CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 31 Oktober 2013

Terima Kasih Telah Menularkan Virus #30DaysSaveEarth

Goodbye October !

Hari ini hari terakhir event #30DaysSaveEarth. Sudah berakhir kah? Bener-bener ga berasa. Awalnya cuma iseng-iseng nulis mengisi liburan, tapi lama-lama jadi ketagihan sendiri :3 Terima kasih telah menularkan virus #30DaysSaveEarth pada saya (cc: @jungjawa, @unidzalika, dan seluruh rekan yang ikut berpartisipasi) Terima kasih telah menginspirasi :3

Event ini membuat saya membuka mata pada lingkungan sekitar, menantang apa yang bisa saya lakukan terhadap lingkungan. Hanya langkah-langkah kecil inilah yang dapat saya lakukan, tapi semoga manfaatnya bisa tersampaikan.


Itulah 16 ide yang berhasil saya goreskan lewat tulisan. Di ujung-ujung Oktober tiba-tiba kejatuhan banyak ide, tapi kurang bisa terealisasi berhubung saya sudah memasuki masa-masa kuliah. Ga sempat riset, jadi yaudahlah. Hehehe. Maaf jikalau ada tulisan yang kurang berkenan, harap maklum karna saya bukan expert di bidang ini, kalau ada salah, salahkan sumber *eh Hahaha. Saya hanya seorang amateur writer :v

Sambil mencari inspirasi, biasanya juga sekalian tracking hestek #30DaysSaveEarth. Blogwalking. Dan event ini sedikit banyak membuat saya sadar, masih banyak kok yang peduli terhadap lingkungan. Ya, masih banyak. Masih banyak orang-orang yang peduli. Termasuk kalian yang membaca ini. Dengan berakhirnya event ini, semoga aksi nyata kita tidak ikut berakhir di sini. Mari terus bergandengan tangan menjadikan bumi lebih baik di masa depan. Jangan takut dibilang orang aneh. Okay?

Salam Go Green !

Rabu, 30 Oktober 2013

Esai : Statistik Berbasis Green IT



Lama-lama mulai menyukai status sebagai manusia pengejar deadline. Hahaha. Rasa-rasanya ga etis aja kan ikut-ikut lomba menulis di luar kampus, tapi ga ikutan yang diadakan kampus sendiri? Jadilah mulai beralih fokus riset ke proyek ini, lomba menulis esai yang diadakan UKM Komnet STIS. Menilik temanya lumayan menarik, yakni "Pengaruh Teknologi dalam Kehidupan khususnya Bidang Statistik."

Lomba esai kali ini sesuai banget sama jurusan yang notabene memang Komputasi Statistik. Setidaknya ikut berkontribusi lah meramaikan acara kampus, kasian kalau sepi. Pfft. Bingung juga mau dibawa kemana esainya, akhirnya bau-baunya agak-agak menyerempet ke #30DaysSaveEarth kali ya. Gatau deh nyambung temanya atau ga. Hahaha. Menang kalah urusan nanti lah, cuma iseng-iseng latihan merangkai kata. Makasih buat editor saya (cc: anis). Buat kalian yang iseng mau baca silahkan. Check this out :v

Statistik Berbasis Green IT
oleh Tudzla Hernita

Di zaman sekarang, teknologi sudah sangat canggih, hampir semua kebutuhan hidup manusia tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Hidup terasa lebih dinamis dan mudah dengan adanya kemajuan teknologi. Segala pekerjaan kita terasa lebih efisien dan cepat berkat kata yang satu ini. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia sangat terbantu segala kebutuhan hidupnya, termasuk dalam bidang statistik.
Walaupun kemajuan teknologi sekarang sangat pesat dan sangat membantu kebutuhan hidup manusia, namun kehadiran teknologi tidak selamanya berdampak positif. Ada harga yang harus dibayar. Misalnya dari sisi sosial, orang-orang menjadi malas dan ingin serba praktis karena sudah terbiasa dimanjakan oleh teknologi. Selain itu, teknologi juga berdampak pada lingkungan, maka dari itu mulailah dikenal istilah Green IT atau Green Computing.

Senin, 28 Oktober 2013

#16 Jangan Takut Dibilang Orang Aneh

Ketika kamu belanja di minimarket, jangan takut dibilang orang aneh karena bilang 'ga usah pakai plastik'

Ketika kamu bawa tempat minum sendiri saat pergi kemana-mana, jangan takut dibilang orang aneh

Ketika kamu ngeprint pakai kertas bekas, jangan takut dibilang orang aneh

Mereka hanya tidak tau motif dari apa yang kamu lakukan kawan. Bisa saja mereka tertawa sekarang, tapi kita lihat saja nanti siapa yang tertawa paling akhir.

Indonesia tidak butuh pengeluh. Indonesia butuh orang muda kreatif yang mau ikut membangun. Berbahagialah menjadi bagian dari orang aneh ini.

Selamat hari sumpah pemuda !

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Minggu, 27 Oktober 2013

#LILIEFORS Ronde 2

Lanjutan postingan sebelumnya. Kalau ada yang belum baca bisa klik disini :D

Klinik ketiga: PENULISAN - Tere Liye

Ini dia sesi yang ditunggu-tunggu sebagian besar yang hadir, termasuk saya. Rasanya kalau ketemu penulis favorit itu emang beda ya. Feeling excited :3 Jadi inget setahun yang lalu, waktu beli Hafalan Shalat Delisa di IBF trus ada Bang Tere Liye juga di sana, tapi sama sekali ga niat minta tanda tangannya ataupun foto bareng karena emang belum pernah sama sekali baca karya-karyanya.

