CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Reading Challenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reading Challenge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

Hujan Matahari

Judul : Hujan Matahari
Penulis : Kurniawan Gunadi
Penerbit : Canting Press
Tebal : 204 halaman
Terbit : Cetakan pertama, Agustus 2014

Udah lama ngidam buku ini, semenjak liburan semester lalu. Beruntung menemukan teman yang punya. Berhubung buku ini self publishing jadi agak susah belinya, mesti order dulu. Besok (30 November 2014), sebenarnya ada acara bedah bukunya di Bogor. Lumayan bisa dijangkau sih, tapi berhubung Selasanya ada ujian dan belum menemukan teman yang bisa diculik ke sana, jadi yaudah lah. Lain kali mungkin, pas acaranya di Jakarta :)

Lagi-lagi baca kumpulan cerita dan prosa. Buku ini bisa dibilang lebih padat dibanding Ja(t)uh. Ada banyak banget pembelajaran yang bisa kita ambil, kalo kita bersedia melapangkan pemikiran. 
Hidup ini sungguh menyimpan banyak pembelajaran. Setiap orang menjadi hujan sekaligus matahari bagi orang lain. Datang ke dalam hidup seseorang untuk memberikan pembelajaran. Pergi pun meninggalkan pembelajaran.
Buku ini di bagi menjadi 3 bagian. Gerimis, Hujan, Reda. Ada banyak kisah, sebagian besar sweet. Ah, kamu harus kuat iman juga baca buku ini, nanti kamu jatuh :D Aku suka analogi-analoginya. Diksi-diksi yang digunakan. Pemahaman yang disematkan. Well, you must read it by yourself.

Beberapa cerita dan/atau prosa di dalamnya pernah dimuat di akun tumblrnya, bahkan beberapa sudah dijadikan suaracerita, kayak "Tujuan", "Bersamaku" dan "Maukah Kau Mencoba Menjadi Angin?". Beberapa tulisannya, "Perasaan Kita", "Maukah Kau Menunggu?", "Bila Tidak Ada Pertemuan", "Laki-laki dan Perempuan" dan masih banyak lagi. Kalau kamu penasaran tapi belum bisa baca bukunya bisa kepo akun tumblrnya dulu. Hahaha. Jadi semacam promosi *plak.

Bingung apa lagi yang mesti ditulis. Bagi quotes aja kali ya. Happy reading. Jangan salahkan aku kalau nanti kalian ketagihan baca tulisannya ya. Hahaha. Fyi, beberapa orang sudah menjadi korban. Mungkin kalian akan menjadi yang kesekian :p

Suatu Sore di Bawah Pohon Randu
"Kira-kira apa yang harus kami lakukan kalau kami belum siap memberikan kepastian?"
"Jangan sekali-kali memberikan harapan. Camkan itu."
Kamu Baik, Masa Lalumu Tidak
Perempuan lebih suka dengan laki-laki yang datang dan membicarakan masa depan, bukan masa lalu.
Untuk Siapa
"Ya Allah, hamba tidak tahu berjodoh dengan siapa. Hamba tidak tahu berdoa untuk siapa. Tidak satu pun nama bisa hamba sebut karena nama itu tidak pernah hamba tahu. Hamba hanya memohon, jodohkanlah hamba dengan seseorang yang selalu menyebut nama hamba dalam doanya. Siapapun dia, setidaknya hamba tahu bahwa ketika mencintaiku, dia tidak melupakan-Mu."
Hujan yang Jatuh
Ah, kamu tahu? Hujan tidak pernah tahu di mana ia jatuh. Maka beruntunglah hujan yang jatuh di tempat yang tepat. Di tempat yang sedang membutuhkan hujan. Aku adalah tempat itu dan kamu adalah hujan.
Tujuan
Aku bukan pilihan, aku tujuan
"Aku tidak ingin menjadi pilihanmu. Sekalipun kamu memilihku diantara banyak pilihan. Karena kamu telah memulainya dengan pembandingan"
Boneka
Seseorang yang peduli dengan perasaannya akan memilih maju atau menunggu, ia tidak pernah diam saja.
Surat
Kamu terlalu baik kepada banyak lawan jenismu, kepada banyak perempuan. Membuat mereka terlalu nyaman di dekatmu dan membuat mereka merasa aman untuk membuka cerita kepadamu.
Aku hanya sekedar mengingatkan, berhati-hatilah. Kamu menumbuhkan apa yang tidak mereka tanam. Perasaan aman dan nyaman itu lebih berbahaya dari perasaan cinta. Kau perlu tahu itu, teman.
Karena Apa?
"Aku tidak sedang mencari teman minum kopi atau membaca buku, tidak juga sedang mencari teman naik gunung. Aku mencari teman hidup di dunia dan akhirat. Seseorang yang bisa bersama menuju-Nya. Dan aku tidak peduli dengan selain itu."
Untuk Sementara Waktu
Untuk sementara waktu, jagalah hati kita masing-masing tetap berada pada tempatnya. Tetap berada pada perlindungannya. Sampai waktu dimana dia harus diberikan dan diterima oleh orang lain. Sampai waktu di mana kita akan menerima hal yang sama pula dari orang lain.

