih berekspresi dalam penampilannya -_-

Ada sisi positifnya juga sih. Karna ga pake PDA jadi bisa langsung jalan-jalan habis ngampus. Hahaha. Tadi aku sama Dwi, berdua doang ke Kalibata Plaza, mau nonton The Raid. Udah naik angkot nomor 16, trus bilang ke sopirnya stop di Kalibata Plaza, tapi ternyata sopirnya ngira kami mau ke Kalibata City. Alhasil kami harus jalan kaki lagi menyusuri jalan becek habis hujan -_-

Lumayan jauh ternyata, hampir 1 km jaraknya. Kakiku lecet-lecet nih jadinya karna udah lama ga terbiasa jalan jauh. Dari depan tampilan plazanya kayak bukan plaza -_- Kurang terawat gitu, masih dalam tahap pembangunan, tapi udah ga ada tukangnya lagi sepenglihatanku tadi. Ga nyangka aja itu plaza. Beda jauh sih sama plaza-plaza yang udah pernah ku kunjungi. Ceileh. Kayak sering aja jalan-jalan. Lewat doang mah sering. Hahaha -_-

Untung di dalamnya ga ngecewain. Yang jelas tetep ada tempat-tempat yang biasanya emang ada di plaza. Trus langsung deh kami menuju XXI. Ngejar jam tayang 14.55. Untung keburu. Pas kami masuk studio cinema pas banget filmnya mau diputer. Seingatku ini pertama kalinya aku nonton semenjak berada disini -_-

Setelah sejam main, ga ngenakin banget. Masa mati lampu? Hujannya deras banget. Sampai tembus ke dalam studio suaranya plus petir-petirnya. Gelap. Seram. Lumayan lama matinya. 15 menit. Trus nyala bentar 10 menit. Trus mati lagi -_- Akhirnya nyala lagi. Kecewa berat nih. Pas lagi klimaks-klimaksnya tau-tau mati. Marginal utilitynya jadi merosot drastis deh -_- Untung habis itu ga ada acara mati-mati lagi listriknya.

Filmnya? Lumayan bagus. Film Indonesia ternyata. Yang main entah siapa. Aku ga terlalu kenal. Yang ga terlalu kuat mental diharap jangan nonton film ini deh. Anak kecil juga jangan deh. Kasian tadi aku liat anak kecil yang nonton nutup mata terus. Hihihi.

Pulangnya mampir dulu ke KFC beli es krim, sambil nunggu Via yang lagi karaokean sama temen sekelasnya. Lama banget tadi nunggu pesanan goceng. 30 menitan lebih -_- Sampai waktu magrib trus sholat, baru pulang. Masih hujan, tapi ga sederas waktu kami nonton kayaknya. Naik angkot 16 lagi kan. Sampailah depan kampus. Air menggenang dimana-mana. Basah kuyup sampai kosan -_- Bener-bener butuh perjuangan buat nonton perdana, udah awalnya kesasar trus pulangnya kehujanan -_-

Dingiiin~
Aku harus ngerjain tugas kalkulusku yang 'wow' 'aduh' ribet. Dosenku yang ngajar mata kuliah ini baik banget ya ngasih tugas. Sekali ngasih tugas langsung 27 soal essay -_- Gini nih nasib mahasiswa. Harus aktif sendiri. Siapa yang ketinggalan harus berjuang ngejar sendiri. Yeah. Semangat semangat. Ga susah kok, masih ada 1 mingu lagi *mencobasugestipositif -_-

Semoga besok demonya ga sampai ke daerah sini. Bahaya eh. Anarkis. Mohon doanya yaa.

Oke sekian dan terimakasih. Wassalam.

Sabtu, 24 Maret 2012

Hafalan Sholat Delisa

Pengarang : Tere Liye
Tebal        : vi + 266 Halaman
Penerbit    : Republika

Novel yang pertama kali ku beli. Bener-bener ga nyesel udah beli. Ceritanyaaa subhanallah. Awesome :3 Novel yang ada di tanganku sekarang sudah cetakan ke-XIX. Best seller. Udah ada filmnya juga katanya. Tapi aku belum nonton. Gimana buat filmnya ya. Apalagi ada latar tsunaminya.

