CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label STIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STIS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2015

It's getting hard to be unseen

Ga terasa kemaren (10/10/2015) secara resmi udah diwisuda. Alhamdulillah. So many things happen in here. Sedih, senang. Terluka, bahagia. Dan di akhir tahun ajaran ini, entah kenapa malah perasaan uneasy yang menggantung. Something like too many things to handle and I still feel I'm not doing well. I'm not doing well enough.

Well, kalian harus punya mental yang kuat ketika menjadi pengurus angkatan di tingkat akhir, apalagi di bagian akademik. Kupikir setelah modul UAS semester akhir dirilis, tugasku berakhir, istilahnya 'bebas tugas'. Tapi ternyata masih jauh, masih banyak yang perlu diurus setelah itu, terkait seminar kalian, sidang kalian, skripsi kalian, dan masalah penempatan kalian nantinya. Masih mending cuma anggota, BPH angkatan sepertinya perlu jauh lebih bekerja keras, mengurus angkatan yang terkenal punya banyak embel-embel di sana sini. Semangat gaes, till the end. Semoga apa-apa yang telah kita perjuangkan berbuah manis nantinya.
Jangan terjun, jika belum siap tenggelam.
Adakalanya sesuatu yang kita perjuangkan tidak berjalan sesuai harapan. Adakalanya kita merasa bukan siapa-siapa. Adakalanya kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Something like that. Dan pada akhirnya harus mempersiapkan diri menjadi salah satu pendengar kabar tidak baik pertama. Sedih rasanya mengetahui apa yang sedang kita coba perjuangkan tidak bisa diperjuangkan, sama sekali. Dan lagi-lagi berasa gagal menjadi teman yang baik.

Rabu, 30 September 2015

Ayah, Mengapa KS Berbeda?

Ah, hari eksekusiku sudah lama berlalu (08/09/2015). Sedikit banyak terjatuhkan. Kata narasumber, udah biarin aja, tapi susah memang menjadi orang bergolongan darah A. Ga bisa ga dipikirin. Haha.
Jurusan kamu apa? Komputasi Statistik? Yakin? Bukan Statistik Komputasi? Jleb.
Ah, skripsiku memang susah diterima. Bagaimana menjelaskannya ya. Dijelasin secara komputasi terlalu klasik, dijelasin secara statistik ga banyak orang yang mengerti. Jadi? Yaudahlah. Gapapa orang Otista ga ketemu benang merahnya, gapapa. It's okay, you've tried.

Beginilah nasib orang komputasi yang jauh lebih dominan statistiknya saudara-saudara. Jadi, buat adek-adek yang milih jurusan nanti, lebih hati-hati ya, jangan ikuti kata orang, ikuti kata hati sendiri. Hidup itu terkadang singkat, jalani apa yang bener-bener kamu sukai, seriously.
"Setelah dipikir-pikir dan dijalani ternyata yang paling sulit itu bukan menghadapi kenyataan, tapi menghadapi persepsi orang lain terhadap kita." — Alia Anoviar
Well, so true. Persepsi. orang. lain. terhadap. kita. Lama-lama bisa gila sendiri memang menghadapinya. Makanya kadang aku mencoba menyusutkan ekspektasi orang-orang yang terlalu tinggi terhadap diriku. Takut mengecewakan. Tapi pada akhirnya, bener-bener mengecewakan T.T Maafkan saya pak dosbing. When the right time comes, I will tell you everything. Hal-hal yang tak terkatakan, entah waktu bimbingan, entah waktu sidang. Ada hal-hal yang belum boleh saya katakan sekarang. Someday, maybe you will know. I'm really really sorry. Thanks for your concern all this time :')

Sabtu, 22 Agustus 2015

Second Step: Done

Alhamdulillah, berasa lega banget setelah siang hari itu (18/08/2015). Sempet syok dengan perubahan jadwal (lagi): jadi sesi tunggal di jam itu dan urutan ke empat di hari itu. Tapi ternyata makin ke sini makin bersyukur dapet jadwal seminar di awal-awal, karena ga banyak 'pembanding'nya dan kalaupun terdapat kekurangan di sana sini dapat dimaklumi :D

Setelah sesi itu berakhir, aku menyadari satu hal. Ya, aku merindukan saat-saat itu, saat menyampaikan riset di tengah orang yang ga dikenal. Beda feel-nya sama waktu presentasi di kelas. Saat seminar itu, menurutku kita perlu menilik wajah-wajah pendengar. Kita perlu menggunakan bahasa yang umumnya dimengerti orang-orang. Ketika ada pendengar yang bingung, kita perlu pandai-pandai memilih bahasa. Karena tidak semua orang mengerti istilah yang kita gunakan.

Katanya seminar itu saat di mana kita 'menjual produk' kita. Tapi menurutku lebih ke bagaimana kita menyampaikan temuan kita dengan baik dan dapat diterima umum. Walaupun bikin aplikasi, tapi jangan kayak sales juga kali, promosi di sana-sini haha. Well, kita mungkin punya persepsi masing-masing tentang 'menjual produk'. Pada akhirnya, seminar adalah tempat di mana kita bisa mempertahankan argumen kita dan berani mempertanggungjawabkannya. Moderator yang mengerti tentang topik yang diangkat dan ada narasumber yang mengoreksi, menurutku juga menambah kesuksesan suatu seminar.

Next. Terima kasih buat siapapun yang kemaren udah hadir, terima kasih atas pertanyaan, kritik, maupun sarannya. Semoga kalian mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Buat yang kemaren ga kebagian kursi, jangan berkecil hati, doain aja semoga penelitianku bisa dipresentasikan di forum lain. Hehe.