Sabtu, 01 November 2014

Tuhan Maha Romantis

Judul             : Tuhan Maha Romantis
Penulis          : Azhar Nurun Ala
Penerbit        : Azharologia
Tahun Terbit : 2014
Tebal             : 251 halaman

Kamu percaya Tuhan maha romantis? Hmm, tidak mengapa jika kamu bingung, tapi percayalah Tuhan penulis skenario kehidupan yang sangat baik. Novel ini sebenarnya sudah ku baca sebelum Ja(t)uh, hanya saja postingannya tertimbun dalam draft, dan sekarang baru tergerak buat melanjutkan reviewnya. Enjoy!
"Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia."
Cerita diawali dengan pertemuan sepasang manusia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bertemu. Well, kalian bisa menebak sendiri kan betapa canggungnya. Betapa sulitnya menyinkronkan apa yang ada dipikiran dengan lisan. Harus diakui, penulis sukses menularkan kebingungan di awal babnya dan membuatku bertahan membaca bab demi bab berikutnya.
Kenangan. Adalah merekam, satu hal yang paling menyenangkan dalam hidup ini. Adalah memutar ulang rekaman dan menertawakan segala kebodohan yang terekam di dalamnya, hal paling menyenangkan nomor dua. Sebab itu kita suka menulis. Sebab itu kita suka memotret—atau dipotret. 
Alur cerita yang digunakan adalah alur campuran, maju-mundur-maju. Intinya novel ini bercerita tentang perjuangan seorang Rijal Rafsanjani yang jatuh cinta setengah mati dengan Annisa Larasaty. Namun, ia mempunyai prinsip untuk menjaga agar cintanya tetap mulia. Begitulah. Bermacam lika-liku kehidupan ia lewati. Hingga sampai satu titik, bahwa di setiap cerita harus ada yang terluka. Atau mungkin bahasa halusnya merelakan, melepasnya pergi.

Tapi, percayalah. Ke mana pun kita melangkah, ke mana pun kita memilih. Tuhan telah menyediakan skenario terbaiknya. Jika memang ditakdirkan, segala urusan kita akan dimudahkan. Akan selalu ada jalan untuk menemukan tulang rusukmu yang hilang. Tulang rusuk tidak akan tertukar, kan?

Bagian paling favorit dari novel ini sudah pernah ku tulis, yakni Hujan Bulan Juni. Bagian interpretasi puisi yang manis, ketika lewat aksara kita bisa menyampaikan berjuta rasa. Dan di bawah ini ada soundtrack Tuhan Maha Romantis, happy listening~

Jumat, 31 Oktober 2014

Cinderella Rambut Pink

Judul            : Cinderella Rambut Pink
Penulis         : Dyan Nuranindya
Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2010
Tebal            : 200 halaman

Sinopsis       :
Karena dianggap merusak nama baik keluarga besar Montaimana, bertahun-tahun Oscar tinggal di Amerika. Tapi ternyata Oscar nggak berubah. Dia tetap jadi anak nakal yang malas dan hobi berantem. Cuma satu yang dia cintai: membidik objek dari balik kameranya.