Ceritanya tentang anak umur 6 tahun yang sedang berusaha menghafal bacaan shalat. Dari takbiratul ihram sampai salam. Ia sering tertukar-tukar bacaan shalatnya. Jika berhasil menghafal, ia dijanjikan sebuah kalung emas 2 gram dengan inisial D untuk Delisa dari Umminya dan sebuah sepeda dari Abinya. Kakak-kakaknya ikut membantu adiknya itu. Ada Kak Aisyah yang membuatkannya 'jembatan keledai' untuk memudahkannya mengingat bacaan shalatnya. Ada Kak Zahra sama Kak Fatimah juga yang medukungnya.

Entah berapa kali aku bergetar baca novelnya. Apalagi saat-saat itu. 26 Desember 2006. Tanggal yang akan diingat banyak orang. Pagi itu, saat Delisa sedang menyetor hafalan shalatnya pada Ibu Guru Nur di sekolahnya. Gempa datang, sekolahnya berguncang dan Delisa tetap melanjutkan shalatnya. Ia ingin shalat dengan khusyu'. Pikirannya cuma satu. Ia hanya ingin mempersembahkan shalatnya yang sempurna saat itu. Gempa mulai mereda. Delisa tetap melanjutkan shalatnya. Ia tidak terpengaruh betapa hiruk-pikuknya di luar sana. Saat ia hendak melakukan sujud pertamanya, saat itulah air bah itu datang dari pantai Lhok Nga. Air itu membuatnya terhantam dinding sekolah, membawanya terseret. Ibu Guru Nur mencoba menggapainya dengan sisa kekuatan yang ia punya. Ia menggunakan kerudungnya yang telah robek untuk melilitkan tubuh Delisa yang sudah pingsan pada sebatang kayu. Delisa terseret arus, kakinya menghantam pagar sekolah. Tubuhnya terjepit.
Aku ga bisa menggambarkannya sebaik Tere Liye. Untaikan kata-katanya saat menggambarkan hal itu benar-benar sukses membuatku banjir air mata. Kalian harus baca sendiri pokoknya. Apa ya. Aku sampai bingung harus berkata apa lagi. Subhanallah. Bagus banget pokoknya novelnya. Aku baru nyeritaiin bagian awalnya di atas. Kisah selanjutnya baca sendiri yaa hehe. Endingnya bener-bener jleb. Aku ga nyangka tiba-tiba habis gitu aja. Ga terduga.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Anak sekecil itu. Betapa murni hatinya. Aku juga pengen. Aaaa. Pengen bisa shalat dengan sempurna. Pengen khusyuk dan hanya berpikir satu. Lillahita'ala. Aku malu, benar-benar malu pada Allah SWT. Entah berapa kali aku lalai dalam shalat. Sering lupa berapa jumlah rakaat yang sudah ku kerjakan. Tidak bisa berpikiran satu. Sering memikirkan hal-hal duniawi. Astagfirullah. YA ALLAH, ampunilah hamba-Mu yang penuh dosa ini. Aku harus memperbaiki bacaan shalatku. Belajar shalat yang baik dan benar. Karna shalat adalah ibadah yang paling penting. Ibadah yang mencerminkan keimanan seseorang. Iya kan?

Hem.
Aku juga pengen hatiku bergetar setiap membaca untaian ayat-ayat suci firman Allah SWT, Al Qur'an. Saat membaca huruf-huruf Arab itu, aku sama sekali tidak mengerti. Barulah aku mulai mengerti saat membaca terjemahnya pada Mushaf. Baru aku tersadar. Selama ini hanya membacanya saja tanpa mengerti arti dan maksudnya seperti apa. Makasih buat seseorang yang sudah menyuruhku membaca artinya :) Aku juga malu. Aku belajar Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Korea, Bahasa Jepang. Lalu kenapa aku ga belajar Bahasa Arab? Bahasa yang digunakan dalam Al Qur'an. Bahasa yang akan digunakan malaikat kelak saat menanyaiku di dalam kubur. Lalu, bagaimanakah aku menjawabnya? Aku yang belum pernah belajar Bahasa Arab ini. Bagaimanakah? Aku harus mulai sedikit demi sedikit membenahi diriku. Diriku yang selama ini berorientasi pada duniawi. Padahal dunia ini hanya seper sekian sekian dari akhirat kelak. Kehidupan akhiratlah yang kekal. Dunia hanya perhiasan saja. Ubah mindset. Akhirat oriented sebagai tujuan jangka panjang :)

