CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2020

Strawberry Generation

 

Judul: Strawberry Generation
Penulis: Rhenald Kasali
Penerbit: Mizan
Terbit: Juni 2017
Tebal: 280 halaman

Dari bentuk dan warnanya, strawberry itu menawan. Namun, di balik keindahannya, ia ternyata begitu rapuh. Itu adalah ilustrasi dari strawberry generation. Sebuah bagian dari suatu generasi yang rapuh meski terlihat indah.

Dalam buku ini Rhenald Kasali berbicara mengenai perubahan, baik yang tak terhindarkan maupun yang harus diusahakan. Salah satunya, ia mengingatkan anak muda agar tidak menjadi bagian dari strawberry generation. Generasi yang penuh dengan gagasan kreatif tetapi mudah menyerah dan gampang sakit hati.

Padahal, menurut Rhenald, kesuksesan tidak bisa diraih melalui jalan pintas. Maka, mentalitas rapuh itu harus diubah. "Passenger" harus menjadi "driver". Fixed mindset digantikan growth mindset.

Inilah buku yang penting dibaca oleh mereka yang ingin menjadi manusia tangguh. Yaitu, manusia yang berkarakter kuat, berjiwa terbuka, dan pandai mengungkapkan isi pikirannya.
***

Akhirnya setelah sekian bulan pandemi, berhasil menamatkan sebuah buku dari penulis yang tidak asing. Penulis merupakan pendiri Rumah Perubahan. Artikel beliau yang pertama kali pernah saya baca dan begitu menggugah, berjudul Pasport. Pernah mendaftar salah satu kursus online beliau di IndonesiaX, sayangnya terlewatkan, maybe I will catch up later.

Buku ini berisi kumpulan artikel, seputar dunia pendidikan dan parenting. Topik bahasan dibagi menjadi lima bagian besar, yaitu Pada Mulanya adalah Mindset, Hi-Tech and Hi-Touch Parenting, Memetik Moral dari yang Viral, Bianglala Entrepreneurship dan Mencegah Rajawali jadi Merpati. Banyak hal menarik yang diungkapkan dan membuat mengangguk sepanjang membaca, membenarkan hal yang disampaikan.
"Albert Einstein pernah mengatakan bahwa semua orang yang dilahirkan di muka bumi ini pada dasarnya genius. Masalahnya, mereka selalu diukur kecerdasannya berdasarkan hal-hal yang tidak mereka miliki, bukan atas apa yang mereka miliki." - hlm. 37
Sepakat pentingnya growth mindset dalam pendidikan. Agar berani mengambil tantangan hidup yang lebih besar dan mencoba hal-hal baru, sehingga terlatih melihat peluang untuk berkembang. Selain itu, penting memiliki skill memadai dalam mengambil keputusan dan menentukan skala prioritas. Belajar bukan hanya menghapal, tetapi berpikir kritis.
Namun, bagi Agustinus dari Hippo, "Those who do not travel read only one chapter." - hlm. 44
Pergi ke luar negeri tanpa ditemani satu orang pun supaya berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat atau kehabisan uang. Agar mendapatkan life skills, di antaranya kemampuan mengelola rasa frustasi, cognitive flexibility, focus dan self-control, kemampuan mengambil keputusan dengan jernih, menimbang resiko, berpikir logis, kritis, dan kreatif, berkomunikasi artikulatif, berempati pada kesulitan orang lain, serta kemampuan melihat dari perspektif yang berbeda, menurut Carol Dweck disebut sebagai growth mindset

Agar tidak terjebak sistem pendidikan negeri ini, sebaiknya orang tua perlu membuat kurikulum pendidikan sendiri untuk anaknya, tentu menjadi tantangan mendidik generasi Z atau alpha ke depannya. Zaman sudah berubah dan problematika semakin kompleks sehingga mungkin tidak bisa lagi di-handle dengan cara-cara lama. Jadilah driver yang menentukan arah, membawa penumpang-penumpangnya ke tempat tujuan dan mengambil resiko.
"Kalau kita mau hidup enak, ya kita harus belajar terus, tidak boleh ada tamatnya meski tidak ada ijazahnya." - hlm. 187
"Learning itu gabungan dari relearn dan unlearn." - hlm. 191
"Kalau kita berani melewati jalan tidak nyaman, lambat laun kita pun bisa meraih kemahiran. Kalau sudah mahir dan nyaman, jangan lupa cari jalan baru lagi. Seorang climber, kata Paul Stoltz terus mencari tantangan baru. Dia bukanlah a quiter atau a camper." - hlm. 192
It took me a while to finish reading this book. Beberapa poin penting dalam buku ini mengingatkan kembali hal-hal yang pernah disampaikan pemateri career class. Memberikan perspektif baru untuk menjadi generasi tangguh, tidak mudah rapuh karena tekanan.

Jumat, 08 Mei 2020

Sharia investment that I ever tried

I start to write this because someone drop "sharia investment" topic in my question box five days ago. Haha. Truthfully, I still learning about investment, especially sharia investment. Disclaimer, I didn't have any Economics background, so the story onward will be my personal experience. Don't get your expectation high :p

First thing first, before you start to invest somewhere, make sure you have prepared emergency fund and insurance according to your needs. Then, specify your financial goals and know your risk profile: your risk appetite and risk tolerance. Simply, seberapa ingin menerima resiko (personality, experience, knowledge) dan seberapa besar kapasitas menanggung resiko tersebut (assets, liquidity, number of dependents).

You can choose any investment instruments based on your short or long financial goals and your risk profile. From my basic knowledge of sharia investment, the purpose of its investment to earn halal profits in strict conformity with the precepts of Islamic sharia. The investments must free from riba', uncertainty (gharar) and gambling (maisir).

Don't worry to much as a beginner, there are already custodians to help you review some sharia investment instruments, such as Dewan Syariah Nasional MUI, OJK, Dewan Pengawas Syariah, and Bapepam. Yet, you still need to learn sharia investment terms (e.g. mudharabah-profit sharing, musyarakah-partnership, murabahah-cost plus). In addition, maybe you need to know how to read financial statements.

Learning need a process, step by step. Do not rush, take your time. Better knowing first, before start an investment. Before I started, I learn from many sources, almost six months before my very first investment. Haha. Mostly, from so well-known financial advisor account @jouska_id. I also try to read books, read news about Economics or Business. Recently, I like to listen some podcasts and following @bigalphaid. You can explore and getting insight from everywhere, if you want.

For short financial goals, I try a very low risk investment: governments bonds, called Sukuk Tabungan and Sukuk Ritel. You can go to Kemenkeu website to explore what it is, what akad being used, etc. or explore accounts that I mentioned before. They have already discussed the topic. Be curious, please. I started from small amount, but I feel happy every month got (small) coupon share this past year, even that only cover my phone bills. Haha. Growing mindset of investment that matter the most, beside to help government :p

Next, one level above, you can try some called sharia mutual fund (reksadana). You entrust your investment to investment managers. I never tried it before, there is nothing I can tell you. I will skip it into sharia stock. There are many emitens, you can explore the list on Daftar Efek Syariah OJK, will be updated every semester. I am a type of saving in stock. In this pandemic period, I paused. I am on "wait and see" mode. Poor my bleeding portfolio. I will see you later, when the season changed maybe, when everything seems better. Wkwk. If you are trading person, you can utilize Sharia Online Trading System (SOTS). Stock investment offers high return, but remember it's full of high risk. Don't try it, if you can not bear that risk, especially with the possibility of a recession.