Setahun terakhir, ada 12 dari 17 karya Bang Tere yang berhasil saya tamatkan. Sebagai bukti, reviewnya mungkin bisa kalian lihat di tag Novel dalam blog ini :D Sebagian besar review novel saya disini kayaknya karya Bang Tere deh :D Novel pertama dari seorang penulis tertentu yang saya baca emang kadang berpengaruh besar dengan novel-novel yang saya baca selanjutnya :D

Dapet bocoran dari panitia, katanya bisa minta tanda tangan di sesi ini. Agak-agak kecewa sih ternyata ga bisa minta tanda tangan langsung, mesti lewat panitia. Yaudahlah pasrah. Masih ada workshop menulisnya yang super kece. Suka pake banget sesi ini :3

Mungkin yang belum tau agak kaget kali ya liat Tere Liye ternyata cowok. Saya sih kagetnya udah duluan tahun lalu. Hahaha. Tere Liye ini penulis yang lumayan misterius loh, liat aja di buku-bukunya, jarang bahkan nyaris ga ada identitas penulisnya. Cuma email dan sosmed lainnya. Waktu workshop kemaren juga ga ada CV beliau, jadi cuma dibacain judul-judul karyanya seingat saya. Dapet info dari panitia bahwa menghubungi beliau ya dari komunikasi via email aja. Tapi selebihnya kurang tau juga sih berhubung saya bukan panitia :x

Gaya Bang Tere asik, santai, jadi ga terlalu kaku sesinya. Asik. Diceritain lewat dongeng-dongeng, karna beliau mengaku ahli fiksi, bukan ahli hadis seperti asumsi orang-orang yang berpikir atas karya-karyanya yang religius. Beliau juga menulis cerita romance kok, dongeng juga ada. Tapi karya Tere Liye itu selalu dikemas berbeda, ada unsur pemberian pemahamannya gitu. You will know if you read his novels by yourself :D

Well, mari fokus ke materi. Tema yang diangkat: 'Bisa menulis' vs 'Tahu cara menulis'

Sabtu, 26 Oktober 2013

#LILIEFORS Ronde 1

"Klinik Penulisan, Desain Grafis, Fotografi STIS"

Ini sebenernya plan B, karena proposal ke Krakatau ga disetujui ortu. Buat temen-temen 2KS3, maaf yaa lagi-lagi gabisa ikut jalan-jalan kelas, have a nice trip guys :) *skip*

Daripada diem galau ga ada kerjaan, jadilah menenggelamkan diri dalam #LILIEFORS. Gegara liat salah satu pembicaranya Bang Tere Liye, makin terhasut buat ikutan acara ini dan well setelah mengikuti acara tadi bener-bener ga nyesel deh udah dateng. Makasih buat seluruh kerja kerasnya wahai para panitia *bow* :D

Lewat tulisan ini cuma pengen berbagi sedikit banyak yang saya dapat dari acara kece hari ini tadi. Sayang aja cuma tertuang dalam note pribadi. Kali aja yang tadi ga ikutan penasaran pengen tau banget, mungkin hasrat keponya bisa terpenuhi sedikit melalui tulisan ini :D

Acara tadi dibagi ke dalam 3 sesi dengan waktu masing-masing kurang lebih 2 jam.

Klinik pertama: FOTOGRAFI - Mosista Pambudi

Pada klinik ini mengangkat tema "The Art of Seeing". Tentang bagaimana mata kita menangkap suatu gambar, ga mesti pakai kamera mahal, tapi bagaimana membuat foto yang bercerita atau bagaimana mengomunikasikan sebuah foto.

The art of seeing mengajarkan bagaimana agar kita bisa lebih kreatif dalam melihat sesuatu. Dalam konteks fotografi, melihat lebih jauh berarti melibatkan emosi atau perasaan kita.
"Memberi rasa dalam setiap karya"

Kamis, 24 Oktober 2013

#15 Inovasi Energi Listrik untuk Indonesia

Terinspirasi dari artikel yang berjudul "Promotion of Least Cost Renewables in Indonesia (LCORE)" yang dipajang pada stand giz di JERIN Festival minggu lalu.

Di Indonesia, konsumen listrik terus meningkat setiap tahun. Barisan penunggu sambungan listrik juga terus meningkat, sementara stoknya terus menipis. Kita perlu segera melakukan inovasi energi listrik, salah satunya kita perlu segera mungkin mengembangkan energi baru dan terbarukan.Beberapa sumber energi baru dan terbarukan antara lain tenaga surya, tenaga air, tenaga angin, panas bumi atau geothermal dan sebagainya.

Energi terbarukan menjadi pilihan yang lebih terjangkau untuk memerluas jaringan listrik ke wilayah dengan sumber energi terbarukan –seperti cahaya matahari atau angin– yang cukup. Potensi energi baru dan terbarukan sangat besar di Indonesia. Semua energi tersebut sangat mudah, murah, dan sangat efektif. Setelah dihitung-hitung, ternyata energi baru dan terbarukan sangat murah.

“Dalam beberapa tahun terakhir, biaya produksi listrik dari energi terbarukan secara konsisten, dan terkadang dramatis, terus menurun –sehingga energi terbarukan menjadi pilihan termurah untuk membangun jaringan listrik off-grid dan on-grid di wilayah yang memiliki sumber energi baru dan terbarukan  yang mencukupi.”

“Pesannya jelas: energi terbarukan saat ini menjadi pilihan yang paling murah untuk memenuhi permintaan listrik –walau tanpa dukungan subsidi. Energi ini juga lebih sehat dan lebih baik untuk lingkungan. Masa depan energi terbarukan semakin cerah dan biayanya akan terus menurun,” tulis laporan IRENA.

Laporan yang berjudul “Renewable Power Generation Costs” ini juga menyebutkan, biaya produksi energi surya dengan cara mengumpulkan cahaya matahari dari wilayah yang luas dan menfokuskannya ke satu pusat generator mampu menghemat biaya hingga US$0,14 atau Rp1348,2/kWh. Selain itu, panel surya yang berkembang pesat dalam dua tahun terakhir, semakin banyak dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Biaya produksi energi surya kini semakin kompetitif antara US$ 0,16 (Rp1540,8) hingga US$0,36 (Rp3466,8)/kWh.

Bila energi listrik menggunakan energi baru dan terbarukan maka pemakainnya sangat hemat yakni rata-rata hanya 10 sen dolar per hari. Sementara bila menggunakan energi dari BBM, maka penggunaan bisa mencapai 40 sen dolar per hari bahkan lebih.

Nah. Setelah membaca kutipan di atas ternyata sumber energi terbarukan cukup murah bukan? Energi terbarukan ini juga lebih sehat dan lebih baik untuk lingkungan. Namun, untuk penerapan dalam wilayah yang besar mungkin masih mahal. Kita bisa membuat harga ini lebih murah dengan menggunakan teknologi dan meningkatkan penelitian teknik.

