CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 26 Januari 2014

Hai, PKL !

PKL, Praktek Kerja Lapangan atau lebih dikenal dengan sebutan Kuliah Kerja Nyata pada PTN lain. Jumat kemaren (24/01/2014), akhirnya Tema PKL untuk angkatan 53 telah diputuskan, yaitu "Sektor Informal di Lampung". Setelah tema rilis, katanya siap-siap untuk mulai bekerja. Persiapan untuk melakukan survei yang akan dilaksanakan setelah Pemilu 2014, sekitar bulan April nanti.

Jadi apa dalam PKL? Hanya rakyat jelata :D Setelah tragedi 'itu' aku sudah konsisten memutuskan untuk tidak menjadi orang penting. So, here I am, terdampar menjadi Anggota Subseksi Analisis Inferesia Ekonomi. Hasil plottingannya baru fix kemaren (25/01/2014), persis setelah Tema rilis.

Agak-agak kecewa sama hasil plottingannya. Ah, kenapa mesti Ekonomi sih? Padahal ngarepnya dijebloskan di Sosial Kependudukan aja. Walaupun katanya bisa diurus, rasanya kurang etis aja, salah sendiri kan jadi rakyat jelata? Harus bersedia ditempatkan dimana saja. Okefine.

Well, kenapa milih seksi yang antimainstream buat ukuan seorang yang padahal jurusannya sendiri adalah Komputasi Statistik?

Sederhana. Cuma pengen kerjanya belakangan, biar habis semester 5 bisa pulang ke Banjarbaru. Mengingat dan menimbang ujian akhir semester 6nya kemungkinan habis lebaran, sepertinya akan susah kalau pulang semester itu. Tapi semakin ke sini, semakin ga yakin juga sih bisa pulang habis semester ini, tergantung kerjaan nanti -_-

Alasan agak kompleksnya, pengen mendapatkan sesuatu yang ga ku dapatkan di jurusan KS. Materi statistik terutama. Skripsi anak KS nanti katanya diharapkan berbau statistik. Takut kagok aja nanti bikin program statistik tapi dasar statistiknya rapuh, jadi ya dengan momen PKL ini mencoba belajar sedikit demi sedikit menanamkan materi statistik ke otak, berhubung di seksi yang satu ini katanya kerjaan awalnya adalah KSM (Kelompok Studi Mahasiswa).

Tapi emang kerasa sih jadi kalangan minoritas di sini. Menjadi seorang diantara 14 orang dari 147 orang. Normalnya, anak KS terjunnya di Seksi Pengolahan, tapi di sana udah dipenuhi master-master programming, kasihan nanti nasib amatiran. Lagipula, kalau ngoding program rame orang, agak susah juga deh kayaknya, pasti terpusat di satu orang, trus yang lain ngerjain modul-modulnya gitu? Entahlah.

Salah juga kayaknya membakar tiket masuk Seksi Metodologi. Mehehe. Maaf ya. Aku sudah memilih sesuai hatiku *tsah. Makasih atas kesempatannya, tapi kursiku buat yang lain aja, masih banyak peminatnya kan. Bahkan membludak melebihi kuota setauku. Menjadi otak yang mendesain survei itu sepertinya kurang cocok buatku. Terlalu high class, terlalu banyak yang mesti ku kejar dengan kemampuan MPCku yang biasa-biasa aja. Udah ada salah satu master MPC KS juga kok disitu. You'll be fine :) Aku harus bekerja sangat keras sepertinya untuk menyeimbangimu tahun depan, menjadi patnermu agaknya sulit. Semoga bisa ya, setelah kepalaku diisi dengan sejumlah kodingan dan sebagainya. PR menyeimbangkan pengetahuan statistik sama komputasi, ku akui cukup sulit. Tapi akan ku usahakan, ya, I will do my best :)

Sebenernya pengen banget itu kerja di bawah orang yang ga ku kenal. Biar mereka ga berekspektasi macam-macam. Diantara lima seksi PKL itu udah kenal nyaris semua, bisa dibilang udah kenal lumayan deket sama pemangku dua seksi, ralat tiga setengah. Hahaha. Terima kasih telah mempertahankanku di Analisis, Ekonomi pula. Terima kasih, semoga pilihan kalian tepat.

