CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 31 Maret 2014

Bokutachi No Unmei

Judul  : Bokutachi No Unmei
Penulis : Orihara Ran 
Penerbit : DIVA
Cetakan : Pertama, Oktober 2012 

Ukuran : 14x20cm 
Tebal : 236hlm
 

Bisa dibilang novel ini lanjutan dari novel Aidoru no Sekai ni Yoroshiku. Tokoh-tokoh dalam novel ini masih sama, namun dengan cerita yang tentu saja berbeda dan ditambah tokoh-tokoh baru. Well, langsung ke reviewnya ya

Dibalik tingkah aneh serta gerak-geriknya yang lamban seperti kura-kura, gadis itu memiliki sebuah kemampuan untuk membuat orang lain terpengaruh oleh pembawaan serta kepercayaan diri yang ditunjukkannya pada saat-saat tertentu. Bahkan kejutan-kejutan tak terduga yang ia lakukan saat beradu akting dengan lawan mainnya membuat para kru dan produser terkesima dengan improvisasi dari gadis yang bernama Hinagizawa Kanon itu.

Asaoka Ichi, artis yang terkenal dengan kemampuan akting dan gayanya yang cool, suatu ketika harus beradu akting dengan Kanon dalam sebuah dorama berjudul 'Bokutachi No Unmei'. Gadis yang tidak pernah lepas dari snack stik Pocky itu seakan-akan tidak memiliki emosi. Cara bicara dan sikapnya lambat. Ekspresinya pun datar. Namun, Ichi dibuat tercengang saat menyadari kemampuan aktingnya. Saat berakting, kepribadian Kanon seolah-olah menghilang, berganti dengan kepribadian tokoh yang ia mainkan.

Awalnya, Ichi tidak mau repot berurusan dengan Kanon. Baginya Kanon terlalu abnormal dan tidak bisa dimengerti. Tapi, lambat laun Ichi mulai bisa memahami karakter aneh lawan mainnya yang selalu memiliki alasan konyol ketika baru saja melakukan sesuatu yang menyebabkannya sering datang terlambat tiba di lokasi syuting.

Kanon ternyata seringkali mengorbankan dirinya sendiri demi membantu orang lain yang sedang tertimpa kesusahan. Seperti ketika Kanon terpaksa datang ke lokasi syuting untuk audisi dengan mengenakan baju training. Saat sutradara Seino bertanya mengapa ia memakai baju seperti itu, dengan santai dan memasang wajah polos, Kanon mengatakan ia baru saja bertemu dengan tukang sulap yang mengubah bajunya seperti itu. Sebuah alasan konyol dan tak jelas. Padahal ia terpaksa memakai kostum seperti itu karena pakaian miliknya ia berikan kepada model yang bajunya kotor akibat ketumpahan air minuman. Inilah yang membuat Ichi mulai tertarik dengan sosok Kanon yang selalu ingin menutupi amal kebaikannya dengan memberikan alasan aneh dan tak masuk akal kepada orang lain.

Entah mengapa berhadapan dengan Kanon, Ichi yang dikenal dingin, tidak peduli, dan tidak mau ikut campur urusan orang lain itu perlahan-lahan berubah tanpa bisa ia kendalikan. Keanehan Kanon yang begitu nyata di depan matanya ternyata sanggup membuat laki-laki itu akhirnya menoleh.

Keanehan seperti apa yang membuat cowok cool dan cuek seperti Ichi menjadi peduli? Bagaimana cowok cool ini mengatasi gejolak hatinya? Silahkan temukan sendiri jawabannya dalam novel ini ;)

Minggu, 30 Maret 2014

Dari Angel Untuk Human

Hai kamu yang di sana.
Kamu yang tadi sore main hujan, jaga kesehatan ya. Hujan memang tidak akan melukaimu, tapi hujan bisa menggoyahkan imunmu. Banyak-banyak makan buah agar daya tahan tubuhmu meningkat. Aku tidak ingin melihatmu sakit. Aku tidak ingin melihatmu kepayahan ketika menyelesaikan tugas-tugasmu kelak. Jadi, jaga kesehatan ya kamu :)

Konsol NSBC Dreamdelion

Apa itu NSBC? National Social Business Competition. Suatu acara yang diprakarsai oleh @Dreamdelion. Acara ini rencananya akan diadakan bulan September depan. Pantengin aja timeline @NSBCamp nanti ya. Acaranya masih dalam tahap persiapan.