Last, I've tried some agriculture investments on tanijoy.id. Purely because my personal reason, I like agriculture sector, partly come from my childhood. The story to help farmers impressed me. There are some projects that you can choose to invest, go check their website if you are interested. Investment period varies depend on commodities you want to invest. Return of investment will be divided, mostly for farmers. You can check the expected ROI in every investment details.

Okay, that's all from me. Let me remind you, this posting not part of any endorsement haha just sharing my little experieces. Hopefully, it will be usefull for you that wanna to start sharia investments. If you have any questions, comments or any experiences related, just drop it in comment  below or feel free to contact me. Thanks for reading.

Kamis, 31 Oktober 2019

Perjalanan Samtama

It's been a long time. Semburat jingga masih malu-malu dibalik jendela, suatu sabtu pagi di depan Jalan Sudirman terlihat salah satu petugas oranye tengah beraksi. Ada yang lebih pagi sudah mulai bekerja, ada yang mengambil peran agar jalanan terlihat lebih bersih. Kemudian tergerak dengan ikhlas membuka laptop pagi itu. Tidak ada salahnya (sesekali) menambah jam kerja sukarela di weekend, sebelum memulai serangkaian agenda yang lain.


Minggu berikutnya mendapati postingan di atas, tagline-nya menarik, sampah tanggung jawab bersama, indeed. Pada kalimat penutupnya ditawarkan perjalanan menuju TPST Bantargebang, untuk merasakan kondisi nyatanya, sekaligus belajar bagaimana cara memilah sampah yang benar, mengolahnya, membuat kompos sendiri, mendaur ulang, dan disadarkan apa jadinya kalau sampah tidak diolah dengan benar.

Kemudian saya memutuskan mendaftar, meskipun tak berhasil mengajak satu teman pun, hingga menjelang batas akhir pendaftaran. Salah satu pertanyaan yang menggelitik adalah motivasi bergabung dalam perjalanan Samtama. Selain yang tertulis, there are another reasons that I keep. Haha. Salah satunya yaitu penasaran dengan setting Aroma Karsa, ingin mencoba sekelebat merasakan menjadi Jati. Masih tidak habis pikir, warung di sana pun benar-benar ada.

perhatikan bagian tengah di zona 3 ini

Sabtu, 15 Juni 2019

BukaTalks: Questions of Life

Sebulan lalu (11/05) menghadiri acara BukaTalks sekaligus buka bersama teman sefase bertumbuh. Berawal dari ajakan yang tumben tidak dadakan, saya pun berpartisipasi karena ada penulis "Filosofi Teras" menjadi salah satu pembicaranya. Buku yang masuk wishlist, menunggu bacaan habis dulu baru pinjam. Wkwk. Okeskip.


Najelaa Shihab. Korban pendidikan yang memilih berdaya, mengambil peran untuk pendidikan Indonesia. Proses belajar mengajar cenderung masih sama dari zaman ke zaman, yang hanya mengikuti kurikulum, tanpa tau dan memikirkan relevansi terhadap tujuan hidup. Padahal sebenarnya sejak lahir anak sudah merdeka belajar dengan banyak bertanya. Namun, fitrah anak untuk selalu bertanya dan berekspresi itu dimatikan karena pola pendidikan.

Ciri-ciri orang yang merdeka belajar:
1. Punya komitmen dengan tujuan; murid jarang memiliki pemahaman yang utuh, tujuannya sebagian besar hanya nilai atau peringkat
2. Mandiri; yakin punya kendali pada apapun yang terjadi pada dirinya.
3. Berani berefleksi; murid jarang mencari feedback, padahal perlu berkolaborasi dengan orang lain.

#semuamuridsemuaguru, semua diri kita menjadi murid sekaligus guru. Mari mengambil peran untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik kedepannya.


dr. Jiemi Ardian. Psikiater yang cukup sering tweet-nya mampir timeline meskipun tidak saya follow. Bahasan self awarness menarik minat jiwa-jiwa yang terpapar vulnerability belakangan ini, termasuk saya mungkin (#eh) yang masih belajar meregulasi emosi.

Topik yang disampaikan dr. Jiemi kemarin terkesan ilmiah, namun mudah dicerna. Dibuka dengan kisah salah satu pasiennya yang kemudian dikaitkan dengan konsep definisi: sehat; mental dissorder. Berdasarkan sebuah penelitian, bahagia hanya dipengaruhi 10 persen oleh faktor-faktor/kejadian luar seperti stress, kehidupan, masalah; 50 persennya genetik/nasib yang tidak dapat diubah; sisanya 40 persen dipengaruhi respon internal kita.

Minggu, 10 Februari 2019

(basic) financial planning

Empat bulan sudah memantau keuangan diri sendiri. Pengeluaran membengkak akibat (antara) dua hal: goods or traveling. Keseringan jebol dalam nominal yang (mungkin) tidak wajar bagi sebagian orang. Kemudian neraca isinya jiwa dan memori yang bahagia. Duh. Middle income trap. YOLO? FOMO? Mari mulai memperbaiki mindset. Income naik, upgrade aset dulu baru upgrade life style.


Kemarin (09/02) tidak sengaja mengikuti sesi "Smart Financial Planning for Millennials" di atamerica. Bagi yang berminat menonton rekaman video-nya, silakan klik link-nya. Lumayan menambah wawasan dasar bagi pemula yang tertarik belajar financial planning. Intinya "how to manage your spending, not your income".

Why consumerism? Seringnya karena peer pressure; insecurity; industry.
Money problem nowadays? Feeling lack of income; difficulity paying debt; no saving; do not understand about: insurance, investment, future needs, how to manage wealth.


Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda, minimal mengerti bagaimana prioritas mengatur keuangan pribadi. Mulai menentukan financial goals: short term, medium term, dan long term. Salah satunya tentu ingin mencapai financial freedom, misal agar tidak mengalami kesulitan keuangan dengan mulai mempersiapkan emergency fund dan pension fund.

Beberapa tips: disarankan saving dulu baru spending, manfaatkanlah fitur auto debet setelah terima income. Produk investasi disesuaikan dengan financial goals, manajemen resiko, dan budget. Misal untuk jangka pendek lebih aman dengan reksadana atau obligasi; saham sifatnya volatile, return tinggi risk tinggi. Kemudian lakukan rebalancing, sesuaikan dengan kebutuhan yang ada seiring bertambahnya usia.

Mari berbenah. Kurangi spending buat life style. Tambah saving atau investment. Semakin awal memulai lebih baik. Starting it somewhere. Demi menghindari financial report yang makin lama dilihat makin miris.

Senin, 16 April 2018

Supermentor22: Resep Sukses, Life Skills dan Etos Kerja untuk Generasi Abad 21


Edisi hadir terdadakan di #supermentor22. Baru mendaftar H-3 jam acara. Semula tidak berencana mendaftar karena tempat acara terbilang jauh di kota hujan. Lalu ada penggemar Kang Emil yang tiba-tiba mengajak. Setelah mengecek link pendaftaran, ternyata tiket masih available, saya pun akhirnya memutuskan beranjak.