Mengetahui di Jogja banyak tempat indah, Oscar langsung terbang ke sana untuk sekalian bertemu Bima, kakaknya. Tapi apesnya, di Jogja kepala Oscar malah jadi sasaran sepatu dekil seorang cewek eksentrik bernama Dara.

Kepribadian Dara yang unik dan mandiri menarik perhatian Oscar. Padahal penampilan Dara agak-agak ajaib untuk seorang cewek. Celana belel, kaus hitam, rambut highlight pink, dan permen karet yang tak pernah ketinggalan di mulut. Sangat ngasal dan berantakan!

Di sisi lain, Dara merasa hari-harinya jadi penuh kesialan. Selain karena sepatunya yang diberi nama Mr. Dekil hilang, Dara juga mendapati pacarnya, Ray, selingkuh. Belum lagi ada cowok bernama Oscar yang sepertinya sok mau tau dengan kehidupannya. Apa maunya sih cowok itu?

Resensi       :
Kemaren beli buku ini karena lagi ada bazar buku murah. Berasa familier gitu sama penulisnya dan  ternyata gara-gara penulis novel ini juga nulis Dealova, salah satu buku yang pertama kali ku baca waktu SMP.

Cerita dalam novel ini secara garis besar udah terangkum dalam sinopsisnya. Begitulah. Ceritanya khas teenlit, sederhana, ringan. Sayangnya, alurnya ketebak. Entahlah. Rasa-rasanya aku pernah membaca cerita yang serupa, mungkin memang buku yang sama, tapi aku lupa udah pernah membaca buku ini atau belum. Rasa-rasanya sih belum, tapi entahlah. Memang udah cukup tua umur bukunya. (lagi-lagi) Mungkin aku sebaiknya membacanya ketika SMA dulu, biar lebih dapet feelnya. Hahaha.

Paling suka momen pas Dara buka album foto dari Oscar. Somehow sweet, ketika ternyata ada seseorang yang diam-diam memperhatikan kehidupanmu lebih dari dirimu sendiri. Jangan lewatkan, kesempatan yang sama ga selalu datang untuk kedua kalinya.

When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don't ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

Sepenggal lirik dari Endah n Rhesa ini mungkin sudah cukup untuk mengakhiri resensi kali ini. Semoga ga jera baca resensi dari blog ini ya xD

Kamis, 30 Oktober 2014

Ja(t)uh

Judul         : Ja(t)uh
Penulis      : Azhar Nurun Ala
Penerbit    : Azharologia
Tebal         : 164 halaman
Terbit        : April 2013

Metafora telah menjadi hobi, obat curhat paling mujarab. Lebih manjur dari rintik hujan, lebih ampuh dari sinar bulan. Apapun yang dirintis, pastikan ia tetap manis. Sudahlah, biarkan mereka berbusa mulutnya, berduri matanya, mereka tidak pernah mengerti arti romantis. Arti kerapuhan yang indah, atau ketakberdayaan yang memesona. Yang meruntuhkan langit. Yang menenggelamkan matahari di laut mati.

Ja(t)uh merupakan kumpulan cerpen, puisi, serta prosa-prosa ringan yang sebagian besar pernah dipublikasikan di blog azharologia dan ditulis selama tahun 2011-2013. Ja(t)uh berisi proses pencarian jati diri, pemaknaan terhadap cinta, serta renungan-renungan sederhana tentang kehidupan. Tanpa bermaksud menebarkan kegalauan di muka bumi apalagi menggurui, Ja(t)uh hadir terutama untuk mengajak kita memaknai kembali cinta: betapa suci dan indahnya ia.

***

Sebelumnya aku tidak begitu menyukai hal-hal berbau sastra, yang penuh dengan diksi-diksi rumit. Mungkin karena dulu aku salah memilih buku sastra yang pertama kali harusnya kubaca. Namun, belakangan ini jadi agak tergila-gila dengan sastra, jatuh dengan selera diksinya yang unik. Walaupun kadang perlu mengernyit, ternyata banyak hal yang bisa disembunyikan aksara. Berjuta perasaan.

