CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2022

caving

2021 passed like a flash. It has been a long time since I wrote again. As if someone paying attention wkwk. Some people may wonder what I am going through. Gathering myself to write last year's sum up post required more courage, without getting burst into tears. So many things that I wanna skip. However, thanks again, you are survived. Even if you feel weird about yourself, somehow.

Certain someone asked me what I have learned the most in the past year, and my answer was... being healthy. Before you nurse other, make sure to take care of yourself. Even though there was a second wave of Covid-19, walking in and out of hospital for a while. When my legs became helpless, hear the monitor beeped. Then, watching medical dramas will never be the same again. It took a lot of my time, to getting back on my feet. But it's okay, it's really okay to be vulnerable during those time. I even (try) normalized to take annual leave to rest. Last third of last year has been so busy that I did not think much.

Health is one of valuable asset. After three months of window shopping, I decided to buy slow juicer to make green juices. The results are visible when my mood swing improves, and my skin is a bit glowing pfft. But most importantly, I can adjust my diet so it does not cause flare-ups or other digestive problems. Lately, to consistently make green juices is a different story. Haha.

Another skill that was unlocked last year was composting. Previously, I started sorting organics and inorganic waste. The most household waste is organic waste. I knew even sorted waste, when picked up by dustman or dropped on a laystall, it got jumbled up again. Thankfully, my housemates support composting. Then, we bought composting kit and learn how to do it. We failed at first because we did not use the right brown materials. We harvested compost twice last year. She even developed a new hobby (re: gardening). Nowadays, I am not the only one who has plastics laundry :D

Ah ya, for the first time I lost my annual leave. However, I had the opportunity to go home twice, of course while working. And as the third one, I've so tired, thus I decided to plan a vacation, obviously not alone :p Thanks for wrapping last year (at least) beautifully.

Minggu, 31 Januari 2021

shifting

2020 was a tough year. Thank you, at least you survived. I learn to pick up my (messy) self. Despite so many unfortune news circulated. Thanks to every support systems through this year. Tribute to careerclass, one that makes me realistic and shows many perspectives. I wrote a little about it in this post. Tribute to beginagain channel that help calming my feeling, even I didn't understand any single lyrics :p. Tribute to ustadz nuzul zikri one-hour-live every morning that support me spiritually and succeed make me not sleep again after dawn :p

When I look back, ah, slow living idea was nice thing. I simply tried just to be ordinary person. Wkwk. I don't wanna love my self too much. I don't wanna be so hard on my self. I just want to balance things. Being comfortable with imperfection. Dealing with loneliness. Bravely to make life better by my own standards, little by little. In some case I choose to be bold, literally, with eloquent communication skill. Pfft. You can't please everyone anyway.

Changing habit is not easy. You need strong will and perseverance. Start small, for me like a morning walk. I start morning walk / jog to organize my thoughts, two years ago. Nowadays, I simply walk to get some sunlight or just to keep my self from doze off during meetings without coffee. Haha. Another thing that I take seriously as (health) investment is consume real foods; eat less flour, sugar, dairy, and processed food. I learn from rainbowofmylife. It's really helpful to deal with my picky eater problem, even if I haven't tried green smoothies yet.

Based on one of financial class careerclass, I decided to try another investment instruments with smaller risk than stocks (re: mutual funds). Following my previous posting about investment, when my portfolio slightly greener, I came back wkwk. There are still many things that needs to be improved, I also took CSM class. Yet the problem still lies in me who is not disciplined with trading plan and managed greed. Fighting, pension fund target still far away. Haha. So, choose your battle wisely.

Selasa, 07 Januari 2020

vicinity

endapan 2018: Overcome self-doubt is hard. Stay strong.
2019 terlalu banyak bercanda, akhirnya dibecandain sama hidup. Eh? Haha. One year already passed again and feel like I did nothing. Just being wasted. Kebanyakan rebahan. Terlalu santai dan belakangan baru menyadari betapa telah menyia-nyiakan waktu. Penyesalan baru datang di akhir, as always.

Yet, setidaknya ada beberapa pencapaian diri di tahun lalu. Salah satu hal yang patut diapreasi: berhasil memulai makan makanan sehat, walau masih sering cheating dan sulit menahan diri dari godaan kopi. Wkwk. Berawal akibat tidak begitu banyak yang bisa dimakan untuk mensiasati kondisi bawaan imun. Disangka picky-eater atau diet sudah biasa. Ketika yang paham berkomentar, kamu beruntung sedari muda sudah menyadari pentingnya makanan sehat, washed up other comments :v

Hal lain yang mengejutkan, berhasil memaksa diri belajar sendiri satu hal baru di sela-sela working life hingga mendapatkan sertifikasi. Mengatur jadwal agar tetap konsisten menjadi tantangan tersendiri. Semoga senantiasa bertumbuh ke arah lebih baik ya. Sesekali mungkin perlu menengok teman yang telah jauh bertumbuh, sebagai pemicu jantung di jalan sendiri.

highlight from last year trip, thanks for my dearest private driver :p

I used to travel far away a lot. Namun, tahun lalu cenderung hanya sedikit melakukan perjalanan dan dalam jarak dekat saja. Tentu tetap main ke pantai dan gunung, gunung paling epic pun didaki dalam Perjalanan Samtama. Awal mula #aksihidupbaik. Climate change is real thing and it gets worse all the time. Let's save our planet, from small things you can do.