Baru kali ini ikut kepanitiaan acara level nasional gini, karena sudah sering ditolak acara kampus terlalu banyak orang-orang yang bergerilya di acara kampus, jadi melipir ke acara luar. Hahaha. Secara teknis baru ditolak sekali sih di acara kampus, sisanya sengaja menggagalkan atau mengantisipasi jadi orang terpilih :p

Ikut kepanitiaan NSBC ini juga gara-gara kena tarik saudari Pumo sebenernya, trus jadinya kesasar deh di Divisi Sponsorship. Sama sekali belum ada pengalaman di bagian itu. Tapi, gapapalah, menambah pengalaman sekalian menambah teman baru yang lingkupnya ga cuma mahasiswa berseragam biru aja, dari berbagai angkatan, jurusan dan universitas. Ikut acara konsolidasi hari ini tadi di TMII membuatku makin excited, kayaknya bakal banyak banget yang bisa aku dapat disini. Ga nyesel deh udah terseret sejauh ini. Mohon bimbingannya ya kakak-kakak :3

Acara tadi dijadwalkan mulai jam 9 pagi, tapi karena menunggu yang lain-lain dateng, acaranya baru resmi dimulai jam 10 pagi. Waktu Kak Titis dateng di foto dulu, trus nunggu yang lagi keliling (Ghea, Nana, Ana, Kak Fitri, Wita) dan yang masih on the way.

 Kak Ratu, saya, Pumo, Syafa, Rara, Kak Yudi, Putri, Dira, Gusti (kiri-kanan)

Sabtu, 29 Maret 2014

Minggu Tenang



Yeah. True story. Pernah ngalamin minggu tenang bertransformasi jadi minggu tegang? Begitulah yang ku alami di minggu tenang semester 5 kemaren. Parah ih, cukup berdampak besar pada hasil ujiannya :"

Penyesalan yang terlambat, ya mau gimana lagi, tugasnya emang baru dikasih menjelang ujian. Tugas wrapper yang cuma dikasih waktu seminggu, ceritanya udah pernah ku posting disini. Trus ada tugas bikin hands-on juga seminggu. Tapi berhubung ngejar deadline tugas yang sebelumnya dulu jadi ngerjainnya ga sampe seminggu. Tiga hari doang apa ya yang bener-bener efektif. Jadilah hasilnya kayak begini. Banyak kekurangan di sana sini. Entah berapa nilai ujian Pemrograman Berbasis Webku :"

Sebelumnya juga ada tugas kelompok Sistem Jaringan Informasi, membuat rangkuman aja sih. Tapi kurang maksimal. Bagian finishingnya kurang kece. Jadi, ah, sudahlah. Syukuri apa yang ada. Kadang emang susah menjinakkan sifat perfeksionis ini -_-

Ohiya, ada deadline tugas APSI (Analisis dan Perancangan Sistem Informasi) juga di minggu pertama ujian. Pagi-pagi baru beres. Makasih buat Bang Popon yang bersedia finishing. Kece badai idenya tentang Electronic Voting dan Electronic Counting. Jadi ceritanya kami mengajukan proposal Pemilu yang dilaksanakan secara elektronik, sehingga dapat menghemat biaya (terutama untuk kertas suara) dan dapat memperoleh hasil Pemilu lebih cepat (real-time). Ada beberapa negara yang sudah menerapkan e-Voting ini, seperti di US, Belanda, dan masih banyak lagi. Di Indonesia juga pernah dilakukan, tapi hanya terbatas pada pemilihan scope kecil, seperti kampus, yang diselenggarakan oleh BPPT. Untuk menerapkan sistem seperti ini memang harus step-by-step. Dari scope kecil ke scope besar dan perlu sering dikaji ulang untuk pengembangan sistem ke depannya. Seru kalau dapet temen diskusi yang wawasannya luas :D

Selanjutnya di minggu kedua ada deadline tugas individu Analisis Regresi, review jurnal gitu. Udah ditranslate jauh-jauh hari sih, tapi tetep aja baru finishing di akhir. Susahnya meringkas itu adalah memangkas bagian yang kurang penting, dan pada kenyataannya sedikit aja yang bisa dipangkas agar informasinya tetep utuh.

Yak begitulah rentetan tugas semester lalu. Dari 7 matkul, cuma satu matkul yang ga dikasih tugas. Hmm harus banyak belajar mensiasati yang namanya waktu. Semester ini ga boleh kalah ya, harus pandai membagi waktu, meskipun ada banyak amanah lain, entah di PKL, Angkatan, dan kegiatan di luar. Semangaaat. Karena amanah tak pernah salah memilih pundak.

