CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 16 Juni 2013

PMO~



Pelatihan Manajemen Organisasi yang diadakan pada Sabtu (15/06/2013) merupakan agenda tahunan ROHIS STIS. Kebetulan saya baru bergabung menjadi anggota ROHIS pada tahun ini, lebih tepatnya menjadi anggota ROHIS pada Divisi Taman Qur’ani (TQ). Acara PMO ini pertama bagi saya yang sekarang di tingkat 2. Mungkin bisa dibilang saya terlambat satu tahun masuk organisasi ini, ya, setidaknya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan.

Sebelumnya di sekolah negeri, sejak SMP maupun SMA, saya tidak pernah berkecimpung dalam organisasi ROHIS. Alhamdulillah semenjak di STIS diperkenalkan melalui mentoring. Sedikit demi sedikit wawasan ilmu pengetahuan agama saya terbuka. Walaupun banyak agenda bertabrakan di hari yang sama, saya lebih memutuskan ikut acara PMO, yang menurut saya lebih bermanfaat dibanding acara saya lainnya.

Benar saja dugaan saya, alhamdulillah bertambah lagi ilmu saya. Pada acara ini disampaikan dua materi yang berbeda. Materi pertama mengenai ‘Fiqh Al-Aulawiyat’ dan materi kedua tentang ‘Jurnalisme (online)’ berhubung saya memilih kelompok ‘Media’. Pada kesempatan ini saya akan mengulas sekilas materi yang baru saya dapatkan.

Apa itu Fiqh Al-Aulawiyat? Secara kata ‘fiqh’ berarti kepahaman yang mendalam dan ‘al-aulawiyat’ berarti keutamaan, sehingga Fiqh Al-Aulawiyat berarti kepahaman yang mendalam tentang keutamaan diantara berbagai alternatif yang ada. Secara sederhana, mengenai apa yang patut dan tidak patut. Agar keluar dari bias subjektifitas, ada dua hal yang dapat kita lakukan, yaitu istisyarah (menanyakan pendapat orang lain terlebih dahulu) dan istikharah.

Dua poin penting dalam materi pertama adalah prioritas ilmu atas amal dan prioritas memahami atas menghafal. Alangkah ruginya jika amal yang kita lakukan tidak didasari ilmu yang benar, bisa jadi yang kita lakukan adalah kesia-siaan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk menuntut ilmu, seperti pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Selanjutnya kita harus memahami, bukan hanya sekedar menghafal. Kita perlu memahami apa yang kita hafal agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan dapat mengamalkannya dalam perbuatan sehari-hari, misalnya memahami hafalan bacaan Al Qur’an yang kita miliki.

Selepas memperoleh materi pertama, saya meminta sekretaris divisi saya untuk dimasukkan ke dalam kelompok media karena sejujurnya saya kurang tertarik dengan kelompok lainnya. Ternyata di kelompok media ini diberi materi mengenai jurnalisme (online) oleh Kak Muhammad Sholich Mubarok, penulis buku berjudul “Dalam Lingkaran Cinta”. Di awal pertemuan ditanyakan ‘apa itu media?’. Kalau menurut saya media itu adalah semacam wadah untuk menyalurkan segala pemikiran ataupun ide-ide yang kita miliki.

Pada materi kedua menyinggung tentang situs berita online yang kini sering diakses oleh khalayak, yakni detik.com. Hal yang menarik mengenai prinsip berita online yang sekaligus menjadi ciri khasnya yaitu ‘lebih baik minta maaf daripada minta izin’. Ketika berita sudah terlanjur dipublish maka apabila suatu ketika dalam berita itu terdapat kesalahan, akan lebih mudah menyatakan pernyataan meminta maaf ketimbang meminta izin suatu berita untuk dipublish. Poin  selanjutnya, lihat siapa yang kita beritakan. Ketika menyangkut orang penting, berita tidak penting mengenai orang itu pun bisa jadi banyak diminati oleh pembaca. Daya tarik suatu berita tergantung bagaimana memoles berita itu dengan judul yang greget dan gaya bahasa yang menarik.