Another my concern, still about basic financial planning. Haha. Tried some investments. Neraca unbalanced, tidak sampai berutang. Tapi entah kenapa berasa broke tahun lalu, sampai pada level selling before buying. Wkwk. Mungkin menambah daftar hobi absurd baru: membeli barang online berebutan, dipakai belum tentu. Selain hobi membeli aneka buku, dibaca tak kunjung purna. Sungguh menyedihkan jika mengingat kembali sedikitnya bacaan yang dituntaskan tahun lalu.

It's okay to be vulnerable sometimes. Yeah, maybe you've read my post about companion. Mental health agak terusik. Perlu kembali mengarah pada visi hakiki: beribadah kepada-Nya :')
"karena hidup bisa saja tiba-tiba mengatakan 'selesai', tak peduli mimpimu sudah atau belum tergapai." - sholahayub

Minggu, 15 Desember 2019

companion

dulu sangat bisa pergi ke mana-mana sendiri, ke tempat yang absurd sekalipun. sekarang juga bisa sih, tapi entah kenapa merasa lebih baik jika ada temannya. ada yang menyadari, tak menduga katanya. I rarely bail out from my own agendas, indeed. I still never go to cinema alone.

dulu I used to be a kind of EO, mengambil inisiatif mengurus sesuatu sebagai tim anti wacana club. sekarang menjadi lebih santai, lebih suka mengekor saja. maybe I just tired of trying so hard. sekarang agenda dadakan pun lebih sering terlaksana, yang terencana cenderung bermuara wacana. just try it, seberapa ku berjuang melawan kemageran. haha.

except for my bestfriends sih, I even willingly to commute from Depok two days in a row, dengan alasan sangat absurd: menemaninya menginap di suite room. when I was in a vulnerable state, sampai ambil CS, tapi malamnya pergi menemani nonton. dasar aku. wkwk. I will make a time somehow, meskipun kurang dari satu jam sebelum ganti hari, after my packed agendas. I will go to you. just know that I stay tuned in if you have something to tell. I will lend you my ears, although I didn't give any solutions. hehe.

so, you're that kind of person. its okay to change. you still being you. just in case you missing your old self, you always can go back :')

Senin, 18 Maret 2019

obscure

Beberapa hal terkadang tidak perlu repot dijelaskan dalam situasi tertentu. Terlepas dari benar atau tidak konteks percakapan. Boleh kalau tidak sepakat. Tidak menjawab pertanyaan saat berada di lift yang padat. Tidak menjawab pertanyaan random saat di lorong. Meskipun yang tanya bapak-bapak yang terhormat *ditoyor. Mohon maaf atas ketidakacuhan yang disegaja, membiarkan pertanyaan menggantung di udara, kadang sengaja tidak meralat asumsi jawaban. NB: I use sneakers for other particularly reason anyway. Hobi olahraga (lari) baru belakangan, iya, lari dari kenyataan :p  

Mungkin hanya sebagian kecil populasi tersisa yang masih minta izin terlebih dulu sebelum memberikan nomor orang lain dan saya memilih menjadi salah satunya. Privacy. Tidak banyak yang menyadari. Bukan bermaksud sombong, minimal kasih heads up lah, tidak sembarang kasih. Nanti repot lagi kalau ada yang tersinggung jika pesan tidak segera dibalas atau kalau di grup hanya menjadi silent reader. Lebih mudah matikan saja paket datanya, but I didn't. Ya mudah-mudahan cukup paham sedang hectic atau ada yang lebih urgent. I'll be back if needed. I rarely pick up unknown number calls. Maklum textrovert :p

Pernah suatu ketika membeli sepatu bersama teman yang heran karena mencari sepatu yang seminimal mungkin tampak mereknya. Lalu kapan hari dia kemudian berseloroh barang-barangmu terlihat murah. I take it as compliment. Haha. Membeli barang 'mahal' untuk pembuktian ke orang lain tidak menjadi tujuan saya. Misal, pernah ada yang dikomentari warna tasnya lusuh. Tidak perlu tersinggung. Iya, gantungan monyetnya kok yang mahal. Haha. Tidak perlu tersinggung pun ketika beberapa barang ditanya original atau tidak. Hargai justifikasi masing-masing orang. Pasti ada alasan yang cukup reasonable dibalik hasrat kebendaannya :p

Kalau ditanya worth it atau tidak mengeluarkan sedemikian jumlah rupiahnya, kembali pada preferensi masing-masing. Seringnya ada harga, ada kualitas. Kadang ada juga kok yang murah dan berkualitas. Pintar-pintar kita sebagai pembeli. Ketika si bulky dianggap flagship S, tidak perlu buang energi meralat, senyumin aja. Pun harus merelakan jika temannya (benar) berpindah tangan. Predecessor yang sudah menemani hampir lima tahun. Mudah-mudahan diganti yang lebih baik.

