CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 16 Maret 2017

Cinta yang Baru

Judul: Cinta yang Baru
Penulis: Ahimsa Azaleav
Penerbit: Lampudjalan
Terbit: 2017
Tebal: 148 halaman

Di luar sana, banyak kisah cinta tentang penantian berujung pertemuan. Tentang kisah memendam cinta yang terungkap dengan kata saling. Tentang janji yang ditepati. Lalu terjadilah perayaannya. Tapi tidak tentang kita. Kisah penantian kita masing-masing yang dulu kita impikan nyatanya tak sempat menjadi cerita. Aku dengan kisah pilu patah hatiku ditinggalkan. Kamu dengan kisah magis merelakan cinta yang harus kautinggalkan. Kamu dan aku adalah dua orang yang sama-sama tak bisa merengkuh cinta yang kita nanti. Tapi kamu dan aku adalah dua hati yang sama-sama kuat untuk mau kembali berdiri lalu saling mencari. Karena barangkali apa yang dulu kita nanti bukanlah apa yang sejatinya ditulis takdir.

Kamu dan aku (yang saat itu belum menjadi kita) terus mencari tanpa pernah tahu bagaimana akan menemukan. Kamu dan aku terus berharap tanpa punya apa-apa selain doa. Kadang kamu merasa menemukan apa yang kaucari. Kadang aku merasa ditemukan apa yang kunanti. Tapi tak pernah ada kata saling. Lalu entah sinyal apa yang memancar, kamu dan aku justru dipertemukan saat kita berhenti mencari.

***

Buku ini menjadi teman perjalanan saya ke Bandung yang ke sekian. Karena promosi salah satu foto di akun insta penerbit, tetiba tertarik menculik buku ini dari parcel seorang teman. Membaca lembar-lembar pertama bab buku ini membuat saya membatin bahwa bacaan saya mulai 'tidak sehat'. Pfft. Namun, terbilang jauh lebih normal dibanding bekal bacaan saya di Wonosobo dulu :v

Kesan pertama setelah menamatkan buku ini, kagum bahwa penulis berani menceritakan kehidupannya. Membaca buku ini seolah membaca diary penulis. Begitu jujur. Entah kapan saya bisa menulis tanpa sandi di sana-sini :p
"Betapa aku sadar aku hanya perempuan biasa, yang barangkali 70% dari diriku dikuasai oleh darah melankolis dan sisanya adalah absurditas, banyak mau, kekonyolan, dan entah apa lagi yang mampu membuatku penasaran dan memikirkan banyak hal." - hlm. 10
Sungguh ada momen ketika otak saya memberi sinyal untuk berhenti membaca, But, my heart trying so hard to compromise. Tidak ada salahnya membaca true story kan ya? Dulu, Abah selalu protes ketika anaknya suka membaca kisah khayalan orang lain, lalu selalu mengakhirinya dengan arahan untuk menulis cerita sendiri. Sepuluh tahun berlalu, anaknya masih suka membaca, tapi insya Allah anaknya ini bisa menyaring apa-apa yang memang baik dan patut dipertahankan. Semoga kebaikan senantiasa menyertai Abah. Semoga Allah selalu menjaga Abah. I (always) wanna go home and meet you in a good shape. Semandiri apapun sekarang, tetap rindu akan ceramah Abah. I'm not fully ready if there is someone wanna take your responsibility as his.
"Perasaan hampir menyerah itu wajar, tapi jangan pernah sekalipun benar-benar menyerah. Karena yang kita kejar adalah kebahagiaan sejati, maka perjuangan yang kita lakukan pun adalah perjuangan sejati." - hlm. 31-32
Satu hal lagi yang saya soroti dari buku ini, tentang passion. Perjuangan di jalan passion memang tidak mudah. Apalagi untuk seorang perempuan yang memiliki passion tidak biasa, yang sulit dicerna. Maju satu langkah, mundur dua langkah. Mari kita nikmati saja prosesnya, toh usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semangat berjuang, wahai Pejuang Passion!