Ohiya, terkait sebagai pembahas, maaf ya kalau aku banyak nanya. Aku sudah berusaha sebisa mungkin menahan diri. Semoga apa-apa yang kita diskusikan bisa menambah kualitas penelitian kita ke depannya. Sukses buat kita semua :))

Selasa, 04 Agustus 2015

Second Step: Danger

Perubahan jadwal seminar 'the script' sukses bikin bener-bener melek. Hari pertama guys, beruntung sesi 3, tapi, tapi, tapi...

Ah, suka banget bikin excuses. Saingan hari itu di sesi yang sama berat eh, tapi yaudahlah, gapapa, takdir. Emang ga pengen banyak yang nonton kan? T.T

Atas dasar apa pak dosbing memetakanku dideretan awal seminar? Entahlah. Sebelumnya padahal hari ketiga sesi 5. Tapi itu jurusan katanya yang ngeplot, bapaknya cuma bilang di tanggal 19-20.

Ah, yaudahlah, sekarang harus mulai serius, stop playing around, biar cepet kelar, cepet bisa prepare, menyiapkan amunisi sebanyak mungkin. Semangaaat. Doakan semoga sukses ya. See you on the top :))

Jumat, 24 Juli 2015

Bebas Tugas


It's almost two years, rite?
Melegakan juga akhirnya amanah yang satu itu sebentar lagi berakhir.
Dulu, ada kalanya merasa frustasi saat orang-orang tak lagi peduli, saat-saat ter(di)abaikan.
Dulu, menjatuhkan harga diri satu dua kali bukan perkara mudah.
Pernah mencoba tak peduli, tapi pada kenyataannya tetap tidak bisa tidak mengacuhkan kalian, tetap tidak bisa tidak memikirkan nasib kalian akibat ketidakpedulian yang tidak bertanggung jawab.
Kata orang-orang amanah memang tidak pernah salah memilih pundak.

Terima kasih buat kamu semua yang sudah membuatku tidak merasa sendirian mengemban amanah ini, terima kasih sudah bersedia direpotkan, terima kasih.
Ternyata masih ada orang-orang yang peduli, orang-orang yang bisa diandalkan, orang-orang yang bersedia meluangkan waktunya. 
Sungguh, terima kasih.

Maaf jikalau selama ini kinerjanya kurang memuaskan.
Maaf jika pernah melewatkan apresiasi atas nama kalian.
Semoga hal-hal baik yang sudah kita lakukan dibalas oleh Allah SWT.
Semoga sukses buat kita semua.
Semangat buat skripsinya. Insya Allah kita wisuda Oktober 2015 :))

Minggu, 05 Juli 2015

Jangan Lupa Bahagia

"Bimbingan itu ga melulu harus ada progress, ngobrol-ngobrol juga bisa."
Buka.bersama.di.rumah.baru. Suatu obrolan iseng yang pernah dibahas di grup wa kelas. Kemudian kapan hari salah satu temen membuka obrolan masalah bukber tadi pas bimbingan. Eh, ternyata beneran ditanggapin serius sama dosen yang kebetulan juga dosen PA kelas ini :D Sebagai temen sebimbingan yang baik, kecipratan deh melanjutkan obrolan di hari berikutnya. Jadilah hari itu bimbingan terlama sepanjang sejarah bimbingan. Nyaris setengah jam awal ngomongin konsumsi sama alamat. Wkwkk.

Hari H pun tiba. Karena berbagai alasan, cuma 19 orang yang bisa ikut meramaikan bukber 4KS1 ini. Alhamdulillah jadi juga, walaupun sempat ketunda sehari. Setidaknya muka-muka anak bimbingan beliau ini terselamatkan. Haha.

Bang Zafran <3 <3
A child can teach an adult three things: to be happy for no reason, to always be busy with something, and to know how to demand with all his might that which he desires.
—  Paulo Coelho 
Terima kasih buat bapak dosen dan istri, juga anak-anaknya. Makasih buat semuanya. Maaf kami merepotkan dan (agak) setengah maksa bukbernya :x 


PS: Ketika disibukkan dengan tugas akhir, jangan lupa bahagia. Regards, tha :)

Senin, 08 Juni 2015

Virgin Beach


Rabu lalu (03/06) menyempatkan 'liburan' di sela-sela jadwal kuliah. Jalan-jalan bareng anak satu kelas emang susah, apalagi di antara tumpukan deadline tugas dan skripsi. Perlu kedok foto buku tahunan biar rame yang ikut. Hahaha. Alhasil 28 dari 34 sukses dihasut ikut jalan-jalan ini :D Sayangnya kemaren cuma sehari. Sehari aja udah seru sih, tapi coba nginep deh, pasti bakal seru pake banget. Bisa snorkeling, BBQ, dst.

Fyi, buat kamu yang barangkali mau jalan ke Virgin Beach alias Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari edisi hemat, biayanya ga terlalu mahal kok kalau mau sedikit repot ngurus sendiri, ga pake jasa agen travel. Memaksimalkan satu hari penuh buat main. Mulai dari berangkat dini hari ke Tanjung Pasir, bukan Muara Angke ya, soalnya jaraknya lebih deket ke Pulau Pari. Kemaren persis Subuh kami sampai di Tanjung Pasir. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang ditambah biaya parkir, misal pake bus Rp 25.000,-. 

Setelah sholat langsung menyebrang pulau. Kemaren udah nyewa perahu sebelumnya, biayanya Rp 80.000,- pulang pergi per orang. Perjalanan menuju Pulau Pari sekitar 2 jam. Walaupun cukup lama, kalian bisa menikmati sunrise, mengamati barisan burung-burung terbang dan aneka pemandangan indah di pagi hari lainnya. Tentunya kamu bakal mendapati udara yang jauh lebih baik dari udara yang biasanya kamu hirup di ibukota.