Perjalanan kereta stasiun Tebet-Bogor memakan waktu lebih dari satu jam. Lalu dari stasiun Bogor ke tempat acara ditempuh sekitar setengah jam, pengaruh macet dan tentu saja hujan. Sangat ramai yang hadir. Saya tidak mengira bahwa venue yang digunakan tidak seluas biasanya. Well, dapat dipastikan bagi yang baru menuju tempat acara hampir jam 7 malam—setelah sholat dan window shopping—tidak dapat kursi.

baru kali ini berdiri...

Berdiri untuk dua jam kedepan tentu tidak nyaman. Alhasil nekat lesehan di lorong bersama rombongan yang lain. Antusiasme peserta yang datang kali ini dua kali lipat kapasitas venue. Barangkali panitia perlu memberi batasan jumlah peserta yang mendaftar agar tidak ada peserta yang sudah jauh-jauh datang tidak bisa masuk.
"Semua orang punya sesuatu yang istimewa dalam dirinya." - @dinopattidjalal
Generasi muda tidak boleh dogmatic (kaku dalam berpikir). Be open minded! Dalam dunia yang penuh kompetisi, learn to love to compete. Jangan kejar harta, jabatan, kekuasaan, tapi kejarlah kepercayaan, prestasi, dan reputasi. Kompetensi lebih penting dari ijazah. Skill adalah aset yang terpenting, beberapa contoh skill: bahasa, networking, leadership, dan presentation.
sukses = persistence + grit (tidak pernah menyerah)
Bedakan hobi, job, karir, dan impact. Usahakan dalam berkarir, mempunyai impact terhadap lingkungan atau masyarakat sekitar kita. Bedakan cerdik, cerdas, dan bijak. Cerdas berarti tahu A, B, C; cerdik adalah aplikasi cerdas; sedangkan bijak tahu prioritas dan bisa melihat hingga sepuluh step kedepan. Dream? Bedakan aspirasi, ambisi dan visi. Aspirasi merupakan tujuan hidup. Ambition is the next step of aspiration. Ambition is good, bukan sesuatu yang negatif, become your best. Lalu, vision is the next step of ambition.
"Achievement is one thing, but fulfillment is what makes you happy and blessed." -
@dinopattidjalal

Sabtu, 31 Maret 2018

Museum MACAN

The Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern dan kontemporer. I just knew CEO-nya sangat muda, setelah membaca artikel dalam majalah salah satu maskapai penerbangan edisi Maret.

Let's going back to how I came to the museum. There was a childhood friend of mine who was trained in Jakarta. She wanna go to the museum and yeah tentu saja saya tidak menolak. Janjian berangkat pagi-pagi di weekend jarang berhasil memang. Ditambah drama ketinggalan bus transjakarta. Wkwkk. Fyi, museum ini bisa ditempuh dari Bidara Cina dengan mengambil rute ke Harmoni, lalu transit dan mengambil rute Lebak Bulus, turun di halte Kebon Jeruk BPK 6. Waktu tempuh total sekitar 1,5 jam.

Kami tiba di Gedung AKR ketika matahari sudah lewat di atas kepala. Kami pun langsung naik menuju level MM dan mengantri untuk membeli tiket museum. Antrian cukup panjang. Jika kalian minat berkunjung ke museum ini, baiknya beli tiket online dulu dan pilih jam paling pagi. Sistem masuk museum per dua jam, kami kebagian tiket jam 14.00-16.00. 

Beginilah antrian mengular masuk museum

So, mulai mengantrilah misal setengah jam sebelum jam yang tertera di tiket, apalagi weekend. Makin pagi makin baik, agar tidak tenggelam dalam lautan antrian.

Museum ini menyuguhkan 90 dari 800 karya seni koleksi founder selama 25 tahun. Salah satu karya seni yang menjadi daya tarik pengunjung adalah "Infinity Mirrored Room". Kami memutuskan berkeliling dahulu sebelum mengantri (lagi) menuju karya seni favorit yang satu itu.

Sudut kontemplasi favorit
"There are so many naive people sacrificing for you, but you are still unhappy."

Minggu, 24 September 2017

Happy Little Soul

Judul: Happy Little Soul: Belajar Memahami Anak dengan Penuh Cinta
Penulis: @retnohening
Penerbit: Gagasmedia
Terbit: 2017
Tebal: 216 halaman

"Ndak apa-apa, itu namanya be-la-jar." Atau, "Sorry..." seru Kirana sambil tersenyum dengan tatapan mata teduhnya yang siapa pun pasti tak bisa menolaknya.

Please... Sorry... Thank you... adalah kata-kata tulus nan menggemaskan yang kerap disampaikan oleh Kirana ketika bermain. Baginya, belajar dari kesalahan is okay. Dan bagi Ibuk, dia justru banyak belajar tentang sabar dari sang anak, Mayesa Hafsah Kirana.

Life is an adventure. Cerita petualangan Ibuk dan Kirana di Happy Little Soul ini mengajak kita semua‒kakak, adik, orang tua, calon ayah atau ibu, dan sebagai apa pun perannya‒untuk belajar hal-hal sederhana mengenai kasih sayang dan belajar bersama mewarnai kehidupan dengan lebih baik.
***
Buku yang saya pinjam dari seorang kakak yang sebulan lalu telah menjadi ibu. Tertarik baca buku ini karena flooding di timeline awal-awal tahun, I'm just curious. Saya bahkan belum follow Ibuk, seringnya mengklik kalau ada postingan Kirana muncul di explore aja. Ketika liat buku ini ada di rumah, izin pinjem sebagai teman perjalanan. Jujur, bukunya tidak terlalu gimana-gimana. Saya selesaikan dalam perjalanan ke Cirebon kala itu, berhubung harus dikembalikan ketika jadwal pulang berikutnya mendekat.

Ada hal-hal parenting sederhana yang bisa diambil contoh. Sedikit sudah pernah saya coba, ketika berbaur dengan anak-anak and it worked. Menanyakan apakah mereka senang bermain bersama kakak, menawarkan bantuan membereskan buku bersama setelah selesai membaca, men-encourage mereka ketika berhasil menyelesaikan sesuatu, mengajarkan meminjam barang dengan baik dan mengucapkan terima kasih setelahnya. Betapa menyenangkannya dunia anak-anak, tempat kita‒yang dewasa‒ bisa ikut belajar jujur mengekspresikan sesuatu, tanpa pretensi.

Ada tips-tips bagi (calon) ayah atau ibu, ada games dan resep kreatif ala Ibuk juga. Bagi yang berminat belajar parenting, buku ini bisa dicoba. Ringan kok bahasanya. Sayang, kadang ada paragraf yang redundant, mengulang-ulang untuk menjelaskan ide yang sama. Well, harap dimaklumi basic Ibuk bukan penulis, melainkan full time mother. Bagi yang ingin melihat betapa menggemaskannya Kirana, mampir aja ke akun ig Ibuk. Mana tau ikut terinspirasi segera menjadi ibu *eh.

Kamis, 17 Agustus 2017

a (real) night at the museum


Last night, I and one of my friend went to Museum Perumusan Naskah Proklamasi or well known as Rumah Laksamana Maeda at Imam Bonjol street 1. Mengunjungi museum pada malam hari sungguh berbeda dari siang hari. Jika tidak ada event KHI (re: Komunitas Historia Indonesia), mungkin tidak akan ke sana tadi malam. Hari itu ada rapat hingga malam dan besok paginya apel. Benar-benar nekat. Beruntung dibuat tidak menyesal, walaupun harus menahan kantuk yang melanda.