Lama-lama sepertinya aku berbakat jadi code writer. Pfft. Kalau kalian ngerti, cukup tau aja ya. Ya, cukup tau. Buat adek tingkat yang mungkin nyasar membaca ini jangan terlalu terpengaruh ya, itu semua opini dari sudut pandangku aja. Intinya nanti kalau milih seksi PKL, pilih yang paling cocok sama diri sendiri, kalo kata temenku itu, pilih sesuai hatimu. Oke, sekian dan terima kasih. Salam penuh kode ;)

Jumat, 17 Januari 2014

#2 Bertemu Kalian Tidaklah Mudah

25.12.2013

Setelah hampir 20 jam, ralat 19 jam 9 menit, duduk dalam kondisi tidak terlalu nyaman di kursi Ekonomi AC, akhirnya mendarat juga di stasiun Malang. Telat 2,5 jam dari jadwal yang tertera dalam tiket. Perjalanan yang benar-benar panjang. Ditambah tidur yang seperti tidak tidur. Tapi setidaknya beruntung sepanjang malam tidak diganggu dengan banyaknya pedagang yang hilir mudik dalam gerbong dan berteriak "air, air, mijon, mijon."

Baik banget ada temen yang udah stand by menunggu kedatangan kami di stasiun, bahkan dia udah datang sesuai jadwal kedatangan yang tertera, kasian, pasti udah nunggu lama. Mana hari itu katanya hujan telah mengguyur kota Malang sejak dini hari. Cuaca yang padahal pas banget untuk bergelung di bawah selimut. Tapi dia bersedia jemput. Makasih banyak saudara Efri :D

Kemudian kami mengisi perut sambil menunggu jemputan lain (re: saudara Naufal). Hujan masih mengisi langit kala itu. Hujannya sepertinya bakal awet. Orang-orang dengan carier bertebaran di depan stasiun, sepertinya ingin menakhlukkan Mahameru. Semenjak disorot dalam film 5 cm, makin terkenal aja gunung yang satu itu. Tapi jika cuaca hujan terus, medannya pasti susah. Tambah dingin juga pastinya. Kata Efri kami salah pilih tanggal, salah musim, kalau datang di musim panas bisa liat bunga lavender yang mekar katanya. Kalau sekarang entahlah. Aku pun ragu untuk naik gunung jika cuaca kurang mendukung. Ah, lagi-lagi Ranu Kumbolo menambah panjang daftar wacana.

Senin, 06 Januari 2014

Najwa Latif - I Love You

Kemaren tiba-tiba ngerandom, seolah ga tau mau ngapain. Ngefly, padahal pekerjaan rumah baik dalam artian sebenarnya maupun dalam arti tugas masih menumpuk di sudut, menunggu untuk dikerjakan. Ckck. Entah berawal dari mana, entah dapat bisikan apa, tau-tau udah bertengger di page Najwa Latif. Scroll dan scroll. Kemudian menemukan lirik lagu seperti di bawah ini.

Mungkin kita pernah rasa tentang cinta,
Yang takdirnya bukan untuk kita,

Mungkin ini adalah cara meluah cinta,
Tanpa berkata atau berpandang mata,

I’m sorry but i love you,
I’m sorry if i miss you,
Even if i can’t have you ,
You know i’ll always be there for you,

Mungkin aku mencintaimu walaupun engkau tak pernah tahu,
Mungkin aku mencintaimu tanpa lelah atau pun jemu,

Mungkin kita tak bersama di takdirkan,
Tak mengapa asal kau bahagia,

Biar aku mencintaimu biar tiada siapa yang tahu,
Biar aku mencintaimu dalam diam ataupun bisu,

I’m sorry but i love you,
I’m sorry if i miss you,
Even if i can’t have you,
You know i’ll always be there for you.
I’m sorry but i love you..

Well, postingan ini bukan dalam rangka lagi terkena virus merah jambu. Cuma tiba-tiba suka lagunya aja. Love at the first sight maybe. Hahaha. Setelah liat official music videonya di youtube :')

Sabtu, 04 Januari 2014

Perpustakaan Nasional RI

Udah 2 tahun lebih berdomisili di sini baru hari ini mampir ke Perpusnas. Perpustakaan yang terletak di Jl. Salemba Raya 28A, Jakarta. Lumayan deket dari Otista, sekitar 15 menit lah sampai dengan catatan kondisi jalan normal bebas macet.