Sesampainya di pelabuhan Pulau Pari, kamu bisa nyari sarapan di sana, udah banyak warung-warung yang buka. Kalau mau lebih hemat bawa bekal aja. Setelah sarapan, kami pun meluncur ke Pasir Perawan. Suasana kala itu sepi, banget, berasa eksklusif, berhubung weekday juga kali ya.

Rombongan pertama yang mendarat di Pantai Pasir Perawan

Biaya masuk pantai ini Rp 3.500,- per orang. Kami benar-benar rombongan pertama yang datang ke pantai ini. Bapak-bapak yang jualan pun mengakuinya dan menanyakan apakah kami berangkat dari Tanjung Pasir. Soalnya biasanya yang berangkat dari Muara Angke baru dateng jam 9an katanya. Pas kami dateng itu warung-warung baru buka, air di kamar mandi pun masih mati, belum siap menyambut kedatangan kami. Terpaksa cuci muka pake air kemasan, berhubung harus cepet siap-siap buat pemotretan. Masa iya masih ada sisa jejak tidur di muka :v

Harusnya kelompokku dapat jatah pemotretan pertama, tapi karna scene kami perlu angin dan pagi itu angin tak kunjung bertiup, jadwal kami ditunda sampai yang paling akhir. Sampai kering nunggu giliran. Hahaha. Jadilah jalan-jalan sambil nonton yang lagi pemotretan. Ohiya, di pantainya juga ada net, bisa main voli pantai di sana. Kebetulan kemaren kami bawa bola voli buat properti, lapangan itu udah kayak lapangan sendiri deh. Pas sore-sore kami mau pulang baru ada pengunjung lain yang main.

Matahari pantai bener-bener terik guys, jangan lupa pake sunblock sampai sunsreen biar ga gosong. Berkali-kali kalo perlu :p Bawa topi pantai juga, serius, berguna banget menghalau teriknya panas matahari. Kalau mau duduk-duduk santai ada pohon-pohon teduh juga di sana. Ada banyak pondok-pondok juga. Kalau mau sewa sepeda Rp 15.000,- seharian, trus bisa naik perahu juga keliling pantai, biayanya Rp 10.000,- per orang. Kalau mau snorkeling kurang tau berapa harganya, kemaren ga sempat, buat foto buku tahunan aja udah setengah hari lebih. Gilak.

Kayaknya buat foto buku tahunan ini kelas kami emang yang paling all out. Sampai ke pantai segala demi foto. Kelas lain pada banyak milih yang praktis, misal cuma foto di studio. Punya ketua tim ybm di kelas emang beda. Hahaha. Vote awal dominan ke Hutan Mangrove pun bisa berpindah ke Pantai Kepulauan Seribu dalam sehari :D Terima kasih buat semua yang udah bersusah payah ngurusin jalan-jalan kelas ini. Terima kasih buat para tim make over, mulai tata rias sampai tata jilbab. Terima kasih buat kenangan yang udah kalian torehkan guys. Lagi-lagi momen berkesanku bertambah. Thanks. Semoga foto buku tahunan kita jadinya bagus ya, sesuai harapan.

Regards, tha :)

Sabtu, 18 April 2015

You never walk alone.


Kamu tidak pernah berjalan sendirian. Akan selalu ada langkah yang mengiringi, yang memperhatikan langkahmu, yang memastikan kamu baik-baik saja. Kalaupun tidak, ada puluhan atau bahkan ratusan doa yang mengiringi langkahmu. Jangan berhenti, teruslah di jalanmu, jalan yang kamu yakini kebenarannya. Kita masih punya tujuan yang sama kan? Wisuda 2015. Tetaplah berjuang kawan. Percayalah ada yang selalu mengiringi langkahmu, mendoakanmu diam-diam, seperti aku misalnya :D

Jumat, 03 April 2015

Dibalik 2665 mdpl

7-9 November 2014
"Aku merindukan waktu di mana mendaki itu bukan untuk mencapai puncak, tapi menikmati perjalanan

Aku menanti waktu di mana mendaki itu bukan untuk menikmati kesendirian, tapi kebersamaan

Aku merindukan waktu di mana mendaki itu bukan untuk melepas penat, tapi menikmati kebahagiaan"

— kurniawangunadi
 
Kangen kalian boleh? 

Selasa, 31 Maret 2015

Tergerus Zaman

Sudah nyaris empat tahun, coba lihat apa perbedaannya? :v


Yap, sudah nyaris empat tahun, insya Allah sisa satu semester lagi, semangat semangat. You can do it. Lakukan sebaik yang kamu bisa. Jangan terlena akan waktu yang terlihat masih lama, tapi nyatanya tinggal sebentar saja. Jangan terlena akan kuliah yang cuma 2 mata kuliah. Tiap minggu harus ada kemajuan kan? Jadi kamu udah belajar apa aja? Udah nulis berapa halaman? Udah koding berapa baris? Well, let's move from here. Make a progress :))

Jumat, 20 Maret 2015

First Step: Done


Dua minggu lalu, tepat hari jumat (6/3), calon dosen pembimbing jurusan KS diumumkan. Sempat panik waktu itu karena belum dapat nama cadosbing di portal mahasiswa aka SIPADU, di saat temen-temen udah pada nyebutin cadosbingnya. Kirain yang proposalnya yang diubah aja yang perlu upload ulang, eh ternyata semuanya. Emang agak ambigu sih pengumuman sebelumnya. Kata temenku, kapan sih pengumuman ga ambigu? -_-

Jadi inget beberapa korban jarkom proposal layak harus dua buat anak KS dan disuruh menghadap kajur maksimal hari kamis, tapi pas mereka balik kamis, pagi itu diumumkan satu proposal yang resmi diterima jurusan. What a nice joke. Kasian yang udah keburu balik -_-