Acara dimulai jam sembilan malam, kami baru sampai. Antrian registrasi masih mengular dan kami tidak sengaja bertemu adik-adik angkatan. Penting memang meninggalkan attire sejenak jika tidak ingin terdeteksi :v *abaikan

Oh iya, ini memang bukan kali pertama saya ke museum. Jika ditambahkan pada malam hari, iya, museum ini yang pertama. Museum Sejarah Nasional di bawah cawan Monumen Nasional menjadi yang pertama saya kunjungi. Setelah itu, diajak tour museum oleh seorang teman, yang pada akhirnya tidak pernah beranjak dari kata wacana. Selanjutnya ke Museum Nasional Indonesia dengan teman-teman yang berbeda dalam rangka Jakarta City Tour kala itu. Lalu, dua bulan lalu (18/06) mulai ikut kegitan KHI dengan tema Jelajah Jejak Arab di Batavia. Fascinating, saya menemukan bahwa belajar sejarah bisa semenyenangkan itu. Guide yang mengerti sejarah benar-benar membantu, membuat ingin belajar lebih banyak lagi. Dulu ketika masih sekolah, I always said history is not my cup of tea.

Tadi malam belajar lagi peristiwa-peristiwa penting menjelang perumusan naskah proklamasi. Mulai dari lumpuhnya Jepang setelah pengeboman Hiroshima Nagasaki, pengasingan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok, perjuangan Ibu Fatmawati mencari kain hingga menjahit bendera merah putih pertama kali, hingga Sayuti Melik mengetikkan naskah proklamasi. Sungguh kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan keringat, darah, dan nyawa. Kita sekarang pun perlu mengisi kemerdekaan dengan berjuang: berjuang melawan lupa, hilang ingatan sejarahnya.
"bangunlah jiwanya, bangunlah badannya"
Kita tidak bisa sampai pada kondisi sekarang tanpa bambu runcing. Mari manfaatkan momentum introspeksi. Sudah tercapaikah cita-cita bangsa? Apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini? Kita memang berbeda-beda, jangan individualis, jadilah sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat.

Mari merayakan kemerdekaan dengan belajar sejarah, mengenal para pahlawan, mengenal perjuangan mereka, mendoakan mereka, mengapreasiasi mereka, hingga kita bisa meneruskan cita-cita mereka, bukan dengan hura-hura. Apakah lomba balap karung, makan kerupuk, atau lari bawa kelereng di atas sendok akan meningkatkan kecintaan pada Indonesia?
"cintai sejarah, supaya kita bisa lebih mencintai Indonesia"
Another shot. Have you ever got different feeling when sang national anthem, Indonesia Raya? Menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak pernah sama lagi. I don't remember exactly from when. Mungkin ketika menyanyikan lagu tersebut sesaat sebelum turnamen internasional di Gelora Bung Karno. Atau mungkin ketika menyanyikan lagu tersebut di luar teritorial Indonesia. Ada perasaan jatuh cinta, bergetar, yang entahlah, tidak bisa dijelaskan dengan rinci sejak kapan atau karena apa. It's just happen.

Tadi malam menemukan hal yang menambah rasa bergetar menyanyikan Indonesia Raya. Lagu yang diciptakan W.R. Supratman ini ternyata memang lagu yang paling menggugah semangat. Lagu yang dinyanyikan pertama kali pada kongres pemuda ini, bahkan penciptanya tidak bisa menyaksikannya menjadi lagu kebangsaan karena beliau meninggal sebelum Indonesia merdeka. Sudah punya lagu ini di smartphone masing-masing? Kalau belum, silakan di-download terlebih dahulu atau kalau berminat dijadikan ring back tone seperti Kang Asep Kambali, founder KHI.


Overall, acara kayak tadi malam beneran worth to try, again. Menambah wawasan, menambah pengalaman, menambah teman pun. Sayang film dokumenter berbahasa Jepang kemarin tidak ada subtitle-nya. Jadi agak sulit memahami ketika tidak dinarasikan. Alhasil, lost focus sometimes. Sesi renungan kemerdekaan membuat saya benar-benar bangun malam itu. Thanks for remind me. The highlight, jelajah tengah malam peristiwa perumusan proklamasi kemerdekaan RI dimulai setengah satu dini hari. Our group guide (re: Rendy) did a good job. Terima kasih penjelasannya kak.
 "kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan sejarah?
Sekian cerita kali ini. Masih banyak hal-hal seru di museum ini, misalnya teks proklamasi tulisan asli Soekarno atau patung lilin Sayuti Melik yang mengetik naskah proklamasi atau bunker misterius di belakang museum. Sengaja tidak memberikan gambar spoiler :D Silakan menyempatkan diri berkunjung, belajar sejarah, mengenal para pahlawan pejuang proklamasi di sana. Tenang saja masuknya gratis, tapi tetap saja museum di sini sepi pengunjung. Kesadaran diri masing-masing sepertinya yang perlu ditingkatkan :)

Senin, 31 Juli 2017

poverty line is just a number

Garis kemiskinan sedang ramai diperbincangkan beberapa hari terakhir. Sayang, tidak semua cukup paham mengenai angka tersebut. Kita, apalagi awam, perlu berhati-hati menerjemahkan angka, apalagi angka nasional.

Garis kemiskinan itu pengeluaran per kapita, pengeluaran per orang. Tidak dibedakan daerah perkotaan atau perdesaan. Tidak dibedakan daerah sentra ekonomi atau daerah tertinggal. Tidak dibedakan pengeluaran anak-anak atau dewasa. Sehingga angka tersebut cukup wajar, pun mengingat lebar kesenjangan di negeri ini.

Garis kemiskinan dipakai untuk mengestimasi jumlah penduduk miskin. Kemudian muncul kesimpulan tahun sekian jumlah penduduk miskin bertambah atau berkurang. Lalu, orang-orang mulai banyak berspekulasi dan sedikit memberi solusi.
What you can do to END poverty?
Kita bisa (sedikit) berkontribusi dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ada tiga poverty terminator, yaitu (1) pendidikan, misal dengan ikut serta mengajar anak-anak dari keluarga kurang mampu atau menyediakan perpustakaan keliling agar meningkatkan minat baca mereka; (2) pro poor technology, misal dengan andil membangun BTS di daerah terpencil, memperbaiki jalan menuju sekolah atau puskesmas; (3) enterpreneurship, membagi semangat positif.
Do you believe zero poverty can be achieved?
Say yes guys, be positive! We can make small contribution. Learning something new for better tomorrow. Make human more productive (in education and health). Improve technology and infrastructure. Create jobs. Equality in opportunity. Keluarga miskin harus mampu menikmati pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan, sanitasi, air bersih, etc.)
Can we be the first generation in human history to abolish extreme poverty?
- Yes, we can.
Bisakah kita menjadi generasi pertama dalam sejarah umat manusia yang menghapuskan kemiskinan ekstrim? Mengentaskan kemiskinan sesuatu yang berat, tetapi bisa dilakukan. Tidak hanya membutuhkan dana, tapi juga pemikiran. Perlu pembelajaran, perlu kita semua untuk melihat, meneliti, mengawasi, dan memberikan laporan. Mari gotong royong membangun Indonesia :)

Inspired by #supermentor16 End Poverty, October 17, 2016

Kamis, 11 Mei 2017

Festival Ikut Bekerja

 
So excited waktu mendapat email H-4 acara #FIB2017. Betapa menunggu-nunggu acara semacam ini setelah merasakan euforia FGIM 2013 lalu. Jika berminat membaca ceritanya, silakan klik di sini.

