CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2019

Seni Tinggal di Bumi

Judul: Seni Tinggal di Bumi
Penulis: Farah Qoonita
Penerbit: Kanan Publishing
Terbit: 2018
Tebal: 178 halaman

Karena kita hidup di sepetak kerajaan-Nya, ketahui seni tinggal di sana.

Mulai dari, Seni Melangkah di Bumi, tentang bagaimana kita menorehkan setiap guratan warna-warni kuas dalam kanvas kehidupan. Tentang Hati yang Ingin Dicintai, perihal bagaimana seharusnya kita memerlakukan hati sang pengemudi diri. Tentang Perempuan, ketahui bagaimana spesialnya perempuan di mata-Nya. Manusia Langit, kenali dan pelajari lebih jauh manusia-manusia yang telah sukses mendapat medali kemenangan nan agung. Dunia Di Sekitarmu, ketahui bagaimana romantisme perjuangan pembebasan Palestina, dan perihal dunia Islam pada umumnya. Terakhir, Menapaki Keabadian, tentang bagaimana kita seharusnya bersikap pada kehidupan setelah kematian.

Selamat menorehkan karya seni paling indah di dunia untuk negeri akhiratmu.

***

Sudah sejak tahun lalu (kadang-kadang) mengintip akun teh qoon, laman dakwah yang breathtaking. Sempat tertarik beli bukunya, tapi baru tergerak dua bulan lalu mengadopsinya dan menargetkan menamatkannya dalam bulan Ramadhan.
"Do what you love? Do what Allah loves!" - hlm. 27
Diksi buku ini terbilang ringan, penulis memparafrasakan aneka cerita Sirah Nabawiyah dikaitkan keseharian dengan sederhana. Penuh hikmah. Agaknya menjembatani bagi yang belum membaca redaksi cerita sahabat nabi secara utuh.

Buku ini bisa dicerna per bab secara acak, kecuali beberapa tulisan yang berupa cerpen. Jika membacanya urut, semakin memasuki tema besar terakhir, semakin keras tamparannya. Semakin dibuat merenung, salah satunya oleh tulisan berjudul "meminta recehan dilemparkan dari langit".
"Jangan-jangan selama ini kita mengerjakan akhirat hanya untuk dunia. Jangan-jangan kita lebih merindu untuk bergelimang harta, dibanding mendapatkan rida, ampunan, dan kasih sayang-Nya." - hlm. 162
Sedikit terganggu dengan beberapa typo, terlebih body tulisan yang kurang konsisten antara Serif atau Sans-Serif. I prefer Serif tho buat buku cetak begini. Despite of anything, formating tidak mengurangi pesan yang ingin disampaikan teh qoon. Grab the new-catchy-cover book dan selamat terinspirasi.

Jumat, 23 Mei 2014

Yang (kadang) Terlewatkan

Aku Pun Keluar dengan Wanita yang Bukan Istriku 
Terima kasih telah membuat sudut mataku mengeluarkan bulir-bulir air bening. Sebuah tulisan yang menyentuh dan sempat membuatku merenung. Kalau hanya membaca judulnya sepintas, mungkin kalian akan salah menginterpretasikan. Seperti aku, pada awalnya. Setelah membacanya, sungguh dibuat tidak menyesal, di luar ekspektasi.
Ingatlah ketika kita bertambah tua, orang tua kita juga bertambah tua. Kita tidak pernah tahu, siapa yang lebih dulu bertemu dengan Sang Pencipta.
Maka mulailah menabung kebiasaan-kebiasaan baik. Melakukan yang terbaik. Perbaiki amanah-amanah yang belum tertunaikan. 
"Setiap negeri mempunyai mata uang masing-masing | dan mata uang dari surga adalah amal shalih."
Kamu masih ingat salah satu amal yang tidak pernah putus? Doa dari anak yang sholeh/sholehah. Jadi, yuk, senantiasa berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Muaranya bukan hanya untuk dirimu sendiri, tapi secara tidak langsung untuk orang tuamu juga.
"Tidak ada yang lebih penting dari kedua orang tua, khususnya ibu, maka persembahkanlah bagi mereka waktu yang menjadi hak mereka."
Tidak ada yang lebih penting dari kedua orang tua khususnya ibu maka persembahkanlah bagi mereka waktu yang menjadi hak mereka.

Source: http://www.mirwanchoky.com/2014/05/aku-pun-keluar-dengan-wanita-yang-bukan.html
Artikel ini ditulis oleh Mirwan Choky. http://www.facebook.com/mirwanchokys

Rabu, 18 September 2013

Sudahkah Berbuat Baik kepada Orang Tua?

_ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO_

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya...
|QS.Al-Isra, 23-24|

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kamu akan kembali."
|QS.Luqman, 14|

Semoga Allah merahmati kalian, lihatlah bagaimana Allah Ta'ala meletakkan perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua setelah perintah mengesakan dan beribadah kepada-Nya serta perintah untuk bersyukur kepada kedua orang tua setelah perintah untuk bersyukur kepada-Nya.

Setelah hak Allah dan Rasul-Nya, maka hak kedua orang tua adalah hak yang paling besar dari semua hak.

|Habib 'Abdullah bin 'Alwi Al Haddad RA|

Sumber: status Gemah Ripah Loh Jinawi

#notetoself
Hmm. Berbuat baik kepada kedua orang tua ya. Kalau disuruh-suruh jangan mengeluh. Kerjakan dengan suka hati. Bukankah mengatakan 'ah' saja tidak boleh kepada orang tua? :') Astagfirullah hal adzim.

Betapa banyak yang sudah mereka lakukan untuk kita selama ini :') Lalu kita? Berapa banyak yang sudah kita lakukan untuk mereka? Tentu belum sebanding dengan apa yang mereka lakukan :')

Senin, 09 September 2013

Betapa Susahnya Nyari Uang

Hmm aku rasa udah pada tau kan gimana susahnya nyari uang. Liat aja sekelilingnya :') Liat perjuangan orang tuanya masing-masing :') Udah berapa tahun dibiayai? Berapa banyak biaya kuliahnya? :') Masih tega kah menghamburkannya dengan tidak bijak? *self reminder

Kehidupan itu keras. Ya. Di hari kemudian kita juga mungkin akan mengalami pahit getirnya mencari pekerjaan demi mendapatkan sedikit uang. Tadi pagi diingetin orang tua untuk senantiasa bersyukur. Cuma duduk-duduk santai tiap bulan dapat jatah uang id yang lumayan. Walaupun kadang telat. Harus tetep bersyukur. Alhamdulillah. Inget, di luar sana ada yang susah payah membanting tulang seharian demi mencari sesuap nasi. Inget, tugasnya cuma belajar :') Jangan males ya, oke?
"Berlelah-lelahlah, karena nikmatnya hidup akan terasa setelah nikmatnya berjuang."
Semangaaat. Going the extra miles. Melebihkan usaha di atas rata-rata. Ga ada yang sia-sia. Sekecil apapun pasti tetep ada nilainya. Jangan lelah berbuat baik. Yuk, senantiasa berprasangka baik.