Buku ini, terbagi dua bagian, Jatuh dan Jauh. Di bagian Jatuh, kamu akan disuguhkan berbagai tulisan, yang dengan membacanya saja kamu mungkin akan terseret jatuh, merah jambu, malu-malu atau bahkan rindu. Kadang kamu juga mungkin akan tersentil dan secara tidak langsung dapat belajar berbagai pemahaman baik. Berikut beberapa kutipan dari bagian Jatuh. Kalau kamu merasa ini spoiler, jangan dibaca :D

Selasa, 28 Oktober 2014

Dikatakan atau Tidak Dikatakan, itu Tetap Cinta.

Baru kali ini baca buku kumpulan sajak sampai tuntas, mungkin karena buku ini tipis juga kali ya. 72 halaman, 24 sajak. Anyway, suka ilustrasi doodle artnya, bener-bener memanjakan mata :3

"Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta."

Berisi berbagai sajak.
Sajak tentang memiliki, pun tentang melepaskan.
Sajak tentang pertemuan, juga tentang perpisahan.
Sajak tentang kebahagiaan, juga tentang kesedihan.
Juga sajak bergurau, bercanda dengan perasaan.

Ketika membacanya mungkin kamu akan berhenti sejenak, berpikir, kemudian tertawa atau bahkan termakjlebi :p Berikut beberapa kutipan dari sajak dalam buku tersebut.

Saat Hujan
...
Perasaan adalah perasaan
Tidak kita bagikan, dia tetap perasaan
Tidak kita sampaikan, ceritakan, dia tetap perasaan
...
Perasaan adalah perasaan
Hidup bersamanya bukan kemalangan
Hei, bukankah dia memberikan kesadaran betapa indahnya dunia ini?

Memilikimu
...
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati.
Selalu begitu, hingga akhir nanti.
Sajak Jangan Habiskan
...
Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.
Sajak "Kalaupun Tidak"
...
Bersabar dan diam lebih baik.
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.
Sajak Menjagamu
Akan kurawat kau dalam diam
Agar tumbuh besar penuh pemahaman
Akan kurawat kau dalam hening
Agar tumbuh tinggi penuh kesabaran
Akan kurawat kau dalam senyap
Agar tumbuh kokoh penuh keikhlasan.
...
Bukankah, atau Bukankah
...
Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
“Kau menungguku? Sejak kapan?”

Minggu, 01 Juni 2014

The After-Dinner Mysteries

  • Judul:The After Dinner Mysteries
  • Genre:detective, action
  • Penulis:Higashigawa Tokuya
  • Tebal:291 halaman
  • Terbit:Maret 2014

Buku ini berisi tujuh cerpen komedi detektif yang diadaptasi dari dorama berjudul Nazotoki wa Dinner no Ato De atau lebih dikenal dengan NazoDi. Aku lebih dulu baca novelnya baru nonton doramanya. Gara-gara salah satu temenku ada yang fans Arashi, dikasihlah dorama plus filmnya.

Novel ini bercerita tentang Hosho Reiko, seorang putri tunggal pemilik Grup Perusahaan Hosho yang kaya raya, yang juga berprofesi sebagai detektif di Kepolisisan Kunitachi Jepang. Ia bekerja dengan atasan yang bernama Komandan Kazamatsuri yang tidak bisa diandalkan dalam menyelesaikan berbagai kasus pembunuhan.

Untungnya Reiko mempunyai butler yang cerdas dan tampan bernama Kageyama. Pelayannya itu seringkali mengejeknya habis-habisan. Tapi, mau bagaimana lagi. Hanya Kageyama yang bisa memecahkan misteri kasus-kasus pembunuhan itu dengan analisis jitunya.

Menonton dorama bergenre detektif yang sudah pernah kita baca novelnya tentu tidak seru lagi kan. Kita sudah bisa menebak ceritanya, tapi pada akhirnya aku tetap mengkhatamkan doramanya, karena lumayan banyak episode yang jalan ceritanya berbeda dengan cerita di novel.

Sejujurnya aku lebih suka doramanya. Menurutku pembukaan mengenai karakter tokoh yang diulang-ulang pada setiap bab cerita itu mengganggu. Aku sampai hapal karena keseringan diulang -_- Di cerita pertama aja menurutku udah cukup, toh, ceritanya masih dalam satu buku yang sama kan, kenapa mesti diulang-ulang.