Belakangan sudah mulai terasa sulitnya mencari teman main, mungkin efek memasuki dunia kerja, beberapa punya kesibukan masing-masing dan sulit menyesuaikan jadwal. Beruntung masih ada temen yang ayuk aja diajakin H-2, temen yang ayuk aja juga H-hitungan jam diajakin nonton Guardian of Galaxy vol. 2 wkwkk. Terima kasih telah menyelamatkan weekend saya dua minggu lalu.

Back to #FIB2017. Kami ikut bekerja pada hari kedua (30/04). Acara kali ini bertempat di Mall Kota Kasablanka. Setiba di sana, sempat berkeliling dulu, menebak-nebak di sudut mana kah gerangan acaranya bermuara. Ketika menemukan, komentar pertama, wah sepertinya tidak seramai 2013, mengingat wahana yang disuguhkan juga hanya empat.

Hari itu kami tiba sekitar jam 11. Kami sudah daftar on-line untuk sesi jam 10.00-12.00, akan tetapi belum transfer. Jadilah daftar on the spot lagi, ambil sesi jam 12.00-14.00. Setelah makan dan sholat zhuhur kami pun merapat ikut bekerja.

Makin siang peserta terlihat makin ramai. Wahana pertama yang kami sambangi keping pedia. Di wahana ini kami membuat semacam puzzle yang pada bagian belakangnya ditulisi pesan semangat. Saya ingat membuat puzzle bertema alat musik tradisional Indonesia, yang ditujukan untuk adik-adik rumah baca di suatu tempat yang saya lupa haha :x Tidak memakan waktu lama di wahana ini, kami pun ke wahana selanjutnya.

Yak, surat semangat! Wahana favorit saya, menuliskan surat atau lebih tepatnya membalas surat secara random untuk adik-adik yang telah berkirim surat untuk kakak-kakak relawan #FIB2017. Saya berkesempatan membalas surat dari Bunga Lestari, SDN 57 Ketam Putih, Bengkalis. Salam kenal, dik. Kapan-kapan, jika memang ada kesempatan, akan menyenangkan bisa berkunjung ke desa dan sekolah yang katamu indah :)

Setelah selesai membalas surat, sudah hampir jam 14.00. Di awal, kami mendaftar ikut wahana ular tangga di sesi berikutnya. Kami pun merapat ke panggung utama, ikutan flash mob, can't stop the feeling, sambil menunggu peserta wahana ular tangga berkumpul. Seperti apa wahana ini, I don't really know. Berhubung partner minat ikut, jadilah ikutan juga. Wahana ini berkelompok, waktu itu kelompok diacak berdasarkan warna baju, lalu tas, terakhir tahun lahir pfft. Sekilas gambaran wahana ini mengunjungi pos-pos yang merepresentasikan hint, pos nomor berapa sesuai hasil kocokan dadu, di tiap-tiap pos akan ada tantangan yang perlu diselesaikan.
Kelompok kami hanya berempat, mendapat nomor dadu 1. Semua buram dengan hint pos 1, sudah menjelajah lantai LG Kokas, berputar-putar dua kali, tapi tak kunjung menemukan pos yang merepresentasikan pendongkrak ekonomi Indonesia. Can you tell where is it in a Mall? We are clueless, sampai-sampai belanja di Carref*ur wkwkk. Fasil pun mendapat laporan bahwa ada peserta tersesat menemukan pos sehingga fasil menunggu di depan pos sambil bawa bendera mini. Selamat! Habis bayar di kasir kami pun menemukan fasil :D Kokas in weekend is no joke. Ramainya, sudah kayak cendol someone said.

You know what 'pendongkrak ekonomi Indonesia' looks like? UMKM saudara-saudara. Kebayang dong gimana susahnya mencari kumpulan UMKM di Mall. Hahaha. Ternyata lagi ada pameran kerajinan gitu di Kokas. Task di Pos 1, mencari dan menyebutkan toko di mana benda-benda yang disebutkan fasil berada. Kakak-kakak di kelompok kami sangat bersemangat setelah tersesat, wkwk, kami pun sukses mendapat kata kunci di pos ini, yakni Sabu Raijua.

Next, we move to Pos 6, di lantai 2, hint amazing world. Kami menemukan wahana bermain amazing, tapi tidak menemukan fasil dengan bendera mini. Ternyata fasilnya ada di depan wahana dekat eskalator. He said something really 'nice' after we met. Karena Pos 6 ada ularnya, jadi di pos itu tidak ada games, hanya mengambil kartu untuk turun ke pos berapa, wkwk. Kami pun menuju Pos 4 dengan hint kopi+kimchi+eskalator di lantai UG. Tidak sulit menemukannya karena sudah cukup familier dengan tempat makan di Kokas. Lagi-lagi fasil berada dekat eskalator daaan pos ini juga ada ularnya haha poor us. Sebelum ambil kartu turun ke pos berapa disuruh buat yel-yel dulu minimal 15 detik. Random banget lah. We got the feeling, yeah, ikut bekerja, let's dance dance dance, ikut bahagia, let's dance dance dance!

pejuang ular tangga

Kami pun turun lagi, ke Pos 2, pintar, cerdas, pandai di lantai LG. Sungguh ya, wahana ular tangga ini semacam energy drain. Walau sudah terbiasa keliling mall sekedar cuci mata atau belanja, tetep aja pegel bo. Naik turun eskalator. Menjelajah sana sini demi mencari Pos. We already know, di mana Pos 2: genius. Di sana ada game menyusun sepuluh files holder dalam satu menit. Kami gagal pada pos ini sehingga turun lagi ke Pos 1. Bertemu fasil yang sama, main game yang sama, mendapat kata kunci yang sama, dan dengan kebaikan hati fasil kami boleh lempar dadu lagi ketika dapat angka 5. Wkwk. Naiklah kami ke Pos 7, flormar di lantai UG.

Pos 7 ternyata tempat jualan kosmetik. Ada game pesan berantai di sana, dan peserta yang mendapat pesan terakhir diminta menyusun aneka kosmetik hasil pesan berantai. Berada di ekor rada-rada burdensome. Ingatan kuat tapi tak familier dengan kosmetik, ya podo wae, ketuker-tuker jadinya, wkwk. Berada di kepala juga walau familier dengan kosmetik bisa tertipu dengan aneka produk yang bentuknya membingungkan. Walhasil kami tetap mendapat kata kunci: Majene. Karena sesi ular tangga hampir berakhir, kami pun berhenti sampai di sana. Melihat-lihat kosmetik dan cerita-cerita dengan fasil.