Bersyukur masih bisa liat matahari terbit tadi pagi. Bersyukur masih diberi nafas kehidupan. Bersyukur diberi nikmat iman, diberi nikmat Islam. Bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah Allah berikan selama ini. Udah Sholat Dhuha hari ini? Semoga nikmatnya ditambahkan. Aamiin :')

Waktu senantiasa bergulir, umur kita senantiasa bertambah dan orang tua beranjak semakin tua. Jangan lupa apa yang sudah orang tua ajarkan. Sadar diri ya. Jangan mengeluh jika disuruh ini-itu :')
“Karena kecemasan berlebih orang tua adalah salah satu gangguan terindah yang pernah ada” - Raditya Dika

Sabtu, 07 September 2013

Doa dalam Diam

Hmm karena kebetulan ada temen yang nanya jadi inget pernah baca tulisan ini dari postingan seorang temen. Bermula dari tweet ini :
Nah, intinya tulisan di bawah ini yang melatarbelakangi tweet ku di atas. Emang iya? Kenapa emangnya? Well, tulisan di bawah rasanya cukup untuk menjawabnya. Semoga bermanfaat :)

Bismillah
Ada yang lebih baik daripada ucapan “happy b’day or wish u all the best” atau mengucapkan SELAMAT HARI ULANG TAHUN atau agak “islami” dikit MET MILAD ??

Kita menganggap diantara bentuk kebaikan/perhatian yang kita ungkapkan kepada orang lain adalah memberinya ucapan selamat di hari ulang tahunnya. Sebagai seorang muslim sebaiknya kita tinggalkan, kebiasaan ini, karena mengucapkan “selamat ulang tahun (dan sejenisnya)” bukanlah tradisi Islam.

Dan hari raya di dalam Islam hanyalah dua: yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun selain keduanya dari berbagai perayaan apakah yang berhubungan dengan seseorang, sekelompok orang, atau satu kejadian, atau dengan makna apa saja, maka itu merupakan perayaan-perayaan yang baru dalam agama, Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
dalam hadits riwayat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu :
Nabi shallallahu alaihi wasallam datang ke Madinah dan ketika itu penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bisa bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah, maka beliau bersabda : “Aku datang pada kalian dalam keadaan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersenang-senang di dalamnya pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik yaitu hari Nahr (Iedul Adha) dan Iedul Fitri.”
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Baghawi)
Tidak boleh bagi Kaum Muslimin melakukannya, menyetujuinya, dan menampakkan kegembiraan dengannya, atau membantunya dengan sesuatu. Sebab hal tersebut termasuk ke dalam sikap melanggar batasan-batasan Allah, dan barangsiapa yang melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka sungguh dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Apabila perayaan yang diada-adakan tersebut berasal dari perayaan orang-orang kafir, maka ini berarti dosa di atas dosa, sebab menyerupai mereka, dan itu merupakan bentuk loyalitasnya kepada mereka. Dan sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah melarang Kaum Mukminin menyerupai mereka dan bersikap loyal kepada mereka dalam kitab-Nya yang agung. Dan telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
" Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka dia termasuk mereka ”
(HR.Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)
Islam hadir dengan solusi mu’amalah (interaksi sosial) yang jauh lebih baik, yakni do’a. Ya, mendoakan kebaikan bagi kawan atau siapapun orang yang kita sayangi, sebagai bentuk perhatian kita pada orang tersebut. Namun, JANGANLAH kita mendoakan orang lain HANYA pada saat di hari ultahnya saja atau jangan kita mengkhususkan hari tersebut. Hendaknya kita mendoakan orang lain kapan saja.

Nah, kali ini akan saya coba angkat sebuah tuntunan agung dalam mendoakan orang lain.
Al-Imam Muslim rohimahulloh meletakkan beberapa hadits dalam kitab Shohih-nya, yang kemudian diberi judul oleh Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rohimahulloh :
“Keutamaan doa untuk kaum muslimin dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran mereka.”
Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam hadits dari shahabiyah Ummud Darda`rodhiyallohu ‘anha :
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ
عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Alloh. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata (kepadanya): “Ya Alloh, kabulkanlah, dan (semoga) bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.” (HR. Muslim)
Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh menjelaskan hadits diatas dalam kitabnya, Al-Minhaj, dengan mengatakan : “Makna بظهر الغيب adalah tanpa kehadiran orang yang didoakan di hadapannya dan tanpa sepengetahuannya. Amalan yang seperti ini benar-benar menunjukkan di dalam keikhlasannya. Dan dahulu sebagian para salaf jika menginginkan suatu doa bagi dirinya sendiri, maka iapun akan berdoa dengan doa tersebut bagi saudaranya sesama muslim dikarenakan amalan tersebut sangat dikabulkan dan ia akan mendapatkan balasan yang semisalnya.”

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rohimahulloh menjelaskan : “Bahwasanya jika seseorang mendoakan saudaranya (sesama muslim) dengan tanpa sepengetahuan dan kehadiran saudaranya di hadapannya. Seorang malaikat berkata, ‘Amin (Ya Alloh, kabulkanlah), dan bagimu juga (mendapatkan balasan) yang semisalnya.’ Maka malaikat akan mengaminkan atas doamu jika engkau mendoakan bagi saudaramu tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.”
 
***

Subhanallah, demikianlah salah satu dari sekian banyak keindahan islam, keagungan sunnah. Ketika kita mendoakan orang lain TANPA SEPENGETAHUAN orang tersebut maka malaikat akan meng-amin-kan doa kita. Ditambah mendoakan kebaikan yang serupa pula untuk diri kita.
Ya Ayyuhal ikhwah
 
Telah berlalu beberapa “birthday reminder” kalian di facebook saya. Di suatu bulan muncul pula “birthday reminder” saya di facebook kalian atau kalian ingat ulang tahun anggota keluarga saya, seperti anak-anak saya. Namun kali ini indahnya persahabatan kita tidaklah diukur dari siapa yang lebih dulu mengetik ucapan-ucapan selamat di wall saat ulang tahun akan tetapi yang jauh lebih penting dari hal itu adalah siapa yang paling tulus mendoakan semoga Alloh memberi kita hati yang tulus dan ikhlas untuk berdoa.

Mungkin saya tidak selalu ada saat kalian bahagia. Dan saya pun sering tidak ada saat kalian berduka. Namun ketidakhadiran itu tidaklah berarti ketidakpedulian. Yakinlah kawan, insya Alloh, doa saya bersama kalian. Kemudian, saya tidaklah sebaik ‘Umar ibn Khoththob, bahkan sangat jauh. Namun, saya harap bisa mempunyai kawan yang mewariskan keutamaan Uwais Al-Qorni. Ya, Uwais Al-Qorni, seorang yang tidak terkenal di dunia. Tetapi namanya, suaranya, doanya sangat dikenal oleh penduduk langit sana.
 
Ya Ayyuhal ikhwah,
Doakan saya. Semoga malaikat-Nya mendoakan kalian juga. Dan semoga Alloh ‘Azza wa Jalla, mengabulkan doa kita semua. Aamiin :)

Sabtu, 31 Agustus 2013

Telat Posting #2

17.08.2013

Sebelum agustus berakhir, sebelum feelnya hilang, gapapa deh ya, telat lagi. Inget punya draft ini gara-gara denger di kampung dangdutan malam puncak perayaan 17an, sampai aku nulis ini pun acaranya masih belum selesai. Ckckk.