Ga ada angin hujan tiba-tiba tertarik aja nemenin Dwi ke sana untuk mencari buku referensi yang diminta Omnya. Karena belum ada agenda, jadilah memutuskan ikut (padahal rencananya mau nugas Surcon *eh hehe)

Well, sebenarnya udah berangkat dari jam setengah 11 lewat, tapi sangat-sangat lama nunggu bis transjakarta tujuan Ancol/Harmoni di shelter Kampung Melayu. Satu jam lebih bis yang dinanti tak kunjung menghampiri. Padahal tujuan kami dekat bah, shelter Salemba Carolus. Kalau naik angkot 01 paling sebentar aja sampai. Karena udah terlanjur, terpaksa nunggu, yaudahlah.

Akhirnya nyaris jam setengah 1 mendarat juga di gedung Perpustakaan ini, dekat SMAN 68 Jakarta gais. Seperti perpustakaan pada umumnya, harus mengisi Guest Book dulu lewat komputer yang disediakan. Ada registrasi untuk anggota maupun non-anggota.

Mumpung lagi di sana, kami memutuskan untuk membuat kartu anggota. Gratis, mudah dan cepat. Bisa ditunggu. Kita tinggal mengisi form online pada komputer yang telah disediakan. Untuk mahasiswa, tadi diminta petugasnya mengisinya menggunakan identitas kartu mahasiswa. Setelah semua isian dalam form telah terisi dan kita submit, kita mendapatkan nomor pendaftaran.
14010400104
Simpan nomor untuk proses selanjutnya, yaitu proses mencetak kartu perpustakaan. Berhubung kami datangnya waktu jam istirahat, terpaksa menunggu dulu sampai jam 1, menunggu loket cetak kartu anggota dibuka. Selanjutnya menulis nama dan nomor pendaftaran, kemudian antri sesi foto dan tadaaa jadilah penampakan kartunya seperti gambar di bawah.


Express. Selama ga banyak yang antri untuk membuat kartu keanggotaan. Dan kartu ini berlaku selama 5 tahun. Lumayan lah buat nambah koleksi kartu *eh :D

Next. Menurutku proses peminjaman bukunya tergolong kurang praktis. Ya, tidak sepraktis mendapatkan kartu anggota. Pertama-tama kita harus menuju lantai 2 untuk mendapatkan bon peminjaman buku. Selanjutnya mencari buku yang ingin kita pinjam dalam katalog online. Jika ada, isilah bon peminjaman buku sesuai dengan keterangan dalam katalog. Minta tanda tangan petugas pemeriksa bon. Kemudian kita akan diarahkan ke lokasi tempat penyimpanan buku yang ingin kita pinjam, misal Lantai 5C atau Lantai 3B atau Lantai 3C.

Meluncurlah kami ke sejumlah lantai yang dimaksud. Naik turun. Untungnya pakai lift :D Nah, setelah mencapai ruangan yang dimaksud, kemudian mengisi data buku yang akan dipinjam lagi di meja administrasi,  lalu letakkan bon. Tunggulah di ruang baca. Jadi, nanti petugas perpustakaan yang akan mencarikan buku yang ingin kita pinjam. Kita tinggal duduk manis menunggu. Bukan kita sendiri yang mencari buku di deretan rak. Yah, agak kurang menarik jadinya. Kitanya pasif. Mungkin langkah ini dilakukan agar rak bukunya ga berantakan, tapi ya ga asik aja jadinya. Tapi yaudah sih kalau emang sistemnya gitu.

Jika petugas sudah menemukan buku yang kita maksud, nanti kita dipanggil. Trus kita diminta menyerahkan kartu anggota sebagai jaminan selama kita membaca buku di ruang baca. Kurang tau sih apa buku boleh dipinjam untuk dibawa pulang. Di sana juga disediakan jasa fotokopi.