Well, emang harus ekstra sabar di sini, becandanya kadang agak keterlaluan. Harus pinter-pinter menyaring informasi. Alhasil, jumat itu aku pun upload ulang proposal yang sama, padahal udah lewat dari waktu batas upload. Tapi karena pengumuman berikutnya disuruh upload semua yaudah lah, pasrah meratapi SIPADU yang tak kunjung menampilkan nama cadosbing. Temen-temen yang baru upload di waktu yang sama udah pada dapet cadosbing, lah aku? Masih nihil. Mungkin ibunya sibuk. Karena bosan nunggu, jadi nonton drama satu episode. Terserah lah muncul nama dosbingnya kapan *pasrah. Setelah satu episode habis, iseng mengecek SIPADU dan taraa udah muncul nama cadosbingku. Alhamdulillah sesuai ekspektasi :)) Lalu, mulailah bergerilya mencari teman seperjuangan. Ternyata temen kosan yang KS cadosbingnya sama. Hahaha. Asik lah kalau mau bimbingan rame-rame ;D

Tadinya, mulai senin (9/3) dijadwalkan harus standby di jakarta. Berhubung masih males dan feelingku pengumuman alur ke dosbing ditunda jadilah masih males-malesan beli tiket balik. Kalaupun harus standby paling selasanya aku balik, mau nunggu pengumuman resmi dulu. Ternyata bener aja, pengumuman berikutnya bilang tanggal 16-20 baru bisa mulai ke dosbing. Bahkan pengumuman cadosbing anak statistika ikut diundur. Beruntung belum beli tiket balik. Temen-temen yang udah di stasiun atau naik kereta langsung batalin tiket atau turun di stasiun terdekat setelah baca pengumuman wkwkk.

Nah kan, bener feelingku bakal diundur. Waktu pulang sempet galau sih kalo liburan cuma seminggu, eh ternyata kabar baik jadi dua minggu hahaha. Temenku yang ku ajakin balik nyesel katanya ga ikut aku pulang waktu itu :v Hidup itu pilihan bung, maka pintar-pintarlah mensiasati hidup *tsah.

Minggu berikutnya makin dekat, tapi masih males beli tiket balik, salah satunya karena formulir kesediaan pembimbing belum diupdate. Sempat main deh ke TONAS regional Kalsel. Temen-temen seperjuangan udah pada standby di jakarta, cuma aku yang masih nyangkut di Banjarbaru. Gawat lah kalo nanti disuruh menghadap cadosbing, tapi akunya masih di rumah. Akhirnya, senin (16/3) beli tiket, selasa paginya udah mendarat di kamar mungil. Sengaja ngambil penerbangan paling pagi, mana tau hari itu juga udah disuruh menghadap. Belum nyiapin apa-apa lagi. Parah bingit. Di saat orang-orang sibuk bikin proposal lengkap, aku masih santai pake proposal lama aja. Heran mereka ribut nanyain bikin proposal lima lembar ga. Lah aku aja masih bermodalkan proposal dua lembar. Males banget bikin lagi, mending mulai menggarap Bab I deh.

Ga lama setelah nyampe kosan, formulir dosbing udah dirilis. Informan bilang cadosbing belum balas kapan bisa ditemuinya, pas sorenya baru dibilang rabu pagi. So, hari itu mulai menyiapkan amunisi. Mengatasi ketertinggalan materi karena bolos tiga kali rapat tim. Malemnya pake acara ketiduran pula. Baru jam 10an ngeprint proposal sama formulir dosbing.

Rabu paginya (18/3), sekitar jam 9 udah ada di lingkungan kampus. Cadosbing udah nunggu katanya, tapi pas liat di ruangan beliau masih kosong. Trus dibilangin kajur, sang dosen masih di ruang kajur statistik. Ga lama kemudian, dosen yang ditunggu pun datang dan menyuruh kami masuk. Ternyata kami yang paling pertama sodara-sodara. Tadinya salah satu rekan seperjuangan ngajakin jam setengah 9, eh ternyata dia belum nyampe kampus.

Di dalam bentar doang, berhubung cadosbing yang udah mengoreksi proposal kami sebelumnya. Tinggal cerita dikit, tanya jawab, trus dikasih masukan. Dan dapatlah tanda tangan beliau. Jadi hari itu beliau resmi jadi dosbing kami. Enaknya dapet dosbing STIS yang udah dikenal, udah pernah diajar dua semester, dan dosen PA kelas pula. Alhamdulillah. Semangat melanjutkan perjuangan. Ini baru langkah pertama. Semoga ke depannya dilancarkan. Aamiin.

Buat temen-temen seperjuangan yang lain, semangat yaa. Semoga urusannya dimudahkan. Insya Allah kita wisuda bareng oktober 2015 :))

Minggu, 15 Maret 2015

TONAS Kalsel Jilid 3

Ga kerasa udah jadi mahasiswa semester akhir. Liburan ga tenang, tapi rasa-rasanya belum pengen kembali ke kehidupan nyata di seberang sana. Padahal dosbing sama dateline udah diumumin. Sampai detik nulis ini pun belum beli tiket. Ahaha. Besok aja lah, tanggung, sekalian nungguin pengumuman anak statistika *eh.

Daripada nganggur, akhirnya main bentar ke SMP Sabilal Muhtadin, tadi ada TONAS STIS. Pendaftarnya nyaris 300 orang, itupun baru untuk regional Banjarmasin. Bagus lah, patut diapresiasi. STIS mungkin sudah mulai terkenal haha. Pas era kami dulu, TONAS Kalsel perdana, ga sebanyak itu lah kayaknya pendaftarnya. Dulu cuma satu ruangan aula, sekarang udah dijadiin sembilan kelas. Lebih kondusif sih, tapi perlu banyak pengawas. Karena keterbatasan jumlah panitia, akhirnya ikut bantu ngawas juga tadi.