Pesan dari salah satu dosen yang ku kagumi, IPK memang bukan segalanya, tapi tetap sesuatu yang harus diperjuangkan. IPK menjadi sesuatu yang penting, apalagi kalau mau studi lanjutan, pasti nilai IPK jadi salah satu pertimbangannya nanti. Got it? Pertahankan yang ada, kalau bisa trendnya naik. Okee, semangat kamu. Jangan malas ya ;)

Jumat, 28 Maret 2014

Divergent



Akhirnya sempet juga nonton film yang satu ini. Udah dari minggu kemaren pengen nonton, tapi jadwal ga memungkinkan. Tertarik nonton gegara review Divergent di Kubikel Romance. Lengkap banget di sana. Aku tau film ini diangkat dari buku yang berjudul sama. Biasanya jarang banget kan film sama tingkat memuaskannya kayak di buku. Waktu baca reviewnya dan dia bilang filmnya sebagian besar sama kayak bukunya, jadilah tertarik nonton. Penasaran gimana sih filmnya, meskipun aku belum baca bukunya.

Dan bener aja, filmnya keren. Selama nonton bener-bener menikmati, terbawa suasana. Biasanya kan kalo udah baca sibuk berspekulasi hahaha. Tapi endingnya menggantung. Aaa, penasaran deh kelanjutannya gimana. Nyari yang punya triloginya ah :D

Diceritakan bahwa pada suatu waktu di masa depan, masyarakat Chicago dibagi menjadi 5 golongan, yaitu golongan yang selalu mementingkan kepentingan orang lain (Abnegation), golongan yang suka berbicara terus terang (Candor), golongan terpelajar (Erudite), golongan yang mementingkan persaudaraan/persahabatan (Amity) dan golongan yang tidak kenal rasa takut (Dauntless). Masing-masing golongan ini mempunyai tempat sendiri dan hidup terpisah dari golongan lainnya. 

Setiap anak yang sudah berumur 16 tahun harus memilih golongannya. Biasanya anak-anak tersebut memilih golongan berdasarkan golongan orang tuanya, tetapi mereka bisa juga menjadi penghianat faksi dengan memilih faksi lain berdasarkan minat dan kemampuan. Begitulah yang dialami Beatrice Prior, ia mengikuti jejak kakak laki-lakinya.
Caleb memilih Erudite, sedangkan Beatrice memilih Dauntless, tidak memilih golongan Abnegation seperti orang tua mereka.

Perjuangan Tris (nama baru yang dipilih Beatrice) menjadi seorang Dauntless tidaklah mudah, ia harus pantang menyerah untuk lulus ujian menjadi Dauntless. Untuk menjadi Dauntless terdapat ujian fisik dan mental. Tris nyaris gagal dalam ujian fisik, peringkatnya berada di bawah garis aman. Untungnya ada Four, pembina dan pelatih yang walaupun tegas, tapi sangat memperhatikan Tris dan ia tidak ingin Tris menyerah.

Di tengah ujiannya menjadi Dauntless, Tris mendapati pimpinan Erudite, Jeanine, merencanakan sesuatu dan berkomplot dengan pimpinan Dauntless, hal itu juga diketahui Four yang sudah lama mengamati. Erudite merencanakan mengambil alih kepemimpinan yang selama ini  dipegang oleh faksi Abnegation, kaum terpandailah yang seharusnya menjadi pemimpin, dengan kekuatan Dauntless, Jeanine ingin melenyapkan kaum Abnegation. Hal ini tidak bisa dibiarkan oleh Tris karena orang tuanya tinggal di faksi tersebut. Di samping itu, Tris juga harus menyembunyikan hasil tes kecakapannya yang sebenarnya, nilai ujiannya menunjukkan kalau Tris cocok di faksi Abnegation, Dauntless, dan Erudite. Tris adalah seorang Divergent dan bagi Jeanine, kelainan tersebut dianggap mengancam dan menciptakan kehancuran dunia sekali lagi, sehingga harus dimusnahkan.

Bagaimana nasib Tris? Silahkan temukan sendiri jawabannya di filmnya. Walaupun endingnya menggantung, tetap recommended deh :p

Update. 04.04.2014
Iseng-iseng nyoba aptitude test masuk ke golongan apa dan inilah hasilnya :D