Merdeka? Mungkin secara fisik Indonesia memang sudah merdeka, tapi secara ekonomi, politik atau pemikiran sudahkah bangsa ini merdeka? Hmm, negeri ini perlu generasi penerus yang bisa memajukannya. Siapa lagi yang mau kalau bukan anak negeri sendiri. Yuk, jadi agent of change, jangan diem aja. Lakukan apa yang bisa dilakukan. Jadilah generasi penerus yang berkualitas. Okay?

Merdeka!!
Semoga orang-orang yang sudah merdeka justeru tidak kembali dijajah oleh benda kecil di genggaman tangannya, berbentuk persegi panjang, berlayar warna-warni, dan bikin pusing sekali kalau jaringan lagi ngadat. Benda yang satu ini susah memeranginya, kawan, nggak bisa ditusuk dengan bambu runcing.
*Tere Lije

Merdeka itu ... @felixsiauw

1. dari KBBI mer.de.ka | (1) bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri | (2) tidak terkena atau lepas dr tuntutan

2. mer.de.ka | (3) tidak terikat, tidak bergantung pada orang atau pihak tertentu; leluasa | demikian definisi merdeka dalam KBBI

3. sedang men.ja.jah artinya | (1) bepergian keluar masuk suatu daerah (negeri dsb) dr kota ke kota, dr desa ke desa

4. men.ja.jah bisa pula berarti | (2) menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dsb) | begitu menurut KBBI

5. sedang pen.ja.jah artinya | (1) negeri (bangsa) yg menjajah | (2) orang yg terlalu menguasai (menindas dsb) orang lain (bawahan dsb)

6. kini 68 tahun Indonesia sudah merdeka | mari kita berpikir lagi tentang merdeka

7. karena Allah sudah mengkaruniakan pada manusia akal | mari kita gunakan agar kita tak jadi bangsa gagal

8. pertanyaan pada hari kemerdekaan ini | ialah "sudahkah kita benar-benar merdeka?"

9. mari kami kutipkan pembukaan UUD 45, yang seharusnya anda hapal | kecuali pas upacara kamu seringnya tidur

10. pembukaan UUD 45 sekaligus tujuan RI dibentuk, adalah | "kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia, yg.."

11. 1) yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2) dan untuk memajukan kesejahteraan umum,

12. 3) mencerdaskan kehidupan bangsa, 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yg berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,

13. "maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia!" | kita checklist 4 poin tadi ya, sudah dapet atau belum..

14. "melindungi segenap bangsa Indonesia.." | ingat kasus TKW yg disetrika, disiksa, digunting bibirnya, cacat permanen, diperkosa?

15. "memajukan kesejahteraan umum.." | menurut Worldbank, angka kemiskinan Indonesia itu 50% dengan indikator penghasilan dibawah 2 US$/hari

16. "mencerdaskan kehidupan bangsa.." | 11,7 juta anak putus sekolah (Komnas Perlindungan Anak, 2007)

17. " ikut melaksanakan ketertiban dunia..?" | Gaza-Palestina? Suriah? Rohingya? Mesir? dan kita hanya berkata-kata

18. 90% dari total produksi minyak Indonesia dikuasai asing, yakni; Total (30%), ExxonMobil (17%), Vico (BP-Eni joint venture, 11%).. >>

19. >> ..ConocoPhillips (11%), BP (6%), and Chevron (4%) | begitu menurut Kementrian ESDM di tahun 2008

20. "hampir tidak ada satupun kegiatan di Indonesia yang tidak berada di bawah cengkeraman atau pengaruh pihak asing" (Amien Rais, 2008)

21. hutan Indonesia hasilkan 80 trilliun setiap tahunnya | 17% masuk ke kas negara dan sisanya ke kantong pengusaha HPH (Kompas, 2001)

22. "Total utang pemerintah hingga 31/12/12 sebesar Rp 2.156,88 T" kata MenKeu | naik dari 1.947 T akhir 2011 dan 1.676 T akhir 2010

23. Freeport McMoran kuasai tembagapura penuh emas | Blok Cepu yg dikuasai Exxon kalahkan pemerintah (Pertamina)? | inilah faktanya

24. secara fisik kita mungkin sudah merdeka | namun secara ekonomi kita jelas-jelas kita tak kuasai milik sendiri

25. secara pemikiran, kita jelas lebih terjajah pemikiran asing | food, fun, fashion yang mereka ajarkan semua kita turuti

26. sementara yang katanya negarawan justru banyak jadi koruptor | yang teriak-teriak nasionalis malah dukung disintegrasi

27. yang bilang pancasilais jadi pendukung setia kapitalis | akui dirinya pewaris tanah air malah jual tanah air?

28. perjuangan susah penuh darah pahlawan kemerdekaan kita | kini kita khianati dengan rela pada penjajahan non-fisik

29. dalam Al-Qur'an, Allah senantiasa mengaitkan kemerdekaan (al-hurr) | dengan pembebasan budak dari cengkeraman majikannya

30. dalam Islam, merdeka berarti tidak tunduk menghamba pada manusia | lihat QS 4:92, QS 58:3, QS 5:89, QS 2:178

31. dalam QS 3:35 Allah gunakan frasa "muharraran" (orang yg merdeka) | adalah "hamba yg salih dan berkhidmat" yaitu menyembah Allah

32. maka wajar Rib'i bin Amr katakan | "kami diutus untuk bebaskan manusia dari penyembahan manusia ke penyembahan hanya pada Allah"

33. kesimpulannya, merdeka dalam Al-Qur'an itu terlepas dari cengkeraman penyembahan pada manusia | beralih kepada Allah secara total

34. lalu, di hari peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-68 ini | apa yang mesti kita lakukan sebagai tanda syukur nikmat?

35. pertama, tentu bersyukur pada Allah | dilahirkan di tanah damai, merdeka secara fisik | buah perjuangan mujahid Muslim Indonesia

36. hari ini tak boleh lepas dari panjatan doa-doa kita | mujahid yang telah mengusir penjajah fisik dengan darah dan airmata

37. karena Indonesia bebas dari penjajah bukan sekedar teriakan "Merdeka!" | namun pekik ulama dan santri "Allahuakbar!"

