CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label #30DaysSaveEarth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #30DaysSaveEarth. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

Terima Kasih Telah Menularkan Virus #30DaysSaveEarth

Goodbye October !

Hari ini hari terakhir event #30DaysSaveEarth. Sudah berakhir kah? Bener-bener ga berasa. Awalnya cuma iseng-iseng nulis mengisi liburan, tapi lama-lama jadi ketagihan sendiri :3 Terima kasih telah menularkan virus #30DaysSaveEarth pada saya (cc: @jungjawa, @unidzalika, dan seluruh rekan yang ikut berpartisipasi) Terima kasih telah menginspirasi :3

Event ini membuat saya membuka mata pada lingkungan sekitar, menantang apa yang bisa saya lakukan terhadap lingkungan. Hanya langkah-langkah kecil inilah yang dapat saya lakukan, tapi semoga manfaatnya bisa tersampaikan.


Itulah 16 ide yang berhasil saya goreskan lewat tulisan. Di ujung-ujung Oktober tiba-tiba kejatuhan banyak ide, tapi kurang bisa terealisasi berhubung saya sudah memasuki masa-masa kuliah. Ga sempat riset, jadi yaudahlah. Hehehe. Maaf jikalau ada tulisan yang kurang berkenan, harap maklum karna saya bukan expert di bidang ini, kalau ada salah, salahkan sumber *eh Hahaha. Saya hanya seorang amateur writer :v

Sambil mencari inspirasi, biasanya juga sekalian tracking hestek #30DaysSaveEarth. Blogwalking. Dan event ini sedikit banyak membuat saya sadar, masih banyak kok yang peduli terhadap lingkungan. Ya, masih banyak. Masih banyak orang-orang yang peduli. Termasuk kalian yang membaca ini. Dengan berakhirnya event ini, semoga aksi nyata kita tidak ikut berakhir di sini. Mari terus bergandengan tangan menjadikan bumi lebih baik di masa depan. Jangan takut dibilang orang aneh. Okay?

Salam Go Green !

Rabu, 30 Oktober 2013

Esai : Statistik Berbasis Green IT



Lama-lama mulai menyukai status sebagai manusia pengejar deadline. Hahaha. Rasa-rasanya ga etis aja kan ikut-ikut lomba menulis di luar kampus, tapi ga ikutan yang diadakan kampus sendiri? Jadilah mulai beralih fokus riset ke proyek ini, lomba menulis esai yang diadakan UKM Komnet STIS. Menilik temanya lumayan menarik, yakni "Pengaruh Teknologi dalam Kehidupan khususnya Bidang Statistik."

Lomba esai kali ini sesuai banget sama jurusan yang notabene memang Komputasi Statistik. Setidaknya ikut berkontribusi lah meramaikan acara kampus, kasian kalau sepi. Pfft. Bingung juga mau dibawa kemana esainya, akhirnya bau-baunya agak-agak menyerempet ke #30DaysSaveEarth kali ya. Gatau deh nyambung temanya atau ga. Hahaha. Menang kalah urusan nanti lah, cuma iseng-iseng latihan merangkai kata. Makasih buat editor saya (cc: anis). Buat kalian yang iseng mau baca silahkan. Check this out :v

Statistik Berbasis Green IT
oleh Tudzla Hernita

Di zaman sekarang, teknologi sudah sangat canggih, hampir semua kebutuhan hidup manusia tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Hidup terasa lebih dinamis dan mudah dengan adanya kemajuan teknologi. Segala pekerjaan kita terasa lebih efisien dan cepat berkat kata yang satu ini. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia sangat terbantu segala kebutuhan hidupnya, termasuk dalam bidang statistik.
Walaupun kemajuan teknologi sekarang sangat pesat dan sangat membantu kebutuhan hidup manusia, namun kehadiran teknologi tidak selamanya berdampak positif. Ada harga yang harus dibayar. Misalnya dari sisi sosial, orang-orang menjadi malas dan ingin serba praktis karena sudah terbiasa dimanjakan oleh teknologi. Selain itu, teknologi juga berdampak pada lingkungan, maka dari itu mulailah dikenal istilah Green IT atau Green Computing.

Senin, 28 Oktober 2013

#16 Jangan Takut Dibilang Orang Aneh

Ketika kamu belanja di minimarket, jangan takut dibilang orang aneh karena bilang 'ga usah pakai plastik'

Ketika kamu bawa tempat minum sendiri saat pergi kemana-mana, jangan takut dibilang orang aneh

Ketika kamu ngeprint pakai kertas bekas, jangan takut dibilang orang aneh

Mereka hanya tidak tau motif dari apa yang kamu lakukan kawan. Bisa saja mereka tertawa sekarang, tapi kita lihat saja nanti siapa yang tertawa paling akhir.