Buat teknisi maupun calon-calon teknisi mungkin bisa mengarahkan penelitian tekniknya ke inovasi energi ini. Kembangkan ide-ide brilian kalian, kemudian publikasikan, misalnya melalui #InovasiBermakna yang diselenggarakan Philips Indonesia (). Selain energi, disana ada berbagai kategori lainnya juga. Semangat menjadikan Indonesia lebih baik :D

Sumber:
http://www.hijauku.com/2012/11/20/energi-terbarukan-semakin-murah/
http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/RS120202.html
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/09/29/2/184885/Indonesia-perlu-Budayakan-Hemat-Energi

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Selasa, 22 Oktober 2013

JERIN Festival 2013


Guten nacht alle ! *Udah lama banget rasanya ga ngomong Jerman, jadi kangen diajarin Bu Katrin *eh :D

Mood lagi naik turun jadi mau cerita aja deh ya. Hari terakhir libur panjang kemaren (20/10/13) bukannya diisi dengan menyiapkan segala tetek-bengek kuliah malah main ke #JERINFest2013. Jerman-Indonesia Festival :D

Awalnya, tau ada festival ini dari mbak-mbak yang kami temuin di FestivalGIM, waktu ikutan Pandai Sigap mbaknya sekalian promosi gitu. Hehehe. Yang excited sih Dwi, yang kenalan duluan sama mbaknya. Trus aku seperti biasa liat-liat rundown acaranya dulu. Sebelumnya ngajakin tanggal 18 kan karna ada Sandy Sandoro, walaupun ga terlalu tau juga. Tapi Dwinya udah ada agenda lain, trus takut kemaleman juga pulangnya. Jadilah ngambil yang hari Minggu, ada Andra & The Backbone :v

Uni tiba-tiba tertarik ikutan juga, jadi kami berangkat bertiga. Hampir jam 2 siang baru berangkat, karena aku nge-lpj dulu bareng adek tingkat yang senasib jadi bendahara DN IMSAK. Ini juga nih yang bikin aku sibuk belakangan -_- Trus mereka juga baru selesai masak-masak. Nunggu tj lumayan lama, agak-agak khawatir juga sih ga sempat sampai Senayan sebelum jam mereka perform, soalnya di rundown jam 3, takut macet juga.

Tapi beruntung nasib baik masih mengelilingi kami. Jam 3an lewat udah sampai sana, grasak-grusuk nyari tempatnya dengan bermodal sok tau ngikutin baliho-baliho yang nancep di jalan, sampai deh di tujuan. Liat-liat stand yang berdiri, sekilas aja, trus mulai mampir dari stand paling ujung, stand GIZ. Liat-liat artikel kerjasama-kerjasama apa aja yang udah dilakukan Jerman-Indonesia selama ini untuk membangun Indonesia. Lumayan banyak yang menarik :D

Trus lanjut mampir ke stand yang bagi-bagi buku gratis, boleh ngambil semuanya, karena hari terakhir kali ya. Aku sih ngambil buku yang sekiranya bakal kubaca aja, yang ekonomi-ekonomi ga deh makasih, buat mereka aja. Trus ku seret mereka ke stand Photo Exibitionnya, ternyata banyak foto-foto sejarah gitu, bentar doang disana trus cuss mereka nyari tempat sholat.

Selagi nunggu mereka sholat ngerandom gitu di sana, liat-liat stand dari jauh, trus iseng-iseng motret pinjem kamera Uni. Ngeliatin yang lagi lomba makan donat, trus ikutan merapat ke panggung karna udah mulai cek sound gitu dan mereka pun balik.

Stand terunyu pfft lucu bonekanya :3

Sekitar jam 4 bandnya mulai perform. Awal-awal biasa aja karna jujur emang ga terlalu tau lagu-lagunya, apalagi lagu-lagu barunya. Cuma numpang dengerin jadinya. Tapi lagu-lagu setelahnya cukup tau, pas micnya dilempar ke penonton ikutan nyanyi. Lagu sempurna tetp jadi lagu favorit :3


 Photo by Uni

 Aku - Dwi- Uni


Sekian ceritaku, mana ceritamu? XD

Sepucuk Surat Dariku Untukmu

Pengen banget minta maaf ke seseorang karena pernah menanyakan pertanyaan itu di hari pengumuman pembagian kelas. Seandainya pertanyaan waktu itu bisa kutarik lagi. Maaf banget ya bibir ini terkadang sering khilaf :"

Kuliah semester baru udah dimulai sejak kemaren. Gimana kuliahnya setelah hibernasi panjang kawan? Mungkin bagi yang strip di pundaknya udah nambah satu bisa dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut. Tapi mungkin tidak untuknya, pasti sangat sulit untuknya :"

Di hari pertama aku bahkan sempat tertipu dengan jawabannya, aku sempat berasumsi bahwa dia baik-baik aja, tapi sekarang tidak lagi. Dia memamg terlihat baik-baik aja dari luar, tapi dalamnya? Aku tidak tau seberapa keras dia berusaha untuk terlihat kuat.

Hari itu, saat aku tau, aku masih ga percaya dengan kabar yang ku dengar walaupun udah diverifikasi sama seorang informan yang cukup bisa dipercaya. Hmm pernah merasa gagal menjadi seorang teman? Semenjak aku tau itu berasa gagal banget menyelamatkan seorang teman berharga :" Ada beberapa versi yang kudengar tapi ga ada yang bener-bener ku percaya seutuhnya, kecuali dari dia langsung nanti kalau dia bersedia cerita :"

Kamu pasti melalui hari-hari sulit. Sedih. Sepi. Sendiri. Tapi kamu harus tau masih ada aku disini, masih ada aku yang bersedia jadi tempat curhatmu. Jangan sering-sering mengunci diri di kamar ya. Biar kami bisa selalu mengecek keadaan kamu. Kalau ada materi kuliah yang sulit jangan sungkan-sungkan nanya. Bombardir aja kamarku. Aku akan berusaha membantumu sebisaku :')

Gatau mesti nulis apa lagi. Maaf kalau ada kata-kata yang keluar dari lisanku ataupun tulisanku yang menyulitkanmu. Maaf. Kamu yang kuat ya, be strong. Semangaaat. Everything happens for reason :')

Sabtu, 19 Oktober 2013

#14 Memfosilkan Fosil

Saat kampus-kampus lain mungkin ada yang udah UTS, besok Senin kampus saya baru memulai kuliah di tahun ajaran baru ini, ya, anti mainstream. Well, beginilah nasib kuliah di sini *eh. Maaf curcol. Hehehe.