Rabu, 02 Januari 2019

endapan

2017 short recap: tidak ada jaminan hidup kedepannya menjadi tidak lebih sulit. 
2018 was harder huh? Mengingat kembali apa-apa yang terlewati, ketawain aja. Sungguh, ada harga yang harus dibayar. Ekstremnya mesti bergerilya sejak jam tiga pagi, revisi alokasi baru masuk jam satu pagi. Berujung kehabisan tiket kereta balik ibukota saking 'asiknya' berjuang tiga hari fullday kala itu. Beruntungnya tidak sendiri di medan perang. We survived sebagai ujung tombak :p

Worthy TGIF keep me sane. Kurangi membakar duit tak berfaedah, perbanyak sedekah. Sedekah tidak melulu dalam bentuk materi, ilmu pun bisa. Secapek-capeknya pulang kerja, tingkah adik-adik nan menggemaskan sanggup meluluhkannya. Apalagi 'diantar' pulang, membuatmu rela kembali di waktu luang. Doing volunteer work is great.

Another shot to keep me sane: escape route. Tiap bulan perlu menanggalkan kubikel. Rehat sejenak, biar bisa menabung energi buat bulan depannya. Ke luar ibukota selama tidak menghabiskan suara, tenaga fisik dan mental, it's fine. Seringnya melangkah ke bagian timur, tapi belum ke tempat yang benar-benar ingin dituju.

Prestasi bisa memprakarsai jalan-jalan beningers. Meskipun tidak bisa ikut semua di tengah hiruk-pikuk kegiatan instansi ini. Terima kasih bersedia dihasut menuju ketinggian tempat ini. Langit sungguh tengah menghibur yang lelah di darat sepanjang pendakian. Superb memorable experience.

Belum berjodoh dengan blue fire

The hardest part is... me in last year not so different from me in 2017. Sekalipun menceritakan sebagian kekhawatiranmu, setangkai rencanamu, dan seperlima duniamu yang sulit dicerna. Tidak mudah menyelaraskan frekuensi, berkompromi, meredam ego. Semoga tidak menyesal akan apa-apa yang telah diputuskan. Ambil hikmah baiknya, tidak apa jika belum mengerti sekarang.

Overcome self-doubt is hard. Stay strong. Katanya terbentur, terbentur, terbentuk. Terima kasih telah bersabar. Terima kasih telah bertahan. Terima kasih telah berjuang. One year passed, mari senantiasa menjadi lebih baik lagi. Lakukan percepatan rencana menjemput kereta mimpi.
"Ketuk semua pintu yang ada, libatkan Allah dalam setiap prosesnya, lalu biarkan Allah menjawab melalui skenario terbaik-Nya." - Dewi Nur Aisyah

Rabu, 10 Januari 2018

short recap

2017 was hard enough. work life. love life. but, everything already passed. and you were fine. you need to be fine. always remember, "For indeed, with hardship [will be] ease." (94:5). If your problem is great, remember you have Allah, the Greatest.

Padatnya work life berbanding lurus dengan number of flights. Yet, you can still manage to travel around. It is even possible to reschedule, selama tidak ada tanggungan pekerjaan tentunya. Kalau ada, lain cerita. You may get irritated to read emails or chats; or get calls. You have no weekend. Every place can end up to be a workplace, such as hotel, train, even station when you got lost. Kadang kalau sudah jenuh, berakhir dengan cuti administrasi (fisik di rumah, work [still] must go on). Mencari uang itu tidak mudah nduk, bijaklah menggunakannya.
"Pada akhirnya, aku melepaskanmu yang ternyata telah melepaskanku lebih dulu."  - K. Aulia. R
Career or marriage? Marriage or career? Sini duduk bareng dulu biar mendengar langsung jawabannya. Haha. I never expect that someone may come too early. I think it easy to say. But truthfully I'm not brave enough, I'm not confident. Me in last year. Tidak mudah menemukan seseorang yang membuatmu sepenuhnya bersedia menceritakan segala kekhawatiranmu, sebuket rencanamu, dan sepertiga duniamu yang sulit dicerna. Namun, akan ada. Just believe Allah is the best planner, the best scenario writer.

Well, tidak ada jaminan hidup kedepannya menjadi tidak lebih sulit. Tergantung bagaimana dirimu menyikapinya, tergantung bagaimana dirimu menjalaninya, depends on how you perceive things. Brace yourself. Brace yourheart. 2018 is already running. Cheers up! May Allah guide you, always, to the straight path.

Minggu, 03 Desember 2017

Frequently contacted

Blogwalking kali ini disuguhi sebuah tulisan yang menarik. Beberapa waktu lalu sempat mendapat pertanyaan serupa terkait frequently contacted. Kemudian hanya menjawabnya dengan diam. Konteksnya bercanda sih, tapi menyisakan lingering feeling gitu. Setelah membaca tulisan di bawah ini, diingatkan kembali bahwa itu merupakan bentuk penjagaan, betapa derasnya cinta-Nya :')