Indonesia tidak butuh pengeluh. Indonesia butuh orang muda kreatif yang mau ikut membangun. Berbahagialah menjadi bagian dari orang aneh ini.

Selamat hari sumpah pemuda !

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Kamis, 24 Oktober 2013

#15 Inovasi Energi Listrik untuk Indonesia

Terinspirasi dari artikel yang berjudul "Promotion of Least Cost Renewables in Indonesia (LCORE)" yang dipajang pada stand giz di JERIN Festival minggu lalu.

Di Indonesia, konsumen listrik terus meningkat setiap tahun. Barisan penunggu sambungan listrik juga terus meningkat, sementara stoknya terus menipis. Kita perlu segera melakukan inovasi energi listrik, salah satunya kita perlu segera mungkin mengembangkan energi baru dan terbarukan.Beberapa sumber energi baru dan terbarukan antara lain tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, panas bumi atau geothermal dan sebagainya.

Energi terbarukan menjadi pilihan yang lebih terjangkau untuk memerluas jaringan listrik ke wilayah dengan sumber energi terbarukan –seperti cahaya matahari atau angin– yang cukup. Potensi energi baru dan terbarukan sangat besar di Indonesia. Semua energi tersebut sangat mudah, murah, dan sangat efektif. Setelah dihitung-hitung, ternyata energi baru dan terbarukan sangat murah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, biaya produksi listrik dari energi terbarukan secara konsisten, dan terkadang dramatis, terus menurun –sehingga energi terbarukan menjadi pilihan termurah untuk membangun jaringan listrik off-grid dan on-grid di wilayah yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan  yang mencukupi.”

“Pesannya jelas: energi terbarukan saat ini menjadi pilihan yang paling murah untuk memenuhi permintaan listrik –walau tanpa dukungan subsidi. Energi ini juga lebih sehat dan lebih baik untuk lingkungan. Masa depan energi terbarukan semakin cerah dan biayanya akan terus menurun,” tulis laporan IRENA.

Laporan yang berjudul “Renewable Power Generation Costs” ini juga menyebutkan, biaya produksi energi surya dengan cara mengumpulkan cahaya matahari dari wilayah yang luas dan menfokuskannya ke satu pusat generator mampu menghemat biaya hingga US$0,14 atau Rp1348,2/kWh. Selain itu, panel surya yang berkembang pesat dalam dua tahun terakhir, semakin banyak dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Biaya produksi energi surya kini semakin kompetitif antara US$ 0,16 (Rp1540,8) hingga US$0,36 (Rp3466,8)/kWh.

Bila energi listrik menggunakan energi baru dan terbarukan maka pemakainnya sangat hemat yakni rata-rata hanya 10 sen dolar per hari. Sementara bila menggunakan energi dari BBM, maka penggunaan bisa mencapai 40 sen dolar per hari bahkan lebih.

Nah. Setelah membaca kutipan di atas ternyata sumber energi terbarukan cukup murah bukan? Energi terbarukan ini juga lebih sehat dan lebih baik untuk lingkungan. Namun, untuk penerapan dalam wilayah yang besar mungkin masih mahal. Kita bisa membuat harga ini lebih murah dengan menggunakan teknologi dan meningkatkan penelitian teknik.

Buat teknisi maupun calon-calon teknisi mungkin bisa mengarahkan penelitian tekniknya ke inovasi energi ini. Kembangkan ide-ide brilian kalian, kemudian publikasikan, misalnya melalui #InovasiBermakna yang diselenggarakan Philips Indonesia (). Selain energi, disana ada berbagai kategori lainnya juga. Semangat menjadikan Indonesia lebih baik :D

Sumber:
http://www.hijauku.com/2012/11/20/energi-terbarukan-semakin-murah/
http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/RS120202.html
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/09/29/2/184885/Indonesia-perlu-Budayakan-Hemat-Energi

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Sabtu, 19 Oktober 2013

#14 Memfosilkan Fosil

Saat kampus-kampus lain mungkin ada yang udah UTS, besok Senin kampus saya baru memulai kuliah di tahun ajaran baru ini, ya, anti mainstream. Well, beginilah nasib kuliah di sini *eh. Maaf curcol. Hehehe.

Tadi baru selesai mempacking segala materi kuliah semester-semester lalu. Menyusun kertas-kertas printout sesuai mata kuliah, mengumpulkan modul-modul sesuai semester dan menata buku-buku menyambut semester baru.

Tahun ajaran baru identik dengan buku pelajaran baru. Biasanya di sini lagi heboh-hebohnya nyari fosil - sebutan untuk buku-buku/materi kuliah dari kakak tingkat sebelumnya. Jadi, buku-buku yang ada didistribusikan turun temurun, karena referensi buku yang digunakan biasanya tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun.