Pesan yang disampaikan oleh narasumber, menulislah, apapun yang terjadi. Menulislah, dan carilah seorang ‘korban’ untuk membaca hasil tulisan kita. Setiap orang pasti bisa menulis, sutu kebohongan apabila berkata tidak bisa menulis, tentu bisa menulis sms bukan? Dan tentu bisa menulis status twitter bukan? Masalahnya adalah apakah ada kemauan untuk menulis, karena sebenarnya menulis itu bukan suatu bakat melainkan kemauan. Semoga kelak saya bisa mengikuti jejak sebagai seorang penulis. (tha)


nb: tulisan ini dibuat demi memenuhi tugas kelas kelompok media kemaren, makanya tulisannya agak formal gitu hahaha. deadlinenya jam 18.00 lalu, dan baru merapikan tulisan ini H-1 jam. ckckk. tugas itu kalo dikerjakan mendekati deadline emang makin greget -o- *adegan ini jangan ditiru di rumah yaa. hahaha.

Kamis, 13 Juni 2013

Have I Told You Lately That I Love You

Baru kali ini kuat baca e-book cerita gitu sampai habis. E-book e-book novelku perasaan ga pernah selesai kebaca. Tapi yang ini beda, bener-bener menyeretku ke dalam ceritanya.

Berawal dari hari ini yang harusnya full sesi, jadi libur. Ga ada kerjaan, salah, lebih tepatnya aku 'males' mengerjakan tugasku yang seabreg. Jadilah aku iseng, trus googling sebuah judul cerita seperti judul postingan ini, trus nemu link nya di kaskus dan aku mulai berselancar. Awalnya baca dari kaskus, tapi setelah part ke 36 aku memutuskan download ebooknya biar ga ribet nekan next page terus dan nunggu loading.

Aku tau cerita ini dari temenku, recommended, bagus katanya. Entah aku kesambet apa, jadilah hari ini nyeleweng, lari dari tugas dan sama sekali belum melakukan perkembangan apapun yang produktif. Astagfirullah.

#SKIP

Pendapatku setelah baca cerita ini, aku juga merekomendasikan kalian buat baca. True story yang ... ah biarkan kalian sendiri yang mengisinya setelah membacanya nanti. Ceritanya tentang seorang Nanda yang mengingat masa lalunya, tepatnya kurang lebih 10 tahun saat ia kelas 3 SMA. Menceritakan tentang Nanda-Putri-Lisa-Ari. Tema yang biasa, yakni persahabatan dan percintaan. Tapi dibalik itu ada kisah yang berbeda dari biasa :3

Ceritanya kayaknya sedikit mirip dengan cerita di novel yang pernah kubaca, yang membuatku ngasih nilai plus mungkin karena ini true story. Ternyata beneran ada kisah nyata seperti itu. Skenario Allah memang yang terbaik :)

Pesan yang paling ku tangkep dari cerita ini adalah jangan mencintai sesuatu itu secara berlebihan, jangan sampai terlalu 'gila' dalam mencintai sesuatu, ingatlah ada hal yang lebih patut kita cintai (re: Allah SWT), jangan mencintai ciptaan-Nya melebihi cintamu pada Allah SWT. Cintamu pada-Nya harus jauh lebih besar :)

Great story. Kayaknya bisa deh diangkat jadi novel. Kekuatan dari komunitas itu emang hebat ya di zaman sekarang. Kekuatan komunitas bisa membuat karya-karya kita terkenal dalam sekejap. Kalau memang bermutu dan bagus pasti dishare atau dilike atau dikomen atau dirate. Apapun bentuknya bisa jadi membuat produk kita laku di pasaran *eh hahaha.

"Jika kau bukan anak raja, dan juga bukan anak orang kaya, maka menulislah."

"Menulislah, walau dunia tidak membacamu."

Salam menulis :D

Kamis, 06 Juni 2013

Kick Andy : Indonesia Tangguh

Penuh perjuangan buat nonton acara ini secara 'LIVE'. Makasih buat yang udah ngajak, makasih juga buat yang udah dapet invitation ke sana. Kapan-kapan ajak lagi *eh. Hehehe. Sempat ngaret berangkat ke studio MetroTV nya, jam 5 lewat baru berangkat, jalanan macet, plus tersesat, wah benar-benar kombinasi yang pas untuk telat nonton acaranya. Tapi alhamdulillah tetep dibolehin masuk studio :3

Beruntung dapet tema yang bagus. Kali ini mengangkat cerita tentang 3 film dokumenter finalis Eangle Awards Documentary Competition, yang bertema Indonesia Tangguh. Film dokumenter yang diputar menyoroti lingkungan sekitar yang mengalami bencana, akan tetapi tetap bangkit di tengah bencana itu, dan terus berusaha memperoleh kehidupan yang lebih baik. What a great story. Sayang cuma bisa liat sekilas filmnya, ga tau kalau ternyata tahun lalu sekitar bulan September udah pernah ditanyangin di bioskop. Telat banget taunya .-.

