CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 30 April 2015

Prince of Tennis


Prince of Tennis ini manga yang udah lama banget. Pertama kali baca komiknya waktu SMP kelas 2, sekitar tahun 2006. Baru baca beberapa komik waktu itu, gara-gara ketularan kakak kedua, waktu masih zaman-zamannya rental komik. Dulu padahal dilarang ortu baca buku khayalan orang lain, tapi tetep aja bisa berkilah, mencari celah. Masih inget dulu pernah nyuri-nyuri baca komik, sampe diumpetin dibalik buku mata pelajaran. Hahaha. Pada akhirnya ketahuan dan lama-lama terpaksa menyerah.

Lupa dulu pernah baca komiknya sampai volume berapa. Jadi waktu awal-awal nonton anime ini seolah bisa menebak jalan ceritanya. Berasa dejavu gitu *eh. Hehe. 178 episode itu ga sedikit. Selama sebulan terakhir mencicil anime ini. Akhirnya selesai juga nonton episode ke-178 barusan. Setelah mencari tau ternyata masih ada anime edisi National Tournament-nya. Nanti deh disambung kapan-kapan :D

Rabu, 29 April 2015

Butuh Pemicu Jantung Lebih

"Kalau boleh jujur, lulus kuliah itu lebih susah daripada masuk kuliah. Musuh mahasiswa itu hanya dua: pertama waktu luang dan kedua ego yang berlebih. Separuh mahasiswa akan tiba-tiba merasa salah jurusan di pertengahan tahun. Sebagain kecil akan malas-malasan sebagian yang lebih kecil memutuskan pindah. Sebagian besar akan terpaksa melanjutkan kuliah dengan agak terpaksa. Hanya sedikit mahasiswa yang meyakini pilihan jurusannya adalah kebenaran absolut." - Mas Miring

Merasa tergelitik baca postingan di atas. Sekarang entah kenapa rasanya lulus kuliah itu susah. Arggh. Sudah nyaris sisa setengah semester belum ada apa-apanya. Astagfirullah. Mungkin aku terlalu terlena dengan banyaknya waktu luang. Udah banyak denger temen-temen yang skripsinya nyaris selesai tapi diri ini belum mulai gece, gerak cepat. Entah kenapa. Mungkin aku butuh pemicu jantung lebih. Help!

Ketika ditanya, "Skripsimu susah banget ya?" Hmm, I don't know what kind of response should I give. Cuma bisa tersenyum miris. Begitulah. Terkadang susah memang menanamkan sesuatu yang berbeda dengan pemahaman sebagian besar orang di luar sana. Menjadi berbeda kadang membuatmu sulit diterima bukan? Tapi mau bagaimana lagi? Sudah terlanjur basah, tenggelam saja sekalian. Kamu sendiri yang memilih menjadi outlier bukan?

Saat pembimbing sulit ditemui, saat metode yang mau kamu gunakan belum pernah dipakai se-Otista, saat orang-orang belum tentu mengerti konsep yang kamu jejalkan apa, yang kamu butuhkan adalah keyakinan dan usaha yang lebih. Yakin bahwa mampu selesai tepat pada waktunya. Semangat semangat.

Rabu, 22 April 2015

(Still) Premier Hunter

Nonton film premier ga semudah zaman dulu ketika mtix belum menjamur -_- Berbekal pengalaman gagal nonton Fast and Furious 7, akhirnya pakai penjual jasa mtix (berhubung belum punya akun sendiri). Nambah Rp 5.000 dari harga seharusnya. Gapapalah, sekali-kali. Haha.

Jadi kemaren itu padahal udah H+2 minggu FF7, tapi ga dapat tiket nonton, kebayang ga sih gondoknya. Mau pindah ke mall terdekat juga sisa kursi deretan depan. Males anet. Barulah minggu depannya mencoba keberuntungan berburu tiket FF7 lagi. Kala itu sengaja nyari mall yang belum berbasis mtix. Akhirnya dapet tiket di jam tayang berikutnya. Gagal dapet di jam tayang pertama coba. Padahal udah 3 minggu, weekdays pula, masih rame aja yang mau nonton FF7. Tapi emang keren sih filmnya, layak untuk tetap diperjuangkan, bahkan di minggu ketiga. Hahaha.


Yup, tadi nonton The Avengers 2: Age of Ultron premier, di jam tayang pertama pula. Nice lah. Makasih buat 'bude' yang udah mensponsori kita-kita. Lain kali kalo mau nonton premier mending beli via mtix aja guys, daripada antri, belum tentu dapat tiket pula. Apalagi film-film yang terkenal ditunggu seriesnya. Anyway, film ini kirain bakal tayang 1 Mei, ternyata tayang di Indonesia duluan. Wkwkk. Maaf ga ngasih review. I'm not good enough. Pfft. Emang pernah bagus nulis review? *abaikan. Last, buat kalian yang memang pecinta film Marvel, tontonlah :D

Sabtu, 18 April 2015

You never walk alone.