Aku juga pengen mengucapkan hal yang sama kayak Delisa. 'Nita cinta Ummi, Abi karena Allah' :) Sederhana. Tapi kalimat itu sekarang hanya menggantung di tenggorokan. Entah kapan aku bisa mengatakan hal seindah itu kepada orang tuaku yang sudah membesarkanku sampai sekarang. Masih sempatkah aku mengucapkannya secara langsung? Sebelum nafas ku berhenti berhembus, sebelum orang tuaku menghembuskan nafas terakhirnya. Masih sempatkah? Aku harap masih punya sisa umur untuk melakukannya. Semua orang pasti akan mati kan? Beruntunglah kalian yang masih punya orang tua didekat kalian. Bisikkanlah kata-kata itu dengan tulus ikhlas dari dalam hatimu untuk kedua orang tuamu :)

Semoga bermanfaat :)
Kalau ada salah kata mohon dikoreksi. Kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf. Tulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Hanya hasil dari seorang penulis amatir yang sedang berusaha membuat tulisan yang 'sedikit' berkualitas dari yang biasanya ia buat -_-

Selasa, 20 Maret 2012

Itazura na Kiss




Pernah nonton Naughty Kiss? Drama Korea itu tuh, yang main Kim Hyun Joong. Aku belum nonton sampai selesai sih, baru sampai mereka masuk kuliah. Anw, makasih buat temenku yang udah mau pinjemin kasetnya waktu itu (re: Tyas) hehe.

Trus ga lama ini, aku ada nonton Itazura na Kiss versi anime Jepang. Eh ternyata ceritanya sama kayak Naughty Kiss. Cuma beda dikit. Ckckck. Kata temenku yang suka Jejepangan bilang lebih suka versi animenya. Apa ya? Ekspresi di animenya tuh lebay-lebay gimana gitu, jadi lucu aja nontonnya, ngakak hahaha. Tapi aku mah netral, aku suka dua-duanya *cari aman *ups hahaha. Selera orang kan beda-beda.

Rasanya aku udah nonton dari sebelum UAS, trus dipending selama UAS, dan baru disambung lagi pas liburan di Banjarbaru kemaren. Dorama terlama yang ku tonton sepanjang ini -_-

Ceritanya? Ga usah kuceritain aja ya. Cuma beda-beda tipis kok sama Naughty Kiss. Rasanya ini juga ada komiknya, udah lama. Kebanyakan anime Jepang emang diangkat dari komik katanya. Salah satunya yang udah ku tonton Asuko March!, tapi versi manusianya sih. Rame juga nih. Ntar ku kasih reviewnya dikit deh di postingan selanjutnya :D

Akhir-akhir ini aku sedang berjuang menamatkan episode-episode Dream High 2 sama Heartstring. Seru eh. Ga sabar pengen tau lanjutan ceritanya. Berhubung aku ga suka download, jadi nunggu temen yang download, trus minta deh hahaha #dasar. Untung masih awal-awal kuliah jadi masih senggang, masih sempat nyuri-nyuri kesempatan buat nonton haha. Bersenang-senang dahulu sebelum kebanjiran tugas #eh haha. Beruntung juga hari Jumat ga ada sesi kuliah, hari liburku nambah deh jadi Jumat-Sabtu-Minggu. Sik asik asik :D

Quote

If we’re fated then we’d be able to see each other anytime, right?

 - Jikan Yo Tomare OST. Itazura na Kiss

Senin, 19 Maret 2012

Hello Ghost

Sekilas baca judulnya terkesan horor kan? Haha. Setelah ditonton ga ada serem-seremnya sama sekali eh. Sebelumnya rasanya aku pernah nonton awalnya doang, sendiri, karna agak-agak aneh trus takutnya film horor jadinya ku delete aja langsung haha konyol. Pas balik ke sini diceritain temenku, kayaknya asik filmnya, trus kebetulan ada temenku (re: Dwi sama Putri) yang ngajak nonton sambil nunggu adzan maghrib. Yaudah deh akhirnya nonton.

Gimana ya, filmnya bagus, aku suka haha. Awalnya emang dibuat bingung sama alur ceritanya. Tapi makin lama makin kebuka intinya. Jadi penasaran. Ga terduga lah pokoknya. Lucu, aneh, sweet, ada romancenya juga dikit. Terharu aku nontonnya haha.