Daripada menuh-menuhin kamar saya yang mungil, saya mem-fosil-kan segala printout, modul dan buku mata kuliah yang sekiranya ga saya gunakan lagi dalam jangka waktu dekat. Coba deh dipikir-pikir. Daripada bukunya diam di tempat, ga ada yang baca, mending dikasih ke adek tingkat kan? Tentu lebih bermanfaat, apalagi kalau adeknya baca dan belajar dari situ. Jadi multilevel pahala mungkin :D

Nah, kalau misal kalian punya buku-buku yang masih layak pakai, modul ataupun printout mata kuliah mending dipinjemin ke adek tingkatnya yang satu jurusan deh. Lumayan kan mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk memproduksi kertas-kertas yang digunakan untuk membuat buku, modul atau printout baru? :D

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Jumat, 18 Oktober 2013

#13 Lidah Mertua: Tanaman Hias Penyerap Radiasi


Kemaren pas lewat di depan deretan rumah yang jualan tanaman hias tiba-tiba kepikiran tanaman hias yang satu ini, Lidah Mertua (Sanseviera sp). Di rumah, Mama koleksi tanaman ini, rasanya punya 4 dari 6 gambar di atas. Kata Mama, tanaman ini bisa menyerap radiasi, jadilah lidah mertuanya ditaroh di dalam rumah juga, di dekat TV rasanya. Dari dulu pengen punya satu buat di kamar kosan, mau ditaroh di atas meja belajar samping laptop, tapi belum ketemu yang jenisnya pendek di sini. Kontras aja rasanya kalau naroh tanaman yang cukup gede di kamarku yang mungil. Kalau ada yang tau tempat jualan tanaman hias ini di daerah Jakarta kasih tau yaa, agak repot soalnya kalau mesti bawa dari Banjarbaru sana *curcol :D

Okee, back to topic. Menurut sumber yang saya baca, penelitian NASA pernah menyebutkan, bahan aktif pregnan glikosida yang terdapat di lidah mertua mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara. Maka, tidak salah kalau kita dianjurkan untuk meletakkan lidah mertua di dalam ruangan. Selain menyerap polusi, ternyata sansevieria memiliki manfaat lain loh, yaitu dapat mengurangi zat beracun seperti asap rokok, karbon dioksida, karbon monoksida, timbal, benzen, xilen, formaldehid, chliioroform, dan triklorotilen menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino, karena adanya " pregnane glikosid" pada tiap daunnya. Berikut penjelasan ilmiahnya.

Dari hasil studi literatur diketahui bahwa tanaman lidah mertua (Sansevieria sp) memiliki zat aktif pregnane glikosid (Purwanto, 2006). Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti asam amino, gula, dan asam organik. Setelah didetoksifikasi juga dihasilkan udara yang telah bersih.
Sansevieria sp mampu menyerap polutan derivat hidrokarbon seperti formaldehid sebanyak 0,938 mikrogram/jam, jadi untuk ruangan 100 m2 cukup ditempatkan Sansevieria laurentii dewasa berdaun 4-5 helai. Untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai sebagai penetralisir udara tercemar agar ruangan tersebut bebas polutan.

Selanjutnya, Sanseviera yang dipotong-potong trus dimasukin ke dalam kulkas ternyata dapat menghilangkan bau tak sedap. Dalam lingkungan industri, potongan tadi disebarkan di ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh para pekerja. Selain itu, juga bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi, maka baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi. Nah!

Sebaiknya mulai sekarang mari kita menanam Sanseviera, baik di dalam ataupun di luar rumah, karena tanaman ini mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dari segi perawatan, tanaman ini juga mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Selain dapat mempercantik ruangan bisa mengurangi radiasi, multifungsi bukan? Bahkan banyak manfaat plus plus lainnya.

Sumber: 
http://zeromind165.blogspot.com/2012/06/manfaat-tanaman-lidah-mertua-sanseviera.html
http://ekosetyadik.blogspot.com/2010_06_01_archive.html


NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Kamis, 17 Oktober 2013

#12 Matikan Mesin Saat Lampu Merah

"Hemat BBM, Matikan Mesin Sampai Detik 20"

Sebuah pesan yang pernah saya lihat bertengger di lampu merah daerah Yogyakarta waktu berkendaraan dengan kakak saya dulu, lebih dari 2 tahun yang lalu kalau saya tidak salah ingat. Pesan tersebut cukup ampuh, sepenglihatan saya cukup banyak pengemudi yang mematikan mesin waktu itu, termasuk kakak saya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah iya mematikan mesin di lampu merah bisa menjadi salah satu cara untuk menghemat BBM?