Ya begitulah kiranya sedikit gambaran perpustakaan nasional RI dari kacamata saya. Sepi. Entah karena peminat buku yang memang jarang atau karena sistem peminjamannya *eh. Sepenglihatan saya kebanyakan disana orang-orang mencari referensi untuk bahan tulisan semacam skripsi. Ya begitulah. Setidaknya ada gambaran kalau emang nanti perlu mencari referensi ke sana. Sekian ceritaku kali ini. Selamat malam, kamu :)

Lucky No.14 Reading Challenge



Ha. Another Reading Challenge. Sebelumnya udah daftar IRRC. Trus mencari-cari reading challenge lain yang pas, hingga kemudian jatuh hati sama challenge yang satu ini :3 Challengenya beda. Kita diminta membaca 14 kategori buku yang menurutku unik dan menarik. Simak aja kategori kece di bawah ini:
1. Visit The Country: Read a book that has setting in a country that you really want to visit in real life. Make sure the setting has a big role in the book and it can make you know a little bit more about your dream destination.
2. Cover Lust: Pick a book from your shelf that you bought because you fell in love with the cover. Is the content as good as the cover?
3. Blame it on Bloggers: Read a book because you’ve read the sparkling reviews from other bloggers. Don’t forget to mention the blogger’s names too!
4. Bargain All The Way: Ever buying a book because it’s so cheap you don’t really care about the content? Now it’s time to open the book and find out whether it’s really worth your cents.
5. (Not So) Fresh From the Oven: Do you remember you bought/got a new released book last year but never had a chance to read it? Dig it from your pile and bring back the 2013.
6. First Letter’s Rule: Read a book which title begins with the same letter as your name (for me, Astrid means A, and I can read anything that started with the letter A). Remember: Articles like “a”, “an” or “the” doesn’t count :)
7. Once Upon a Time: Choose a book that’s been published for the first time before you were born (not necessarily has to be a classic book, just something a little bit older than you is okay. You can read the most recent edition if you want to)
8. Chunky Brick: Take a deep breath, and read a book that has more than 500 pages. Yep, the one that you’ve always been afraid of!
9.  Favorite Author: You like their books, but there are too many titles. This is your chance, choose a book that’s been written by your fave author but you haven’t got time to read it before.
10. It’s Been There Forever: Pick up a book that has been there on your shelf for more than a year, clean up the dust and start to read it now :)
11. Movies vs Books: You’ve seen the movie adaptation (or planned to see it soon) but never had time to read the book. It’s time to read it now, so you can compare the book vs the movie.
12. Freebies Time: What’s the LAST free book you’ve got? Whether it’s from giveaway, a birthday gift or a surprise from someone special, don’t hold back any longer. Open the book and start reading it now :D
13. Not My Cup of Tea: Reach out to a genre that you’ve never tried (or probably just disliked) before. Whether it’s a romance, horror or non fiction, maybe you will find a hidden gem!
14. Walking Down The Memory Lane: Ever had a book that you loved so much as a kid? Or a book that you wish you could read when you were just a child? Grab it now and prepare for a wonderful journey to the past :) Comic books or graphic novels are allowed!
Menarik bukan? Nah, untungnya lagi kita bebas mau memulai dari kategori yang mana dulu dan bebas kapan menyetorkan reviewnya. Nyam. Sudah ada beberapa judul buku bermunculan untuk kategori-kategori di atas. Semoga bisa memenuhi semua kategorinya deh :D

Buat kamu kamu sekalian yang mungkin tertarik bisa liat persyaratan selengkapnya di sini.

Jumat, 03 Januari 2014

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

Reading Challenge pertama yang akan aku ikuti. Setelah menyelesaikan tugas review salah satu mata kuliah tiba-tiba dapat pencerahan, liat tweet @peri_hutan yang direetwet @GagasMedia. Iseng-iseng buka linknya dan ternyata ada event reading challenge :D

Setelah membaca postingannya dengan seksama, sepertinya persyaratannya tidak terlalu rumit. Singkatnya tinggal baca novel romance penulis Indonesia dan tulis reviewnya dimana aja, trus share linknya di postingan yang telah di sediakan. Waktunya sepanjang tahun 2014. Sederhana bukan?

Untuk challenge ini aku pilih level pertengahan aja kali ya, Going Steady: membaca 11-20 buku, cari aman haha. Mengingat dan menimbang akan betapa padatnya jadwal nanti, ceritanya sok sibuk *plak. Ya, mana tau tugas kuliah makin menggila atau rasa malas makin menumpuk *eh *abaikan. Hehehe. Toh nanti levelnya bisa diupgrade sewaktu-waktu kok. Selow B).

Buat yang tertarik ikutan juga mungkin bisa main ke sini. Selamat membaca. Semoga targetmu dan targetku bisa tercapai :3