Selain itu, menurutku kayaknya lebih bagus dijadiin komik aja deh ketimbang novel. Entah kenapa aku kurang bisa memvisualisasikan kasusnya dalam kepalaku, banyak yang miss lah pokoknya, waktu di bagian penjelasan Kageyama baru ngeh. Oh gitu ya ternyata -_-

Ya, begitulah. Silakan kalian bandingkan sendiri nanti :x

The Truth About Forever


Judul               : The Truth About Forever
Penerbit          : Orizuka
Tahun Terbit   : 2008, republished 2013
Tebal               : 312 halaman

Sinopsis          :

Seberapa berharga sih satu detik itu? Tik. Sebentar saja dia langsung berlalu. Tik. Satu detik pergi lagi. Tak ada harganya.
Tapi tunggu sampai kau sadar waktumu hampir habis. Tik. Kau ingat selama ini jarang beramal. Tik. Kau teringat mimpi-mimpi yang nggak sempat kau wujudkan. Tik. Kau sadar nggak cukup menyayangi keluarga dan teman-temanmu. Tik. Tik. Tik. Kau panik, takut menyia-nyiakan lebih banyak waktu lagi.
Yogas merasa demikian ketika divonis nggak akan berumur panjang. Tapi bukannya memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya, dia malah diam-diam pergi ke Yogyakarta.
Kedatangannya ke sana nggak lain untuk balas dendam kepada orang yang dianggapnya bertanggung jawab atas semua ini. Bahkan kalau perlu, mati bersama.
Saat itulah cinta datang. Memberi pengharapan, membuatnya merasakan setitik kebahagiaan di dalam kelam hidupnya. Dan sekarang, keputusan itu ada di tangan Yogas. Karena cinta dan benci nggak akan pernah akur.
Jadi, Yogas…, pilih yang mana? Sementara kamu berpikir…. Tik.

Review      :

Waktu baca novel ini awalnya bener-bener dibuat penasaran, kenapa sih tokoh utamanya? Dia sakit? Sakit apa sih sampai-sampai kayak gitu? Dan, ternyata... bener-bener tak terduga.

Novel ini bercerita tentang Yogas, seorang laki-laki aneh, misterius, pendiam, dingin dan susah ditebak. Laki-laki yang mengaku berasal dari Mars ini tengah mencari biang keladi yang menyebabkan kehancuran hidupnya di Yogyakarta. Selama di sana, ia tinggal di sebuah kosan bobrok yang mirip rumah hantu dan disanalah ia bertemu dengan Kana yang merupakan keponakan dari pemilik kost.

Yogas sebentar baik, sebentar jahat. Kana memutuskan untuk mencoba tidak perduli pada laki-laki aneh itu. Namun, sikapnya yang tidak bisa ditebak justru malah membuat Kana penasaran dan selalu bertanya pada Yogas mengenai hal pribadinya yang membuat Yogas tidak suka.


Yogas seringkali menyuruh Kana untuk tidak pernah mencampuri urusannya dan jangan mengganggu Yogas lagi. Kana pun berusaha untuk melakukannya, namun secara refleks, ia selalu saja mengajak Yogas mengobrol. Lama-kelamaan Yogas dan Kana akhirnya jatuh cinta, namun Yogas memaksakan diri untuk tidak merasakan bahagia walau sedikit saja.

Eno, sahabat Yogas sudah menasihatinya, untuk segera menyelesaikan urusannya di Yogyakarta dan pulang jika memang tidak ingin terlibat dengan Kana. Namun, Yogas bimbang. Di satu sisi, ia ingin membuat Kana untuk pergi dari hidupnya, supaya ia tidak lagi merasakan bahagia. Namun disisi lain, Yogas takut Kana akan pergi darinya, dan membuat kebahagiaannya hancur dalam sekejap.

Apakah Yogas akan berhasil menyelesaikan urusannya di Jogja? Bagaimana kisah Yogas dan Kana selanjutnya? Akankah Kana berhasil menakhlukkan cinta pertamanya itu? Mari baca dan temukan sendiri jawabannya :D

Selasa, 01 April 2014

Skenario Dunia Hijau


Judul         : Skenario Dunia Hijau dan Cerita-Cerita Lain
Penulis      : Sitta Karina
Penerbit    : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit        : Maret 2009 (Cetakan Kedua)
Tebal         : 208 hlm.