Tadi baru selesai mempacking segala materi kuliah semester-semester lalu. Menyusun kertas-kertas printout sesuai mata kuliah, mengumpulkan modul-modul sesuai semester dan menata buku-buku menyambut semester baru.

Tahun ajaran baru identik dengan buku pelajaran baru. Biasanya di sini lagi heboh-hebohnya nyari fosil - sebutan untuk buku-buku/materi kuliah dari kakak tingkat sebelumnya. Jadi, buku-buku yang ada didistribusikan turun temurun, karena referensi buku yang digunakan biasanya tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun.

Daripada menuh-menuhin kamar saya yang mungil, saya mem-fosil-kan segala printout, modul dan buku mata kuliah yang sekiranya ga saya gunakan lagi dalam jangka waktu dekat. Coba deh dipikir-pikir. Daripada bukunya diam di tempat, ga ada yang baca, mending dikasih ke adek tingkat kan? Tentu lebih bermanfaat, apalagi kalau adeknya baca dan belajar dari situ. Jadi multilevel pahala mungkin :D

Nah, kalau misal kalian punya buku-buku yang masih layak pakai, modul ataupun printout mata kuliah mending dipinjemin ke adek tingkatnya yang satu jurusan deh. Lumayan kan mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk memproduksi kertas-kertas yang digunakan untuk membuat buku, modul atau printout baru? :D

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Jumat, 18 Oktober 2013

Snow World at Bekasi Square

Kemaren (17/09/2013) jalan bareng lagi sama mereka. Awalnya gegara nyambi liat foto temen yang udah ke Snow World di sosmed, trus temen yang kupanggil Uni, yang waktu itu lagi main-main ke kamarku ikutan liat, trus tiba-tiba semangat 45 ngajakin ke sana. Aku waktu itu pasrah aja, asal iya-iyain aja, trus nyuruh dia nyari pasukan. Eh taunya dia malah lama liburan di Bandung .-.
 
Dan akhirnya ada seorang lagi nyebut-nyebut Snow World, yang semangat ngajakin ke sana, sebut saja Risna, ceritanya mau nikung Uni yang masih di Bandung. Pfft. Aku mah idem aja ngikut mayoritas. Hahaha. Sebelum ke sana, nanya ke sana kemari dulu biar ga nyasar kayak cerita L's, karena belum ada satupun diantara kami bertiga yang udah pernah ke Bekasi Square :v

Fyi, Snow World ada di Bekasi Square sampai tanggal 27 Oktober nanti. HTMnya 50ribu, untuk anak-anak yang tingginya di bawah 140 cm HTMnya 40ribu. Akses kesana dari Otista tinggal naik angkot 26 sampai di pemberhentian terakhir dengan membayar Rp 6.000. Perjalanan kemaren kira-kira memakan waktu 1 jam. Rasanya mau mabok pas di angkot, supirnya ugal-ugalan banget nyetirnya, mana macet pulak. Sering banget ngegas trus ngerem mendadak. Muka penumpang semuanya waswas kalo kenapa-kenapa.

Setelah turun dari angkot horor tadi, disaranin naik angkot sekali lagi ke Bekasi Squarenya. Naik angkot 25 katanya, karena cukup dekat, bayar Rp2000 aja. Kalo mau jalan sebenernya kayaknya bisa sih :v Tapi berhubung kami berangkatnya siang, dimana panas terik menggantang, kami memutuskan naik angkot ajalah ya. Sekitar jam 3an akhirnya kami sampai juga di Bekasi Square, Mall yang katanya kayak istana-istana gitu. Hahaha.

#13 Lidah Mertua: Tanaman Hias Penyerap Radiasi


Kemaren pas lewat di depan deretan rumah yang jualan tanaman hias tiba-tiba kepikiran tanaman hias yang satu ini, Lidah Mertua (Sanseviera sp). Di rumah, Mama koleksi tanaman ini, rasanya punya 4 dari 6 gambar di atas. Kata Mama, tanaman ini bisa menyerap radiasi, jadilah lidah mertuanya ditaroh di dalam rumah juga, di dekat TV rasanya. Dari dulu pengen punya satu buat di kamar kosan, mau ditaroh di atas meja belajar samping laptop, tapi belum ketemu yang jenisnya pendek di sini. Kontras aja rasanya kalau naroh tanaman yang cukup gede di kamarku yang mungil. Kalau ada yang tau tempat jualan tanaman hias ini di daerah Jakarta kasih tau yaa, agak repot soalnya kalau mesti bawa dari Banjarbaru sana *curcol :D

Okee, back to topic. Menurut sumber yang saya baca, penelitian NASA pernah menyebutkan, bahan aktif pregnan glikosida yang terdapat di lidah mertua mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara. Maka, tidak salah kalau kita dianjurkan untuk meletakkan lidah mertua di dalam ruangan. Selain menyerap polusi, ternyata sansevieria memiliki manfaat lain loh, yaitu dapat mengurangi zat beracun seperti asap rokok, karbon dioksida, karbon monoksida, timbal, benzen, xilen, formaldehid, chliioroform, dan triklorotilen menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino, karena adanya " pregnane glikosid" pada tiap daunnya. Berikut penjelasan ilmiahnya.

Dari hasil studi literatur diketahui bahwa tanaman lidah mertua (Sansevieria sp) memiliki zat aktif pregnane glikosid (Purwanto, 2006). Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti asam amino, gula, dan asam organik. Setelah didetoksifikasi juga dihasilkan udara yang telah bersih.
Sansevieria sp mampu menyerap polutan derivat hidrokarbon seperti formaldehid sebanyak 0,938 mikrogram/jam, jadi untuk ruangan 100 m2 cukup ditempatkan Sansevieria laurentii dewasa berdaun 4-5 helai. Untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai sebagai penetralisir udara tercemar agar ruangan tersebut bebas polutan.