Kepada Perempuan-Perempuan yang Merasa Berbeda

by novieocktavia

Suatu hari, kita mungkin pernah mendapati diri merasa berbeda dengan perempuan-perempuan lain di sekitar kita karena tidak ada satu pun lelaki yang bisa dengan mudah kita sebut namanya. Kita hanya mendengar mereka bercerita tanpa menanggapinya dengan cerita yang serupa, sebab memang tak ada siapapun yang hadir di hati kita. Lalu, mengapa bersedih? Bukankah memang tidak perlu ada seorang lawan jenis pun yang mengisi semesta hati kita sebelum hari bahagia itu tiba? Sehebat dan sesempurna itulah Allah menjaga, sebab tak ingin ada hati yang berrongga karena kebahagiaan yang belum waktunya.
Suatu hari, kita mungkin pernah mendapati diri merasa tak sama dengan perempuan-perempuan lain di sekitar kita karena tidak ada satu pun lelaki yang namanya muncul pada frequently contacted di ponsel kita. Kita hanya melihat bagaimana mereka berinteraksi tanpa bisa menebak bagaimana rasanya, sebab memang tidak ada seorang pun diantara teman-teman lawan jenis kita yang sering berbalas pesan setiap harinya dengan kita. Kalaupun ada, urusannya adalah tugas kuliah, pekerjaan, bisnis, atau hal-hal penting lainnya yang hanya saling berbalas seadanya. Lalu, mengapa bersedih? Bukankah interaksi yang terbatas akan memudahkan hati agar tidak mudah terjun bebas? Sehebat dan sesempurna itulah Allah menjaga, sebab tak ingin ada air mata yang jatuh percuma.
Suatu hari, kita mungkin pernah mendapati diri merasa asing diantara perempuan-perempuan lain di sekitar kita karena tidak ada satu pun lelaki yang pernah menghabiskan perjalanan berdua dengan kita. Kita hanya mendengar atau melihat, tanpa bisa berempati sebab tak tahu bagaimana rasanya. Selama ini, perjalanan dihabiskan dengan teman-teman perempuan, orangtua, adik, kakak, atau saudara. Lalu, mengapa bersedih? Bukankah perjalanan-perjalanan yang dilakukan berdua sebelum waktunya lebih dekat pada bahaya? Sehebat dan sesempurna itulah Allah menjaga, sebab tak ingin ada mata yang terus beradu pandang dan raga yang terus beradu sentuh sebelum waktunya.
Jika pun suatu hari nanti akan ada seseorang yang dengan mudah kita sebut namanya, semoga itu adalah dia yang tersebab akadnya maka kita boleh menceritakan kebaikannya. Jika pun suatu hari nanti ada seseorang yang setiap hari berbalas pesan dengan kita, semoga itu adalah dia yang tersebab akadnya maka dengannya kita boleh membicarakan apa saja. Jika pun suatu hari nanti ada seseorang yang banyak menghabiskan perjalanan bersama kita, semoga itu adalah dia yang tersebab akadnya diperbolehkan mengajak kita bersafar kemana saja. Tapi sekarang, semoga kita senantiasa berbahagia dengan penjagaan-Nya yang sedemikian rupa.
Jangan lupa berdoa dan saling mendoakan perempuan-perempuan lainnya, sebab berat, susah, dan berlikunya menjaga diri tak akan pernah bisa kita terka hingga mungkin kita tak selamanya akan mudah menjalaninya. Bagaimana pun, semoga Allah senantiasa menjaga dan memudahkan. Selamat berbahagia diantara deras cinta-Nya. Baarakallahu fiik :”)

Sabtu, 05 Agustus 2017

you are just on time

"You are not late.
You are not early.

You are just on time.
Jangan stress."
Syawal passed and you still got many wedding invitations. When it came from your bestie, you also happy, rite? Last night got unexpected call regarding same issue and joking around, you feel relieved huh? Wkwkk. On the second call, you realized that when you met Mr. Right, you knew it's him, well said.

I just want to clarify something urgent last night. Time flies, people changes. And there must be a huge reason, like family, friends or surrounding environment. I exactly know, there are responsibilities that we must hold. Tergantung kitanya kapan mau berani mengambil tanggung jawab itu.

Percayalah bahwa Allah sudah mengatur rezeki/jodoh kita sedemikian rupa. Jangan lupa bersyukur. Ikhlas dan sabar menerima segala ketetapan-Nya. Tulang rusuk tidak akan tertukar. Kalau kita kehilangan seseorang sesuatu, nanti akan diganti yang lebih baik. Percayalah. Akan tiba saat yang tepat.

Stop doing something silly. Stop delusional. There are a looot of things that you can do while waiting. Banyak hal yang jauh lebih bermanfaat. Banyak cara untuk menyibukkan diri. Banyak jalan untuk merelakan, salah satunya dengan mendoakan. Get hold to yourself. Stay cool. Everything happen for a reason.

Jumat, 21 April 2017

way back home

"Then I smell a familiar scent and hear a familiar sound." - AKMU
You choose such a good date to go home. Meninggalkan ibukota di tengah riuhnya putaran kedua. I can’t participate in election anyway. But, may Muslim leaders be elected. Semoga ya, semoga hasil quick count-nya sesuai.

Well, I just wanna go out from Jekardah for a while. Life these days is getting rough. Exhausted, I need an escape. Dan ya, I’m glad my ‘home’ still same. Sekarang ketika libur, saya prefer pulang daripada jalan-jalan. Sesuka apapun saya dengan travelling, kadang mendengar ocehan orang tua jauh lebih membahagiakan. Kita tidak pernah tau sampai berapa lama lagi kita bisa membersamai mereka. Taman bermain, pantai, gunung bisa menunggu. So, go home fellas.

Pulang kali ini saya tidak membawa buku bacaan, jadi tidak ada review. Barangkali ada yang nyariin :p Pulang kali ini membawa sejumlah beban pikiran seperti pulang akhir tahun lalu, bedanya beberapa sudah memperoleh jawaban. Feeling relieved, meskipun awalnya kalut-marut. Sangat penting mengambil keputusan ketika sober, not overwhelming. Berusaha segera, tapi tidak tergesa-gesa. Sisanya, biarkan semesta bekerja.