Ruang 5 (146-172)

Berasa banget beda feel-nya, waktu ngawas TONAS sama real USM kemaren. Cerita ngawas USM pernah ku posting di USM STIS Tahap 1 Jakarta. Walaupun cuma TONAS, tadi aku bener-bener ngawas kayak pas USM dulu. Hahaha. Sorry guys, tapi buat membiasakan kalian dengan kenyataan. Hidup di STIS itu ga mudah *tsah.

Sekali lagi pengen ngasih tips. Kalau jawab soal USM nanti, jawab soal yang bener-bener yakin benar aja, berhubung ada sistem minus. Ga mesti jawab semua soal kok. Malah merugikan diri sendiri aja nanti kalo ternyata banyak jawaban yang salah. Kalau bisa banyakin belajar Matematika. Kalau sistemnya masih sama, soal Matematika itu punya bobot paling tinggi, disusul Bahasa Inggris, Pengetahuan Umum.

Well, semangat kalian para calon rangers 57. Pendaftaran STIS masih dibuka sampai 24 April 2015. Masih belum yakin? Baca dulu Jangan Mau Masuk STIS! Selamat terinspirasi :D

Kamis, 26 Februari 2015

Selalu ada kabar baik :')

Ya, selalu ada kabar baik, tergantung bagaimana kita menyikapinya kan?

Salah satu rangkaian ritual mahasiswa tingkat akhir ala STIS akhirnya sudah terlewati beberapa hari lalu. Sebut saja namanya kompre, ujian komprehensif (23/02). Aaaa. Sungguh melegakan. Semoga bisa lulus walau dengan nilai pas-pasan :') Di hari yang sama juga pengumuman proposal skripsi KS. Alhamdulillah dua-duanya diterima. Semangat buat temen-temen yang masih konfirmasi. Semoga kita semua segera dapat kabar baik ya :')

Ujian semester kali ini terasa benar-benar berbeda, bisa dibilang penuh tekanan. Tugas yang ga ada habisnya, proposal skripsi, juga kompre. Kalau diinget-inget lagi, betapa berantakannya ujian ku kali ini -___- OS, Bahasa Indonesia, SNN&PDB, APG, ga ada yang bener. Cuma IMK yang lumayan terselamatkan. Beruntung APG dikasih tugas tambahan, tapi deadlinenya cuma sehari lebih dikit, di sela-sela persiapan kompre pula. Ngerjain tugasnya aja seharian penuh. Kebayang ga sih pas ujiannya cuma 2 jam? Walaupun sistem ujiannya open book, open laptop, tetep aja rasanya ga keburu. Dahsyat bener emang mata kuliah yang satu ini. Terlebih bagi anak KS, harus ngodingnya itu loh. Ngoding di bawah tekanan itu sesuatu yang sangat menyulitkan menurutku.

Sementara itu, di minggu sebelumnya (minggu pertama ujian) ngejar proyek. Awalnya mau menyerah tanpa usaha, tapi karena ini tahun terakhir, pengen banget tetep ku perjuangkan bareng partner. Karena salah satu janji tahun lalu juga. Tapi ternyata, kita memang ga berjodoh ya. Padahal kamu sudah ku sisipkan prioritaskan di tengah jadwal ujian. Tapi, mau dikatakan apa lagi. Mungkin ini salah satu jalan untuk meringankan langkahku pulang liburan semester ini.

Hmm biasanya liburan semester ganjil gini selalu pulang dadakan. Beli tiket siang pulang malemnya, udah biasa. Hahha. Tapi untuk semester ini perlu menahan diri. Ada berbagai alasan, salah satunya kamu. Well, terima kasih sudah tidak menahanku lagi. Tinggal pengumuman dosbing nih yang bikin galau. 
Jadi, kapan pulang?

Selasa, 10 Februari 2015

Gagal (lagi) Menjadi Teman yang Baik

:"

Kegagalan ujian Sistem Operasiku rasanya ga ada apa-apanya setelah denger kabar bahwa... nantinya ga bisa wisuda bareng kamu. Ah, lagi-lagi aku merasa gagal menjadi teman yang baik :"

Dua bulan yang lalu, aku ga tau apa-apa. Maaf banget pernah salah ngomong tentang taufik. Argh, coba aja bisa ditarik lagi.

Semoga kamu yang di seberang pulau sana cepet sembuh ya. Cepet sembuh :" Walaupun aku masih ga tau akar masalahnya apa. Semoga kamu selalu baik-baik aja.

Masih berharap banget kabar yang kudenger habis ujian tadi ga bener.

Semoga kamu masih bisa terselamatkan :"

Jumat, 06 Februari 2015

Jangan Mau Masuk STIS!

Kalian tau apa itu S-T-I-S?

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) adalah perguruan tinggi kedinasan non-militer yang bernaung di bawah Badan Pusat Statistik. Sekolah kedinasan ini memiliki berbagai kelebihan, beberapa di antaranya:
  • Sekolah gratis, full selama menjadi mahasiswa STIS.
  • Tunjangan ikatan dinas sebesar 1juta rupiah per bulan.
  • Dapet temen dari seluruh pelosok Indonesia
  • Lulus langsung ditempatkan di kantor-kantor BPS di seluruh Indonesia, dengan golongan IIIA. 
Okelah, finansial kami terjamin dan masa depan kami jelas. Namun, tentu saja ada segepok syarat dan ketentuan berlaku yang mau tidak mau harus diikuti.
"Kalau kita sudah memutuskan dan berada dalam suatu sistem, maka kita memiliki kewajiban mengikuti aturan yang ada dalam sistem tersebut—dengan ikhlas." — YA
Nah, sebelum kalian terseret lebih jauh, pertimbangkan baik-baik ya. Sekolah ini walaupun non-militer kedisiplinannya tetap diutamakan, bahkan sekarang ada Satuan Penegak Disiplin. Di samping itu, perkuliahannya juga ga mudah. Kalian harus berdamai dengan statistika dan teman-temannya. Selain itu, ada berbagai mata kuliah wajib di tiap semesternya.
Jadi, jangan masuk STIS jika kalian memang tidak siap untuk bekerja keras.
Sekali lagi, pertimbangkan baik-baik, minta petunjuk-Nya, perbanyak informasi, tanya kakak-kakak tingkat kalian, dan lain-lain.