Bintang tamu yang dihadirkan narasumber beserta sutradara film dokumenter yang berjudul "Setitik Asa dalam Lumpur", "Mimpi di Kandang Wedhus Gembel", dan "Kampung ROB di Jantung Kota". Bener-bener tersentuh mendengar cerita langsung mereka, orang-orang luar biasa, orang-orang yang bisa bertahan di tengah bencana. Walaupun dengan segala keterbatasan mereka, mereka tetap berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Luar biasa :')

Film "Setitik Asa dalam Lumpur" menjadi film dokumenter terbaik di ajang ini. Narasumber yang dihadirkan menyampaikan harapan-harapan mereka akan uluran tangan para pemilik kekuasaan. Semoga saja nanti harapan mereka didengar melalui acara ini. Ya, tentang kasus Lapindo itu, entah kapan akan berakhir. Entah kapan lumpurnya berhenti menyembur ke permukaan. Semoga ada langkah penanggulangannya. Kasian warga di sekitar sana, harus terus menerus menghirup 'aroma' lumpur.

Yap, itu tadi sedikit ceritaku. Katanya acaranya bakal disiarkan tanggal 5 Juli 2013. Jangan lupa ditonton yaa. Banyak cerita yang mungkin bisa menginspirasi kalian dan barangkali kalian akan menemukanku di salah satu bangku penonton hahaha *plak.

Foto bareng Bang Andy, sayang ngeblur~

 Nah ini di lobi studionya, yang ini lumayan :3

Minggu, 02 Juni 2013

DATA - De Amazing Training at nAture

Kali ini kali kedua  mengikuti DATA, acara ngumpul-ngumpul bareng temen-temen mentoring gitu. Acaranya seru. Sayang cerita DATA yang tahun lalu ga sempat ku posting. Kelupaan kayaknya -_- Tahun lalu nama kami Brownies (coklat dan manis) dan tadi Marun Five, kami pakai dresscode warna marun dan kelompok lima :D

Acara tadi diadakan di Buper, Cibubur. Kali ini DATA mengambil tema "Kuatkan Ruhiyah, Rajut Ukhuwah dalam Tarbiyah". Wah, kalian yang ga ikut sayang banget ketinggalan kajian yang oke dengan tema "Mengenal Tarbiyah, Hidup Lebih Indah" oleh Ust. Agus Supriatna. Tapi jangan kecewa, saya disini pengen sedikit sharing tentang materi tadi. Selamat menikmati.

Segala sesuatu itu indah apabila dilihat dari sudut pandang yang sederhana.

Menjadi anak yang sholeh dan sholehah jauh lebih berharga bagi orang tua. Tau kenapa? Karena memiliki anak sholeh dan sholehah merupakan salah satu amal jariyah yang tidak pernah putus apabila anaknya selalu mendoakan orang tuanya :)

Setiap orang tentu punya mimpi. Mimpi masuk surga, mati dalam keadaan khusnul khotimah, orang tua masuk surga, memiliki pasangan yang sholeh/sholehah, dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Kuncinya dengan memahami makna QS. Muhammad : 19.

Iman itu perlu dilandasi dengan ILMU. Kita perlu memahami lailahaillalloh dan senantiasa melakukan perbuatan baik, yakni apapun yang menyenangkan orang lain. Belajarlah, mengertilah, dan pahamilah, dengan sarana tarbiyah.