Selamat hari Kartini!

Kamis, 16 Maret 2017

Cinta yang Baru

Judul: Cinta yang Baru
Penulis: Ahimsa Azaleav
Penerbit: Lampudjalan
Terbit: 2017
Tebal: 148 halaman

Di luar sana, banyak kisah cinta tentang penantian berujung pertemuan. Tentang kisah memendam cinta yang terungkap dengan kata saling. Tentang janji yang ditepati. Lalu terjadilah perayaannya. Tapi tidak tentang kita. Kisah penantian kita masing-masing yang dulu kita impikan nyatanya tak sempat menjadi cerita. Aku dengan kisah pilu patah hatiku ditinggalkan. Kamu dengan kisah magis merelakan cinta yang harus kautinggalkan. Kamu dan aku adalah dua orang yang sama-sama tak bisa merengkuh cinta yang kita nanti. Tapi kamu dan aku adalah dua hati yang sama-sama kuat untuk mau kembali berdiri lalu saling mencari. Karena barangkali apa yang dulu kita nanti bukanlah apa yang sejatinya ditulis takdir.

Kamu dan aku (yang saat itu belum menjadi kita) terus mencari tanpa pernah tahu bagaimana akan menemukan. Kamu dan aku terus berharap tanpa punya apa-apa selain doa. Kadang kamu merasa menemukan apa yang kaucari. Kadang aku merasa ditemukan apa yang kunanti. Tapi tak pernah ada kata saling. Lalu entah sinyal apa yang memancar, kamu dan aku justru dipertemukan saat kita berhenti mencari.

***

Buku ini menjadi teman perjalanan saya ke Bandung yang ke sekian. Karena promosi salah satu foto di akun insta penerbit, tetiba tertarik menculik buku ini dari parcel seorang teman. Membaca lembar-lembar pertama bab buku ini membuat saya membatin bahwa bacaan saya mulai 'tidak sehat'. Pfft. Namun, terbilang jauh lebih normal dibanding bekal bacaan saya di Wonosobo dulu :v

Kesan pertama setelah menamatkan buku ini, kagum bahwa penulis berani menceritakan kehidupannya. Membaca buku ini seolah membaca diary penulis. Begitu jujur. Entah kapan saya bisa menulis tanpa sandi di sana-sini :p
"Betapa aku sadar aku hanya perempuan biasa, yang barangkali 70% dari diriku dikuasai oleh darah melankolis dan sisanya adalah absurditas, banyak mau, kekonyolan, dan entah apa lagi yang mampu membuatku penasaran dan memikirkan banyak hal." - hlm. 10
Sungguh ada momen ketika otak saya memberi sinyal untuk berhenti membaca, But, my heart trying so hard to compromise. Tidak ada salahnya membaca true story kan ya? Dulu, Abah selalu protes ketika anaknya suka membaca kisah khayalan orang lain, lalu selalu mengakhirinya dengan arahan untuk menulis cerita sendiri. Sepuluh tahun berlalu, anaknya masih suka membaca, tapi insya Allah anaknya ini bisa menyaring apa-apa yang memang baik dan patut dipertahankan. Semoga kebaikan senantiasa menyertai Abah. Semoga Allah selalu menjaga Abah. I (always) wanna go home and meet you in a good shape. Semandiri apapun sekarang, tetap rindu akan ceramah Abah. I'm not fully ready if there is someone wanna take your responsibility as his.
"Perasaan hampir menyerah itu wajar, tapi jangan pernah sekalipun benar-benar menyerah. Karena yang kita kejar adalah kebahagiaan sejati, maka perjuangan yang kita lakukan pun adalah perjuangan sejati." - hlm. 31-32
Satu hal lagi yang saya soroti dari buku ini, tentang passion. Perjuangan di jalan passion memang tidak mudah. Apalagi untuk seorang perempuan yang memiliki passion tidak biasa, yang sulit dicerna. Maju satu langkah, mundur dua langkah. Mari kita nikmati saja prosesnya, toh usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semangat berjuang, wahai Pejuang Passion!

Luruskan niat, Percayalah bahwa Allah penulis skenario terbaik. Siapkan bekal. Segera boleh, tapi jangan tergesa-gesa, sekalipun ada proses yang menawarkan kebahagiaan. Tawaran yang cukup menggiurkan bagi perempuan yang katanya bahagianya tertinggal di masa lalu. Namun, tetap saja perlu dipertimbangkan dengan matang.

Sabtu, 19 November 2016

Ephemera

Judul: Ephemera
Penulis: Ahimsa Azaleav
Penerbit: lampudjalan
Terbit: 2014
Tebal: 193 halaman

Jatuh. Terbangun. Jatuh. Patah. Jatuh lagi. Bangkit. Patah lagi. Menjadi perca. Lalu remuk. Bangkit. Jatuh lagi. Proses yang malam ini ingin kuberhentikan dengan titik keberdirianku melawan segala rindu dan rasa takut kehilangan, untuk kembali pada titah-Nya. Semoga tak ada lagi jatuh tanpa tangan yang siap memberdirikan, mengajak bersisihan menuju cinta-Nya. Aku takut. Takut sekali. Pada-Nya.