Buku ini merupakan kumpulan cerpen Sitta Karina yang pernah dimuat di majalah CosmoGirl! Setiap cerpen memiliki pesan moral khas Sitta. Cocok dibaca remaja yang sedang membangun jati diri :D 

Skenario Dunia Hijau sendiri bercerita tentang Cempaka yang prihatin pada bumi yang makin sekarat, sehingga ia merumuskan skenario panduan hidup go green untuk teman-teman sekolahnya. Ide Cempaka ini didukung oleh semua teman sekolahnya kecuali si preman Dekra. Menurut Dekra, Cempaka hanya satu dari sekian kumpulan orang-orang yang cuma heboh di awal doang–dan dia paling nggak suka tipe seperti itu.

Dekra justru dengan senang hati menantang Cempaka. Sebuah stasiun TV mengadakan lomba karya tulis remaja yang bersifat creative writing, yang isinya adalah segala hal yang berhubungan dekat dengan kehidupan remaja. Apabila karya Cempaka setidaknya bisa tembus 10 besar, maka Dekra mau pikir-pikir lagi untuk sedikit bertepa salira dengan lingkungan.

Dekra yang terkenal sebagai preman sekolah–berjaya bareng klub matematika karena otaknya encer, dan disegani tim basket yang notabene isinya cowok-cowok sok ganteng karena pernah jadi MVP tapi lebih suka main streetball–punya pendapat bahwa isu go green yang belakangan bergema di mana-mana tak lain adalah bagian dari komersialisme terselubung. Ya, perumahan green living-lah, ya hypermarket yang gembar-gembor soal go green tapi tidak berinisiatif mengganti kantong plastik belanjaan dengan tas kertas. Tipikal orang-orang yang cuma bisa berkoar dan heboh di awal doang.
Bukan barang saja yang harus di daur ulang, tapi pola pikir kita juga dalam menyikapi sesuatu. (hlm. 12)
Nah, setuju banget. Pola pikir kita juga mesti di daur ulang. Bulan oktober lalu sempat ikut #30DaysSaveEarth, banyak banget ide sederhana yang bisa kita realisasikan untuk menyelamatkan bumi, bisa dari hal-hal kecil. Misal, kalau belanja bawa tas sendiri, memilah sampah basah dan sampah kering, memanfaatkan barang bekas, dan masih banyak lagi. Berikut wrap up postingan yang ku tulis dalam rangka #30DaysSaveEarth. Kalau kalian yang tertarik ikut berkontribusi menjaga bumi, bisa diklik linknya atau telusuri aja hashtag #30DaysSaveEarth di twitter. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi tercinta ini ;)

Buku ini memuat 20 cerita pendek, yaitu:
1.    Skenario Dunia Hijau
2.    Black ‘n’ White Bash
3.    Ganti Baju di 2008
4.    Six
5.    Janji-janji Rama
6.    Perjalanan Baru Jasmin
7.    Dongeng Padang Rumput
8.    Hari Kelulusan
9.    Corsage
10.  Truth or Dare?
11.  Merah-Putihku
12.  for REAL
13.  Titik Balik
14.  Kali Ini Untuk Heidi!
15.  Sebuah Tas, Sepenggal Malam, dan Seraup Makna Hidup
16.  MOTY
17.  Satu Kata Saja
18.  Hari Ini, Esok, dan Lusa
19.  Putu Mayang
20.  Hujan Terakhir
Note: suka cerpen yang font judulnya warna merah :D

Baca cerpen-cerpen ini berasa mengenang masa lalu *tsah. Pertama kali tau novel Sitta Karina pas zaman SMP. Lupa novel apa yang pertama kali ku baca, yang persis ku ingat udah pernah baca Satu Hari Berani, Circa, Lukisan Hujan, Aerial (baru separoh). Masih penasaran gimana akhir cerita Aerial :3 Ah, bener-bener mengenang karakter-karakter keluarga Hanafiah di kumpulan cerpen ini. Suka :3