Kalau kalian memang sudah siap, kami tunggu.


Untuk info lebih lengkap seputar STIS dan pendaftarannya, klik stis.ac.id dan update terus informasi seputar penerimaan mahasiswa baru STIS di:
- Fanspage: Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Official)
- Twitter:

Sabtu, 20 Desember 2014

Statistician or Programmer? Both.

Sebulan yang lalu lagi-lagi iseng mengikuti penyisihan online Gelegar Statistik. Kali ini penyelenggara acaranya STIS. Setahun yang lalu pernah ikut, tapi berhubung koneksi internet ga mendukung alhasil gagal. Ceritanya udah pernah ku posting di Me vs Statistician Games.

Tahun ini namanya berubah jadi Statistics Olympiad untuk kategori mahasiswa. Untuk SMA namanya tetap Statistician Games. Sewaktu penyisihan sempat ada kendala teknis, agak-agak kecewa aja harus ngerjain soal ulang di sesi berikutnya di hari yang sama (15/11/2014). Berhubung sesi 1 ku kacau banget, akhirnya ikutan sesi 3nya lagi lah, daripada menyesal nantinya kan.

Setelah mengerjakan soal ga terlalu berharap lolos, cuma 50% yang ku jawab. Banyak banget soal matkul Nonparametrik. Matkul yang baru akan ku peroleh semester depan. Pasrah deh dengan apapun hasilnya. Namun, ternyata tanggal 18nya diumumkan dan well, selamat menambah masalah baru.

Tanggal 30 kemaren batas daftar ulang semifinal. Rasa-rasanya pengen ga ikut. Alasan utamanya karna mesti bayar sendiri *eh. Hehe. Ga sih, lebih tepatnya karna hari semifinal itu langsung setelah UTS. Mana sempat persiapan. Ga enak aja mengecewakan kampus *tsah. Terlebih penyelenggaranya kampus sendiri. Masa kalah di rumah sendiri kan, yeah, something like that.nTapi hari itu dikasih support sama kakak. Katanya masa kalah sebelum berperang. Lebih malu-maluin ga sih? Hel-lo, akhirnya sadar. Karena udah disponsori juga, jadi ga ada alasan deh buat ga daftar ulang. Siap ga siap :"

UTS pun berlalu, dengan UTS multivariate yang sangat menyedihkan. Untung baru UTS, UAS nanti harus lebih maksimal. Okeskip. Maaf oot.

Di saat yang lain udah bisa hura-hura setelah UTS, aku cuma bisa menghela napas dalam-dalam. Masih ada beban yang harus ku tanggung. Untungnya ada partner, setidaknya bisa saling menguatkan. Kami pun belajar bareng (lagi). Sebenernya ikut ginian biar belajar statistik haha kalo ga ada pemicunya kadang emang susah menurutku. Sekali-kali perlu menantang diri sendiri. Udah bisa sejauh apa sih.

Soo, hari yang ditunggu pun tiba. Waktu sambutan denger-denger lomba statistik semacam ini akan disatukan mulai tahun depan. Wah, semoga aja ini bukan yang terakhir yang bisa ku ikuti. Masih ada kampus yang mau ku datengin pake almamater biru telor asin ini xD

Anw, Sabtu lalu itu ibarat reuni haha. Beberapa muka udah ku kenal. Dimanakah gerangan kalian wahai wajah-wajah baru? Mungkin banyak singa yang masih tidur di luar sana. Singa yang terlalu nyaman dengan dirinya sendiri. Hey you, yes you. Get out of the box :D

Saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Ah, agak-agak nyusahin sistem lombanya. Jadi ceritanya mesti jual beli gitu. Kalo kita berhasil jawab soal, nanti dikasih poin yang bisa digunakan buat beli soal berikutnya. Kalo jawaban kita salah, boleh kembali ke tempat, tanpa pengurangan poin. Jual beli tadi dilakukan selama 1,5 jam.

Bener-bener memakan waktu kalo kita salah jawab, mesti bolak-balik ke pengawas. Tapi ya tetep harus usaha jawab biar bisa dapet poin buat beli soal berikutnya. Pas berhasil jawab soal itu rasanya makin excited. Tapi pas keambil soal yang gabisa kita jawab tu rasanya dunia menyempit :" Untung-untungan lah pokoknya. Ya, namanya juga games. Harus pinter-pinter bersiasat mempertahankan poin.


Seperti dugaan, besoknya ga lolos final. Selamat buat partner, selamat melanjutkan perjuangan. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Karena ga lolos final, bisa tetep bertahan di Auditorium ikut seminar yang topiknya menarik. Jadi terhasut buat menjadi seorang 'Bayesianis', bukan 'Frekuentis'. Makasih pencerahannya Prof.