Setelah dipikir-pikir mungkin ada benarnya. Bayangkan aja, di kota metropolitan seperti Jakarta ini ada berapa ratus lampu merah yang tiap detik menyala. Saat lampu merah menyala mungkin ada puluhan motor/mobil yang berhenti dan jika dirata-rata lampu merah di Jakarta ini kebanyakan menyala lebih dari 100 detik. Jika mesin motor/mobil dibiarkan hidup, berapa asap kendaraan yang dikeluarkan oleh kendaraan-kendaraan itu dan otomatis asapnya terkonsentrasi di titik tersebut, padahal para pengendara (terutama motor) berkumpul disitu menunggu lampu hijau menyala. Pengendara yang berada di lampu merah itu mau ga mau pasti menghisap gas buang yang dikeluarkan oleh motor/mobil yang berhenti. Betapa bahayanya gas buang atau emisi tersebut sudah pernah saya muat dalam ponting Mari Berhijrah dari Premium ke Pertamax.

Berdasarkan salah satu situs yang saya baca, katanya takut mematikan mesin mobil saat berhenti adalah mitos yang salah. Anda bisa mematikan mesin mobil kita kapan saja saat Anda menunggu. Dalam situasi dimana mesin-mesin mobil sudah modern, ancaman pemanasan global dan harga BBM tinggi, mematikan mesin mobil saat menunggu adalah pilihan yang cerdas dan ramah lingkungan. Membiarkan mesin mobil menyala adalah pemborosan. Setiap menit mesin terus menyedot bahan bakar dan tidak memanfaatkannya menjadi daya gerak. Lembaga Perlindungan Lingkungan Amerika (EPA, Environment Protection Agency) menyatakan, jika Anda menunggu lebih dari 15-30 detik, Anda bisa menghemat bahan bakar dan uang dengan mematikan mesin dan menyalakannya kembali saat Anda siap berkendara.
 

Menurut Bintarto, “Jika Anda berhenti lebih dari 20 detik, misalnya saat di lampu merah, perlintasan kereta api, menaikturunkan penumpang atau barang, lebih baik matikan mesin mobil. Sering mematikan mesin mobil tidak akan merusak atau menurunkan kinerja mesin.” Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penerapan trik ini. Anda juga bisa berperan mengurangi polusi udara.
 
Nah, dampak mematikan mesin saat lampu merah menyala dan menyalakannya saat lampu merah tersisa 20 detik lagi dalam jangka panjang ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi mesin. Kenapa menyalakan kembali ketika detik ke 20? Karena 20 detik adalah waktu minimal untuk dinamo starter bisa dihidupkan kembali setelah mati.

Mungkin di Jakarta bisa mulai diterapkan juga slogan "Hemat BBM, Matikan Mesin Sampai Detik 20" tersebut. Mengingat harga BBM kini semakin mahal dan minyak mulai menjadi komoditas yang langka, ditambah polusi kendaraan bermotor yang terus merusak bumi dan penghuninya.

Jadi, tunggu apa lagi? Matikan mesin kendaraannya ya disaat-saat berhenti, terlebih berhenti dalam waktu lama. Dengan mesin berhenti tentu saja mesin tidak mengeluarkan asap kan? Otomatis tidak ada asap kendaraan yang terkonsentrasi di tempat tersebut, mengurangi emisi? Ya! Menghemat BBM, menyelamatkan lingkungan, udara jadi lebih segar, mengurangi polutan, dan tentu saja menyelamatkan para pengendara dari efek terhirupnya gas buang!
Sumber:
http://green.kompasiana.com/polusi/2013/01/27/matikan-mesin-saat-lampu-merah-menyala-atau-saat-kereta-api-lewat-529082.html
http://news.detik.com/read/2012/12/17/131504/2120434/727/berhenti-lebih-dari-20-detik-matikan-mesin-mobil?9922022 
http://oto.detik.com/read/2011/01/23/200538/1667400/1214/2/mematikan-mesin-motor-kala-lampu-merah-aman-tidak-ya 
http://www.kendali.com/index.php?option=com_content&view=article&id=201:matikan-mesin-mobil&catid=83:tab-kendali-green&Itemid=120

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Rabu, 16 Oktober 2013

#11 Mari Berhijrah dari Premium ke Pertamax

Kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor dimanapun Anda berada,

Menurut sebuah penelitian asap kendaraan bermotor menyumbang lebih dari 26% total emisi yang dihasilkan di Indonesia. Emisi yang dimaksud di sini, menurut wikipedia adalah emisi gas buang yang merupakan sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Emisi kendaraan bermotor ini banyak sekali menghasilkan efek negatif, dikutip dari data Bappenas, setiap kali kendaraan mengeluarkan asap, sekitar 1.000 unsur beracun yang terkandung di dalamnya turut mengotori udara. Unsur-unsur beracun yang terkandung dalam asap kendaraan ini antara lain seperti karbon monoksida, karbon dioksida, partikular, ozon, timbel, dan sulfur dioksida yang apabila terhisap dan masuk ke dalam sistem pernapasan kita secara terus menerus pada akhirnya bisa menimbulkan penyakit seperti Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bahkan kanker.