Selanjutnya, Sanseviera yang dipotong-potong trus dimasukin ke dalam kulkas ternyata dapat menghilangkan bau tak sedap. Dalam lingkungan industri, potongan tadi disebarkan di ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh para pekerja. Selain itu, juga bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi, maka baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi. Nah!

Sebaiknya mulai sekarang mari kita menanam Sanseviera, baik di dalam ataupun di luar rumah, karena tanaman ini mudah beradaptasi dengan lingkungan. Dari segi perawatan, tanaman ini juga mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Selain dapat mempercantik ruangan bisa mengurangi radiasi, multifungsi bukan? Bahkan banyak manfaat plus plus lainnya.

Sumber: 
http://zeromind165.blogspot.com/2012/06/manfaat-tanaman-lidah-mertua-sanseviera.html
http://ekosetyadik.blogspot.com/2010_06_01_archive.html


NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Kamis, 17 Oktober 2013

#12 Matikan Mesin Saat Lampu Merah

"Hemat BBM, Matikan Mesin Sampai Detik 20"

Sebuah pesan yang pernah saya lihat bertengger di lampu merah daerah Yogyakarta waktu berkendaraan dengan kakak saya dulu, lebih dari 2 tahun yang lalu kalau saya tidak salah ingat. Pesan tersebut cukup ampuh, sepenglihatan saya cukup banyak pengemudi yang mematikan mesin waktu itu, termasuk kakak saya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah iya mematikan mesin di lampu merah bisa menjadi salah satu cara untuk menghemat BBM?

Setelah dipikir-pikir mungkin ada benarnya. Bayangkan aja, di kota metropolitan seperti Jakarta ini ada berapa ratus lampu merah yang tiap detik menyala. Saat lampu merah menyala mungkin ada puluhan motor/mobil yang berhenti dan jika dirata-rata lampu merah di Jakarta ini kebanyakan menyala lebih dari 100 detik. Jika mesin motor/mobil dibiarkan hidup, berapa asap kendaraan yang dikeluarkan oleh kendaraan-kendaraan itu dan otomatis asapnya terkonsentrasi di titik tersebut, padahal para pengendara (terutama motor) berkumpul disitu menunggu lampu hijau menyala. Pengendara yang berada di lampu merah itu mau ga mau pasti menghisap gas buang yang dikeluarkan oleh motor/mobil yang berhenti. Betapa bahayanya gas buang atau emisi tersebut sudah pernah saya muat dalam ponting Mari Berhijrah dari Premium ke Pertamax.

Berdasarkan salah satu situs yang saya baca, katanya takut mematikan mesin mobil saat berhenti adalah mitos yang salah. Anda bisa mematikan mesin mobil kita kapan saja saat Anda menunggu. Dalam situasi dimana mesin-mesin mobil sudah modern, ancaman pemanasan global dan harga BBM tinggi, mematikan mesin mobil saat menunggu adalah pilihan yang cerdas dan ramah lingkungan. Membiarkan mesin mobil menyala adalah pemborosan. Setiap menit mesin terus menyedot bahan bakar dan tidak memanfaatkannya menjadi daya gerak. Lembaga Perlindungan Lingkungan Amerika (EPA, Environment Protection Agency) menyatakan, jika Anda menunggu lebih dari 15-30 detik, Anda bisa menghemat bahan bakar dan uang dengan mematikan mesin dan menyalakannya kembali saat Anda siap berkendara.
 

Menurut Bintarto, “Jika Anda berhenti lebih dari 20 detik, misalnya saat di lampu merah, perlintasan kereta api, menaikturunkan penumpang atau barang, lebih baik matikan mesin mobil. Sering mematikan mesin mobil tidak akan merusak atau menurunkan kinerja mesin.” Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penerapan trik ini. Anda juga bisa berperan mengurangi polusi udara.
 
Nah, dampak mematikan mesin saat lampu merah menyala dan menyalakannya saat lampu merah tersisa 20 detik lagi dalam jangka panjang ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi mesin. Kenapa menyalakan kembali ketika detik ke 20? Karena 20 detik adalah waktu minimal untuk dinamo starter bisa dihidupkan kembali setelah mati.

Mungkin di Jakarta bisa mulai diterapkan juga slogan "Hemat BBM, Matikan Mesin Sampai Detik 20" tersebut. Mengingat harga BBM kini semakin mahal dan minyak mulai menjadi komoditas yang langka, ditambah polusi kendaraan bermotor yang terus merusak bumi dan penghuninya.

Jadi, tunggu apa lagi? Matikan mesin kendaraannya ya disaat-saat berhenti, terlebih berhenti dalam waktu lama. Dengan mesin berhenti tentu saja mesin tidak mengeluarkan asap kan? Otomatis tidak ada asap kendaraan yang terkonsentrasi di tempat tersebut, mengurangi emisi? Ya! Menghemat BBM, menyelamatkan lingkungan, udara jadi lebih segar, mengurangi polutan, dan tentu saja menyelamatkan para pengendara dari efek terhirupnya gas buang!
Sumber:
http://green.kompasiana.com/polusi/2013/01/27/matikan-mesin-saat-lampu-merah-menyala-atau-saat-kereta-api-lewat-529082.html
http://news.detik.com/read/2012/12/17/131504/2120434/727/berhenti-lebih-dari-20-detik-matikan-mesin-mobil?9922022 
http://oto.detik.com/read/2011/01/23/200538/1667400/1214/2/mematikan-mesin-motor-kala-lampu-merah-aman-tidak-ya 
http://www.kendali.com/index.php?option=com_content&view=article&id=201:matikan-mesin-mobil&catid=83:tab-kendali-green&Itemid=120

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Rabu, 16 Oktober 2013

#11 Mari Berhijrah dari Premium ke Pertamax

Kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor dimanapun Anda berada,

Menurut sebuah penelitian asap kendaraan bermotor menyumbang lebih dari 26% total emisi yang dihasilkan di Indonesia. Emisi yang dimaksud di sini, menurut wikipedia adalah emisi gas buang yang merupakan sisa hasil pembakaran bahan bakar di dalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin. Emisi kendaraan bermotor ini banyak sekali menghasilkan efek negatif, dikutip dari data Bappenas, setiap kali kendaraan mengeluarkan asap, sekitar 1.000 unsur beracun yang terkandung di dalamnya turut mengotori udara. Unsur-unsur beracun yang terkandung dalam asap kendaraan ini antara lain seperti karbon monoksida, karbon dioksida, partikular, ozon, timbel, dan sulfur dioksida yang apabila terhisap dan masuk ke dalam sistem pernapasan kita secara terus menerus pada akhirnya bisa menimbulkan penyakit seperti Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bahkan kanker.