38. bersyukur disini bukan dangdutan, balap karung, makan krupuk | namun syukur menurut Al-Ghazali adl gunakan nikmat untuk taat

39. yang kedua, menjadikan Indonesia bebas penjajahan secara non-fisik | baik ia ekonomi, politik, dan terutama penjajahan pemikiran

40. jatidiri Indonesia sebelum dijajah belanda-jepang itu Islam, kesultanan Islam | sudah sepantasnya setelah merdeka, ia kembali pada Islam

41. hanya dengan syariah Islam Indonesia terbebas dari cengkeraman penghambaan pada manusia | lalu dikembalikan total pada Allah

42. tiada kebaikan pada sistem selain Islam | sebagaimana tiada kebaikan pada selain Islam | itu aqidah kita dan itu yg kita yakini

43. Allah Mahabenar juga ayat-Nya yang harus kita benarkan | mensyukuri kemerdekaan itu dengan taat pada pemberi kemerdekaan

44. merdeka itu lepas dari penghambaan terhadap manusia dan aturan-aturannya | dan bebas menghamba hanya pada Allah dan hukum-hukum-Nya

45. Allahuakbar! dengan itu mujahid Indonesia mengukir kemerdekaan | semoga dengan pekik yang sama kita selesaikan perjuangan

Telat Posting #1

08.08.2013
Selamat Idul Fitri 1434 H
Taqobbalallohu minna waminkum, taqobbal ya kariim..
Semoga Allah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan. Aamiin.
Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang saya lakukan, yang sengaja atau tidak sengaja, yang saya sadari atau tidak saya sadari. Maaf atas janji yang tak sempat tertunaikan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Maaf kalau ada kata-kata atau postingan yang kurang layak atau menyinggung antum-antum sekalian *bow*

Telat banget ya? Iya kan, bahkan bulan Syawal nyaris mau habis. Tapi liat niatnya yaa :) Saya setulus hati meminta maaf, sebelumnya maaf juga untuk yang selanjutnya akan saya tuliskan. Maaf kalau ada salah kata.
"Teman yang baik, yang tidak sekadar menjadi teman, ada di saat susah, tapi juga saling mengingatkan dalam kebaikan, berani meluruskan jika kita melakukan khilaf adalah salah satu harta paling berharga di dunia.
Jika kita tidak memilikinya, maka mulailah dengan menjadi teman seperti itu ke siapa saja, maka semoga mekanisme ini akan bekerja dengan mengagumkan." - Tere Liye
Well, liburan gini pasti ketemu temen-temen lama. Alhamdulillah ceweknya udah banyak yang pakai hijab :) Semoga ga cuma fashion ya, tingkatkan kualitasnya. Ingat fungsi sebenarnya untuk menutup aurat kan? Semoga ga lepas pasang :) Aku baru tau juga kalo ternyata cewek noni juga ga boleh liat aurat kita. Jadi, hati-hati jaga hijabnya ya, pelajari memakai 'hijab' yang benar menurut agama, boleh aja mau gaya, tapi mesti tetep syar'i. Jujur aku juga masih belajar, posisiku di sini bukannya menghakimi ya, aku juga masih seseorang yang kurang ilmunya yang sedang mencoba menjadi teman yang mengingatkan dalam kebaikan :)


Apa kabar tilawahnya? Jangan terlalu sibuk sama gadgetnya ya. Reminder, Allah is watching you. Maka senantiasa lakukanlah perbuatan baik. Perbaiki tajwid bacaanya agar menambah pahala bacaannya. Buat laki-laki nanti suatu saat jadi imam kan, bertanggung jawab atas makmumnya. Malu dong kalau makhraj, maad, izhar, ikhfa, idgham dan hukum bacaan lainnya masih belum bener. Selagi masih ada umur, yuk belajar memperbaiki bacaan kita :)

Hmm hati-hati sama yang namanya perang pemikiran (ghazwul fikri). Pengrusakan secara tidak langsung. Aku taunya ada 4F dan 4S. Food, Fun, Film, Fashion. Sex, Smoke, Sport, Song. Mau tau lebih detail googling aja.

Buat temen-temenku yang baru mulai ngerokok, mending dihentikan sesegera mungkin deh kebiasaannya itu. Selain membakar duit, membakar kesehatan juga dan yang rugi ga cuma perokok aktif, perokok pasif katanya malah lebih beresiko. Kalo udah jadi kebiasaan, nanti makin susah berhentinya. Pernah baca status temen, frontal tapi ada benernya juga.
"Anda dan saya memiliki kesamaan yaitu kita memiliki hobi sekaligus kebutuhan hidup. Kalau bagi anda itu ROKOK kalau bagi saya itu MAKAN. Hobi sekaligus kebutuhan kita memiliki kesamaan yaitu ada ampas buangan. Kalau bagi anda ASAP BAU DAN BERACUN kalau bagi saya KOTORAN BAU DAN BERACUN. Perbedaan kita adalah Ampas anda ini dibuang ke mana mana dan kadang ditiupkan ke muka saya dan saya terpaksa menghirupnya dan menurut saya itu kurang ajar, Ampas saya dibuang ke tempat tertutup di mana hanya saya yang tersiksa ketika harus menghirupnya. Kalau kita saling menuntut hak yang sama, maka saya akan buang ampas saya sembarangan dan saya lemparkan ke muka anda sehingga anda terpaksa menghirupnya" - MYF
Hati-hati terbuai kesenangan duniawi. Kita hanya numpang tinggal di sini. Siapkanlah bekal amal sebanyak-banyaknya. Bicaralah yang baik-baik atau diam. Yuk, sama-sama memperbaiki diri :)

Minggu, 12 Mei 2013

I Wanna Be Your Wife


Judul             : I Wanna Be Your Wife
Penulis          : Nita Novianti
Penerbit        : Puspa Swara
Tebal             : 144 halaman
Tahun Terbit : 2006


Ini teenlit Islami yang pertama kali ku baca. Novelnya udah lama juga, udah terbit 7 tahun yang lalu. Seperti biasa pinjem punya tetangga. Hehehe. Novelnya bagus, pastinya banyak disisipkan sisi Islaminya. Tapi jangan khawatir, agak-agak kocak juga kok cerita. Hahaha.

Ceritanya tentang seorang Taza yang berjilbab suka sama cowok bule, mahasiswa bimbingan ayahnya, Bryan. Sampai-sampai Taza rela ikutan kursus bahasa Inggris biar jago.

Nilai-nilai yang bisa dipetik salah satunya tentang baca doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, simplenya pada saat makan. Trus juga tentang meluruskan niat menuntut ilmu, trus tentang menjaga pandangan, jaga mata, jaga hati, dan ga pacaran, tapi nikah. Yap, itu dari sudut pandang aku ya sebagai pembaca. Dari segi penulisannya terkesan dijelasin sangat detail, jadi agak-agak ketebak gitu alur ceritanya. Tapi aku cukup menikmati membacanya, hanya dalam beberapa jam novel tipis ini bisa kuselesaikan. Boleh dibilang part yang paling kusuka bagian endingnya :3

"..., do you wanna be my girlfriend?"
"I... I don't wanna be your girlfriend... But... but..., I wanna be your wife."

Well, itu kayaknya poin utama cerita novelnya. Secara tersirat mengajak SAY NO TO PACARAN dan kalo misalnya udah mampu dan demi menghindari yang engga-engga mending nikah aja.

Mau sedikit curcol boleh lah ya. Hahaha. Suatu hari salah satu sahabat baik aku pernah nanya, redaksinya kurang lebih gini, "Kenapa kamu ga pacaran selama ini? Gara-gara itu ya?"