Jadi, sekilas intinya data itu pasti punya faktor 'takdir' yang menyebabkannya begitu. Ga bisa kita paksakan selalu mengikuti asumsi klasik dengan transformasi dan lain sebagainya. Faktor takdir tadi juga memiliki distribusi dan kita harus berhati-hati menentukan 'prior'nya. Sayangnya, untuk level S1 dilarang keras sama ibu kajur kalo mau ngambil topik Bayesian. Bahaya juga kalo misal ngerti Bayesian, tapi hal-hal dasar ga bisa. Nantilah kalo udah S2 :D

Sebagai partner yang baik harus nonton presentasi partner dong ya. Jadi, setelah para finalis mengerjakan soal Studi Kasus di Lab, mereka harus mempresentasikannya dan diberikan pertanyaan/kitik/saran dari para juri. Agak-agak jleb aja pertanyaan-pertanyaan jurinya. Hal-hal dasar sebenarnya, tapi kadang kita lupakan esensinya. Studi kasus yang mereka peroleh semacam Rancangan Percobaan. Pertanyaan yang paling ku inget itu apa arti p-value? Peluang untuk tolak H0 atau terima H0? Hayoo. Trus juga pertanyaan kenapa asumsi keseragaman varians perlu dipenuhi pada Uji ANOVA? Agar hasilnya valid, ketika diuji secara simultan hasilnya harus sejalan dengan uji parsialnya. Trus kenapa harus berdistribusi normal? Jawabannya karena statistik uji yang digunakan adalah Fisher, karena distribusi Fisher berasal dari Chi-square dan Chi-square berasal dari Normal, makanya harus normal. Kalo ga normal diapain? Biasanya sih ditransformasi gitu datanya. Nangkep ga? Ya begitulah, maaf bahasannya statistik banget. Merasa tergampar juga kalo misal ditanya gitu ga bisa jawab. Hal-hal kecil, tapi esensinya harus kita pahami sebagai statistisi. Jangan taunya analisis-analisis doang, tau esensinya juga penting #notetomyself


Terakhir, makasih buat Salas yang udah menangin STIS. Walupun juara 3, gapapa. You're the best. Rancob kan cuma kita pelajari dua pertemuan di satu mata kuliah. Sedangkan tetangga bahkan dapet dua mata kuliah Rancob. Buat partner tetep semangat ya. Semoga masih ada kesempatan lain buat kita :))

Jadi sebenernya statusku statistisi atau programer? Dua-duanya bisa. Awal-awalnya aku merasa tersesat. Tapi memang begitulah jurusan Komputasi Statistik. Di satu sisi harus bisa Statistika, di sisi lain harus bisa programming. Semacam double degree kalo kata temen yang ku ajak diskusi kemarin. Harusnya bersyukur udah tenggelam di jurusan keren yang satu ini. Dunia membutuhkanmu haha. Sori random. Yuk ah, fokus mencari taufik. Ulalala~

PS: Buat kalian yang udah nyoba ikut kompetisi, jangan cepat menyerah ya, bagaimanapun situasinya. Karena kalian yang udah berani melangkah ke arah sana sudah hebat (y)

Senin, 27 Oktober 2014

Congraduation, kamu.


Congraduation kakak-kakak 52~
Tahun ini karena banyak yang dikenal jadinya banyak buat bunga wisuda. Kali ini aku milih warna peach biar ga sama kayak yang lain. Well, ceritanya tahun ini kami, para Beningers, inisiatif ngasih bunga dengan warna yang beda-beda. Kosan Bening udah kayak home industry aja hari itu (18/10/2014). Saking sibuknya *tsah banyak yang belum selesai, terutama  geng atas, jadilah ngebut ngerjain paginya bareng-bareng, untung keburu dateng ke wisuda siangnya :3
 Spoiler bunga wisuda karya Beningers


Mungkin kalo nanti ada yang mau pesen, bisa kontak salah satu dari kami, dengan syarat dan ketentuan berlaku :p

Tahun ini aku ga ada ngasih buket, spesial buat kakakku nanti aja deh :3 Semoga cepet kelar tesisnya ya kakak. Semoga dimudahkan. Ditunggu wisudanya.

Sekarang kalo liat orang wisuda bawaannya mupeng. Aaaa, kompre-tkd-skripsi-nya bisa diskip langsung wisuda aja ga? Pengennya, tapi yaudahlah, jalanin aja. Toh nanti juga satu per satu lewat dengan sendirinya :')

Sekarang pertanyaan 'udah dapet topik?' lagi in banget. Dan kalo ditanya jawabnya belum dan pas nanya balik dia jawab udah itu rasanya jleb! Hey you, kapan mulai serius? Tahun terakhirmu loh ini. Harusnya makin rajin. Bangun ya, get out of the box. Ga ada yang berubah, kalo kamu sendiri ga memutuskan untuk berubah. Semangat, semangat. #WISUDA2015. Aamiin. Semoga sukses buat kita semua gaes.

Senin, 22 September 2014

Let's Be Sexy With Statistics


20-21 September lalu bener-bener berbuah kenangan manis. Alhamdulillah ya Allah, beneran ga nyangka berhasil bawa pulang piala Andi Hakim Nasution, piala juara umum untuk Kompetisi Statistika Nasional Statistika Ria IPB tahun ini :')

Sebelumnya sempet agak-agak ga rela harus mengorbankan salah satu acara yang harus didatengin demi agenda ini. Maaf banget buat kakak PO, semoga aku ga dipecat jadi panitianya berhubung sempat menghilang dari peredaran.

Semua berawal dari keisengan ikut seleksi tim SR kampus sehabis PKL. Di hari terakhir pun masih ragu daftar atau ga, tapi teringat janji setahun yang lalu, jadinya menekatkan diri untuk daftar dan lagi pula tahun ini tahun terakhir bisa ikut kompetisi ini. Keisengan pun mulai berpotensi menjadi masalah ketika dinyatakan lolos jadi Tim SR STIS 2014. Aaaa, 5 dari 6 semuanya dari jurusan Statistika, cuma aku yang nyasar dari jurusan Komputasi Statistik dan itu artinya banyak materi yang mesti ku kejar. Well, semoga ga salah pilih.