Salah satu tindakan nyata yang bisa kita lakukan untuk mengurangi emisi tersebut adalah dengan menggunakan BBM yang tepat.
Penggunaan bahan bakar yang digunakan oleh sebagian besar kendaraan yang ada di jalan adalah jenis premium yang mempunyai nilai oktan 88. Jenis BBM ini memang murah, kenapa bisa murah? Karena premium masih disubsidi oleh pemerintah. Namun, tahukah kalian bahwa tidak semua motor bisa maksimal performanya dengan menggunakan bahan bakar premium? Sebagian besar motor yang diproduksi beberapa tahun terakhir mempunyai mesin dengan tingkat kompresi tinggi yang membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi pula agar mesin dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Mesin kompresi tinggi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi. Nah, dari kalimat terakhir bisa disimpulkan sementara, dengan menggunakan BBM yang memiliki nilai oktan tinggi kinerja mesin akan lebih optimal karena proses pembakaran yang terjadi dalam mesin lebih efektif dan dapat menekan tingkat emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan.

Referensi pemakaian bahan bakar yang cocok untuk kendaraan dapat dilihat di link berikut. Jika dilihat sekilas dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kendaraan yang beredar di jalanan harusnya memakai bahan bakar jenis Pertamax atau Pertamax Plus. Namun jika kita tengok di SPBU ternyata masih banyak sekali kendaraan yang harusnya mengkonsumsi Pertamax/Pertamax Plus tetapi masih saja mengisi bahan bakar jenis Premium.  Hal ini tentu saja merupakan salah satu sebab kenapa udara di lingkungan kita mempunyai kadar emisi yang tinggi, Ya benar, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan ukuran kompresi mesin mengakibatkan pembakaran yang terjadi tidak maksimal sehingga mengakibatkan gas buang yang keluar semakin banyak dan mengandung polutan (toxic) yang dapat berakibat buruk terhadap kesehatan manusia bila konsentrasinya di udara melebihi ambang batas tertentu. Dari data lain juga disebut bahwa bahan bakar jenis premium masih mempunyai kadar timbal yang tinggi, dalam jangka panjang kandungan timbal dalam gas buang kendaraan akan berpengaruh pada emosi manusia yang menyerapnya. Dan bahkan bisa mengakibatkan rendahnya tingkat IQ seorang anak. Jadi, masih mau menggunakan BBM yang mengandung timbal? Yang mencemari lingkungan dan dalam jangka panjangnya bisa merugikan kesehatan kita?

Sumber:
http://green.kompasiana.com/polusi/2013/01/27/matikan-mesin-saat-lampu-merah-menyala-atau-saat-kereta-api-lewat-529082.html 

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Nonton Konser CNBlue Gratis: Aamiin

Sudah berapa hari bolos proyek nulis #30DaysSaveEarth? Hari ini udah memasuki tanggal 16, postingan baru 10, tapi ga akan ku biarkan hutang 6 hari kok. Mehehe. Sori, ada proyek dadakan yang membuatku teralihkan dari misi ini (re: ikutan kuis untuk bisa nonton CNBlue gratis tanggal 19 nanti XD). Aku baru tau CNBlue konser bulan ini. Hello, kemana aja? Kayaknya aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri waktu liburan di rumah, jadi kudet -_-

Ada 3 kuis yang rencananya dicoba, tapi cuma 1 yang bener-bener jadi. Kuis yang satunya bikin males banget karna mesti nyampah dimana-mana buat naikin poin. Trus aku juga baru ikutan H- berapa hari ada sampai deadlinenya ditutup. Jelas lah udah susah ngejar poin yang udah ikutan kuis dari 1 bulan sebelumnya :x

Kuis yang satu lagi terpaksa gagal lagi karena masalah teknis: ga bisa upload di websitenya, padahal hari ini deadline pengumpulannya. Dari 2 hari yang lalu udah jadi fan-art nya, udah susah payah juga ngumpulin clip-art buat bikinnya dengan koneksi yang, ah, rasanya bikin pengen nelan sendok. Gondok.

Awalnya kupikir karena koneksi inet yang lola makanya gabisa keupload, trus tadi udah nyoba pake wifi tetangga blok sebelah, ternyata tetep gabisa. Miris. Kemungkinan kedua laptopku yang bermasalah, trus tadi juga udah inisiatif pinjem laptop temen buat numpang upload dan ternyataaa ga bisa juga. Pedih. Tolak H0 semua. Pukpuk. Kemungkinan terakhir akunku disana yang bermasalah :". Daripada terbuang percuma mending diupload disini kali ya, lumayan buat mengobati sakit hati, walaupun ga begitu menarik hati. Brace your eyes bung :D

Manusia Setengah Salmon

Judul             : Manusia Setengah Salmon
Penulis          : Raditya Dika
Penerbit        : Gagas Media
Tahun Terbit : 2011
Tebal             : 264 halaman


Filmnya baru-baru ini rilis. Pas diajakin temen nonton ini, ah, rasanya ga terlalu tertarik nonton MSS. Kebetulan udah pinjem novelnya juga sih, trus masih progres baca kemaren. Kalo udah baca novelnya itu biasanya jadi males nonton filmnya, kecuali film barat dan genrenya action :D

Udah lumayan banyak buku Raditya Dika, lupa udah baca yang mana aja. Hehhe. Ga terlalu suka karyanya sih, biasa aja. Lucu emang, judulnya juga kadang aneh-aneh. Dan buku ini yang bikin tertarik pembatas bukunya. Wkwkk. Lucu.

MSS ini berisi kumpulan tulisan komedi ala Raditya Dika. Bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Sedikit bocoran kenapa judulnya Manusia Setengah Salmon itu karena terinspirasi dari ikan salmon yang bermigrasi, intinya berani pindah. Masih ga ngerti? Baca bukunya aja deh. Hahaha.