Salah satu tindakan nyata yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi tersebut adalah dengan menggunakan BBM yang tepat.
Penggunaan bahan bakar yang digunakan oleh sebagian besar kendaraan yang ada di jalan adalah jenis premium yang mempunyai nilai oktan 88. Jenis BBM ini memang murah, kenapa bisa murah? Karena premium masih disubsidi oleh pemerintah. Namun, tahukah kalian bahwa tidak semua motor bisa maksimal performanya dengan menggunakan bahan bakar premium? Sebagian besar motor yang diproduksi beberapa tahun terakhir mempunyai mesin dengan tingkat kompresi tinggi yang membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi pula agar mesin dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Mesin kompresi tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi. Nah, dari kalimat terakhir bisa disimpulkan sementara, dengan menggunakan BBM yang memiliki nilai oktan tinggi kinerja mesin akan lebih optimal karena proses pembakaran yang terjadi dalam mesin lebih efektif dan dapat menekan tingkat emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan.

Referensi pemakaian bahan bakar yang cocok untuk kendaraan dapat dilihat di link berikut. Jika dilihat sekilas dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kendaraan yang beredar di jalanan harusnya memakai bahan bakar jenis Pertamax atau Pertamax Plus. Namun jika kita tengok di SPBU ternyata masih banyak sekali kendaraan yang harusnya mengkonsumsi Pertamax/Pertamax Plus tetapi masih saja mengisi bahan bakar jenis Premium.  Hal ini tentu saja merupakan salah satu sebab kenapa udara di lingkungan kita mempunyai kadar emisi yang tinggi, Ya benar, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan ukuran kompresi mesin mengakibatkan pembakaran yang terjadi tidak maksimal sehingga mengakibatkan gas buang yang keluar semakin banyak dan mengandung polutan (toxic) yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan manusia bila konsentrasinya di udara melebihi ambang batas tertentu. Dari data lain juga disebut bahwa bahan bakar jenis premium masih mempunyai kadar timbal yang tinggi, dalam jangka panjang kandungan timbal dalam gas buang kendaraan akan berpengaruh pada emosi manusia yang menyerapnya. Dan bahkan bisa mengakibatkan rendahnya tingkat IQ seorang anak. Jadi, masih mau menggunakan BBM yang mengandung timbal? Yang mencemari lingkungan dan dalam jangka panjangnya bisa merugikan kesehatan kita?

Sumber:
http://green.kompasiana.com/polusi/2013/01/27/matikan-mesin-saat-lampu-merah-menyala-atau-saat-kereta-api-lewat-529082.html 

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Jumat, 11 Oktober 2013

#10 Biasakan Hibernate, Tinggalkan Standby

Pada saat ingin mematikan komputer/laptop ada beberapa pilihan bukan? Ada shut down, restart, hibernate, dan stand by/sleep. Buat yang sering berpindah-pindah, tapi tidak ingin melalui proses booting OS yang cukup lama, stand by sering menjadi pilihan bukan.

Nah, di sini saya hanya ingin membagikan sedikit hasil isengan browsingan saya tadi. Tentang hibernate dan stand by, sejujurnya saya sangat jarang menggunakannya, bahkan sama sekali belum pernah menggunakan hibernate. Dari pada salah, mulai dari definisi dulu kali ya. Karena saya bukan ahlinya, kalau ada salah langsung kritik aja ya. Feel free.

Hibernate
Hibernate hampir mirip dengan shutdown yaitu mematikan komputer secara keseluruhan, perbedaanya pada hibernate sebelum komputer dimatikan isi dari memori atau RAM disalin ke hardisk terlebih dahulu sehingga ketika komputer dihidupkan kembali tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena isi RAM sudah ada di hardisk dan akan diambil alih kembali. Konfigurasi komputer akan tersimpan jadi saat anda membuka aplikasi sebelum di hibernate maka pada saat komputer dihidupkan aplikasi tersebut juga terbuka (masih ada). Cocok digunakan apabila anda mau meninggalkan komputer untuk waktu yang cukup lama kemudian berniat untuk memakainya kembali nanti.

Stand by
Pada kondisi ini komputer tidak dimatikan secara keseluruhan, memang semua komponen komputer dimatikan atau diputus aliran listriknya kecuali memori (RAM). Modus stand by bisa di bilang hemat energi karena hanya RAM yang membutuhkan listrik. Untuk menghidupkan kembali dapat dilakukan secara instan karena jauh lebih cepat daripada shutdown dan hibernate karena isi RAM masih dipertahankan, saat menghidupkan komputer konfigurasinya atau aplikasi yang anda jalankan masih ada. Cocok digunakan apabila anda mau meninggalkan komputer dalam waktu singkat.