Keuntungan tarbiyah:
1. Tarbiyah menjadikan kita seorang yang taat. Karena menuntut ilmu hukumnya wajib.
2. Tarbiyah itu fitrah manusia, karena tidak ingin dikatakan b o d o h. Semakin kita berilmu, kita semakin sadar bahwa ilmu yang kita miliki masih sedikit.
3. Tarbiyah sesuai dengan tuntutan iman kita. Bisa dilakukan dengan tilawatil Qur'an.
Sebaiknya kita punya rasa malu kepada Allah SWT. Betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan pada kita, sudahkah kita bersyukur?
4. Tarbiyah membangun spirit masa depan. Kalau jatuh, harus bangkit lagi. Jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah. Bekerja keraslah.
5. Tarbiyah akan menghadirkan pertolongan, bantuan, dan pahala dari Allah SWT.

Sekiranya itu yang dapat saya tangkap dalam kajian tadi, semoga bermanfaat, salah khilaf mohon dimaafkan. Saya juga masih dalam masa belajar dan ada baiknya kita bersama-sama mengajak dalam kebaikan :)

Disamping kajian, dalam acara ini juga ada gamesnya loh. Gamesnya ga kalah seru sama games-games di acara lain. Kelompok kami bergabung sama kelompok liqo'nya mb Firna, ada Wiwik, Ririn, Ayu, sama Heni.

Ada empat pos yang mesti kami jabanin. Petualangan dimulai dari pos jembatan shiratal mustaqim. Di game ini ada 4 balok kayu yang dipegang oleh 8 orang, jadi satu balok kayu dipegang 2 orang dan ada 1 orang lagi yang berdiri di atas balok-balok kayu hingga menyebrang di tempat tujuan. Di game ini kami menang hihi. Selanjutnya game jalan berliku, 9 orang pemain, kakinya diiket satu sama lain dan harus berjalan beriringan. Harus menyamakan ritme di game ini dan beruntung kami bisa menang lagi XD

Game ketiga berhubungan dengan kacang. Kacangnya nyusahin -_- Mesti disumpit, trus di bawa pake sendok di mulut dan dibawa di atas piring oleh 5 orang, tapi masing-masing hanya boleh menggunakan 1 jari. Di game ini kami kalah, karna kacangnya pake acara jatoh 2 kali, yaudah sih -_- Trus di pos terakhir, pos menyebrangkan gelas berisi air menggunakan sarung, semua anggota kelompok mesti main. Lagi-lagi kami kalah dari tingkat 1, udah bukan masanya sih ya. Hahaha. Mengalah pada yang lebih muda, yang lebih bersemangat *tsah.

Acara terakhir tuker kado, ngarepnya sih kayak acara rihlah RQ kemaren, tapi ternyata sistemnya pakai nomor-nomor gitu. Biar ga rusuh kali ya. Hahaha. Nanti main fisik soalnya XD Nomor yang kuambil angka cantik 123 dan taraa aku dapet kaos kaki. Buat siapa pun yang ngasih makasih banyak yaa XD Total akhwat yang ikut ternyata hampir 150an orang. Wuih, patut diacungi semangat menuntut ilmunya. Lebih banyak dibanding tahun lalu.

Okee, sekian ceritaku hari ini. Salam semangat menuntut ilmu :D

Sabtu, 01 Juni 2013

Graduate

Selamat atas kelulusannya yaa adingku yang bernama Muhammad Khuzain. Selamat atas prestasinya. Juara 1 Se-Kabupaten Banjar? Wah, selamat selamat. Berapa persisnya nilainya kurang tau, tadi lupa nanya hehe. Sekali lagi selamat ya, walaupun ga yakin kamu bakal baca ini. Bisa-bisa kalo ngasih link kesini bakal dikepo habis-habisan. Sama nasibnya kayak buku semacam diaryku yang ketinggalan di rumah -_-

Well, pesannya semoga tetep rendah hati, ga sombong, dan bisa mempertahanan selanjutnya nanti pas SMA. Semangaaat. Selamat udah mengalahkan kakakmu ini. Ditunggu loh ya di kampus yang udah 'menolak' kakakmu ini. Hahaha.