Eh? Aku juga sampai sekarang gatau persis poin mana yang dia maksud dengan 'itu', katanya dia habis iseng ngepoin fb ku, trus mungkin baca-baca artikel yang kadang ku share, maklum lah, mukaku jarang muncul di permukaan fb buat update status, entah kapan terakhir kali aku update status -_- Rasa-rasanya punya fb tuh cuma buat formalitas, ya kalo mau main frontal lebih ke twit atau nyampah blog ini *curcol.

Oke, kembali ke tujuan awal. Dengan ilmuku yang masih sedikit, jadinya aku jawab pertanyaannya sepengetahuanku aja. Kenapa ga pacaran? Dulu-dulu waktu masih SMP atau SMA mungkin jawabanku yang logis alasannya sederhana, karena ga dibolehin ortu. Aku udah cerita belum kalo orang tuaku cenderung tegas dalam mendidik kami? Kalo ketahuan pacaran, siap-siap nanti bakal dinikahin. Ebuset. Aku yang polos waktu itu tentu saja masih waras untuk tidak pacaran, yang bener aja, aku masih suka sekolah *eh. Hahaha.

Dewasa ini, sedikit demi sedikit aku mulai memahami kenapa sebenernya ga dibolehin pacaran. Prinsipnya sederhana, karena pacaran itu ga ada dalam Islam, yang ada itu ta'aruf. Jadi, jangan disalahartikan bahwa ta'aruf itu pacaran. Beda jauh. Pacaran itu tanda dewasa atau beradegan dewasa?

Tahukah kalian yang seringkali dirugikan dalam proses pacaran itu cenderung sang cewek? Pernah kepikiran ga? Maaf, berapa kali udah jadi 'bekas' pemenuhan nafsu seorang cowok? Hmm, jadi teingat ucapan seseorang, makin banyak punya 'mantan' menandakan orang itu semakin ga pandai menjalin hubungan. Benarkah? Ah, aku tidak berpengalaman dalam hal ini.

Jatuh cinta itu normal. Seseorang yang ga pernah jatuh cinta itu yang malah perlu dipertanyakan. Jatuh cinta itu suatu hal yang wajar. Tapi, nasibnya tergantung bagaimana kita bisa memanifestasikannya dengan baik. Sudahkah cinta itu didasari karena Allah? Bila itu cinta, tidak perlu diumbar kemana-mana, bisa jadi cinta itu nanti semakin hambar. Biarlah Allah Yang Maha Mengatur yang mengatur cinta itu. Serahkanlah pada Allah, kalo emang jodoh, insya Allah ga tertukar kan ya?

Pernah dengar istilah ini? Perempuan itu ibarat pelabuhan yang sedang menunggu kapal. So, agar momen menunggu itu bukan sesuatu yang sia-sia, isilah ia dengan hal-hal yang bermanfaat, hal-hal yang menambah ilmu kita baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Buat yang sering galau, sering-sering mengingat Allah :)

Allah S.W.T berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (QS. An-Nur':26)

Kamis, 02 Mei 2013

Repost : Penyesalan Seorang Perempuan Setelah Menikah Mengingat Waktu Pacarannya Dulu

“Betapa hinanya kurasakan saat aku menikah, aku ingat bahwa beberapa orang laki-laki sebagai pacarku dulu pernah “menyentuhku.” Hina menyadari diri bahwa saat menikah yang merupakan mahligai dambaan jutaan perempuan, diriku sudah tidak bersih dan suci lagi. Kebayang betapa malu dan hancurnya perasaanku dan aku merasa tidak berharga lagi. Saat itu kurasakan sebagai cintaku kepada pacarku, tapi ternyata bukan. Itu hanyalah kemurahanku yang telah membuat diriku kotor dan hina.

Kebodohanku adalah dulu pacaranku seperti akan jadi, pacarku kubayangkan seperti akan jadi suamiku. Ternyata tidak. Setelah puas, rata-rata laki-laki melihat perempuan yang telah dinikmatinya sebagai perempuan murahan. Sebagai perempuan murahan tidak mungkin akan menjadi istri yang baik. Jadilah perempuan seperti aku ini menjadi barang sisa alias barang bekas. Pacaran telah mengotori diriku. Aku sadar, betapa bodoh dan murahnya aku. Suamiku yang kini menikahiku, memilikiku bukan sebagai perempuan yang terhormat tetapi perempuan yang pernah disentuh dan terkotori oleh noda dan dosa karena jebakan syahwat dalam diriku.

Perasaan ini terus terbawa hingga aku menikah. Setelah punya anak perempuan, aku sadar betapa susahnya untuk mencegah putriku berpacaran dengan laki-laki pacarnya karena kekotoran diriku. Bila aku dulu bersih dan bisa menjaga diri, aku pasti memiliki kekuatan untuk mendidik putriku juga agar bisa mempertahankan prinsip dan pendiriannya, agar tak memurah-murahkan cinta dan tubuhnya pada pacarnya. Tapi, segalanya sudah terjadi. Kebanggaanku bahwa aku perempuan yang terhormat tidak ada dan tidak bisa kutunjukkan pada suamiku, juga kepada anak perempuanku.

Aku yakin, ini terjadi pada banyak perempuan yang menjalani pacaran. Aku sadar, bahwa keadaan anak perempuanku sekarang merupakan rangkaian tak terpisahkan dari akhlak dan sejarahku. Dan yang pedih lagi, ternyata suamiku pun bukan laki-laki yang baik. Dia pun dulu banyak pacaran dan sudah merasakan beberapa kali menikmati cintanya dengan perempuan. Aaakh … akhirnya yang kotor berjodoh dengan yang kotor. Ini memang sudah hukum Allah, yang shaleh dengan yang shaleh lagi, yang bersih dengan yg bersih lagi, yang kotor dengan yang kotor lagi. Aku yakin, ketentuan Allah ini berlaku pada setiap orang. Penyesalan tak pernah di awal.

Wahai … perempuan. Demi kehormatanmu dan kebahagiaanmu kelak, silahkan mencintai tapi hindarilah pacaran. Pacaran adalah langkah awal menuju zina dan kehancuran diri. Apalagi memurah-murahkan dirimu pada pacarmu, jadilah perempuan terhormat, sebelum engkau menyesal kelak. Bagi perempuan murah jangankan di akhirat, di dunia pun akan merasakan penyesalan yang amat besar seperti yang kini kualami.”

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=145914998924072&set=a.122758614573044.20061.112429082272664&type=1 


Maka lakukanlah manuver besar-besaran. Selagi masih bisa memperbaiki, perbaikilah. Jika sudah terlanjur terjadi, jangan sampai turun-temurun dipertahankan. Bukankah Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mau mengubahnya?
Wallahu'alam :)

Minggu, 24 Maret 2013

Repost : Allah Hanya Memanggil Kita Tiga Kali

Ada kisah menarik yang mungkin ada hikmahnya :

Suatu ketika ada seorang Ibu bercerita pada anaknya di dalam masjid Nabawi ketika mereka sedang bersiap untuk melaksanakan rukun umroh menuju Makkah Al-Mukaromah. Ibu berkata bahwa Allah hanya memanggil kita tiga kali saja seumur hidup. kening sang anak berkerut, “sedikit sekali Allah memanggil kita?”, tanya anak. Ibu tersenyum, “Iya, tahu tidak apa saja tiga kali panggilan itu ?”. sang anak menggelengkan kepala.