Ada sembilan belas bab di buku ini. Kadang ada di bab-bab tertentu aku sama sekali ga ketawa ataupun ngakak. Mungkin saraf humorku belum sinkron kali ya sama tulisan Bang Dika. Wkwkk. Awal-awalnya juga ga terlalu semangat bacanya, ketiduran berkali-kali kayaknya pfft bukan karena ceritanya sih, efek capek :D

Meskipun genrenya komedi, tapi disini juga ada pesan moralnya loh, tapi tetap aja disampaikan dengan cerita pengantar yang kocak. Hahaha.
"Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orang tua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima."
"Timeline Twitter seseorang menunjukkan sifat asli orang tersebut."
Jleb. Emang bener sih kadang, sering deh kayaknya. Hahaha. Hati-hati buat selebtwit. Aku sih udah jaim dikit, meski nyampah itu kadang sesuatu yang tidak bisa dihindari. Pfft. Tapi sekali lagi ya, gabisa digeneralisir juga sih. Dari tulisan aja ga menjamin bener-bener menunjukkan sifat aslinya. Hati-hati dengan twittergenic - orang-orang yang bisa terlihat keren di Twitter. Kalo aku? Ah, you'd better don't know me XD
"You can't always get what you want, but if you try, sometimes you just might find you get what you need." - Mick Jagger
Kocak juga tulisannya yang agak ilmiah. Bab apa judulnya? Jomblonology. Ditujukan kepada para jomblo dimanapun Anda galau XD Paper pertamanya tentang macam-macam jomblo menurut penyebabnya. Itu kayaknya terinspirasi dari macam-macam pengangguran deh. Hahaha. Setelah menimbang-nimbang kayaknya aku masuk dalam kategori Jomblo Friksional deh, jomblo yang sifatnya sukarela. Pfft. Tapi dari segi definisi ga masuk sama sekali deh, ga baru putus kok, cuma emang susah move on *eh. Hahaha.

Paper kedua tentang mencari pacar dengan bauran pemasaran. Diliat-liat teorinya ekonomisentris sekali. Apalagi kurvanya. Mesem-mesem sendiri liatnya. Wkwkk. Jago deh bang buat teorinya. Agak-agak intelek gitu jadinya humornya :D

Sekian dulu sesi meracaunya XD

Selasa, 15 Oktober 2013

Happy Eid Mubarak

Happy Eid Mubarak to all Muslims around the world :)

Alhamdulillah di tahun ketiga ini akhirnya bisa sholat Id, walaupun ga bareng keluarga di Banjarbaru sana. Tapi setidaknya tahun ini jadi berasa Idul Adhanya, ga kayak 2 tahun sebelumnya :') Bisa sih sebenernya pulang, tapi dengan berbagai pertimbangan, lebih berat timbangan lebaran di sini aja :')

Cuma sisa 4 orang yang tetap di kos, yang lainnya punya agenda lebaran masing-masing di tempat yang berbeda. Tadi sholat Id di Masjid kampus, karena datang belakangan, jadi kebagian shaf di jalan raya. Baru kali ini sholat Id sementara di belakang kendaraan hilir-mudik. Kirain jalannya bakal ditutup, ternyata jalur buswaynya tetep dibuka :x

Alhamdulillah bisa makan ketupat juga disini, disponsori oleh ibu kos :D Makasih atas undangan ya bu :D Ibunya udah mudik, jadi tadi ga ketemu, gitu-gitu ternyata ibunya perhatian juga sama anak kosnya *terharu :3

Hemm daripada nganggur aja, aku ikutan daftar jadi panitia qurban di kampus. Lumayan banyak juga yang qurban, 2 sapi, 14 kambing. Untuk akhwat dibagi, ada yang bagian motong-motong daging untuk dibagikan, trus ada yang masak konsumsi. Pertamanya masuk kelas pemotongan, tapi habis itu moving ke kelas konsumsi :D

Masak bareng ibu-ibu kantin. Masak sop, sate sama satunya gatau namanya. Hehehe. Ibu-ibunya masak masakan yang berat, kami ngurus masak satenya aja. Ternyata susah juga motong-motong daging, apalagi bagian lemaknya, perlu tenaga ekstra :x Tapi tetep asik, bareng anak kosan disini semua, trus ada Kamil sama ikhwannya, ada kating sama deting. Totalnya 10 orang mahasiswa/i.

Lumayan lah dapat rahasia masak sate, kata Pak Mukhlis bisalah buat usaha nanti pas udah penempatan. Hahaha. Ternyata untuk masak sate kambing tadi, dagingnya ga usah dicuci setelah dipotong kecil-kecil. Trus dagingnya ditusuk-tusuk, plus kasih lemaknya satu potong. Setelah tusukan-tusukan satenya jadi, sebelum dimasak, ditutup pake daun pepaya, katanya biar empuk. Baru tau. Trus satenya dibakar, baru dikasih kuah kecap yang udah dikasih cabe sama tomat deh kayaknya tadi. Enyak, walaupun bau kambingnya masih tertinggal di mulut :x

Dua tahun lalu pernah diajak nyate sama Kak Nizar, salah ternyata caranya. Hahaha. Dulu pake direbus dulu. Atau beda cara kali ya, yang penting judulnya sate kan ya :D

Well, setidaknya lebaran Idul Adha kali ini jadi berasa Idul Adha. Asik juga ternyata jadi panitia qurban. Lumayan bisa numpang makan daging :D

Minggu, 13 Oktober 2013

Dari EHEF Nyasar ke #SosMedFest13

Kemaren malam mingguan bareng @putripumo sama @octaviarzky. Triple date ceritanya *dalam mimpi. Hahaha. Skip.

Awalnya ke EHEF (European Higher Education Fair Indonesia) di Puri Agung Convention Hall, Grand Sahid Jaya Hotel. Letaknya di Jalan Sudirman. Fyi, dari Otista ke sana kalo naik transjakarta cari yang jurusan Harmoni, trus transit cari jurusan Blok M turun di Setiabudi. Karna males ngantri di Harmoni yang rame gila, mana bisnya ga dateng-dateng, jadilah kami keluar cari taksi, jebolin kantong. Harusnya ga usah muter ya bilangnya, pengalaman pengalaman -_-

Sekedar tips yang mau ke Education Fair semacam itu mending cari tau dulu negara mana yang mau didatangi, trus universitas apa yang diincar, plus jurusannya. Kemaren itu banyak banget boothnya, hampir seratus kayaknya, dari berbagai negara Eropa. Ada Perancis, Belanda, Itali, Jerman, Swiss, Hongaria dan masih banyak lagi. Di negara-negara itu ada lagi booth per universitasnya.