Jadi, buat yang aktif berpindah-pindah, tapi tidak ingin melalui waktu booting OS yang cukup lama. Gunakan hibernate, jangan menggunakan standby. Kenapa harus Hibernate? Karena ketika menggunakan Hibernate, laptop akan mati dengan OS akan menyimpan log file. Sedangkan Standby hanya 'menidurkan' sementara laptop, sehingga tetap menyerap daya baterai.

Sumber : 
http://ensiklo-mini.blogspot.com/2013/08/tips-merawat-baterai-laptop-tetap-prima.html
http://www.adib21.com/2012/03/perbedaan-shutdown-hibernate-stand-by.html

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Kamis, 10 Oktober 2013

#9 Karangan Bunga Palsu

Terinspirasi dari salah satu tulisan berjudul "Jangan Karangan Bunga" yang juga ditulis dalam rangka #30DaysSaveEarth. Katanya:
Berdasarkan penelitian, setiap tahun kita menghabiskan uang sekitar £1,35 miliar untuk membeli karangan bunga di Inggris, 80 persen bunga yang kita beli setiap tahun itu diimpor dari luar negeri. Karena bunga-bunga cepat layu dan gugur, mereka biasanya cepat dibuang dan menjadi sampah yang beterbangan kesana kemari – ini mengakibatkan jejak emisi karbon yang sangat besar. Banyak yang belum sadar dan bahkan belum tahu akan hal ini. Jadi, mulai sekarang mulailah untuk tidak memilih karangan bunga sebagai hadiah.

Nah. Hari ini tadi wisuda kakak-kakak 51 STIS. Kami - IMSAK (Ikatan Mahasiswa STIS Asal Kalimantan) punya agenda setiap tahunnya memberikan karangan bunga kepada kakak-kakak yang wisuda. Tahun ini ada yang berbeda dengan karangan bunganya. Kami memutuskan tidak memberi karangan bunga asli. Toh buat apa? Cuma untuk keindahan sesaat bukan? Paling lama bertahan seminggu, itu pun untuk jenis-jenis bunga tertentu. Setelah layu, bunga-bunga tersebut juga akan berakhir di tong sampah. Jadilah kami memberikan karangan bunga palsu yang tak akan layu :D

Selasa, 08 Oktober 2013

#8 Jalan Kaki: Lama-lama Bisa Terbiasa

Aktivitas berjalan kaki menurut American College of Sports Medicine (ACSM) merupakan bentuk aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk dilakukan sehari-hari. Apabila aktivitas berjalan kaki dilakukan sesuai rekomendasi ACSM, hal ini dapat membantu seseorang keluar dari pola hidup yang sedentary (tidak aktif) menjadi pola hidup yang aktif (active living). Disebutkan pula oleh ACSM bahwa melakukannya dalam frekuensi tertentu bahkan dapat menurunkan resiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes melitus (kencing manis), kolesterol tinggi (dislipidemia), hipertensi dan penyakit jantung koroner. Supaya aktifitas berjalan kaki ini menjadi efektif dan berguna terhadap kesehatan, melakukannya minimal harus selama 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.

Selain rekomendasi waktu, ada juga yang mempopulerkan metode penghitungan langkah yang dapat dilakukan dengan pedometer. Metode penghitungan langkah ini dipopulerkan oleh Jepang, yaitu 10.000 langkah per hari. Kedua rekomendasi tersebut pada dasarnya tidak berbeda jauh karena ternyata setelah diteliti, untuk mencapai 10.000 langkah per hari, seseorang harus berjalan kurang lebih sebanyak 8 kilometer. Jarak 8 km ini tidak dapat ditempuh hanya dengan melakukan aktifitas biasa sehari-hari, tetapi harus ditambah dengan sesi berjalan selama 30-60 menit sehari. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua rekomendasi tersebut adalah dua hal yang sebenarnya sama.

Sumber: http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2013/05/14/15031600/manfaat-jalan-kaki-30-menit#.UlVgLNJ8Ks4

Dulu, ya, dulu sebelum merantau, saya jarang jalan kaki dan sampai-sampai kakak saya protes jalannya lelet -_- Sekarang, ya, sekarang sudah lewat dua tahun lebih. Lama-lama terbiasa kok. Dari awalnya terpaksa pun akhirnya terbiasa. Yang namanya mengubah kebiasaan itu memang sesuatu yang ga mudah, harus step by step.