Agak sedih melihat sedikitnya peserta laki-laki seloroh seorang fasil. Saya pun mengiyakan dalam hati. Mungkin bisa dibilang bisa dihitung jari loh. Entah apa yang terjadi. Sempat bahas rasio laki-laki perempuan Indonesia juga masih 101, lalu menyerempet ke mas alah jodoh. Pfft. Tenang jumlah laki-laki masih lebih satu diantara seratus perempuan. Jodoh pasti bertamu they said. Haha. Mengenai rasio laki-laki perempuan itu menyebar untuk semua range umur dan tempat gaes. Sepengetahuan saya, jumlah bayi laki-laki memang lebih banyak dibanding bayi perempuan. Namun, katanya perempuan cenderung dapat bertahan hidup lebih lama dibanding laki-laki. So, melihat rasio laki-laki perempuan saja tidak cukup, mesti dirinci hingga kelompok umur menurut hemat saya.

Well, sejujurnya dulu laki-laki kok yang share event FGIM 2013 hingga muncul di laman saya. Perkara sedikitnya peserta laki-laki sekarang, entahlah. Mungkin jika tahu ada Raisa tampil di acara sebelah bakal lebih banyak yang mampir ke Kokas :p Tapi, saya percaya masih banyak laki-laki baik di luar sana, laki-laki yang tidah mudah tergoda harta, tahta, dan Raisa :p So, jangan pernah lelah memperbaiki diri wahai perempuan baik. Okeskip.
Next, kami memasuki wahana terakhir, kotak cakrawala. Di wahana ini juga berkelompok sekitar enam orang. Akan ada fasil yang memandu buku-buku apa saja yang perlu kami kumpulkan untuk dikirimkan ke adik-adik penjuru nusantara yang membutuhkan. Buku beragam, dari buku mewarnai, buku cerita, novel, hinnga buku pelajaran. Butuh effort ekstra ketika memasukkan buku dalam kotak. Ratusan buku harus dimasukkan, untung punya satu man power :p

ikut bekerja, ikut bahagia :)

Senin, 19 Desember 2016

Accuracy

Teknologi yang semakin maju tentu perlu dimanfaatkan, salah satunya dalam proses pengumpulan data. Ketika proses pengumpulan data masih menggunakan kuesioner kertas, petugas yang berbeda harus mengentry kuesioner tersebut agar bisa diolah. Ada celah yang dapat menimbulkan human error, misalnya salah entry. Hal ini cukup fatal mempengaruhi kualitas data yang dihasilkan.

Salah satu cara meningkatkan kualitas data dapat dilakukan dengan menggunakan computer-assisted personal interviewing (CAPI). Ketika mencacah, petugas dibekali gadget, lalu hasil wawancara langsung dientry di tempat dan dikirim ke server. Menurut hemat saya, hal ini cukup efektif.

Bulan lalu saya terlibat suatu survei uji coba yang telah menggunakan CAPI. Survei penilaian integritas. Survei ini bersifat self assessment, sehingga responden mengisi kuesioner sendiri pada gadget yang telah disediakan. Proses pengumpulan data menjadi jauh lebih mudah. Namun, masih ada hal yang membuat data kurang akurat, yakni pemahaman responden terhadap pertanyaan kuesioner. Kadang ada beberapa responden yang inisiatif bertanya, tapi lebih banyak responden yang mandiri menjawab pertanyaan. Rasa-rasanya ingin mengoreksi ketika responden keliru memahami pertanyaan negatif atau ketika responden keliru memahami pertanyaan yang belum tuntas dibaca. Namun, petugas lapangan tidak berkenan mengoreksi jawaban yang telah diisi responden. Begitulah kelemahan self assessment. Jadi menurut saya, ada baiknya CAPI tetap dilengkapi dengan wawancara pencacah.

Jumat, 02 Desember 2016

212

Source: twitter.com

Masya Allah. Bohong kalau hati ini tidak bergetar. Merinding. Terharu. Walaupun tidak ikut turun ke jalan. Melihat peserta aksi damai ini berjalan kaki sepanjang jalan menuju kantor saja sudah amazed, apalagi mendengar ada peserta aksi damai yang berjalan dari Ciamis.

I really want to say something, since 411. As a Muslim, I'm sad and offended. Tidakkah kamu tersinggung ketika ada orang asing menuduhmu dibohongi satu ayat dalam pedoman hidupmu? Apakah kamu merasa biasa-biasa saja? Silahkan dicek kadar imannya masing-masing wahai saudara-saudari.

Sedih kadang melihat teman (terutama muslim) yang malah nyinyir. I really want to unfriend or unfollow him/her immediately. Tapi ya, atas dasar pertemanan, tetap kupertahankan. Mungkin mereka hanya belum paham. Mungkin mereka hanya belum mengerti. Kalaupun tidak ikut turun ke jalan, setidaknya bantu doa lah. Semoga para mujahid senantiasa dilindungi Allah SWT. Remember, doa adalah senjata terkuat orang mukmin.

Di luar banyak kontroversi media masa, ketahuilah, aksi damai bela Al Quran 212 ini bertujuan mengetuk pintu langit, bukan mengetuk pintu istana negara. Jutaan orang memadati Masjid Istiqlal, Silang Monas, Bundaran HI dan sekitarnya. Luar biasa. Tak ada uang sebanyak apapun yang bisa menyatukan mereka kalau bukan karena iman di dalam dada.
"dan yang mempersatukan hati-hati mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati-hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati-hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Anfal: 63)
Allahu akbar! Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Masihkah dirimu meragukan firman-Nya? Masihkah dirimu berpikir ini aksi politik untuk menggulingkan pemerintahan seseorang? Masihkah dirimu memihak orang asing yang menuduhmu dibohongi ayat suci Al Quran? Think again, please.

It's fascinating. I'm happy seeing people in white, walking toward Monas, though I late today. Menyaksikan orang-orang berbondong-bondong, my little heart wanna participate. Want to be part of this history. But, I guess I should be satisfied just to be a witness. Sejarah shalat Jumat dengan jamaah terbanyak. Masya Allah

Rabu, 22 Juni 2016

Parent as Teacher

Dua hari yang lalu menghadiri acara seminar parenting atas permintaan kakak tercinta. Beberapa minggu yang lalu sempat membelikan buku dengan penulis yang merupakan pembicara seminar tersebut, Abah Ihsan Baihaqi. Bisa dihitung dengan jari calon ayah/bunda yang menghadiri acara tersebut di tengah jam kantor dan ya, aku salah satunya. Haha. Kinda embarrassing, but after that seminar, I think parent-to-be must attend that kind of seminar as often as possible, seriously.
"Jadilah orang tua betulan, bukan karena kebetulan."
Jangan ketika punya masalah dengan anak baru belajar. Sebelum memutuskan mempunyai anak, you must be well prepared. Seorang anak tidak bisa memilih dilahirkan dari orang tua seperti apa, tapi kita bisa memutuskan akan menjadi orang tua seperti apa bagi anak kita bukan? Setiap anak lahir dengan fitrah, dengan bibit kebaikan, seperti jujur, mandiri, kreatif, patuh, disiplin. Tugas kita sebagai orang tua perlu memelihara dan menjaganya.

Setiap anak lahir dengan fitrah, tergantung orang tua bagaimana ia dibentuk. Hal-hal negatif seringkali terjadi karena orang tua tidak sadar atau tidak sengaja dalam mendidiknya. Misalnya, orang tua yang sering tidak tega, tidak tegas, dapat menyebabkan anak tidak mandiri. Orang tua yang malas menjaga ketika anak bermain, sering melarang ini itu, dapat menyebabkan anak tidak kreatif.