Panggilan PERTAMA adalah AZAN, ujar ibu. “Itu adalah panggilan Allah yang pertama. panggilan itu sangat jelas terdengar ditelinga kita, sangat kuat terdengar. ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan dari Allah. tetapi Allah masih fleksibel, Beliau tidak cepat marah akan sikap kita, kadang-kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika, Beliau masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatnya itu menjawab panggilan AzanNya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti”, lanjut ibu.

Ibu melanjutkan, panggilan yang KEDUA adalah panggilan HAJI/UMRAH. panggilan ini bersifat halus dan sifatnya bergiliran, hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. jalannya pun bermacam-macam, yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakannya dan terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji/Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan: Labaik Allahuma Labaik, sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang kedua. saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji/Umrah bagi yang mampu.

Dan panggilan yang KETIGA, lanjut ibu, adalah KEMATIAN. panggilan yang kita jawab dengan amal kita. pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda-tanda secara langsung dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh Kita. karena itu manfaatkan waktumu dengan sebaik-baiknya. jawablah ketiga panggilan Allah dengan hatimu dengan sikap yang HUSNUL KHOTIMAH. Insya Allah Syurga adalah balasannya.

Mata sang anak berkaca-kaca, teringat akan banyak kelalaiannya. menunda-nunda sholat dengan banyak alasan ini itu yang pada mulanya menimbulkan keresahan dan kegelisahan batin yang sangat halus sampai pada akhirnya kegelisahan itu tidak lagi terasa dan menjadi biasa saja. Allahurabbi. kemudian dengan tekad kuat, sang anak melafadzkan, “Aku menjawab panggilan Umrahmu, ya Allah, Tuhan Semesta Alam”.


Apa Hikmah dari kisah ini :

Pernahkah kalian merasakan sesuatu hal yang membuat kalian menitikkan air mata secara tiba-tiba, lalu surut beberapa langkah ke belakang, melihat segala sesuatu merupakan hal yang amat luar biasa adanya, dan terhenti kepada satu hal. Di satu titik merasakan keagungan ke-Maha-an dzat yang tak terlihat dan keberadaan akan dzat tersebut amatlah nyata dan dekat namun tak tersentuh.

Entah ketika menyendiri, ketika berada dalam lalu lalang orang-orang, ketika ternasihati oleh seseorang, atau bahkan ketika melihat seekor semut berjalan vertikal di tembok lantas kita bermonolog kepadanya, "apa kabar semut? betapa Tuhan juga memikirkan akan keberadaanmu di sini."

Di satu titik itulah kata orang bilang cahaya Tuhan bertajalli (menetap) dalam hati. Dzat yang tak terlihat, tak tersentuh itu mendekat ke dalam diri, sangat dekat.

Namun dari sekian fenomena di satu titik itu, aku sadar bahwa hal tersebut terjadi ketika aku sangat membutuhkan keberadaan Dia. Kata 'sangat' inilah yang membuat satu titik itu hadir di saat tertentu saja. Dan satu titik itu lenyap di beberapa detik kemudian.

Aku seakan-akan ditelanjangi atau memang sedang bertelanjang diri ketika satu titik itu hinggap hanya beberapa detik dalam diri. dibalik kata 'sangat' itulah yang menjadikan motif keberadaan satu titik itu. empat kali berturut-turut ayat ini menelanjangiku - menyadarkanku, semoga.
"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikian dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampui batas apa yang mereka kerjakan." Yunus ayat 12

"Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu," Az-Zumar ayat 8.

"Maka apabila manusia ditimpa bencana, dia menyeru Kami; kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya, dia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." Az-Zumar ayat 49.

"Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka, maka dia banyak berdoa." Al-Fussilat ayat 51.


Satu titik yang sangat aku rindu. Satu titik yang membuat kelenjar air mata bekerja secara istimewa. Satu titik yang membuat aku tersadar ada hal yang lebih besar. Satu titik yang begitu cepat menguap. Satu titik yang meninggalkan tubuh bergetar hingga aku tak sanggup berucap. Satu titik yang keberadaannya harus aku perbaiki. Satu titik yang aku harap dapat menutupi bisikan jahat tuk kembali sesat. satu titik yang mendamba titik-titik lain agar tercipta garis tanpa jeda. Ya Rabbi maafkan aku, tapi aku rindu satu titik itu.

Istiqomah bukanlah hal yang didapat dengan begitu saja. Maka mintalah kepada Allah, Sang Maha pembolak-balik hati agar senantiasa diistiqomahkan dalam ketaatan kepadaNya hingga sampai waktu tuk berpulang ke rahmatullah. Semoga kita dapat mengakhiri perjalanan hidup ini dengan husnul khotimah. Aamiin.

Wahai Rabbi yang menguasai hati.
Duhai Rabbi sang pemilik jiwa-jiwa.
Wahai yang maha pembolak-bolak hati.
Ya Allah teguhkan kami, teguhkan hati kami dalam ketaatan kepadaMu. Aamiin.


Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=224668917672327&set=a.205037469635472.45107.203846879754531&type=1&ref=nf dengan beberapa pengubahan

Jumat, 20 Juli 2012

Mari Berhijrah Wahai Calon Bidadari Surga~



Bismillaahirrahmaanirrahiim.

~ Untuk Calon Bidadari Surga ~

Ramadhan adalah bulan dari Pengampunan.
Ramadhan adalah bulan Rahmah.

Ramadhan adalah bulan kedermawanan.
Ramadhan, bulan yang Allah Subhaanahu wa ta'ala menerima Taubah hamba-Nya, dan bulan yang Allah memberkati para hamba-Nya.

Semoga saja dalam Ramadhan kali ini kita dapat menjemput hidayah kita dari tangan Allah SWT.
sehingga mampu berhijrah dalam keadaan yang lebih baik.. Aamiin.. 


Barakallahu fikum :)



Sumber:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=263243257118624&set=a.160231910753093.30952.100002988567343&type=1&relevant_count=1
http://anisandtheworld.blogspot.com/2012/07/mari-berhijrah.html dengan sedikit pengubahan

Rabu, 18 Juli 2012

Peta Hidup



" Ingat tujuan kita yang sebenarnya. Ingat tujuan akhir kita.
Semoga kita akan selalu menjadi antara yang mendapat petunjuk sampai akhir " Aamiin.

Sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=262698523839764&set=a.139820059460945.26317.100002988567343&type=1&ref=nf

Senin, 28 Mei 2012

Re-Post : Dalam Diam Aku Mencintaimu

Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam…
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya…
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..



Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu..

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH SWT pilihkan untukmu…



Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan…
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah…

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan, kekuatan harapan…

Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??

Dan jika memang ‘Cinta Dalam Diammu’  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam…


Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus ‘Cinta Dalam Diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat…
Biarkan ’Cinta Dalam Diammu’  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu…


Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba… mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya…


Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah, maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..

”Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat:49)
”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32)
”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“  (QS. Ar-Ruum:21)

Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…

”Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena sesungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya.” (Hadist)
”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.“ (QS. Al Israa’ :32)

Cukup cintai ia dalam diam…
bukan karena membenci hadirnya, tapi menjaga kesuciannya,

bukan karena menghindari dunia, tapi meraih surga-Nya,
bukan karena lemah untuk menghadapinya, tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..