Udah baca kutipan artikel di atas kan? Jalan kaki olahraga yang sehat, hemat dan bermanfaat. Di samping itu, juga membantu mengurangi polusi dari emisi kendaraan bermotor. Kalau jarak yang mau ditempuh seumpamanya cuma 'sepelemparan batu', mbok yao jalan kaki aja.
“Anak cewek itu harus gesit, tangguh, cekatan, rajin dan sifat yang lebih mendasar lainnya. Kalau cuma imut, lucu, menggemaskan, warna-warni, saya rasa boneka barbie juga punya sifat artifisial seperti itu. Jadilah anak cewek yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan.” - Tere Liye


NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Senin, 07 Oktober 2013

#7 Habiskan Minuman Kemasannya

Saat acara seminar ataupun acara-acara lainnya sering disuguhkan minuman dalam kemasan gelas bukan? Tentu saja alasan utamanya dari segi kepraktisan. Tapi apakah kalian menghabiskan air tersebut sampai tetes terakhir? Semoga saja orang-orang yang membaca ini bukan orang-orang yang suka menghamburkan air. Di luar sana masih banyak orang yang kekurangan air, maka dari itu biasakanlah menghabiskan air dalam kemasan tersebut daripada terbuang sia-sia.

Kalau mau hitung-hitungan mungkin bisa jadi ratusan liter air yang terbuang percuma setelah acara-acara besar seperti itu. Maka biasakanlah, mulai dari diri sendiri. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?

Misalnya tidak sanggup juga menghabiskannya, bawa pulang atau simpan ke dalam tempat minum untuk diminum nantinya, lumayan kan buat penghematan :D

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

#6 Dari Kardus Bisa Jadi Barang Bagus

Telat posting, berhubung lagi sibuk dengan urusan Dies Natalis kampus dan agenda hari ini tadi menjadi penutup rangkaian acaranya. Alhamdulillah.

Dalam rangka DN ini, himada saya, IMSAK (Ikatan Mahasiswa STIS Asal Kalimantan) membangun sebuah stand di mana stand itu diharapkan 'menggambarkan' bagaimana daerah masing-masing dan di stand tersebut diperkenankan berjualan aneka makanan, minuman dan pernak-pernik khas daerah masing-masing.

Pada DN kali ini, IMSAK membangun stand yang cerita utamanya menonjolkan jukung, sebutan untuk perahu yang biasa digunakan penduduk setempat yang berada di dekat sungai. Kemudian dindingnya dibuat seperti galeri berisi tempat-tempat wisata di Kalimantan. Berikut penampakan standnya:


Demi menghemat pengeluaran, standnya kebanyakan menggunakan bahan dasar kardus. Lihat bagian atap perahu, dinding perahunya, gelombang airnya, frame fotonya. Semuanya memanfaatkan kardus bekas. Setelah dikemas sedemikian rupa, kardus pun bisa terlihat menarik bukan?

Terima kasih kepada sudara Bilal selaku koor dekor dan seluruh warga IMSAK yang turun tangan membantu berdirinya stand ini. Walaupun belum berhasil menang, setidaknya kita berhasil menerapkan prinsip Reuse dan Recycle. Terima kasih atas kerja samanya. Walaupun belum menang, percayalah akan ada balasan yang setimpal atas setiap usaha yang kita lakukan. Semangat untuk memberikan yang lebih baik tahun berikutnya :)
"Berlelah-lelahlah, karena nikmatnya hidup akan terasa setelah nikmatnya berjuang."
NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Minggu, 06 Oktober 2013

#5 Perhatikan Kode Recycle pada Kemasan Plastik

Sebagai konsumen kita harus pintar-pintar mencari tau arti kode-kode yang ada dalam kemasan. Kali ini saya akan membahas kode recycle segitiga yang biasanya terletak di bagian bawah botol plastik, seperti gambar berikut:

Tanda di bawah botol itu merupakan kode yang dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1.    Berada atau terletak di bagian bawah
2.    Berbentuk segitiga
3.    Di dalam segitiga tersebut terdapat angka
4.    Serta nama jenis plastik di bawah segitiga

Jumat, 04 Oktober 2013

#4 Siapkan Amunisi Sebelum ke Book Fair

Malam para pecinta lingkungan :3
Ada yang suka berburu buku murah tapi ga KW? Mungkin event-event Book Fair bisa sebagai salah satu solusinya kawan. Minggu ini, 1 - 6 Oktober 2013 ada Jakarta Book Fair di fx Sudirman, yang di sekitaran Jakarta mungkin bisa cuci mata *maaf ngiklan. Hehehe.

Nah, sebelum ke Book Fair semacam itu kita harus menyiapkan amunisi yang cukup dan kantong yang cukup, berikut tips dari saya:

1. Rencanakan agendamu
Luangkan waktu untuk mencari informasi, minimal: apa, kapan, di mana. Telusuri informasi di sumber yang sahih dan teruji kebenarannya. Contohnya, untuk event JakBook2013 ini bisa liat di timeline @JakartaBookFair.