Kenapa kita perlu belajar?
Pertama, karena Allah, perintah pertama adalah belajar.
Kedua, karena zaman telah berubah. Dulu orang tua tidak punya kompetitor. Anak tidak punya benchmark untuk membandingkan berbagai informasi. Dulu anak yang dilepas begitu saja tanpa arahan orang tua akan baik-baiknya. Sekarang? Lihatlah generasi milenium sekarang akibat kotak-kotak berteknologi tinggi (re: smartphone, TV, tablet, etc). Apakah anak-anak sekarang akan tumbuh baik-baik saja tanpa arahan orang tua? Absolutely not, rite?

Menjadi teladan dapat menjadi salah satu cara mendidik anak. Namun, itu saja tidak cukup untuk membentengi anak dari pengaruh lingkungan. Berikut beberapa tips dari Abah Ihsan kemarin.

1. Semua orang tua wajib punya ilmu/skill.
"Tidak ada anak yang sejak lahir berniat menghancurkan hidupnya, yang ada orang tua yang gagal mendidik anaknya."
Orang tua yang harus lebih kuat mempengaruhi anaknya agar tidak ingin anak terpengaruh lingkungan. Orang tua perlu membuat SOP berupa aturan atau batasan ketika berlebihan. Tindakan berlebihan anak perlu dilarang jika: mencelakakan diri sendiri, merugikan orang lain atau melanggar hukum. 

Jangan menjadi orang tua yang otoriter. Ajarkan konsep kepemilikan dulu, baru ajarkan konsep berbagi. Tidak ada gunanya memaki-maki, doakan.

2. Sering-sering ajak anak curhat.

Ajak curhat setiap hari, terutama ketika anak beranjak remaja. Curhat di sini bukan orang tua yang ceramah, melainkan anak yang bercerita. Buatlah suasana agar anak tidak segan untuk bercerita. Hal ini akan membuat anak jauh dari kenakalan.

3. Luangkanlah waktu.
Tidak ada pendidikan tanpa waktu. Minimal tiga jam dalam sehari bersama anak. Misal, jam 18.00-21.00 disconnect. Gunakan tiga jam tersebut untuk 3B: bicara, belajar, bermain. Waktu tersebut bisa digunakan untuk Qur'an time, story time, etc. 
"Jangan meminta dividend pada anak jika kita tidak mau berinvestasi."
Noted. Seminar kemarin benar-benar menginspirasi. Apalagi ditambah cara Abah Ihsan menyampaikannya. Mudah dicerna dan menyenangkan. Boleh lah nanti ikut program Abah Ihsan yang lain wkwkk. Mari kita sama-sama belajar menjadi calon orang tua betulan, bukan kebetulan :D

Minggu, 03 Januari 2016

Lautan Langit


Judul : Lautan Langit
Penulis : Kurniawan Gunadi
Penerbit : CV IDS
Tebal : 208 halaman
Terbit : September 2015

Buku ini buku kedua masgun setelah Hujan Matahari. Berhasil menepati janji membaca buku ini setelah 'urusan' yang satu itu beres. Oktober-November-Desember tahun lalu benar-benar bulan yang sibuk. Yep, sibuk menata hidup pascasarjana :p

Okay, back to Lautan Langit. Ah, cover buku ini bikin kesemsem sejak pandangan pertama. Pengen ikutan preorder, tapi entah kenapa waktu itu sampai kelewat.
Bisakah kesabaran kita seluas lautan? Bisakah hati kita sejernih langit?
Baca kumpulan cerita dalam buku ini siap-siap baper terus ya. Tiap mantengin tulisan masgun di tumblr pun. Walaupun udah pernah baca tulisan yang sama di tumblr, tetep aja ada rasa yang berbeda ketika dibaca ulang dalam bentuk buku, ketika dibaca ulang di waktu yang berbeda. Mungkin emang perlu memperkaya koleksi genre buku semacam ini deh, biar kaya akan rasa dan pemahaman baik.
Ada yang diam-diam berusaha mewujudkan impianmu.
Kali ini Lautan Langit dibagi dalam tiga bagian: Pagi, Siang, Sore. Bahasanya ringan, sederhana khas masgun. Memberikan pemahaman tanpa kesan menggurui. Membuat kita kadang berhenti sebentar, berpikir, dan merefleksikannya dalam kehidupan kita. Pertanyaan-pertanyaan pun kadang sengaja dibiarkan menggantung agar kita berpikir keras mencari jawaban yang sekiranya pantas.
Apabila kamu mengetahui yang sebenarnya tentang orang yang tidak kamu beri kesempatan, apakah kamu akan berubah pikiran?
Pemahaman seseorang terhadap sesuatu tentu berbeda-beda. Kita tidak bisa memaksa orang lain mempunyai pandangan yang sama dengan kita. Jadi di akhir review ala kadarnya ini, I will give you some quotes. Perkara kamu membacanya atau tidak, itu pilihanmu.

Minggu, 22 November 2015

Thanks for not asking anything

Tidak semua yang kita miliki itu harus diumumkan. Tidak semua yang kita lakukan itu harus diberitahukan. Tidak semua.
Jadilah seperti gunung es di dalam lautan, yang terlihat hanya pucuk kecilnya saja, sedangkan di bawah, di dalam laut, tersimpan erat bagian raksasanya.
Jadilah seperti lautan dalam. Hening mengagumkan. Dan dia sama sekali tidak perlu menjelaskan betapa hebat dirinya.
- Tere Liye

Walaupun ada banyak pertanyaan di benak kalian, terima kasih sudah tidak bertanya apapun, sungguh. Ada hal-hal yang terkadang tidak bisa kuceritakan. Tidak bisa kujelaskan. When the right time comes, you will know, eventually.

Kamis, 29 Oktober 2015

Paspor: Aset yang Perlu Dimiliki Mahasiswa

Semenjak baca tulisan Pasport by Rhenald Kasali dan me-reblog-nya kapan hari, jadi tertarik bikin paspor. Udah lama pengen, tapi berhubung namaku di Kartu Keluarga kurang satu huruf, belum diuber deh bikin paspornya. Karena mengurus nama yang kurang itu ga gampang prosesnya guys, minta pengantar di RT dulu lah, trus ke kelurahan, ke kecamatan, baru ke kantor catatan sipil. Dulu, sebelum Juni 2015, katanya bisa langsung jadi KK-nya dalam satu hari kerja. Coba dari dulu ya ngurusnya. Agak nyesel juga baru bolak-balik kantor capilnya bulan ini, mana perlu cepet lagi. Duh. Demi ini nih aku pulang ke Banjarbaru.

Sebelumnya berkas-berkasnya udah diurusin orang rumah. Katanya empat hari kerja baru jadi. Galaulah pulang atau ga. Galau bikin paspornya di daerah atau di Jakarta aja. Fyi, untuk buat paspor, salah satu berkas yang perlu dibawa adalah KK asli. Kata kantor imigrasi sana, bawa surat keterangan aja namamu salah, tapi bokap keukeuh nyuruh balik, nyuruh ngurusin KK-nya dulu sampai bener. Sebagai anak yang baik, daripada nganggur belum ada kejelasan kegiatan habis wisuda, jadilah nekat pulang.