Cukup cintai ia dari kejauhan…
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan,

karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan,
karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga…


Cukup cintai ia dengan kesederhanaan…
memupuknya hanya akan menambah penderitaan, menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan, mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan…

Maka cintailah ia dengan keikhlasan…
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati, tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi…?


“…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ” (QS. AlBaqarah:216)
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS.An Nuur:26)

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
karena tiada yang tahu rencana Tuhan… mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan… serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya, biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya…



♥ ♥ ♥ ”Jika namamu yg ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku,
niscaya rasa cinta itu akan ALLAH tanamkan dalam diri kita..
Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehahkan diriku..

Sukar untuk mencari soleh dirimu andai solehahku tidak setanding dengan kesolehahan mu.. Janji ALLAH pastiku pegang dalam misi mencari diri ‘Lelaki yang baik untuk wanita yang baik” ♥♥♥
Ya Allah,
Seandainya rindu ini suci maka kuatkanlah,
Seandainya ukhuwah ini kudus maka panjangkanlah,
Seandainya luka ini berhikmah maka biarlah,
Seandainya ingatan ini berfaedah maka teruskanlah…


Sumber: http://mencintaisederhana.blogspot.com/2012/01/dalam-diam-aku-mencintaimu.html dengan pengubahan

Sabtu, 28 April 2012

Gathering

Tau apa itu gathering?
Semacam acara ngumpul-ngumpul gitu deh. Hari ini tadi di kampus ada gathering angkatan 53 dalam rangka Baksos plus penutupan Pembinaan 53. Sejak kemaren pembinaan dinyatakan sudah berakhir. CIHUY! Hahaha. Ga da lagi deh acara ngumpul wajib tiap hari Jumat sore. Untuk semester ini jadinya bener-bener free Jumat-Sabtu-Minggu hahahaseeek :D

Acaranya tadi lumayan seru. Ada presentasi tiap tim Baksos yang totalnya 7 tim. Aku termasuk di Tim 3 (Malware - M and L we are rescuer of environment). Namanya berat banget yaa. Maklum penghuninya sebagian besar calon anak KS (Komputasi Statistik). Aku sebagai anggota mah nurut-nurut aja, eh engga deng aku kan jadi bendahara yaa -_- Lagi-lagi berurusan dengan duit. Susah tau ngurusin duit orang. Kalo kurang berabe kalo lebih juga masalah -_-

Okee skip dulu curcolnya. Ini nama-nama ketujuh tim yang tadi ku sebut yakni ada Sate Bakar, GIVE, Malware, DJamal, KFC, C5H3, dan yang terakhir Stata.

Berikut ada lampiran kegiatan-kegiatan yang dilakuin tiap-tiap kelompok dalam rangka bakti sosial (copas dari grup angkatan 53 huehehe)

KELOMPOK 1 (KELAS E & B)
Kerja Bakti di RW 15 Keliurahan Bidaracina
Bimbel buat anak sd.

KELOMPOK 2 (KELAS G & I)
Bimbingan Belajar kepada anak" di Sekitar Kuburan Cina
Panti Asuhan Tuna Netra "Taman Harapan" Jl. Dewi Sartika No. 200 Cawang, Jakarta Timur

KELOMPOK 3 (KELAS L & M)
Kerja Bakti di daerah Bonasut Rt 003/07 dan RT 002/07+
Santunan anak yatim di panti As-Salafy(anak panti+anak kurang mampu skitarnya)

KELOMPOK 4 (KELAS D & J)
Mengajar Paud Qurrotu Aini (Bonasut rt 09 rw 07 no 21)
Panti sosial tresna werdha budi mulia cipayung 1 jaktim

KELOMPOK 5 (KELAS K & F)
Kerja bakti di bonasel RW 8
Jual Sembako murah di Bonasel RW 8
bermain dan belajar di panti asuhan 

KELOMPOK 6 (KELAS C & H)
Bimbingan Belajar + Try Out Ujian Nasional Untuk Sekolah DasarSD Krishna

KELOMPOK 7 (KELAS A)
Panti Asuhan Kampung Melayu

* * *

Yap, itu tadi serangkaian kegiatan yang udah kami lakuin, semoga bermanfaat yaa. Aku paling suka baksosnya kelompok 2. Apalagi yang bagian ke panti asuhan tuna netra. Merinding liat presentasinya. Terharu banget. Ada salah satu anggota pantinya yang masuk 100 besar Indonesian Idol, namanya siapa ya, lupaaa. Suaranya, subhanallaaah, bagus banget :3 Biarpun kekurangan masih bisa berprestasi. Kita yang serba kecukupan juga harus bisa menunjukkan prestasi kita. Semangat !

Selain itu, aku juga suka presentasi DJamal, bagian ke panti jomponya. Lucu deh kakek-neneknya. Banyak yang ketularan narsis juga karna mereka hahaha *membayangkan foto-foto yang ditampilkan tadi. Trus juga di kelompok C5H3 ada yang lucu. Mereka ngadain try out buat anak SD yang bentar lagi UASBN kan, nah ada video rekaman anak yang kepergok nyontek temennya. Ya ampuuun, anak SD aja udah gitu ya ternyata. Seingatku aku dulu engga segitunya deh. Dulu aku masih anak polos yang baik hati dan menurut kata ortu. Buahaha.

Well, itu tadi yang berkesan buat aku. Sisanya mungkin aku ga nangkep gara-gara main tebak lagu dengan nada aneh bareng Retno, Otun, Bety sama Nur *ups buka kartu nih. Hahaha.

Ohiya, selamat buat yang dapat award. Buat GIVE sebagai Baksos Terheboh. Buat Stata sebagai Presentator Terbaik. Sama buat Sate Bakar sebagai Kelompok Terkompak. Aku akuin mereka emang pantes dapat award. Kelompokku jelas di bawah mereka. Baksos kami yang ke panti sama kerja bakti ga terlalu berasa baksosnya. Bisa dibilang standar lah. Ga terlalu ngena. Kurang kompak juga. Aku sih ngerasanya gitu. Tapi kami udah berusaha maksimal walaupun sempat kurang koordinasi rapat dan segala tetek bengeknya. Disini aku mewakili kelas L minta maaf yaa sama anak-anak kelas M. Kesannya kami kurang partisipasi gitu karna kami sering ga dapet jarkom. Maaf jadi kelas kalian yang banyak repotnya. Aku yakin sebenarnya kita bisa kerjasama lebih baik dari ini. Next time harus diperbaiki yaa :)

Oke. Fine. Begitulah sekilas tentang Baksos kami, Tugas Akhir Pembinaan 53. Setelah itu ada JA, Jelajah Alam guys. Aku ga sabar nunggu ini. Pasti seru deh kayaknya :D Nantikan kisahnya bulan Juni depan :D