Maaf atas segala rasa yang pernah begitu berlebihan, atas bertumpuk-tumpuk rindu yang pernah dikirim angin, atas segala sakit yang sempat kita rasa, atas air mata tak tertahan, atas segala huruf yang pernah terangkai begitu saja, atas jatuh dan bangkit yang berseling membersamaiku, atas amarah dan benci yang aku tak berhak melakukannya. Semoga Sang Maghfiru memberikan ampunan-Nya padaku. Juga padamu. Bukankah kita sudah sama-sama percaya bahwa ini semua hanya ephemera?

Karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara.
***

Suka twist bab pertama. Ekspektasi buku ini berupa novel bakal seru nih, ternyata kumpulan cerpen. Tapi tetap, cerita yang disuguhkan worth to read. Tentang jatuh cinta, patah hati, pertemuan, perpisahan, harapan dan mimpi. Cerpen dalam buku ini lepas satu sama lain, kecuali empat bab terakhir. Dan menurutku yang most memorable memang empat bab terakhir itu.
Semoga Tuhan menjatuhkan cinta hanya kepada pemilik tulang rusuk yang digunakan untuk menciptakanku (dalam Saya, Jatuh Cinta hlm 68)
Jatuh cinta dan patah hati hanya sementara. Dalam buku ini terdapat istilah yang lebih bagus dari move on, yakni move up. Ketika move on kita berpindah ke hubungan horizontal, move up berpindah ke hubungan vertikal. Sebelumnya aku pernah bilang jangan berharap pada manusia kan, nanti kecewa. Dekatilah penciptanya.
Karena bangkit dari patah hati adalah sebagian dari iman (dalam Ephemera hlm 141)
Percayalah Allah penulis skenario terbaik. Berhenti menerka-menerka. Mungkin kita dipertemukan kepada seseorang sebagai ujian atau mungkin sebagai pelajaran bagi kita. Don't jump to conclusion. Belum tentu jodoh. Belum tentu your life companion. Keep calm. Akan datang nanti di waktu yang tepat. Bersabarlah menunggu dan mengisi waktu dengan hal-hal positif.
Kita memang tidak bisa mengulang kenangan, tapi kita bisa mengulang kebahagiaan di dalamnya (dalam Wisuda hlm 23)
Buku yang kubaca ini sudah cetakan ketiga. Masih ada typo kalau tidak salah ingat (berhubung membaca beberapa buku belakangan ini), tapi yang paling kentara di halaman 162. Pernikahan Finta dan Galang? Mungkin maksudnya Gandhi kak. Please correct it before make another copies. Sekian curcol review kali ini.

Jumat, 27 Mei 2016

Only you don't know

"Hidup akan selalu baik-baik saja, setelah apa yang tidak baik-baik saja menurutmu terjadi."- HM
You never know what happen next, rite? Seminggu berlalu. Seminggu yang lalu mungkin kamu dimaki-maki. Seminggu kemudian mungkin kamu terlibat dalam obrolan santai, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
 
People may threat you differently, based on whoever (or whatever situation) around you. Like you always do, maybe. Haha. You'd better don't know the worst me, sincerely.

There are so many things that I don't can't tell you. Seiring berjalannya waktu, mungkin nantinya kamu akan tahu dengan sendirinya. Be patient. In the right time, maybe you are the only one that know, everything. If you are the right one :p

Senin, 18 April 2016

Language, please.

Happy monthversary!

Yeah, one month has passed. Being the one who can't speak Javanese, make me feeling (little) stupid. Haha. Funny, huh. I hardly pronounce some letters, in Javanese.
"Mbak, asalnya dari mana sih? Bahasa Indonesianya cantik banget." - (Amel, 2016)
Ini entah bagaimana menanggapinya. Wkwkk. Nama ikan asin bisa jadi bersinar-sinar dan terdengar berbeda kalau kamu yang bilang, someone said. Thanks, you're not an enumerator. Haha. Langsung mati gaya. I understand this language, sometimes, but I better don't act like I know Javanese. Beneran bego dah kalau diajak ngobrol Jawa, roaming. Language, please. Wkk.

Satu bulan berlalu. Makasih sudah membantuku menelan pekerjaan ini. Sedikit demi sedikit setuju sulitnya mencari jalan lurus di sini. Kita sama-sama sudah melalui belokan 270 derajat. Kita sama-sama sudah melalui ratusan belokan, demi menuju satu blok sensus. Yap, life surely getting rough.

Sedikit demi sedikit sudah menyesuaikan suhu. Dari hangatnya Wonosobo sampai extreme cold-nya. Merasakan mandi air es. Merasakan dingin hujannya. Jangan menantang dancing in the rain di sini deh ya, demi kesehatan. Haha.

Sedikit demi sedikit juga menjajal uniknya masakan daerah sini. Mie ongklok, tempe kemul, nasi megono, sayur daun labu. Segala jenis daun bisa dijadiin sayur di sini. Jago lah ibu-ibu di sini masaknya.

Minggu terberat hampir terlalui. Terima kasih. Jaga kesehatan. Semoga kita masih bisa bertahan mengakali bagaimana bertahan hidup tiga minggu kedepan. Cheers! :D


Kamis, 14 Januari 2016

This place can be frightening, sometimes.

Baru beberapa hari yang lalu bilang "this place seems bit scary" (in different term, red). Tapi ya, setelah apa yang terjadi hari ini, mungkin harus diralat jadi "this place really do scary". Pemberitaan media sepanjang hari ini memberitakan hal yang serupa. Maybe this is something they called by 'pengalihan isu'. I dunno. I don't like making speculations over something like this. Agak ga logis sih emang, tapi ya udahlah, skip. Still, be aware.