Jalanmu masih panjang, insya Allah. Senang kamu bisa lebih baik dari kakak. Udah bisa ikut OSN tingkat Nasional selagi masih SMP. Wow, kakak aja baru berkecimpung begituan pas zaman SMA. Pokoknya harus terus lebih baik lah. Amaze juga sama perkembangan kamu. Liat kamarmu yang penuh tempelan catatan pelajaran dimana-mana, buku-buku bertaburan, dan yang lucunya tempelan hasil ujian/ulangan harian yang nilainya di bawah 70. Seriously, dulu pas SMP kok aku ga pernah kepikiran kesitu ya. Hahaha. Kreatif, entah darimana kamu belajar. Bangga punya ading kayak kamu :D

Kelulusan yang sukses, kakakku, bahkan adingku, semoga saat giliranku nanti juga berakhir sukses dan diberikan yang terbaik. Aamiin. Harus terus berusaha melakukan yang terbaik, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Semangaaat \m/ Buat siapapun, tetaplah semangat meraih mimpi. Semangat mengubah mimpi itu menjadi sebuah kenyataan. Semangat semangat. Salam sukses :D

Kamis, 30 Mei 2013

Batu Loncatan

Hem. Baru kali ini persentase kerajinanku di sipadu kurang dari 100% *plak. Hahaha. Okefine, abaikan. Kali ini setting aku menulis juga di tempat berbeda *tsah. Tempatnya lebih legaan dan di sekitaran orang-orang yang berbeda dari biasa.

Well, aku sekarang lagi dalam masa bolos. Lebih tepatnya karena absensinya belum diurus sih. Mehehe. Aku lagi merantau, mengasah kemampuan statistik di kampus orang. Sebut saja UGM. Ini pertarungan perdana aku dalam acara semacam ini, Olimpiade Nasional Statistik (ONS). Denger-denger ini baru ONS yang kedua, acaranya diadakan dua tahun sekali.

Suatu kebetulan yang luar biasa terpilih dari sekian-sekian orang yang seleksi level kampus STIS. Sejujurnya, lolos seleksi yang tingkat dua sih. Soalnya yang benar-benar lolos seleksi kampus tingkat 3 dan 4 doang, trus katanya biar ada pengalaman jadilah yang tingkat 2 kena seleksi lagi.

Bener-bener ga nyangka bakal lolos seleksi, dengan bekal seadanya, kurang lebih sepuluh hari yang lalu, mencoba menjawab soal essay seleksi sebisanya. Cuma 2 soal yang aku yakin ku kerjakan dengan benar dan utuh, sisanya abstrak dan abu-abu. Tapi alhamdulillah besoknya diberi kabar lolos seleksi dan seterusnya ngurus administrasi lalalala dan disuruh ikut pelatihan-pelatihan gitu. Jadi, maaf banget seminggu terakhir aku sibuk sendiri. Maaf buat tugas kelompok yang terpaksa ku abaikan. Maaf juga bolos setoran. Maaf ga bisa ikutan POR Senam, padahal pengen, sayang bentrok jadwalnya. Semangaaat ya buat kelas aku yang Senam besok. Semangat juga LFAnya. Menang yaa, biar aku bisa nonton finalnya :3

Kembali ke cerita. Hari ini Hari-H nya. Babak penyisihan dan babak semifinal sekaligus. Hasilnya nyaris. Sedikit lagi. Alhamdulillah sudah diberi kesempatan menjajal kemampuan di ajang ini. Walaupun berujung di ranking 11 dari 43 tim. Aku satu tim sama Iffa. Kami ranking 11 dan yang lanjut ke semifinal 10 tim. Bener-bener nyaris :')

Aku akui emang belum pantes kayaknya masuk semifinal. Masih kurang banget. Persiapannya juga cuma satu minggu. Udah ga semangat duluan sih belajar materi tingkat 3 yang seabrek dan lumayan nyusahin. Jadi, ya begitulah. Padahal ternyata soal yang keluar dari materi tingkat 3 itu kebanyakan teorinya aja. Sayang banget. Okee, di kesempatan yang lain harus lebih baik. Semangaaat. Pantaskan dirimu \m/

Ini baru batu loncatan. Semangaaat. Setidaknya punya pengalaman berharga pernah menjadi bagian di ajang ini. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Never give up.
You never know how close you are, so never give up on your dreams.
Bener kata Mb Firna, mental yang harus disiapkan kalo ikut ginian itu, mental kalau kalah. Gagal itu hal yang biasa. Sukses atau gagal peluangnya sama-sama setengah, tergantung bagaimana usaha kita. Gagal itu hanya kesuksesan yang tertunda. Tetap semangat, insya Allah masih ada kesempatan ikut lagi. Semangaaat. Tidak ada yang sia-sia. Semua usaha kita pasti ada buahnya kelak.