Kamu tidak pernah berjalan sendirian. Akan selalu ada langkah yang mengiringi, yang memperhatikan langkahmu, yang memastikan kamu baik-baik saja. Kalaupun tidak, ada puluhan atau bahkan ratusan doa yang mengiringi langkahmu. Jangan berhenti, teruslah di jalanmu, jalan yang kamu yakini kebenarannya. Kita masih punya tujuan yang sama kan? Wisuda 2015. Tetaplah berjuang kawan. Percayalah ada yang selalu mengiringi langkahmu, mendoakanmu diam-diam, seperti aku misalnya :D

Jumat, 10 April 2015

I will let you go, again.

Kadang ada hal yang harus kamu lepaskan demi hal yang lain bukan, tidak berada di Otista 64C saat ini misalnya. Sebenarnya masih ingin menahanmu, masih ingin mempertahankanmu di saat-saat terakhir, tapi apadaya ada hal yang lebih penting yang harus ku kejar. Terpaksa aku melepaskanmu, lagi. Ada dunia lain yang harus ku geluti. Dunia yang mungkin suatu saat bisa ku tinggali.

Seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru, maaf kamu harus ku tinggalkan. Tak apa. Ada banyak orang lain yang jauh lebih baik bisa menggantikan posisiku. Sementara ini aku tengah memutuskan untuk berspesialisasi. Kali lain mungkin aku akan berdiferensiasi lagi.

Selasa, 07 April 2015

Jakarta City Tour

Apa yang bisa kamu lakukan kalau cuma punya waktu 12 jam di Jakarta?
Provinsi Jakarta sebenarnya kecil, jalanannya aja sih yang ribet. Hati-hati tua di jalan, akibat macet atau nunggu angkutan umum yang tak kunjung datang. Haha *skip. Back to topic, kalau kamu cuma punya waktu sebentar keliling Jakarta, mungkin tempat-tempat di bawah ini bisa kamu kunjungi.

1. Monas atau Monumen Nasional

Inilah icon Jakarta yang terkenal itu, orang-orang pada umumnya ke sini sih. Katanya belum ke Jakarta kalau belum mapir ke Monas. Tamannya setauku buka dari pagi, biasanya orang-orang jogging, apalagi kalau hari Minggu. Di sana kamu juga bisa masuk ke Museum Sejarah Nasional, biaya masuknya sekitar Rp 5.000,- Kalau mau naik ke cawan atau puncak Monas mesti nambah lagi. Tapi saranku sih ke cawannya aja kalau emang tetep ngebet pengen naik Monas. Kalau ke puncaknya bisa seharian, apalagi weekend. Ceritanya pernah ku posting di Menuju Puncak Jakarta.

Well, kalau kamu punya temen di Jakarta, kirim aja gambar Monas ke dia ala Nic&Mar. Hahaha. Mana tau jadi dapet tour guide gratis keliling Jakarta kan ;D Tapi kalau pun engga jangan berkecil hati. Keluar pintu Monas, cari aja plang bertuliskan "CITY TOUR", dan tunggu bus tingkat seperti ini menghampiri.

Jumat, 03 April 2015

Dibalik 2665 mdpl

7-9 November 2014
"Aku merindukan waktu di mana mendaki itu bukan untuk mencapai puncak, tapi menikmati perjalanan

Aku menanti waktu di mana mendaki itu bukan untuk menikmati kesendirian, tapi kebersamaan

Aku merindukan waktu di mana mendaki itu bukan untuk melepas penat, tapi menikmati kebahagiaan"

— kurniawangunadi
 
Kangen kalian boleh? 

Healer

Sebuah postingan yang tadinya mau ku posting tanggal 11/02/15. Karena terjadi banyak hal, akhirnya baru sempat melanjutkan postingan yang satu ini xD


Healer. Yes, rite. Salah satu drama yang bener-bener ku tunggu tiap minggunya setelah Pinocchio. Hahaha. Aku ingat waktu itu episode terakhirnya pas minggu pertama ujian. Tadinya mau setelah ujian selesai baru download, tapi pada akhirnya pertahananku kandas, keburu penasaran sama lanjutannya. Wkwkk. Daripada belajarnya ga fokus, akhirnya nonton juga *plak. Pfft.

Drama ini bercerita tentang perjalanan mengungkapkan kebenaran dan misteri dibalik insiden puluhan tahun lalu yang melibatkan lima orang sahabat yang menjalankan stasiun penyiaran ilegal. Sedikit demi sedikit kepingan misteri mulai terungkap dan membentuk kebenaran yang utuh. Emang agak berat sih genrenya, berbau politik gitu, tapi tetep ada komedi sama romance-nya kok. Suka banget action-nya si Healer (Ji Chang Wook), keren bingits. Dia semacam kurir gitu, yang bisa melakukan apapun demi permintaan klien. Dalam melakukan pekerjaannya, dia dibantu sama ahjumma yang jago ngehack. Ah, aku juga suka ahjumma yang ini.

Salah satu fav-scene :3

Bingung mau nulis apa lagi. Hmm recommended deh pokoknya, a must-watch drama. Dramanya keren, belum keren kalo belum nonton. Jiahaha :p