Ohiya, sebelum ku tutup postingannya ada beberapa pesan dari kegiatan baksos tadi yang pengen ku share. JANGAN MENYERAH. Jadilah statistisi yang bisa membanggakan. Kita yang alhamdulillah diberi kecukupan dari Allah SWT harus senantiasa bersyukur dan berbagi kepada sesama. Sekali-sekali jangan lihat ke atas terus, tengoklah ke bawah. Masih banyak orang yang kekurangan tapi mereka masih bisa semangat dalam hidup, bisa mensyukuri atas apa yang mereka miliki. Kita patut mencontoh mereka. Mereka yang bisa bertahan menghadapi badai kehidupan. Mereka yang tegar dihempas ombak kehidupan. Dan mereka yang bisa bersabar menjalani pahitnya kisah kehidupan. Bersyukurlah. Ucapkan alhamdulillah. Alhamdulillah kita masih bisa merasakan nikmatnya hidup. Salah satu wujud syukur kita juga dapat kita lakukan dengan berbagi, walaupun ga bisa dengan harta, dengan tenaga pun bisa. Kalau tidak bisa juga, tersenyumlah. Karna senyum adalah sedekah :)

Salam senyum dariku untukmu :)


Sabtu, 24 Maret 2012

Hafalan Sholat Delisa

Pengarang : Tere Liye
Tebal        : vi + 266 Halaman
Penerbit    : Republika

Novel yang pertama kali ku beli. Bener-bener ga nyesel udah beli. Ceritanyaaa subhanallah. Awesome :3 Novel yang ada di tanganku sekarang sudah cetakan ke-XIX. Best seller. Udah ada filmnya juga katanya. Tapi aku belum nonton. Gimana buat filmnya ya. Apalagi ada latar tsunaminya.

Ceritanya tentang anak umur 6 tahun yang sedang berusaha menghafal bacaan shalat. Dari takbiratul ihram sampai salam. Ia sering tertukar-tukar bacaan shalatnya. Jika berhasil menghafal, ia dijanjikan sebuah kalung emas 2 gram dengan inisial D untuk Delisa dari Umminya dan sebuah sepeda dari Abinya. Kakak-kakaknya ikut membantu adiknya itu. Ada Kak Aisyah yang membuatkannya 'jembatan keledai' untuk memudahkannya mengingat bacaan shalatnya. Ada Kak Zahra sama Kak Fatimah juga yang medukungnya.

Entah berapa kali aku bergetar baca novelnya. Apalagi saat-saat itu. 26 Desember 2006. Tanggal yang akan diingat banyak orang. Pagi itu, saat Delisa sedang menyetor hafalan shalatnya pada Ibu Guru Nur di sekolahnya. Gempa datang, sekolahnya berguncang dan Delisa tetap melanjutkan shalatnya. Ia ingin shalat dengan khusyu'. Pikirannya cuma satu. Ia hanya ingin mempersembahkan shalatnya yang sempurna saat itu. Gempa mulai mereda. Delisa tetap melanjutkan shalatnya. Ia tidak terpengaruh betapa hiruk-pikuknya di luar sana. Saat ia hendak melakukan sujud pertamanya, saat itulah air bah itu datang dari pantai Lhok Nga. Air itu membuatnya terhantam dinding sekolah, membawanya terseret. Ibu Guru Nur mencoba menggapainya dengan sisa kekuatan yang ia punya. Ia menggunakan kerudungnya yang telah robek untuk melilitkan tubuh Delisa yang sudah pingsan pada sebatang kayu. Delisa terseret arus, kakinya menghantam pagar sekolah. Tubuhnya terjepit.
Aku ga bisa menggambarkannya sebaik Tere Liye. Untaikan kata-katanya saat menggambarkan hal itu benar-benar sukses membuatku banjir air mata. Kalian harus baca sendiri pokoknya. Apa ya. Aku sampai bingung harus berkata apa lagi. Subhanallah. Bagus banget pokoknya novelnya. Aku baru nyeritaiin bagian awalnya di atas. Kisah selanjutnya baca sendiri yaa hehe. Endingnya bener-bener jleb. Aku ga nyangka tiba-tiba habis gitu aja. Ga terduga.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Anak sekecil itu. Betapa murni hatinya. Aku juga pengen. Aaaa. Pengen bisa shalat dengan sempurna. Pengen khusyuk dan hanya berpikir satu. Lillahita'ala. Aku malu, benar-benar malu pada Allah SWT. Entah berapa kali aku lalai dalam shalat. Sering lupa berapa jumlah rakaat yang sudah ku kerjakan. Tidak bisa berpikiran satu. Sering memikirkan hal-hal duniawi. Astagfirullah. YA ALLAH, ampunilah hamba-Mu yang penuh dosa ini. Aku harus memperbaiki bacaan shalatku. Belajar shalat yang baik dan benar. Karna shalat adalah ibadah yang paling penting. Ibadah yang mencerminkan keimanan seseorang. Iya kan?

Hem.
Aku juga pengen hatiku bergetar setiap membaca untaian ayat-ayat suci firman Allah SWT, Al Qur'an. Saat membaca huruf-huruf Arab itu, aku sama sekali tidak mengerti. Barulah aku mulai mengerti saat membaca terjemahnya pada Mushaf. Baru aku tersadar. Selama ini hanya membacanya saja tanpa mengerti arti dan maksudnya seperti apa. Makasih buat seseorang yang sudah menyuruhku membaca artinya :) Aku juga malu. Aku belajar Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Korea, Bahasa Jepang. Lalu kenapa aku ga belajar Bahasa Arab? Bahasa yang digunakan dalam Al Qur'an. Bahasa yang akan digunakan malaikat kelak saat menanyaiku di dalam kubur. Lalu, bagaimanakah aku menjawabnya? Aku yang belum pernah belajar Bahasa Arab ini. Bagaimanakah? Aku harus mulai sedikit demi sedikit membenahi diriku. Diriku yang selama ini berorientasi pada duniawi. Padahal dunia ini hanya seper sekian sekian dari akhirat kelak. Kehidupan akhiratlah yang kekal. Dunia hanya perhiasan saja. Ubah mindset. Akhirat oriented sebagai tujuan jangka panjang :)

Aku juga pengen mengucapkan hal yang sama kayak Delisa. 'Nita cinta Ummi, Abi karena Allah' :) Sederhana. Tapi kalimat itu sekarang hanya menggantung di tenggorokan. Entah kapan aku bisa mengatakan hal seindah itu kepada orang tuaku yang sudah membesarkanku sampai sekarang. Masih sempatkah aku mengucapkannya secara langsung? Sebelum nafas ku berhenti berhembus, sebelum orang tuaku menghembuskan nafas terakhirnya. Masih sempatkah? Aku harap masih punya sisa umur untuk melakukannya. Semua orang pasti akan mati kan? Beruntunglah kalian yang masih punya orang tua didekat kalian. Bisikkanlah kata-kata itu dengan tulus ikhlas dari dalam hatimu untuk kedua orang tuamu :)

Semoga bermanfaat :)
Kalau ada salah kata mohon dikoreksi. Kalau ada yang kurang berkenan mohon maaf. Tulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Hanya hasil dari seorang penulis amatir yang sedang berusaha membuat tulisan yang 'sedikit' berkualitas dari yang biasanya ia buat -_-