Buat temen masa kecil yang udah move out, you really did well. Baru setahun kerja di sini, udah memutuskan untuk pulang. I envy you. Buat yang mau kerja di kota metropolitan ini, think again. If you still have a better place to go, don't make this region as your first choice. Think again. Mungkin kota ini memang menawarkan berjuta kemewahan, tapi sejauh ini aku masih pengen menepi dari keriuhannya. Mungkin kota ini memang menawarkan berjuta kemudahan, tapi sejauh ini aku masih pengen bernapas lega. I wanna be more human.

This place has different wavelength. Tempat ini mungkin cocok untuk dikunjungi sesekali, just for having fun or shopping maybe. If you wanna live in here for long time, think again. Over four years has been passed, I can't tell that I did well in here. You must be tough enough to survive, sincerely. Pull yourself together, in the end everything shall pass :)

Selasa, 12 Januari 2016

Insecure

Mendiskusikan hal yang lebih penting dari kuliah empat tahun ini sesuatu yang sering kali ku hindari. Pengen terus lari, membiarkannya menggantung dengan jawaban belum tau, tapi pada akhirnya malam ini harus menentukan pilihan di antara pilihan yang tersedia.

Pertama kali pengumuman formasi keluar, ah, isu itu ternyata benar. Sedih ga sih. Ternyata muara perjuangan selama ini membuatku harus menunda kepulangan.

I'm afraid, literally, to lose myself in here. This place seems bit scary. Can I survive? I'm afraid if I can't meet their expectations *sigh.

Di satu sisi ada hal yang ingin ku kejar, di satu sisi ada hal yang ingin ku pertahankan, di satu sisi ingin tak terlihat, di satu sisi ingin melepas beban yang menggantung.

Begitu banyak pertimbangan memenuhi rongga otak. Ketika sudah menjatuhkan pilihan, bismillah, semoga diberi yang terbaik. Aamiin.

Insya Allah akan ada jalan untuk pulang. Akan ada jalan untuk berbakti pada orang tua walaupun jauh. Semoga kedua orang tua kita selalu diberikan kesehatan. Aamiin.
"sometimes it may seem dark,
but the absence of the light is a necessary part.
just know, you're never alone,
you can always come back home." - 93 Million Miles
Mari habiskan ego kita sendiri dulu. Lakukan hal-hal yang bermanfaat seraya menunggu. Kejar apa yang ingin dikejar. Perjuangkan apa yang harus diperjuangkan. Semangat meraih mimpi. Ingat, ada kereta mimpi yang harus kita kejar.

Minggu, 20 Desember 2015

Choose your words well

Lega rasanya Jumat lalu (18/12) berhasil lulus passing grade TKD. Alhamdulillah. Satu beban hidup (yang sempat tertunda sebulan) berhasil dituntaskan. Sejujurnya males membuat masalah lagi sih kalau pakai acara ga lulus. Sudah cukup banyak masalah yang ku buat selama magang .-.

H-2 TKD undangannya baru disebar. Berasa exclusive banget itu undangannya. Thanks a lot. Makasih udah memberikan kesempatan, walaupun cuma sekali. Ga kebayang harus mengejar-ngejar siapa lagi kalo gagal memenangkan kesempatan yang satu itu. Sempat tertekan, terlebih ketika udah dapat undangan 'eksklusif' tapi namamu ga termasuk dalam daftar undangan. Miris kan.

Beruntung H-1 undangannya diralat. Barulah bisa bener-bener serius mempersiapkan diri setelah itu. Tapi tetep sempat ketiduran malamnya. Badan ga bisa bohong emang kalo lelah, pasti nagih istirahat. Bangun-bangun panik, pake acara insomnia pula. Paginya jadi bangun kesiangan dan hampir telat ke TKP. Hidup.

Well, di sana berusaha sebisa mungkin menghidari tatapan orang-orang yang sudah duduk rapi menunggu. Menghindari percakapan yang tidak ingin ku dengar. Menghindari percakapan yang tidak bisa ku jawab.
"Loh? Dia kan..." *males nerusinnya*
"Kemaren gagalnya di mana?" *jenis pertanyaan yang entah bagaimana menjawabnya*
"Emang kemaren ke mana?" *jenis pertanyaan yang lebih sulit dijawab*
Sebulan terakhir memang sengaja menghindari topik TKD ini. Lelah mental jika harus menjawab pertanyaan sesimpel: "TKD-mu gimana?" Apalagi harus denger komentar: "Udah ga usah jadi PNS aja." Hmm mungkin ada yang benar-benar peduli, mungkin ada yang cuma nanya, mungkin ada yang cuma bercanda. Tapi ya, please, choose your words well.
"Words can inspire. Words can destroy. Choose yours well."
Entah berapa banyak pertanyaan yang ku biarkan menggantung. Entah berapa banyak pertanyaan atau komentar yang hanya ku jawab dengan senyuman. They said, people with blood type A have a black belt in fake smile. Fufufu.
"Kamu tadi ikut TKD?" | "Iya." *menjawab sependek mungkin, kemudian menjauh*
Yes, I am. Salah seorang yang mengukir sejarah: susulan TKD, bukan her TKD. It's okay, if you think as if I am remedial. Whatever. Selama itu lebih mudah diterima.