Untuk referensi perjalanan mungkin mau share aja. Dari Jakarta ke Jogja naik kereta, trus turun di stasiun Tugu. Kemaren naik Ekonomi-AC, kali ini dapet kereta yang bener sih ACnya, tapi tetep aja aku lebih recomended yang bisnis, biar kursinya ga hadep-hadepan gitu, tapi karna udah dibeliin mau gimana lagi *pasrah. Untuk penginapan paling deket ke Auditorium F.MIPA Utara, kami nginap di Wisma Talenta 2, tinggal jalan kaki nyampe. Makasih baget buat kakak ku yang udah bersedia direpotin ngurus penginapan. Makasih juga udah nyulik aku tiap malam buat makan di luar. Huehehe.

Kemaren malam makan di zupparella, bareng Kak Alif sama Mas Pras, sama Mas Jay juga. Disana semacam tempat makan Korea gitu. Makan krim sup. Zuppa jagung-sosisnya lumayan, sweet chocolatenya juga :3 Trus tadi diculik ke Bakso Lombok Uleg. Pesannya kalo makan di tenda-tenda gitu hati-hati, kebersihannya kurang terjamin. So, buat para perantau, jangan jajan sembarangan di tenda-tenda, kecuali yang emang udah kemasan. Trus juga jangan keseringan minum es. Mana kita tau es yang dibuat dari air mateng atau mentah, kebanyakan sih kayaknya air mentah. Jadi, hati-hati hepatitis. Sayang hati *eh.

Okee, sekian tips and triknya. Maaf postingannya ngalor-ngidul. Terimakasih sudah membaca dan semoga tidak menyesal sudah membaca XD

Sabtu, 18 Mei 2013

PS : GWS Pak :')

16 Mei 2013

Kamis kemaren bareng anak-anak 2KS3 rame-rame nengokin Pak Sugi, dosen Statmat kami. Salah satu dosen senior favorit aku. Hmm dosen yang mengajarkan mata kuliah ribet dengan cara yang mudah dimengerti dan dipahami. TOP BGT deh dosen ku yang satu ini.

Baru-baru ini aku baru tau bahwa bapaknya ternyata kelahiran tahun 1942. Wah, berarti umur beliau sekarang 70an dong ya. Bapaknya masih terlihat bugar karena rutin renang, tapi ternyata dapet kabar bapaknya udah 2 minggu lebih di rumah sakit karena penyakit stroke yang menyerang tubuh bagian kiri beliau. Sedih liatnyaa :') Buat yang mau jengukin bapaknya bisa ke RS Fatmawati Ruang Anggrek - Cattelya 2 dengan catatan kalo ga berubah. Semoga bapak cepet sembuh ya pak, biar bisa ngajar kami seperti biasa :')

Kalo jengukin orang sakit itu entah kenapa berasa awkward, ditambah ga ada sang pemecah es, jadi kesannya hening. Bentar doang kemaren jenguk bapaknya, salah kloter kayaknya *eh. Tapi aku merasa udah cukup, ya, udah cukup tau lewat cerita-cerita mereka. Rasanya ga sanggup pasti bertahan lama-lama di dalam denger cerita beliau secara langsung, pasti sedih. Aku yang ga denger langsung aja udah sedih.

Bapaknya bener-bener perhatian sama mahasiswanya. Tentang dosen pengganti bapaknya, tentang koreksi jawaban UTS kami, tentang anak KS yang juga tetep harus belajar Statistik, biar ga sekedar fokus di komputasinya, trus tentang TID kami yang ga keluar-keluar. Wah, pikiran bapaknya tentang kami aja udah banyak, apalagi tentang yang lain :') Jangan banyak pikiran lagi yaa pak, biar cepet sembuh :')

Kesempatan sembuh insya Allah ada kan ya jikalau Allah menghendaki. Semoga bapak diberi kesembuhan itu. Ga kebayang nanti diajar dosen Statmat yang berbeda. Huah. Tapi apapun yang terjadi harus dihadapi dan dijalani dengan ikhlas. Allah tidak akan memberikan cobaan melampaui kemampuan hamba-Nya :')