Dia, Sang-Man, pikir dia hidup hanya seorang diri, tidak ada yang mengingatnya. Karena itu dia mencoba bunuh diri berkali-kali. Tapi GA BERHASIL juga. Dia selalu aja berhasil diselamatkan. Sampai percobaan bunuh dirinya yang terakhir yakni loncat dari jalan layang, dia dibawa ke rumah sakit. Pas sadar dia bisa liat arwah. Arwah pertama yang dilihatnya bapak-bapak yang suka merokok duduk disampingnya. Trus ibu-ibu yang nangis di dalam lemari, kakek-kakek mesum, terakhir anak kecil yang loncat-loncat.

Keempat hantu ini terus mengikuti kemanapun Sang-Man pergi. Ia pun mendatangi seorang paranormal/dukun untuk mengatasi hantu-hantu yang terus mengikutinya. Sang dukun menganjurkan Sang-Man untuk membantu para hantu memenuhi keinginan terakhir para hantu agar ia bisa terbebas dari para hantu tersebut.

Satu per satu ia penuhi keinginan mereka, diakhir cerita baru terungkap apa maksud dibalik semua permintaan-permintaan itu. Bener-bener ga terduga deh pokoknya. Habis nonton muka langsung merah, mata-hidung bengkak haha. Tapi aku tetep suka filmya. Ayo ditonton :D Ga jadul-jadul amat kok filmnya, rilis 22/12/2010. Pemainnya ga ganteng-ganteng amat, ga terlalu terkenal juga. Tapi aku suka ceritanyaaa. Haha. Don't judge a film by its cover #eh :D


Minggu, 18 Maret 2012

RO7 Comeback

Judulnya 'sesuatu' banget ya hahaha.

Masih ingat apa itu RO7? Riset Operasi 7 lengkapnya. Sekedar mengingatkan, ini kelompok ku waktu Magradika (OSPEK) di kampus. Udah lama ga ngumpul lagi. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing setelah Magradika usai, yang ditutup dengan Inaugurasi. Kemaren tu ada sih ngumpul buat ngerayain ultahnya kepala suku alias Ka Nopi hehe.

Kangen juga saat-saat masih magradika, saat cowok-cowoknya masih pada botak, trus harus buat tugas ini itu yang super duper ribet, dimarahin karna melanggar jam malam, tidur cuma beberapa jam dan harus bangun subuh-subuh. Paginya ngumpul di kos Iffah yang lama, trus ngambil bekal makan siang di warteg, trus berangkat ke kampus, baris dengan seragam hitam-putih dan yang tinggi harus di depan (aku deh yang jadi korban -_-) trus disuruh tutup mata dan nunduk, lalu diterik-teriakin sama yang namanya TIBUM.

Alhamdulillah kita dipertemukan kembali sore tadi, walaupun ga semuanya datang, 11 dari 20. Alhamdulillah juga ga ada diantara kami ber20 yang gugur di medan tempur STIS. Tadi ngumpul di kosan Iffah yang baru di Jl. Masjid. Ada Iffah tentunya, ega, mimi, toto, haidir, maryama, zezen, muti, couple aulia adit, plus aku. Sisanya ada acara lain kali ya jadi ga bisa datang.

Awalnya ngobrol-ngobrol biasa, masalah nilailah, dosenlah, TOlah, macem-macem pokoknya haha. Sambil diselingi candaan toto-haidir-adit, yang kadang lucu, jayus, atau geje haha bahasanya berat cuy -_- Trus nyanyi-nyanyi sumbang juga diiringi gitar adit-haidir. Haha. Meregangkan pikiran sejenak sebelum besok mulai ngampus. Pengen eh 'mengenang' teman-teman yang paling awal ku kenal disini satu per satu. Nanti ku update deh postingan yang ini klo ada waktu luang. Udah hampir jam 11 nih dan besok aku ada kuliah sesi 2. Perlu tidur yang cukup untuk mencerna matkul yang baru -_-

Okedeh sekian dan terimakasih. Selamat tengah malam guys :D

*BONUS HAHAHA

RO7 CREW

1. Kepala Suku (Kak Nopianto/North-West Corner)

Ketua kelompok kami nih, sebagai yang dituakan, emang tua sih *ups haha maklum TB disini, alias Tugas Belajar, udah kerja di BPS Kotabaru tapi disuruh kuliah lagi. Dari muka ga keliatan tua-tua banget kok haha seumuran kakak pertamaku nih hihi. Orangnya lumayan bijak, bawaan umur kali ya haha, trus baik, care lah sama kelompok, bisa diandalkan, rajin nraktir juga haha. Tapi kalo tugas mah sering dioper ke kami -_-