Ini juga menjadi salah satu alasan kenapa pertengahan Agustus lalu udah merelakan balik ke Jakarta, sori gengs. Tahun lalu mah tanggal-tanggal segini masih leha-leha di Banjarbaru. Kirain bakal ada pelatihan gitu dari kampus. Eh taunya H-7 baru ada dan baru intensif H-3. Tapi alhamdulillah lah udah dikasih pembekalan. Makasih buat @Forkas_STIS, khususnya Syifa dan Chandra yang udah ngurusin kami.

Ikut beginian sebenernya ceritanya biar memicu belajar statistika, susah emang kalo ga hobi belajar, pada akhirnya liburan kemaren bukannya memaksimalkan belajar, malah memaksimalkan hobi yang terhalang satu semester terakhir *plak. Dan di babak penyisihan KSN kemaren beneran berasa digampar. Keluar ruangan berasa ilmu statistika yang dipunya masih cetek abis. Perlu long-time learning, bukannya sistem kebut seminggu. Sehabis penyisihan pesimis banget, soal-soalnya ga ada yang mudah. Kelamaan mikir dan akhirnya ga sempat ngerjain semua soalnya dalam 2 jam -_-

Sabtu, 12 Juli 2014

PKL-things: Jalan-jalan

#verylatepost

PKL ga lengkap rasanya tanpa jalan-jalan :p Setelah mengemban tugas besar mengumpulkan data yang jujur dan apa adanya, boleh dong ya mencuri waktu barang sebentar buat refreshing *pembenaran sepihak :D

Jadi, hari itu (29/04/2014) anak-anak BL ngajakin jalan ke pantai. Ah, bener-bener angin segar di hari terakhir pencacahan. Pantai, uyeah. Kalo jalan-jalan semangatnya emang beda haha. Demi jalan bela-belain beli kaos tangan, padahal sisa sehari di Lampung, tangan udah kepalang gosong.

Boncengin Dinar

Berangkat-berangkat gatau pantai apa yang mau dituju, kirain Pantai Mutun. Pasang Go*gle Map, ternyata rombongan membawa ke jalan yang berbeda, ya udah deh kami hanya mengikuti arus. Jauuuh banget jalannya, jelek pula, banyak lubang-lubangnya. Lama-lama aku sampe cape nge-gas terus, rasanya pengen dibonceng aja -_-

Seteleh naik-turun gunung, akhirnya sampai juga. Pantainya udah mulai keliatan, jadi semangat lagi :3 Namanya kalo ga salah Pantai Ringgung. Di sini nih bisa ngerasain sholat di atas mushola terapung. Ada Mesjid Apungnya juga di tengah pantai.

Pantai Ringgung

Ba'da ashar kami menyebrang ke tujuan (re: Pasir Timbul), tapi sayang ternyata pasirnya udah ga timbul lagi karena airnya sudah mulai pasang. Akhirnya kami merapat ke pulau tetangganya yang entah namanya apa.

Teman sepenyebrangan :D

Ohiya, ka Inda ga ikutan nyebrang, takut mabok katanya. Kebetulan ada keluarga asuhnya juga ikutan nyusul ke Pantai Ringgung. Aku juga heran waktu itu tiba-tiba Bang Firman sama Pipit udah ada aja di sana. Ka Inda cepet banget dapet keluarga asuh di pulau orang xD

Pantainya masih biru :3
Sayang udah sore, jadinya ga main aer.

Menjelang sunset :3

Pantainya cantik. Ga rugi deh udah bersusah-payah ke sana. Semoga pemerintah sana terketuk membetulkan sarana dan prasarana di sana, terutama jalannya. Sayang kan kehilangan kesempatan salah satu objek wisata yang lumayan menjanjikan, apalagi Pasir Timbulnya. Pas liat foto-foto mereka yang berhasil ke Pasir Timbul bikin envy. Seriusan. Apalagi yang udah ke Teluk Kiluan liat lumba-lumba. Aaah, super duper envy deh pokoknya. Lain kali mesti main lagi ke Lampung \m/

Minggu, 06 Juli 2014

PKL-things: Pencacahan

25 April 2014
Hari ini sebenernya udah mulai pencacahan. Tapi tim 16 paginya masih sibuk ngerapiin kuesioner, bantuin kortim narik sampel. Sekalian ngeliatin yang jadi responden enak-enak ga orang-orangnya. Trus kalo dapet yang susah, ganti tanggal penarikan sampelnya *eh. Hahaha. Ternyata ga bisa begitu bung, setelah dapet cerita-cerita dari Nuri kami memutuskan jadi anak baik-baik dan memakai tanggal hari itu juga, siapapun respondennya. Pasrah dengan angka TAR dan kelipatannya.

Hari sudah semakin sore. Agak-agak males juga berangkat, kepalang tanggung. Tapi aku ada ide buat gladi kuesioner pekerjaan di BSku. Berdua-berdua. Latihan sekalian biar nyiapin strategi gimana pencacahan besoknya. Responden yang ku pilihkan tentu Ibu Maisaroh. Pas banget ibunya jadi responden, ada alasan deh buat mampir ke tempat ibunya lagi :3

26 April 2014
Yosh. Karena hari sebelumnya udah latihan, hari itu kami mulai sendiri-sendiri mencar ke responden masing-masing di BSku. Aku nyoba-nyoba kuesioner usaha dan ternyata dua usaha pula di rumah tangga itu. Salah banget milih kuesioner pertamanya. Baru satu akhirnya yang dapet datanya. Trus kami evaluasi deh di sana, kebetulan ibunya punya warung.

Versi serius

Tiara-Aku-Dinar-Ka Inda