Orang rumah sibuk semua, jadi ya mesti mandiri ngurusin sisa urusannya. Senin itu pertama kali ke capil lagi (setelah bikin ektp), ngerasain rasanya ditolak. Kata ibu yang jaga loket, KK-nya ga bisa diambil lebih awal dari tanggal yang tertera. Aaaa. Pulanglah dengan tangan hampa. Sampai rumah disuruh menghadap ke kepala dinasnya langsung. Deg, yang bener aja, aku mah apa atuh? Tapi, tetep nurut, siang menjelang sore 'main' ke capil lagi. Ngeliat hectic-nya pegawai di sana mondar-mandir, suasana yang beda jauh sama tadi pagi. Kalo pagi yang riewuh antrian masyarakatnya. Karena ibu kepala dinasnya sibuk, alhasil aku memutuskan besoknya aja ke sana lagi.

Pagi besoknya setelah mengumpulkan keberanian, menghadaplah ke ibu kepala dinas. Mengutarakan perihal mau ngambil KK lebih awal buat bikin paspor. Sempet ditolak awalnya, tapi ternyata bokap udah menghadap beliau juga. Alhamdulillah KK-nya udah jadi lebih awal. Makasih bah, ma, dan para pegawai capil, akhirnya adek bisa bikin paspor. Wkwkk. Jadi buat kalian yang mau berurusan, berkas apapun, pastikan dokumen kalian bener, biar ga repot ngurusinnya. Apalagi di saat-saat butuh cepet kelarnya.

Sebenernya bikin paspor ga ribet-ribet banget kok, ribetan ngurus di capil deh kayaknya. Hehe. Karena udah bisa daftar paspor online, jadi nanti tinggal isi aja formulirnya di situ. Setelah mengisi formulir, tunggu email buat konfirmasi pembayaran. Bawa berkas konfirmasinya ke Bank BNI, bilang aja mau transfer buat bikin paspor. Kalo ga salah ada batas waktu satu minggu transfermya. Biayanya 360ribu rupiah, sudah termasuk biaya administrasi bank. Setelah transfer jangan lupa konfirmasi lagi, biar bisa milih tanggal foto di kantor imigrasi sesuai keinginan. Kantor yang didatangi nantinya harus sama dengan yang sudah dipilih. Trus tinggal dateng deh ke kanim, sabar mengantri, wawancara dikit, foto, rekam sidik jari, trus 3-7 hari kemudian paspornya udah bisa diambil.

See? Gampang kan bikinnya. Saranku sih kalo lagi luang, luang waktu, luang uangnya, bikin paspor aja. Kita ga pernah tau nanti bakal kepake dalam 5 tahun. Setidaknya kalo udah punya paspor bisa jadi amunisi buat liat dunia luar. Entah buat sekedar liburan, entah ikut program exchange atau ikut acara-acara kece lainnya. Baca deh tulisan Pak Rhenald di tautan yang ku cantumkan di awal postingan. Selamat terinspirasi :D

Selasa, 19 Mei 2015

Supermentor 6: LEADERS

17.05.2015
Sebelumnya thanks to @DwiIndriArieska @dinopattidjalal @fpcindo atas kesempatan yang diberikan buat dateng ke acara yang kece ini. Excited banget dateng ke acara malam itu, padahal besok paginya ada ujian. Tapi tetep lah Djakarta Theater pun dikejar, demi ketemu Eyang Habibie sama Pak SBY :3


Yap, keempat tokoh di atas pengisi acara supermentor kali ini. Dari kiri ke kanan ada Pak Xanana Gusmao, Pak Tri Sutrisno, Eyang Habibie dan Pak SBY. Kesempatan yang barangkali once in lifetime, beruntung bisa dapet kursi agak depanan, karena kemaren dapet tiketnya lewat aksi upload video volunteerism. Agak-agak ga enakan waktu itu karna cuma dapet 3 tiket dari video yang diupload, padahal banyak yang pengen ikut. Alhamdulillah H-1 dapet kabar baik bahwa ada 100 kursi tambahan buat acara ini. Jadilah rame yang bisa ikut.

Well, di sini mau sedikit berbagi cerita apa yang ku dapet kemaren. Agak berat sih, tapi bagi generasi muda semacam kita ini agaknya perlu tau pengalaman dari para mantan pemimpin negara, buat meningkatkan mindset kita. Jadi kemaren itu keempat tokoh di atas berbagi cerita mengenai ilmu kepemimpinan, resep sukses, etos kerja, dan prinsip hidup.
"Mereka merupakan seorang negarawan," tutur Om Dino.
Ciri negarawan:
- Berdiri di atas semua golongan
- Punya leadership yang transformatif, kebesaran jiwa, dan visi yang jauh ke depan
- Mempunyai jejak internasional
- Diakui oleh rakyat sendiri dan dunia (not self-claimed)
- Timeless: ilmu berlian

Selasa, 12 Mei 2015

Kita vs Korupsi


Sebuah film tahun 2012 yang terdiri dari empat film pendek, yakni Rumah Perkara; Aku Padamu; Selamat Siang, Risa! dan Psssttt... Jangan Bilang Siapa-Siapa. Nonton film ini awalnya gara-gara mau nonton sekuelnya. Katanya film ini bagus, tapi waktu aku pertama kali nonton kesannya berat, jadinya cuma nonton awalnya bentar doang. Agak-agak menyesal baru sempat menyelesaikannya sekarang. Film ini mengispirasi guys. Tonton deh.

Film pendek pertama, Rumah Perkara, bercerita tentang seorang lurah yang mengingkari janjinya waktu kampanye dulu. Dia menyetujui perihal menjual tanah daerah yang dia pimpin kepada pengusaha real estate, bahkan  ia menyetujui penggusuran pemukiman penduduk setempat. Permasalahan muncul ketika seorang janda yang juga selingkuhannya, menolak tanahnya dibeli. Janda tersebut bersikeras mempertahankan rumah peninggalan suaminya, hingga terjadilah bencana yang tragis. Ketika orang-orang berkuasa menghalalkan segala cara untuk menggapai tujuannya, tak peduli lagi dengan rakyat kecil. Miris. Sebagai pemegang amanah seharusnya tetap menepati janjinya.

Selasa, 05 Mei 2015

Pelu Berjuang Menaklukkan Diri Sendiri

Photo by Nung
"Keterbatasan kita tidak lagi dipaksakan oleh dunia luar, tapi oleh diri kita sendiri."
Salah satu kutipan paling nyes waktu supermentor 5 kemaren. Sadar ga? Terkadang diri kita sendiri yang membuat keterbatasan. Padahal di luar sana, ada berjuta kesempatan. Belajarlah berinovasi, membuat sesuatu yang bermanfaat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Terkadang mengalahkan diri sendiri memang hal yang paling sulit, mengalahkan rasa malas salah duanya. 

Terima kasih atas inspirasinya Pak Dino, terima kasih juga sudah mengadakan acara yang kece ini. Ga sabar menanti acara selanjutnya, spoilernya TOP banget. Pengen dateng lagi, tapi di sela-sela UTS dan deadline The Script. Semoga sempat dateng ke acara yang satu ini :3

Photo by @rayaoun