2. Wakil Kepala Suku (Dicky Muhammad Ramdhani)

Kaki tangannya Pak Kepala Suku. Banyak berkontribusi dalam kelompok. Bertanggung jawab, tugas berat yang dikasih ke dia pasti diselesain secepatnya. Lumayan humoris, lumayan pinter juga kayaknya, anak UPM. Orang Bandung tapi badung -_- Suka jailin orang, entah berapa kali aku jadi korbannya. Aku ingat terakhir dia narik payungku pas hujan-hujan, trus pura-pura ga bersalah -_- Orang yang kalo bisa ku hindari aja deh nih -_-

3. Bendahara (Aulia Nugraheni Rahmawati/CPM)

Bendahara galak nih (lihat yang kiri), perhitungan banget, pas banget jadi bendahara. Pinter menata nota-nota belanjaan, pantes pinter juga menata hati Adit *ups haha. Awalnya cuma gosip yang beredar karna habis disuruh belanja berdua, Eh ternyata beneran jadian, kebetulan sekelas lagi. Cieee. Hahaha. Baik orangnya, rajin juga, kerjanya cepet, walau kadang bawel, bisa jadi temen curhat yang baik. Aktif di kelompok. Mudah membaur. Apalagi ya?
4. Seksi Transportasi/Dokumentasi (Aditya Sudyana)

Sekarang statusnya udah berubah jadi suaminya ibu bendahara (lihat yang kanan). Hahaha. Sering dijadiin ojek kelompok karna satu-satunya yang bawa motor. Dia orang jakarta, sering bolak-balik. Rumahnya daerah perbatasan Bekasi rasanya. Ga kayak yang lainnya yang ngekos. Orangnya baik, lucu, gaya ketawanya aneh HA-HA. Sering melawak, apalagi udah ketemu Toto-Haidir. Lumayan sabar juga, karna udah merelakan rumahnya menjadi TKP ngerjain Kak Nopi, trus mau aja disuruh beliin ini-itu. Anak Band, drummer cuy. Bisa main gitar juga. Haseeek. Pantes Aulia suka #eh

 5. Seksi Perlengkapan (Ismiana Putri/Riset)


Sabtu, 17 Maret 2012

IBF :3

Islamic Book Fair :3


Tadi ke sana bareng uni Tetri sama temennya, Fitri. Berangkatnya jam 9 dari kos, tapi pake acara mapir dulu ke alfamidi nemenin uni beli sarapan. Sambil nunggu temennya yang katanya mau ke sini. Beberapa lama kemudian, eh ternyata ga jadi. Yaudah deh, aku sama uni naik transjakarta jurusan Harmoni. Trus transit naik transjakarta jurusan Blok M, turun di shulter Polda. Sekitar satu jam-an tadi perjalanannya. Untung dapat tempat duduk. Ga bergelantungan -_-

Kami bertiga gatau dimana persisnya Gelora Bung Karno. Tau jalur buswaynya aja -_- Berhubung semuanya pada males nanya sama orang di jalan, akhirnya kami ngikutin orang aja yang kira-kira mau ke IBF juga hahaha. Konyol. Eh ternyata orang-orang yang kami ikutin berbeda arah, jadi bingung deh ngikut yang mana haha. Akhirnya milih salah satu dan ternyata salah jalan -_- Untung liat poster IBF di depan Istora. Berpindah haluanlah kami ke sana hahaha.

Masuk lewat pintu utama Istora, trus keliling-keliling nyari buku atau novel yang sreg, sreg di hati, sreg di kantong juga haha. Banyak banget stand-standnya. Yang ku ingat ada stand mizan, republika, gemma insani, rabbani press, sygma, zam-zam dan lain-lain yang totalnya hampir ratusan. Huwow. Berhubung ini weekend, tepatnya hari Sabtu, rame banget nih yang datang, sesak jalannya, apalagi kalo jalannya sempit -_-

Karena 2 hari terakhir jadi banyak diskon-diskon, dari 20% sampe 75%. Apa ya tadi istilahnya? Hem Buku Bagus Harga Rusak katanya haha. Banyak buku 10.000an. Obral berserakan semacam gini nih buku-bukunya.