Senin, 31 Maret 2014

Bokutachi No Unmei

Judul  : Bokutachi No Unmei
Penulis : Orihara Ran 
Penerbit : DIVA
Cetakan : Pertama, Oktober 2012 

Ukuran : 14x20cm 
Tebal : 236hlm
 

Bisa dibilang novel ini lanjutan dari novel Aidoru no Sekai ni Yoroshiku. Tokoh-tokoh dalam novel ini masih sama, namun dengan cerita yang tentu saja berbeda dan ditambah tokoh-tokoh baru. Well, langsung ke reviewnya ya

Dibalik tingkah aneh serta gerak-geriknya yang lamban seperti kura-kura, gadis itu memiliki sebuah kemampuan untuk membuat orang lain terpengaruh oleh pembawaan serta kepercayaan diri yang ditunjukkannya pada saat-saat tertentu. Bahkan kejutan-kejutan tak terduga yang ia lakukan saat beradu akting dengan lawan mainnya membuat para kru dan produser terkesima dengan improvisasi dari gadis yang bernama Hinagizawa Kanon itu.

Asaoka Ichi, artis yang terkenal dengan kemampuan akting dan gayanya yang cool, suatu ketika harus beradu akting dengan Kanon dalam sebuah dorama berjudul 'Bokutachi No Unmei'. Gadis yang tidak pernah lepas dari snack stik Pocky itu seakan-akan tidak memiliki emosi. Cara bicara dan sikapnya lambat. Ekspresinya pun datar. Namun, Ichi dibuat tercengang saat menyadari kemampuan aktingnya. Saat berakting, kepribadian Kanon seolah-olah menghilang, berganti dengan kepribadian tokoh yang ia mainkan.

Awalnya, Ichi tidak mau repot berurusan dengan Kanon. Baginya Kanon terlalu abnormal dan tidak bisa dimengerti. Tapi, lambat laun Ichi mulai bisa memahami karakter aneh lawan mainnya yang selalu memiliki alasan konyol ketika baru saja melakukan sesuatu yang menyebabkannya sering datang terlambat tiba di lokasi syuting.

Kanon ternyata seringkali mengorbankan dirinya sendiri demi membantu orang lain yang sedang tertimpa kesusahan. Seperti ketika Kanon terpaksa datang ke lokasi syuting untuk audisi dengan mengenakan baju training. Saat sutradara Seino bertanya mengapa ia memakai baju seperti itu, dengan santai dan memasang wajah polos, Kanon mengatakan ia baru saja bertemu dengan tukang sulap yang mengubah bajunya seperti itu. Sebuah alasan konyol dan tak jelas. Padahal ia terpaksa memakai kostum seperti itu karena pakaian miliknya ia berikan kepada model yang bajunya kotor akibat ketumpahan air minuman. Inilah yang membuat Ichi mulai tertarik dengan sosok Kanon yang selalu ingin menutupi amal kebaikannya dengan memberikan alasan aneh dan tak masuk akal kepada orang lain.

Entah mengapa berhadapan dengan Kanon, Ichi yang dikenal dingin, tidak peduli, dan tidak mau ikut campur urusan orang lain itu perlahan-lahan berubah tanpa bisa ia kendalikan. Keanehan Kanon yang begitu nyata di depan matanya ternyata sanggup membuat laki-laki itu akhirnya menoleh.

Keanehan seperti apa yang membuat cowok cool dan cuek seperti Ichi menjadi peduli? Bagaimana cowok cool ini mengatasi gejolak hatinya? Silahkan temukan sendiri jawabannya dalam novel ini ;)

Kamis, 20 Maret 2014

99 Cahaya di Langit Eropa (Novel)


Judul       : 99 Cahaya di Langit Eropa
                  Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa   
Penulis   : Hanum Salsabiela Rais
                 RanggaAlmahendra
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun     : 2011
Tebal      : x + 412 halaman

Buku ini bercerita tentang perjalanan menyusuri peninggalan-peninggalan Islam di berbagai negara Eropa. Film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1 yang ku tonton tahun lalu sukses membuatku tertarik untuk membaca novel ini.