Luruskan niat, Percayalah bahwa Allah penulis skenario terbaik. Siapkan bekal. Segera boleh, tapi jangan tergesa-gesa, sekalipun ada proses yang menawarkan kebahagiaan. Tawaran yang cukup menggiurkan bagi perempuan yang katanya bahagianya tertinggal di masa lalu. Namun, tetap saja perlu dipertimbangkan dengan matang.

Kamis, 09 Maret 2017

catching a running train

sebelum memulai cerita, izinkan saya berterima kasih. karena bentuk terima kasih terbaik adalah doa, saya doakan semua orang yang telah membantu saya dan teman saya mengejar kereta pukul 19:25 Bandung-Jakarta ini, semoga dimudahkan segala urusannya, semoga dilimpahkan rezekinya dari tempat yang tidak disangka-sangka, dan semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. aamiin. nuhun aa-aa. thank you so much.

pernah mengejar kereta yang sudah berjalan di depan mata?

sejujurnya saya hampir menyerah, mengikhlaskan hangusnya tiket kereta yang sudah berjalan ini. namun, ada beberapa petugas yang berbaik hati membantu menggedor-gedor pintu kereta, bahkan rela membantu menggangkutkan koper saya. saya pun ikut berlari, melompat ke arah pintu kereta.

fyi, sangat tidak direkomendasikan mengejar kereta yang sudah berjalan. sangat memacu adrenalin (re: histeria pun kalah) hingga menyumbat daya pikir dan memungkinkan lebam-lebam akibat terhantam badan kereta bagi pemula.

semua berawal dari (terpaksa) memajukan jadwal kembali karena 'amanah' yang harus diselesaikan. I really hate caught in the middle. entah siapa yang menjanjikan. bisa dihitung jari berapa kali masuk kelas pelatihan, sisanya menyepi di kamar, hingga laptop mengalami bluescreen dan belum ditemukan penyebabnya.

semakin hari di Bandung, I'm not in a good shape. di saat orang-orang sehabis pelatihan bisa shopping atau menonton film, saya cukup pasrah memelototi layar laptop. thanks to this awesome bluescreen, I can slightly take a break from pressure *dalam hati tetep nangis laptop tak kunjung sembuh, ga cocok emang si L dipakai buat kerja keras.

sabar. sabar. sabar. everything shall pass. semoga dirimu dikuatkan. amanah tidak pernah salah memilih pundak kan? namanya juga kerja :'

hari terakhir pelatihan (re: hari ini) pun dipenuhi banyak drama. pagi kasak-kusuk beli tiket, keluar masuk kelas, sore packing, dan penutupan yang sangat lama. teman saya sudah mulai was-was magrib belum selesai juga. saat itu saya masih tenang karena me-nik-ma-ti topik yang dibahas. saya suka kelas malam, sisanya I don't really know, apalagi kelas yang tidak saya ikuti ya.

18:25 makan malam 18:35 balik ke kamar, beres-beres, magriban, 18:45 mencari angkutan online tapi tak jumpa, 18:50 ke resepsionis minta carikan taksi, betapa beruntungnya kami, hari ini hari pertama taksi demo. so, kami berjuang mencari angkutan online lain, menunggu sekitar sepuluh menit. 19:01 masuk angkutan online, berskenario dengan pengemudinya karena demo, jalanan sepi taksi tak beroperasi, angkot pun. hujan deras. pengemudi mencoba jalur alternatif karena kami bilang kami mengejar kereta 19:25, sayang harus putar arah karena banjir. mulai was-was 19:17 masih belum sampai. 19:20 masih belum sampai. pengemudi meyakinkan bahwa ada kemungkinan keberangkatan ditunda. thanks 19:24 tiba di stasiun. namun, tiket sudah tidak bisa dicetak saudara-saudara.

mendengar bunyi peluit kereta kami pun berlari ke pintu keberangkatan. forget about checking identity card. sekuriti langsung otomatis membolehkan kami masuk, detik berikutnya di belakang mereka teriak sudah tidak bisa melihat kereta yang sudah berjalan. namun, petugas di sekitar kereta bertindak sebaliknya. terima kasih. masih banyak orang baik di muka bumi ini. kamu jangan berhenti menjadi orang baik ya, jangan lelah menjadi orang baik, sekeras apapun dunia yang kamu jalani.

n.b: ditulis saat masih di dalam perjalanan menuju Jakarta