Awalnya pengen beli kan. Dengan susah payah aku baca satu-satu judul bukunya trus ku tumpuk. Eh tiba-tiba datang yang ngurus stand itu trus menghambur buku yang sudah ku tumpuk tadi. Bikin males deh jadinya -_- Mana berjejal-jejalan lagi. Udah susah payah ku tumpuk dihambur ke tengah lagi. Langsung aku keluar dari stand itu dan nyari stand yang lebih normal -_-

Tadi ketemu penulis buku Tere Liye, ternyata dia cowok ya, kirain cewek -_- Padahal bisa minta tanda tangan tadi, tapi akunya aja males haha. Seingatku aku belum pernah baca bukunya. Dan baru pertama kali ini beli bukunya yang judulnya Hafalan Shalat Delisa karna tertarik akan covernya hehe. Akan segera difilmkan katanya. Entah kapan. Entah kapan juga aku baru sempat baca itu novel -_-

Tadi ada drama musikalnya juga, yang main anak-anak SD tapi -_- Trus ada siapa gitu pendongeng yang lumayan terkenal mendongeng tentang kalo ga salah temanya "Mari Cintai Nabi Kita". Aku ga nonton karna masih asik keliling-keliling stand sama uni. hehe Temennya yang udah borong buku banyak udah duduk duluan.

Aku cuma beli 3 buku, buku Tere Liye tadi, Laa Tansa (Don't Forget), sama Asma'ul Husna for Teens. Padahal tadi itu aku juga pengen beli kitab Riyadhus Shalihin. Diskon 50% eh. Dari awalnya 135rb jadi 70rb. Huaaa. Karena ga bawa duit cukup banyak terpaksa bersabar. Tahun depan kalo ada umur ke sini lagi deh ya.

Udah cape keliling terus nyari makan di luar, adanya restoran. Wih gile aje, bisa diatas 50rb kalo jadi makan disana. Bisa berabe buat anak kosan haha. Akhirnya kami memilih makan ketupat sayur 8rb di pinggiran jalan. Lumayan lah buat ganjel perut haha. Terus nyari mesjid/mushola buat sholat. Jauuuuh banget jalannya keliling-keliling sampai ke stadion utama GBK. Luas banget disini. Gempor kaki jalan terus. Untung nemu pencerahan (re: nanya orang disana) haha sampailah kami di Mesjid Bina GBK. Sholat Dzuhur sejenak, trus mengarah pulang. Nyari shulter busway terdekat. Eh ternyata lumayan jauh juga jalannya (lagi-lagi). Melewati beraneka gedung bertingkat di kawasan jakarta pusat yang bersebrangan dengan lapangan Baseball. Tengah hari gitu ada aja yang latihan. Ga panas apa ya -_-

Tenang udah naik transjakarta. Jurusan apa ya tadi? Entah. Aku ga terlalu mempehatikan. Haha. Rasanya yang jurusan Blok M trus transit di shulter Dukuh Atas. Naik lagi, trus turun di Matraman 2. Transit lagi. baru deh dapet yang ke PGC. Turun di shulter Bidara Cina. Akhirnya sampai juga. Setelah berjejal-jejalan di dalam trans tadi, mana hampir bergelantungan terus sepanjang perjalanan. Capeee.

Hari yang melelahkan. Tapi lumayan lah ga dapat cape aja, dapat pengalaman, sama dapat buku juga haha. Lagi-lagi aku buat postingan nyaris tengah malam -_- Habis Isya tadi nonton Just Go With It bareng uni sih haha. Ohiya, sorenya aku juga nonton 200 Pounds Beauty. Anw, temen kosku ada yang nonton Beautiful Shownya B2ST nih di JITEC Mangga Dua. Sampe sekarang belum pulang. Katanya sih konsernya 2,5 jam dari jam 8 malam tadi, slese jam setengah 11. Sekarang udah menuju jam setengah 12 belum pulang. Semoga selamat di jalan ya. Aku udah mau tidur nih. Ga sanggup nunggu kalian pulang. Ditunggu besok aja deh ya cerita gimana konsernya. Selamat tengah malam bloggers. Makasih udah baca sampai sejauh ini :D