Cerita berawal dari Hanum yang ikut suaminya (Rangga) yang sedang mengambil kuliah S3 di Wina. Dia mulai mengalami kebosanan hidup di Eropa tanpa pekerjaan, karena mencari perkerjaan di sana tidaklah mudah. Lalu ia mengikuti kursus Bahasa Jerman dan bertemu dengan Fatma. Seorang muslim juga dan memiliki seorang anak yang bernama Asye. Lalu dimulailah perjalanan mereka menyusuri jejak-jejak peninggalan peradaban Islam di Wina.

Perjalanan dibuka dengan suguhan bukit Kahlenberg, katanya disana kita bisa melihat cantiknya Wina dari ketinggian. Namun, ternyata dulu bukit tersebut menjadi titik yang luput dari perhitungan Kara Mustafa ketika perang ratusan tahun lalu. Sebuah perang yang akhirnya berujung pada kekalahan pasukan Turki yang ingin menguasai Eropa Barat. Selanjutnya diceritakan tentang croissant, lukisan Kara Mustafa di Wien Stadt Museum, dan Vienna Islamic Centre. Selain itu juga terdapat pesan morah bahwa kita harus menjadi agen muslim yang baik :)

Perjalanan berikutnya menjelajahi Paris, ah, paling suka bagian ini. Keren lah pokoknya. Apalagi tentang konsep suatu jalan yang merujuk jalan menuju kemenangan itu. Trus di Museum Louvre dimana terdapat lukisan Monalisa yang terkenal itu, ternyata da lukisan yang lebih fenomenal, lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus. Kenapa?
"Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illalllah, Hanum," ungkap Marion akhirnya.
Ya, Islam pernah menjadi pusat mode seluruh dunia di masa kejayaannya. Banyak pelukis yang menggunakan ornamen bertulisan Arab, walaupun mereka tidak tau artinya. Dan masih banyak lagi fakta-fakta sejarah lainnya yang menarik mengenai peradaban Islam.
 
Film Part 1nya berakhir hingga perjalanan di Paris, beberapa hari yang lalu baru menonton Part 2nya dan agak-agak kecewa, kurang berasa kesannya. Ada yang kurang. Mungkin karena dalam film part 2 tersebut tidak ada guide seperti Fatma ketika di Wina dan Marion ketika di Paris. Kurang dapet lah jadinya pengetahuannya. Hehe. Tapi, pas baca bukunya lengkaplah bagian yang hilang :3

Kecewa juga sih karena gagal melihat visualisasi mantel seorang raja di Eropa yang bertuliskan kaligrafi Arab, yang tersimpan di Museum Harta Kerajaan, Istana Hofburg di Wina. Mungkin tidak diperbolehkan kali ya. Dalam novelnya aja bahkan memotret saja tidak boleh. Ckck.

Next. Cordoba, the true city of lights. Mezquita, sebuah mesjid yang berubah fungsi menjadi Gereja Kathedral. Sayang sekali. Keliatan terdapat kaligrafi yang dicungkil-cungkil dan mihrab yang diberi pagar jeruji.

Selanjutnya beralih ke Istana Al-Hambra di Granada. Seingatku film part 2 tidak melukiskan tentang istana ini. Pokoknya lebih banyak unsur cerita tentang antar tokohnya dibanding situs-situs yang dikunjungi. Yah, salah satu hal yang membuatku kecewa tidak dapat melihat istana tersebut secara visual, hanya bisa mengimajinasikannya sesuai untaian kata-kata dalam buku saja. Semoga kelak berkesempatan punya cerita perjalanan Eropa sendiri ya :3

Terakhir di Istanbul, Turki, terdapat Hagia Sophia, sebuah Gereja yang berubah menjadi Mesjid, kebalikan dari Mezquita. Namun, kini Hagia Sophia dijadikan museum.

Buku ini berhasil memaparkan bukti-bukti kejayaan Islam pada abad pertengahan secara detail. Akan ada banyak pengetahuan yang kita dapat melalui buku ini dan pesan-pesan bagaimana menjadi agen muslim yang baik. Belajar sejarah menjadi sesuatu yang menyenangkan ketika membaca buku ini dan jika ingin melihat visualisasinya mungkin bisa menonton filmnya, walaupun tidak semua digambarkan :)