"Berarti acara yang kamu ikuti itu penting banget ya sampai berani ninggalin TKD?" | *senyum*
Penting ga pentingnya sekali lagi tergantung sudut pandang yang kamu gunakan. Thanks sudah berpikir positif bahwa ini penting.
"Kalau ga lulus TKD, ngelamar kerja di BI aja nanti." | Hahaha.
Setelah susah payah menjejalkan statistik di kepala saya pakai uang negara, rela membiarkan saya kerja di BI, pak? Haha. Gatel pengen menuliskan komentar yang satu itu. Just for fun ya. Jangan dianggap serius. Sekali lagi jangan berani meniru tindakan saya, jika kamu belum punya mentor kece anti badai. Pfft.

Kamis, 10 Desember 2015

Being 22, is that hard?


Makin ke sini makin pusing rasanya memikirkan masa depan. Di satu sisi harus rela menanggung segala resiko atas pilihan-pilihan di masa lalu. Ya, kuliah ikatan dinas salah satunya, membuatmu harus rela menunda rencana studi lanjutan. Mungkin 2 tahun atau 4 tahun atau 8 tahun masa kerja. Ah, semoga saja niatku melanjutkan studi belum pupus saat waktu itu tiba.

Iya sih setelah lulus ikatan dinas ga perlu repot-repot nyari kerja, tapi ya itu, tetep ada paket ga enaknya di belakang. Makanya jangan kemakan iklan ya kalian, think wisely. Pikirkan dengan bijak keputusan yang mungkin kelak akan sangat mempengaruhi kehidupanmu di masa depan, memilih pasangan hidup misalnya. Mungkin belum saatnya memusingkan perihal yang satu itu nak. Tapi ya, when the right person comes, only God knows what happen next. Kekeke. Oke skip.

Mungkin priotitas utamamu dalam waktu dekat ini memperjuangkan status calon pegawai negeri sipilmu nak. Resiko yang harus kamu tanggung setelah memutuskan pergi ke 'luar kota' di hari ketika teman-temanmu melakukan tes kemampuan dasar (salah satu persyaratan pengangkatan CPNS). Belasan resiko lainnya *sigh* dipikirin belakangan.

Fyi, label yang melekat di kelulusan ga menjamin diri ini serta merta menjadi calon pegawai negeri yang baik. If you know all the things I've done in office, maybe you'll think I'm not normal. Exactly. Haha. I don't know if it's good or bad. Well, tergantung sudut pandang mana yang ingin kamu gunakan. Yeah, beginilah caraku mengenal dunia kerja. Little bit dirty, but it's fun, you know. Kamu ga melulu harus duduk di depan meja kerja, you're not machine, you're human after all. Take a break. Mainkanlah peranmu dengan sebaik-baiknya dan bersiaplah dengan sejuta resiko yang harus kamu tanggung. Keep strong!

Minggu, 22 November 2015

Thanks for not asking anything

Tidak semua yang kita miliki itu harus diumumkan. Tidak semua yang kita lakukan itu harus diberitahukan. Tidak semua.
Jadilah seperti gunung es di dalam lautan, yang terlihat hanya pucuk kecilnya saja, sedangkan di bawah, di dalam laut, tersimpan erat bagian raksasanya.
Jadilah seperti lautan dalam. Hening mengagumkan. Dan dia sama sekali tidak perlu menjelaskan betapa hebat dirinya.
- Tere Liye

Walaupun ada banyak pertanyaan di benak kalian, terima kasih sudah tidak bertanya apapun, sungguh. Ada hal-hal yang terkadang tidak bisa kuceritakan. Tidak bisa kujelaskan. When the right time comes, you will know, eventually.

Minggu, 11 Oktober 2015

It's getting hard to be unseen

Ga terasa kemaren (10/10/2015) secara resmi udah diwisuda. Alhamdulillah. So many things happen in here. Sedih, senang. Terluka, bahagia. Dan di akhir tahun ajaran ini, entah kenapa malah perasaan uneasy yang menggantung. Something like too many things to handle and I still feel I'm not doing well. I'm not doing well enough.

Well, kalian harus punya mental yang kuat ketika menjadi pengurus angkatan di tingkat akhir, apalagi di bagian akademik. Kupikir setelah modul UAS semester akhir dirilis, tugasku berakhir, istilahnya 'bebas tugas'. Tapi ternyata masih jauh, masih banyak yang perlu diurus setelah itu, terkait seminar kalian, sidang kalian, skripsi kalian, dan masalah penempatan kalian nantinya. Masih mending cuma anggota, BPH angkatan sepertinya perlu jauh lebih bekerja keras, mengurus angkatan yang terkenal punya banyak embel-embel di sana sini. Semangat gaes, till the end. Semoga apa-apa yang telah kita perjuangkan berbuah manis nantinya.
Jangan terjun, jika belum siap tenggelam.
Adakalanya sesuatu yang kita perjuangkan tidak berjalan sesuai harapan. Adakalanya kita merasa bukan siapa-siapa. Adakalanya kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Something like that. Dan pada akhirnya harus mempersiapkan diri menjadi salah satu pendengar kabar tidak baik pertama. Sedih rasanya mengetahui apa yang sedang kita coba perjuangkan tidak bisa diperjuangkan, sama sekali. Dan lagi-lagi berasa gagal menjadi teman yang baik.