Jumat, 11 Oktober 2013

#10 Biasakan Hibernate, Tinggalkan Standby

Pada saat ingin mematikan komputer/laptop ada beberapa pilihan bukan? Ada shut down, restart, hibernate, dan stand by/sleep. Buat yang sering berpindah-pindah, tapi tidak ingin melalui proses booting OS yang cukup lama, stand by sering menjadi pilihan bukan.

Nah, di sini saya hanya ingin membagikan sedikit hasil isengan browsingan saya tadi. Tentang hibernate dan stand by, sejujurnya saya sangat jarang menggunakannya, bahkan sama sekali belum pernah menggunakan hibernate. Dari pada salah, mulai dari definisi dulu kali ya. Karena saya bukan ahlinya, kalau ada salah langsung kritik aja ya. Feel free.

Hibernate
Hibernate hampir mirip dengan shutdown yaitu mematikan komputer secara keseluruhan, perbedaanya pada hibernate sebelum komputer dimatikan isi dari memori atau RAM disalin ke hardisk terlebih dahulu sehingga ketika komputer dihidupkan kembali tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena isi RAM sudah ada di hardisk dan akan diambil alih kembali. Konfigurasi komputer akan tersimpan jadi saat anda membuka aplikasi sebelum di hibernate maka pada saat komputer dihidupkan aplikasi tersebut juga terbuka (masih ada). Cocok digunakan apabila anda mau meninggalkan komputer untuk waktu yang cukup lama kemudian berniat untuk memakainya kembali nanti.

Stand by
Pada kondisi ini komputer tidak dimatikan secara keseluruhan, memang semua komponen komputer dimatikan atau diputus aliran listriknya kecuali memori (RAM). Modus stand by bisa di bilang hemat energi karena hanya RAM yang membutuhkan listrik. Untuk menghidupkan kembali dapat dilakukan secara instan karena jauh lebih cepat daripada shutdown dan hibernate karena isi RAM masih dipertahankan, saat menghidupkan komputer konfigurasinya atau aplikasi yang anda jalankan masih ada. Cocok digunakan apabila anda mau meninggalkan komputer dalam waktu singkat.

Jadi, buat yang aktif berpindah-pindah, tapi tidak ingin melalui waktu booting OS yang cukup lama. Gunakan hibernate, jangan menggunakan standby. Kenapa harus Hibernate? Karena ketika menggunakan Hibernate, laptop akan mati dengan OS akan menyimpan log file. Sedangkan Standby hanya 'menidurkan' sementara laptop, sehingga tetap menyerap daya baterai.

Sumber : 
http://ensiklo-mini.blogspot.com/2013/08/tips-merawat-baterai-laptop-tetap-prima.html
http://www.adib21.com/2012/03/perbedaan-shutdown-hibernate-stand-by.html

NB: Tulisan ini dalam rangka event #30DaysSaveEarth yang diselenggarakan oleh @jungjawa dan @unidzalika.

Paris: Aline

Judul            : Paris: Aline
Penulis         : Prisca Primasari
Penerbit        : GagasMedia
Tebal            : 224 Halaman
Tahun Terbit : 2013

Novel STPC kedua yang ku baca. Novel yang kemaren beli di Jak Book Fair. Tertarik beli selain karena penulisnya, karena judulnya juga sih. Hehehe. Penulisnya sama kayak yang nulis Eclair. Kemaren galau-galu gitu beli atau ga, tapi setelah liat postcardnya yang cantik langsung ngebet beli, pengen punya sendiri :3
Ini nih postcardnya.
Sumber gambar : http://dhynhanarun.blogspot.com/2013/03/paris-aline.html


Novel yang berhasil ku tamatkan dalam sekali duduk, cuma 3 jam-an selesai. Terlepas dari efek mager dan novelnya tipis, novel ini emang seru dibaca kok. Serius bikin penasaran. Dari resensi di back covernya aja udah bikin penasaran. Banyak pertanyaan mengapa yang muncul. Kenapa? Mengapa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian sedikit demi sedikit terjawab di lembar-lembar selanjutnya. Seperti mengumpulkan puzzle-puzzle cerita. Aaah. Kadang emang ada sesuatu yang lebih baik kita tidak tau. Pada saat yang tepat, pada saat orangnya siap memberi tahu kita akan tau sendiri juga kok :)

Kamis, 10 Oktober 2013

#9 Karangan Bunga Palsu

Terinspirasi dari salah satu tulisan berjudul "Jangan Karangan Bunga" yang juga ditulis dalam rangka #30DaysSaveEarth. Katanya:
Berdasarkan penelitian, setiap tahun kita menghabiskan uang sekitar £1,35 miliar untuk membeli karangan bunga di Inggris, 80 persen bunga yang kita beli setiap tahun itu diimpor dari luar negeri. Karena bunga-bunga cepat layu dan gugur, mereka biasanya cepat dibuang dan menjadi sampah yang beterbangan kesana kemari – ini mengakibatkan jejak emisi karbon yang sangat besar. Banyak yang belum sadar dan bahkan belum tahu akan hal ini. Jadi, mulai sekarang mulailah untuk tidak memilih karangan bunga sebagai hadiah.

Nah. Hari ini tadi wisuda kakak-kakak 51 STIS. Kami - IMSAK (Ikatan Mahasiswa STIS Asal Kalimantan) punya agenda setiap tahunnya memberikan karangan bunga kepada kakak-kakak yang wisuda. Tahun ini ada yang berbeda dengan karangan bunganya. Kami memutuskan tidak memberi karangan bunga asli. Toh buat apa? Cuma untuk keindahan sesaat bukan? Paling lama bertahan seminggu, itu pun untuk jenis-jenis bunga tertentu. Setelah layu, bunga-bunga tersebut juga akan berakhir di tong sampah. Jadilah kami memberikan karangan bunga palsu yang tak akan layu :D