Simak jadwalnya, jadi bisa merencanakan baiknya datang kapan untuk nyari buku dan sekalian bisa ikut talkshow yang menarik, termasuk hemat energi juga kan :D

Di sana tadi ada berbagai jenis buku komik, novel, kitab suci sampai buku digital juga ada. Harga buku mulai Rp 5.000,- ada dan saya tadi beli Novel "Paris: Aline" sama "Nge-BLOG dengan Hati". Lanjut ngiklan sekalian curcol, hemat energi *eh *abaikan. Haha.

2. Bawa perlengkapan pribadi
Hal ini perlu masing-masing pertimbangkan sendiri, cukup tau lah, apa yang mesti dibawa; apa yang ga perlu dibawa; apa yang penting dibawa, misal alat sholat :)

3. Bawa ransel/tas

Bawa ransel/tas yang cukup besar untuk menampung belanjaan kita nantinya. Jadi, habis beli satu atau lebih buku bilang, "Ga usah pake plastik", langsung masukkan belanjaan ke dalam tas. Simpel kan?

Kantong plastik tergolong sampah yang sulit terurai, setelah 10-20 tahun baru akan benar-benar terurai. Maka dari itu, mulai dari sekarang, mulai dari langkah kecil, kurangi penggunaan kantong plastik. Okay?


4. Bawa tempat minum
Mungkin sebagian besar orang berpikir, ngapain sih repot-repot bawa minum, toh nanti bisa beli air kemasan. Membawa tempat minum perlu kita dipertimbangkan demi mengurangi jumlah botol plastik yang kemudian berpotensi menjadi sampah. Sayangi lingkungan :)

5. Bawa temen
Ini optional, tapi buat yang buta arah, belum tau jalan, penting banget bawa temen biar ga nyasar XD

Well, sekian tips abal-abal saya. Hahaha. Lagi bosen nulis yang serius macam artikel. Salah khilaf mohon maaf. Lagi kurang fokus nulisnya XD

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Kamis, 03 Oktober 2013

#3 Stop Buang Sampah di Kali

Kondisi kali dan sungai di Jakarta sungguh memprihatinkan. Mungkin kasarnya bisa dikatakan sebagai 'Bak Sampah Raksasa' masyarakat. Di bawah ini sedikit penampakan Kali Bening yang biasanya saya lalui sehari-hari.


Airnya menghitam, sampah dimana-mana, dangkal dan lain-lain.

Sungguh memprihatinkan bukan? Akan tetapi sepenglihatan saya, masyarakat yang tinggal di daerah sekitar sini masih tetap menambah buruk keadaan kali tersebut. Masih ada saja yang melemparkan sekantong atau lebih sampah ke sana. Pemerintah Jakarta tengah melakukan pengerukan sejumlah kali di Jakarta. Namun hal tersebut tentu tidak akan menunjukkan hasil positif jika frekuensinya kalah saing dibanding frekuensi masyarakat yang membuang sampah di kali.

Membuang sampah di kali bukannya menyelesaikan masalah sampah, tapi justru menimbulkan masalah baru. Sampah-sampah tersebut merusak ekosistem air. Kemudian dalam jangka panjang sampah-sampah tersebut akan menyebabkan banjir yang tentu saja merugikan warga setempat. Oleh karena itu, mulai sekarang harus ada tindakan nyata untuk berhenti membuang sampah di kali, dimulai dari diri sendiri kemudian mulai mengajak orang-orang tidak membuang sampah di kali demi tercapainya lingkungan yang lebih sehat.

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika. Info selenkapnya klik http://jungjawa.blogspot.com/2013/09/ProjectMenulis30DaysSaveEarth.html

Update, 4 Oktober 2013

Siang tadi beberapa petugas kebersihan terjun ke kali Bening untuk mengeruk sampah-sampah yang berserakan di sana. Kini kali Bening terlihat lebih bening dari tumpukan sampah. Begitupun dengan sejumlah kali yang saya lalui hari ini saat perjalanan. Semoga saja kegiatan pengerukan kali tersebut terus dilakukan pemerintah dan diberi pengawasan yang ketat serta didukung dengan memberikan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di kali.

Update, 6 Oktober 2013
Tadi pagi sejumlah warga bergotong royong membersihkan kali dan got-got di depan rumah mereka. Terjadi kemajuan di mana mereka tidak lagi membuang sampah dari got ke kali, seperti dulu saat kami baksos bersih-bersih di daerah sini. Kini berkarung-karung sampah dari got langsung diangkut ke truk sampah. Semoga saja kerja bakti bersih-bersih seperti ini sering-sering dijadwalkan :)